Song For You part 3

Title         : Song For You
Author     : Chocoby (@Lytha Virnanda)
Poet         : @Mytha Lislyantila Apriyani Kato
Main Cast :

  • Choi Hyewon
  • Lee Eunri
  • Park Leeteuk
  • Cho Kyuhyun

Genre        : Friendship(?), Romance(?), Angts(?) (*maybe)
Lenght       : 3/?
WARNING !!
Typo, Gaje(?) and, DON’T COPAS, OK !!^^

=====================HAPPY READING====================

Eunri memperhatikan foto sekumpulan murid Yeomkwang High School. Yang membuatnya terkejut adalah love sign di foto kedua orang yang sangat ia kenal.

 

“Hyewon, dan… Leeteuk oppa..?”

 

Cklekk

 

Eunri menoleh saat pintu kamarnya terbuka. Telihat Hyewon yang baru saja masuk. Hyewon langsung terpaku melihat Eunri yang sedang memegang buku pribadinya.

 

“Eunri…”

****

BRAAKKK

Eunri melempar buku diary Hyewon kelantai tepat didepan Hyewon. Dia benar-benar tak menyangka jika sahabat baiknya akan setega itu.

“Pergi…” ucapnya pelan namun penuh penekan.

“Eunri~”

“Pergi dari sini..”

“Eunri, aku bisa menjelaskannya…” ucap Hyewon mencoba mencegah. Eunri menatapnya geram.

“PERGI!!!!”

***

Two Month Later

Bulan Juli, musim panas telah tiba. Sekarang Hyewon adalah sunbae tertinggi disekolahnya sendiri dengan nilai memuaskan. Hyewon yang dulu tidak menyukai musik, kini menjadi seorang pianis diorchestra komunitas musiknya, bersama Kyuhyun yang kini telah menjadi seorang mahasiswa diKyunghee University.

*Hyewon POV*

“Cha~!” kata seseorang disampingku, Kyuhyun menyodorkan es krim coklat. Aku mengambilnya dan mulai melahap es krim itu.

Kini kami sedang berada di sungai Han.

“Hah~! Hari ini cerah sekali…” ucap namja di sampingku.

“Sekaligus panas…” sahutku. Kyuhyun hanya mengangguk.

“Aku benci musim panas…” lanjutku seraya mempout bibirku.

Kyuhyun menoleh padaku. Sesaat kemudian dia mengalihkan pandangannya lagi.

“Selalu seperti itu…” cibirnya.

“Aku lebih suka musim dingin dan musim semi…” sahutku masih tenang.

“Bukankah musim semi perlahan akan menjadi musim panas..?”

“Keurae.. keundae aku menyukai musim semi karena musim itu adalah musim dimana semuanya tumbuh menjadi baru, tanaman, bunga, termasuk— Cinta…” ucapku sedikit ragu.

Ya, meskipun aku menyukai musim semi, tapi hatiku lebih mendominasi musim dingin dari pada musim semi. Hati yang belum bisa bersemi dengan cinta.

Semuanya berantakan saat kejadian dua bulan yang lalu. Setelah kejadian itu aku tak pernah lagi bertemu dengannya. Dia masih di rawat di Rumah Sakit. Dia juga sudah bukan murid Yeomkwang High School lagi. Kudengar orang tuanya menyewa seorang guru privat untuk mengajarnya di Rumah Sakit.

Kabar terakhir yang aku terima adalah keadaannya yang semakin memburuk karena sebenarnya dia mempunyai penyakit.

Sahabat macam apa aku ini? Tidak megetahui yang sebenarnya terjadi. Jika saja waktu itu aku tidak ceroboh, mungkin hari ini aku sedang berada di kamarnya menceritakan hal-hal yang lucu untuk menghilangkan rasa jenuhnya.

“Ya!!” teriak seseorang ditelingaku.

Aku tersentak dan menoleh pada sosok iblis disampingku.

“Kau suka sekali melamun..” katanya.

Aku menghela nafas dan menatap kedepan lagi. Ya, akhir-akhir ini aku memang suka sekali melamun. Semuanya gara-gara kejadian dua bulan yang lalu.

Puukk

 

Aku tersentak lagi saat merasakan benda basah dan dingin menyentuh hidungku. Aku menatap iblis disampingku yang tengah memperlihatkan wajah baby(?)-nya yang tanpa dosa itu.

“YA! CHO KYUHYUN!!” teriakku dan langsung menyerangnya. Tapi sial, dia lebih dulu berlari saat tanganku terulur untuk mencekik lehernya.

Aku berlari mengejarnya, dia menoleh kebelakang dan menjulurkan lidahnya. Ya! Dia benar-benar iblis yang harus dimusnahkan.

