Someone is You part 1

Tittle: Someone is You (Part1)

Genre: Romance, comedy (?), action.

Cast: Kim Heechul, Cho Kyuhyun, Kim Yoo Jin, Ny. Kim&Cho, dll.

Warning: ini ff bikin boring T,T

Disclaimer: Semua tokoh bukan punya saya.

Author: Si Cantik Vika So Espresso

 

 

Seorang pria sedang berlari menuju sebuah gereja, di luar gereja itu tedapat beberapa hiasan bunga. Ia melewati pintu gerbang melewati beberapa orang yang ada di sana.

“Heechul hyung!!” teriak seseorang sambil berlari mengikutinya. Heechul berhenti, nafasnya tersenggal-senggal.

“apa yang kau lakukan di sini? Seharusnya kau tidak datang!” kata Donghae, yang hanya di jawab dengan tatapan mengerikan dari Heechul.

“demi apapun kau jangan masuk.” Heechul tidak memperdulikan ucapan Donghae dan tetap berlari menuju pintu masuk.

“Hyung!” ucap Kyuhyun dan Kangin bersamaan saat Heechul melewati mereka.

“apa dia gila?” gumam Kyuhyun yang diikuti gelengan kepala oleh Kangin.

Di sisi lain seorang yeoja sedang berjalan tertatih karena hak sepatunya hampir lepas. Ia berjalan pelan menuju pintu gereja dengan mencincing gaunnya yang terlalu panjang. Beberapa kali ia tersenyum menyapa orang-orang yang menatapnya prihatin.

“aigoo.. kenapa di hari bahagia So Min aku harus menderita??? Yoo Jin kau makhluk paling menyedihkan di dunia.” Umpatnya sambil terus berjalan.

“Minggir!!!!!!” teriak Heechul yang sedang berlari. Yoo Jin yang mendengarnya segera menoleh, dan terkejut bukan main melihat Heechul berlari ke arahnya. Sekuat tenaga Yoo Jin bergerak ke kiri, namun itu terlalu sulit dengan sepatu yang haknya hampir copot. Bruuuaakkk! Mereka berdua terjungkal ke lantai. Heechul menatap Yoo Jin sebentar, melihatnya tidak terluka Heechul segera berdiri dan pergi.

“maaf, tapi aku ada perlu.”

Yoo Jin meratapi nasibnya, ia melihat iba sepatunya. Kali ini haknya benar-benar lepas dan tak tertolong. Orang-orang yang ada di sana hanya melihat tanpa mau mengambil tindakan. Yoo Jin tidak menyangka hari ini dia benar-benar sial, ia harus terjatuh dua kali yang menyebabkan hak sepatunya lepas.

***

So Min dan Siwon sudah berada di altar, pendeta sedang membacakan sesuatu. Heechul berlari masuk, dan hendak berteriak menghentikan upacara pernikahan itu. Belum sempat ia berteriak, sebuah sepatu mendarat tepat di kepalanya. “dasar! Kau harus ikut denganku!” ternyata itu Yoo Jin yang langsung menyeretnya pergi.

“kau sudah mencelakai seorang perempuan dan tidak mau bertanggung jawab? Kau harus mendapat pelajaran tuan!” Yoo Jin terus menarik mundur Heechul, ia mencengkram erat bagian belakang jas pria itu.

“apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!” teriak Heechul serak, ia berusaha meraih tangan perempuan yang membuatnya seperti suami durhaka.

Heechul berhasil membuat Yoo Jin melepas cengkramannya, mereka akhirnya berhenti.

Agak jauh dari sana Kyuhyun, Kangin, dan Donghae melihat kejadian itu dengan wajah super bingung.

“apa yang dilakukannya? Siapa yeoja itu?” Mereka bertiga mengurungkan niat untuk mendekat, dan memilih melihat dari jauh. Mereka tahu, aura dua orang itu sangat berbahaya.

Heechul menatap lekat dua manik hitam di mata Yoo Jin, begitu pun sebaliknya. Di antara mata itu seperti ada aliran listrik dengan tegangan tinggi. Heecul hanya diam, ia menunggu perempuan di depannya itu yang mulai menjelaskan. Ya! Dia harus menjelaskan, dia yang membuatnya gagal menghentikan pernikahan orang yang dicintainya. Sekarang Heechul tidak bisa berbuat apa-apa kesuali melepas So Min dengan lapang dada.

Yoo Jin sendiri menunggu Heechul bicara dan meminta maaf dengan baik, dia membuat kakinya terkilir dan bertelanjang kaki di sebuah acara pernikahan. Setidaknya ia harus mengganti rugi akan sepatunya yang malang.

“minta maaf!” ucap Yoo Jin merasa tidak ada gunanya menunggu. Heechul mengernyitkan kening dan hendak membuka mulutnya.

“ganti rugi!” ucap Yoo Jin lagi membuat mulut Heechul kembali mengatup.

“untuk apa? Bukannya itu terbalik hah?” Heechul mengangkat sebelah alisnya. Ia merasa dialah yang menjadi korban. Karenanya dia gagal melakukan adegan menghentikan pernikahan dengan dramatis, dan kepalanya terasa ngilu sekarang.

“pokoknya kau harus tetap ganti rugi!” desak Yoo Jin tak mau kalah sambil menjulurkan tangannya.

“shirreo!” Heechul menepis tangan Yoo Jin  dan berjalan pergi. Sudah tidak ada gunanya ia berada di sini, rencana nekatnya sudah gagal karena perempuan itu.

Heechul membersihkan lengan jasnya yang sedikit kotor karena terjatuh tadi.

“Hyung!” teriak Kangin berlari mendekati Heechul diikuti Kyuhyun dan Donghae.

“ada apa?”

“kalian bawa mobil?” tanya Heechul tanpa menjawab pertanyaan Kangin.

“aku ada.” Donghae menyodorkan kunci mobil pada Heechul. “tapi jelaskan dulu apa yang terjadi? Lalu wanita tadi, apa dia kekasihmu?” tanya Donghae sebelum Heechul mengambil kunci mobilnya.

Kyuhyun dan Kangin memasang wajah penasaran, mereka sangat ingin mendengar jawaban dari Heechul.

“nanti malam kalian kerumahku, mulut kalian perlu dijahit!” sungut Heechul dengan tatapan horor dan maraih kunci di tangan Donghae. Dia berjalan pergi menuju mobil. Ia harus segera pulang dan menenangkan pikiran dari semua masalahnya hari ini.

***

Yoo Jin duduk di sebuah bangku panjang. Ia tidak berani mengikuti acara dengan penampilannya seperti itu, sepatu dengan hak yang lepas sudah cukup membuatnya malu. Di tambah riasan rambutnya yang sudah tak karuan. Astaga apa ini lelucon?

Kyuhyun mendekati Yoo Jin dan duduk di sampingnya. Ia menatap perempuan di sampingnya yang sibuk meratapi sepatunya.

“apa itu karena hyung?” tanya Kyuhyun membuat Yoo Jin menoleh.

“biasanya dia tidak seperti itu, suasana hatinya saja yang sedang tidak baik.” Lanjut Kyuhyun.

“apa kau kenal pria yang tadi menabrakku?” tampak mata Yoo Jin berkilat-kilat penasaran.

“jadi dia menabrakmu juga?”

“dia sumber kesialan.” Yoo Jin cemberut sambil melempar sepatu merahnya. Mungkin dengan membuang sepatunya Yoo Jin tidak akan mendapat sial lagi. mungkin dengan begitu Yoo Jin tidak akan bertemu dengan sumber kesialannya lagi. “Yoo Jin imnida.” Yoo Jin menatap Kyuhyun dan tersenyum.

“panggil saja Kyuhyun.” Kyuhyun menyodorkan plester pada Yoo Jin yang kebingungan. “untuk lukamu.” Tangannya menunjuk pada siku Yoo Jin yang tergores dan berdarah.

Yoo Jin sendiri baru sadar dengan sikunya dan dengan senang hati menerima plester itu. Dengan cepat mereka berdua terlibat obrolan yang menyenangkan. Sepertinya Yoo Jin harus mengubah pemikiran tentang hari ini, karena Kyuhyun, tidak sepenuhnya hari ini menyebalkan.

***

“Hari ini So Min dan Siwon hyung pulang dari bulan madu mereka.” Kyuhyun beranjak duduk di samping Heechul dengan segelas coklat di tangannya. Heechul terus sibuk membaca komik tanpa memperdulikan Kyuhyun.

“ternyata masih belum rela?” Kyuhyun menyesap coklatnya dan melirik Heechul yang juga sudah meliriknya.

“mulutmu perlu di jahit!” Heechul membalik halaman komiknya dan mulai sibuk membaca lagi.

“bukan mulutku, tapi hatimu.” Kyuhyun menyesap kembali coklatnya, Heechul menatapnya seakan ingin menembakkan laser agar pria di sampingnya itu menutup mulutnya.

“ada lubang besar di hatimu, aku benar kan?” lanjut Kyuhyun sambil terkekeh. Heechul melemparkan pukulan ringan di kepala Kyuhyun.

“astaga kau ini pemarah sekali??” dengus Kyuhyun meratapi nasibnya.

“kau yang memulai.” Sahut Heechul tanpa mengalihkan matanya.

“anyeong!” seru So Min yang tiba-tiba sudah ada di sana. Heechul terkejut tapi sesaat kemudian ia sudah bersikap biasa. “aku mampir sebentar karena Siwon oppa sedang ada keperluan di sekitar sini.” Jelas So Min, ia tersenyum pada Heechul.

“oh, kalau begitu aku pergi dulu.” Kyuhyun tahu dua orang itu perlu waktu untuk bicara, setidaknya Heechul perlu bicara.

“tidak! Kyu, kau tetap di sini. Aku akan pergi membeli beberapa keperluan.” Heechul berjalan pergi. Kyuhyun hanya menatap hyungnya heran, ia kemudian melirik So Min yang tersenyum miris.

“apa dia menghindariku?” gumam So Min terlebih pada dirinya sendiri beberapa saat setelah Heechul pergi. “apa dia masih marah?” So Min menunduk.

“dia hanya membutuhkan seorang penjahit.” Jawab Kyuhyun sambil mengambil PSP dan mulai memainkannya.

“penjahit?”

“Heechul hyung punya lubang besar sekarang, dan dia membutuhkan penjahit.” Kyuhyun tersenyum pada So Min sebelum tenggelam dalam dunianya sendiri.

So Min sibuk dengan pikirannya, ucapan Kyuhyun membuatnya bingung. Ia merasakan getaran di dalam tasnya, ponselnya berdering. Ia mengeluarkan ponselnya dan membaca pesan singkat dari Siwon. “aku harus pergi dulu.” Kyuhyun hanya mengangguk.

***

Heechul sedang berjalan-jalan entah kemana tujuannya, sebenarnya ia sama sekali tidak ingin keluar. Tapi So Min membuatnya harus pergi, tunggu apa ia menghindarinya? Kenapa?

Seharusnya Heechul bersikap biasa saja, bukannya dia sudah bisa melepaskan So Min. Heechul menggaruk kepalanya cepat, ia menendang kaleng yang tergelatak di jalan. Matanya mengikuti arah kaleng itu jatuh, dan di ujunga jalan ia melihat seorang yeoja di masukkan paksa ke dalam sebuah mobil.

“pertengkaran suami istri? Dasar!” Heechul hanya tersenyum kecil, dan terus berjalan.

“lepaskan!” teriak perempuan itu membuat Heechul berhenti dan melihat lebih seksama, ia memincingkan matanya hingga tampak segaris kecil. Yoo Jin, Heechul tahu ia mengenal perempuan itu.

Heechul berlari untuk menyelamatkan Yoo Jin. Ia harus menyelamatkannya. Heechul menarik Yoo Jin yang hampir masuk ke dalam mobil, orang-orang itu marah dan memukuli Heechul. Perkelahian pun terjadi, Heechul berusaha melawan lima orang sekaligus.

Yoo Jin hanya ketakutan dan matanya melebar saat melihat seorang mengeluarkan pistol. Ia segera menarik Heechul pergi dari sana sebelum timah panas itu mengenai mereka. Lima orang itu mengejar Heechul dan Yoo Jin yang masih berlari, sesekali Yoo Jin menoleh kebelakang.

Dorrr!

Suara pistol itu memekakkan telinga, untungnya gagal mengenai Heechul dan Yoo Jin. Seorang yang tinggi dan wajah sangar memukul pria yang menembakkan pistol.

“Bodoh! Jangan menarik perhatian!” hardiknya marah. Dan saat ia melihat ke depan lagi, Heechul dan Yoo Jin sudah menghilang.

“lihat!! Itu semua karenamu! Bos pasti akan marah lagi, kita kembali!” gerombolan itu pun kembali ke dalam mobil dan pergi.

Heechul dan Yoo Jin masih berlari dengan tangan saling bergandengan satu sama lain. Mereka berhenti di sebuah gang yang agak sepi, Yoo Jin melepaskan genggamannya dan duduk lemas mencoba mengatur nafasnya. Heechul merasa dadanya sesak, ia ikut duduk di samping Yoo Jin. Selama beberapa saat mereka hanya sibuk mengatur nafas tanpa berbicara apapun.

“terimakasih.” Ucap Yoo Jin akhirnya setelah nafasnya kembali teratur. Ia menatap Heechul yang masih kelelahan, wajah pria itu sangat pucat. “kau tidak apa-apa?”

Heechul mengangguk sebentar kemudian merebahkan tubuhnya di jalan. Nafasnya sudah lebih teratur sekarang, ia melipat tangannya di belakang kepala.

“kau benar-benar wanita paling berbahaya yang pernah aku temui.” Gumam Heechul, ia sekarang memejamkan matanya berusaha menghirup banyak udara.

“ya! Apa maksudmu?” sungut Yoo Jin tak terima, ia menatap Heechul meminta penjelasan.

“setiap kali kita bertemu, aku selalu mendapat kesialan. Aku takut di pertemuan berikutnya, kau akan membuatku hampir mati.” Tegas Heechul sambil mengernyitkan keningnya.

“jadi kau masih ingin bertemu denganku lagi?” Yoo Jin melebarkan matanya. “tidak-tidak! aku tidak mau. Kau sumber kesialan.”

Mendengar itu Heechul memukul Yoo Jin dengan kakinya, “apa aku mengatakan seperti itu?”

“tapi kenapa kau menolongku tadi?”

“tidak ada alasan.”

“ahhh.. kau mulai tertarik denganku??” Yoo jin mengangguk-angguk yakin dengan persepsinya, Heechul berdiri, ia tidak mau menanggapi perempuan seperti itu. “kau mau kemana?” Yoo Jin sedikit mendongak. Heechul menatapnya tanpa berkomentar dan pergi dengan hanya mengibaskan tangannya sekilas. Yoo Jin menaptnya heran, “dia kelainan ya?”

***

Heechul memasuki rumahnya, ia melihat Kyuhyun dan ibunya sedang duduk di ruang tamu. Ibunya tersenyum melihat heechul, dan menyuruh anaknya ikut duduk. Heechul menatap Kyuhyun meminta penjelasan, Kyuhyun hanya mengangkat bahunya.

Ibunya menatap Heechul dan Kyuhyun secara bergantian, “apa yang kalian lakukan?”. Dua anak itu langsung diam dan menunduk. “kau? Apa kau sudah memiliki pengganti So Min?”

Heechul menatap Kyuhyun lagi, kemudian menggeleng. Ia masih belum memikirkan untuk menjalin hubungan lagi dengan perempuan manapun. Bahkan ia belum bertemu dengan perempuan akhir-akhir ini, ya, kecuali Yoo Jin.

Ny. Kim menghela nafas, menatap putranya. “kenapa aku harus punya anak sepertimu? Kau ditinggal menikah oleh perempuan yang dulu mengejar-ngejarmu? Kau membuat eomma malu.”

“aku tidak.” sahut Heechul yang segera di sambut tatapan super horor dari ibunya.

“kalian berdua sungguh membuatku kesal. Wajah tampan kalian sama sekali tidak berguna.” Ny Kim bangkit dari duduknya, dan beranjak pergi.

“ada apa dengannya?” gumam Kyuhyun saat Ny. Kim sudah menghilang di balik pintu.

“orang tua, pemikiran primitif.” Heechul langsung menatap Kyuhyun tajam. “apa yang kalian katakan sebelum aku datang?”

“tidak banyak, aku hanya bilang kau berlubang dan membutuhkan penjahit.” Jawab Kyuhyun cuek, ia sudah sibuk dengan PSPnya sekarang.

“kenapa kau tidak bisa berhenti bicara tentang lubang? Apa kau ingin aku membuat lubang di kepalamu hah?” Heechul menyambar benda hitam di tangan Kyuhyun. Owner PSP itu menatap Heechul keji,kembalikan-atau-mati????

“hyung! Kembalikan.”

“shirreo!”

“hyung!”

“…”

“Hyunggggg! Kembalikan!”

“…”

“manusia berlubang, aku bilang kembalikan.”

“aku tidak dengar.”

Kyuhyun kesal dan mengambil komik Heechul dari meja. “hey!” seru Kyuhyun membuat Heechul menoleh. “aku juga bisa.” Kyuhyun membuang komik itu keluar, Heechul melempar PSP di tangannya dan berlari ke arah komiknya. Kyuhyun dengan sigap menangkap PSPnya dan dengan kecepatan cahaya berlari masuk ke dalam kamar.

“hoaaaa kau akan matiiiiiiiii!”

***

Yoo Jin berjalan gontai, ia takut pulang ke rumahnya. Pasti orang-orang yang mengejarnya tadi berada di sana menunggu ia pulang.

Tidak jauh dari sana Ny. Kim keluar dari mobil hendak menuju sebuah butik langganannya. Ia melihat Yoo Jin yang terus menunduk saat berjalan. Ia melihat dari kepala sampai kakinya, dan seulas senyum tersungging di bibirnya. “cantik sekali!” pekik Ny. Kim girang, tapi kebahagiannya hilang saat melihat wajah Yoo Jin yang sendu. “apa dia sedang bersedih? Oh, kasihan.”

Ny. Kim berjalan menghampiri Yoo Jin, ia menyapanya dan di balas senyuman manis dari Yoo Jin. “apa kau sedang ada masalah?” tanya Ny. Kim sambil mengangkat dagu Yoo Jin dan kemudian mencubit pipinya. Yoo Jin menatapnya heran, orang ini, apa dia baik-baik saja??

“ikutlah denganku, kau maukan?”

“eh?”

“bagus! Kita akan menghilangkan wajah sedihmu itu, kajja!” Ny. Kim menarik tangan Yoo Jin yang masih kebingungan.

Mereka masuk ke dalam butik dan berbelanja banyak baju, lebih tepatnya Ny. Kim yang dengan sepihak membelikan baju kepada Yoo Jin. Ia punya feeling bagus tentang perempuan yang baru di temuinya beebapa menit lalu. Setelah puas berbelanja, mereka melanjutkan pergi ke sebuah restoran. Restoran itu milik sahabat dekat Ny. Kim, tidak lain ibu Kyuhyun.

“ah, kau sudah datang.” Ny. Cho memeluk sahabatnya itu. “siapa ini?” ia tersenyum pada Yoo Jin.

“saya Yoo Jin, senang bertemu anda.” Yoo Jin membungkukan badan, ia tersenyum ramah. Ie melihat sekitar, dan sesaat sadar. Apa yang sedang dilakukannya di sini? Dengan dua ibu-ibu yang tidak di kenalnya sama sekali? Pikiran Yoo Jin buyar saat Ny. Cho menariknya menuju sebuah meja.

***

Kyuhyun keluar kamarnya, ia berjalan pelan menuju dapur. Takut kalau Heechul melihatnya dan membunuhnya seketika. Ia membuka pintu kulkas dan mengambil sebuah apel, saat membalikan badan Heechul sudah ada di belakangnya. Kyuhyun memegangi dadanya, jantungnya seakan hampir melompat keluar. “apa kau masih mau membalasku??” tanya Kyuhyun.

“eomma menyuruh kita menemui mereka.” Jelas Heechul membuat Kyuhyun bernafas lega. “kau saja yang datang, aku malas.”

“shirreo! Aku punya firasat tidak baik.” Kyuhyun hendak masuk kembali ke kamarnya, tapi Heechul mencengkram lengannya. Heechul menatap Kyuhyun penuh arti, ia berdecak sebal. “arra! Aku akan ke sana.”mendengar itu Heechul tersenyum, usahanya berhasil.

***

“mereka bilang akan segera datang.” Ucap Ny. Cho sambil membawa beberapa gelas minuman. “tapi aku tidak yakin, mereka itu benar-benar anak yang aneh.”

Ny. Kim mengangguk setuju, bagaimanapun juga ia sudah melihat anaknya ditinggal menikah oleh kekasihnya. “mereka tidak tertarik dengan yeoja manapun. Dan Heechul, dia terlalu tua untuk ditinggal menikah!” sungutnya kesal. Dua ibu-ibu itu sudah larut dalam perbincangan mereka tentang anak masing-masing.

Yoo Jin menutup mulutnya, ia menguap. Merasa bosan Yoo Jin berdiri dan hendak berpamitan untuk pulang, tapi seorang namja yang baru masuk restoran membuatnya terdiam. Wajahnya tidak terlalu asing baginya, ia mencoba mengingat nama namja itu. “ah.. Kyuhyun-ssi!” seru Yoo Jin cukup keras. Kyuhyun menoleh ke arahnya dan tersenyum ramah.

“kita bertemu lagi ^^.”

“kalian saling kenal?” tanya Ny. Kim heran.

“kami bertemu dalam keadaan yang tidak begitu baik, iya kan?” jawab Kyuhyun sambil menatap Yoo Jin yang hanya tersenyum malu.

***

Kyuhyun masih berada di dalam restoran dan menikmati segelas kopi. Yoo jin sudah berpamitan pergi tanpa mau diantar. “bagaimana kau bisa mengenalnya?” ucap kedua ibu-ibu itu. “Kyuhyun, ceritakan pada eomma.”

“saat itu kami berada di pernikahan So Min, dan Heechul hyung menabraknya. Lalu ia duduk di bangku karena hak sepatunya lepas. Saat itu aku datang dan kita saling kenal.” Terang Kyuhyun kemudian menyesap kopinya.

“jadi Heechul juga mengenal Yoo Jin? ah.. itu sangat bagus!!” pekik Ny. Kim senang.

“tapi anakmu membuat Yoo Jin kesulitan, Kyuhyunlah yang datang sebagai pahlawan!” balas Ny. Cho tak mau kalah.

Kyuhyun menyesap kopinya dan meletakkanya dengan keras. Hal itu membuat kedua ibu-ibu yang saling berseteru terdiam memandang Kyuhyun sebal. “kalau mau bertengkar, sebaiknya ingat umur. Lihat di sebelah sana ada anak kecil.” Kyuhyun pamit dan segera pergi.

***

Kyuhyun membuka pintu dan menghempaskan tubuhnya ke sofa dengan keras. Heechul keluar dari kamar mandi dengan handuk di kepala. “apa yang mereka katakan?” tanyanya sambil berjalan mendekati Kyuhyun.

“mereka menemukan Yoo Jin, sepertinya akan ada persaingan antara mereka.” Tebak Kyuhyun, ia menutup mata dan keningnya berkerut.

“siapa Yoo Jin? persaingan apa?”

“kau lupa? gadis yang waktu itu kau tabrak.” Heechul segera memandang ke arah Kyuhyun. Maksudanya Yoo Jin gadis yang ia  tabrak, yang menggagalkan rencana dramatisnya, yang membuatnya harus dikejar-kejar orang suruhan, yang merupakan wanita paling berbahaya yang pernah ia temui. Heechul menghela nafas yakin.

“bagaimana Yoo Jin di mata eomma?”

“menantu idaman.” jawab Kyuhyun membuka matanya.

“damn!” umpat Heechul tertahan.

***

Yoo Jin masih was-was di depan jalan menuju rumahnya, ia masih bersembunyi di balik tembok di ujung jalan. Orang-orang suruhan itu masih berada di sana. Mungkin mereka berniat berada di sana seumur hidup, hanya untuk menemukan Yoo Jin. “harusnya dari awal aku tidak berurusan dengan mereka.” Desah Yoo Jin lirih, ia sudah merasa sangat lelah. Hampir dua jam dia berdiri di sana, dengan keadaan lapar, kotor, dan mengantuk. “ahhhhh!!! Kim Yoo Jin, kenapa kau benar-benar menyedihkan?”

Ia memilih meninggalkan tempat itu dan berjalan gontai dengan tujuan yang tak pasti. Bagaimanapun juga malam ini ia harus mendapatkan tempat untuk tidur, harus. Yoo jin duduk di halte bus ia memandangi beberapa bus yang berhenti, ia sama sekali tak berniat menaiki salah satu di antaranya. Beberapa saat kemudian seorang namja duduk di sebelahnya, ia membawa sekantung pelastik belanjaan. Yoo Jin menoleh dengan malas ke arah namja itu. Mulutnya menganga lebar dan keningnya berkerut,

“kau” gumamnya membuat namja itu menoleh. Heechul, namja itu juga tak kalah terkejutnya, ia hampir saja berteriak saat melihat Yoo jin, ini musibah.

“kenapa..” Heechul menghentikan ucapannya dan mencoba menenangkan diri.

“baik, kita bertemu lagi. dan apa salahnya, kita hanya harus berpura-pura tidak saling kenal. Dan lupakan semua kejadian hari ini, atau kapanpun. Ok?”

Heechul menyambar belanjaannya dan segera pergi dari tempat itu.

Dari belakang, Yoo Jin mengikutinya. Ia tidak mau melakukan ini, tapi ia harus mendapat tempat untuk tidur malam ini. Sepertinya namja itu cukup baik, setidaknya dia telah menyelamatkannya waktu itu. Kepalanya masih menunduk, ia berpikir keras bahwa ini merupakan jalan satu-satunya.

Tiba-tiba kepalanya terbentur sesuatu, ia memekik dan meringis sambil mengelus kepalanya. “kenapa mengikutiku?” tanya Heechul geram, membuat Yoo Jin mundur secara teratur.

“kau tahukan, rumahku dijaga orang-orang yang tadi siang mengejar kita. Jadi untuk saat ini…”

“tidak ada hubungannya denganku!” Heechul memotong perkataan Yoo Jin.

“aku ingin menginap di rumahmu.” Yoo Jin memasang puppyeyes-nya. Tapi Heechul menatapnya seolah tak terpengaruh, ia jelas menolak mentah-mentah permintaan yeoja di depannya. “hanya semalam.. aku mohon.”

“pergi!” Heechul mengibaskan tangannya kemudian meneruskan jalannya. Ia benar-benar tidak ingin berurusan dengan gadis itu, ia takut mendapat kesialan. “ya! Kenapa masih mengikutiku???” hardik Heechul saat tahu Yoo Jin masih mengekor di belakangnya.

Yoo Jin menunduk putus asa matanya mulai memerah, ia hendak membalikan badannya tapi Heechul memanggilnya dan melemparkan belanjaannya pada Yoo Jin. “eh?”

“bantu aku membawa itu!” Heechul berjalan lebih dulu. Ia tidak percaya bisa membiarkan gadis yang sama sekali tak di kenalnya menginap dirumahnya. Ternyata berlama-lama dengan gadis itu bisa membuat kerusakan otak yang serius.

***

TBC

Ecieeee… gk bisa bayangin si Heenim ngelakuin adegan dramatis di pernikahan Siwon.

.. gw juga maksa buat nikahin siwon ama somin (eh..namanya hampir sama kalo dibalik -,-)

Mendadak peran emak-emak (duo Kim&Cho) karakternya jadi kek emaknya baek seung jo buekekeke.

Pokoknya maaf kalo aneh dan terimakasih udah baca ..

U,u *ngepet

published by aeund

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s