“BERHENTI DISITU CHO KYUHYUN!!”

****

Aku berdiri didekat tiang Rumah Sakit. Inilah yang selama ini aku lakukan. Melihat dari jauh dua insan yang sangat aku rindukan. Mereka tengah bermain ditaman Rumah Sakit ini. Tertawa lepas. Tapi wajah yeoja itu terlihat sangat pucat. Dia sudah diizinkan keluar kamar meski bibirnya yang biru begitu terlihat dengan jelas.

“Musim panas…, biasanya kita akan menghabiskan waktu dengan belajar bersama untuk menghadapi ujian. Setelah itu, kita akan berlibur bersama… Musim panas ini, aku juga ingin berlibur denganmu…” ucapku sesak.

“Eunri.. aku merindukanmu…” Tak terasa cairan bening itu turun membasahi pipiku.

***

*Author POV*

“Na waseo~” ucap Hyewon saat sampai di rumahnya dengan langkah gontai.

“Hey, chagi…”

“Eomma, appa..?” refleks Hyewon langsung berhambur memeluk kedua orang tuanya itu.

“Kapan pulang..?”

“baru saja..”

“Aku merindukan kalian…” ucap Hyewon manja.

“Nado, chagi…”

“haha.. anak appa sekarang sudah besar…” goda appa Hyewon seraya mengusap lembut rambutnya.

“Appa sendiri yang terlalu sibuk sehingga tidak memperhatikanku… padahal yang di Korea hanya appa dan aku..” cibir Hyewon.

“haha.. mianhae chagi.. appa hanya bisa melihatmu saat kau sudah tidur..” sahut appa Hyewon. Sedangkan eomma nya hanya tersenyum.

“Mana Jiwon eonni..?” tanyanya seraya melihat kesekeliling.

“Jiwon akan kembali pada akhir musim panas nanti..”

“Ohh~ Kalau Siwon oppa..?”

“Aku disini…” sahut seseorang yang berjalan dari tangga. Sontak mereka menoleh.

“Ya! Kau semakin tampan, oppa…” goda Hyewon.

“haha… kau juga semakin cantik chagi…”

Siwon menghampiri mereka dan memeluk Hyewon dari samping.

“Ah~ aku merindukan saat-saat seperti ini…” ucap Hyewon.

“tentu saja.. kajja.. kita berlibur…”sahut Siwon.

“Jinjja..? Kita ke pulau Jeju.. ne..??” Pinta Hyewon dengan aegyo-nya. Siwon, appa dan eomma-nya mengangguk.

“Tapi sebelumnya, kita pergi menemui halmonie dulu.. ne..?” ajak eomma mereka. Yang lainnya hanya mengangguk.

***

Sepanjang perjalanan. Hyewon dan Siwon terus bernyanyi di kursi penumpang. Mrs. Choi berada di depan menemani suaminya yang sedang mengemudi.

Geudae mam sogeneun (ever)

 

Sarangi eomneun geol (ever)

Gidarim soge geudaewa geudaewa (I pray for you)

Naui mam sogeneun (ever)

 

modeun ge sarangin geol (ever)

Ne sumgyeori nae mamsoge inneungeol

(neol gidarineun geol)

(*Super Junior-Love U More)

“Hahaha…” tawa mereka.

“Kau masih ingat lagu itu..?” tanya Siwon.

“Tentu saja… itu lagu yang diciptakan teman oppa.. siapa namanya..? aku lupa..”

“Ryeowook…” sahut Siwon.

“Ah, ne.. aku kagum pada suaranya..”

“Haha.. tapi oppa lebih menyukai suara Kyuhyun..”

“Huh? Iblis itu..?” tanya Hyewon tak percaya.

“ne.. memangnya kenapa..?”

“Aniyo.. aneh saja.. oppa selalu menomor satukan dia..”

“haha.. kau tidak tau saja apa yang sebenarnya terjadi..” ucap Siwon tersenyum penuh arti. Hyewon menatapnya bingung.

“Mwoya??”

“Huh? Aniyo… hehe..” sahut Siwon seraya menunjukkan cengirannya.

“Ya! ada apa..?”

“Aniyo, chagi..! ah ya, bagaimana keadaan Eunri..? kudengar dia drawat ya..?” tanya Siwon membuat Hyewon tersentak.

“Huh? Hmm..”

“Mwo? Lee Eunri dirawat..?” tanya Mrs. Choi.

“Itu kabar yang kudengar, eomma..” sahut  Siwon.

“Hmm.. ne.. dia di rawat..” jawab Hyewon seraya menundukan kepalanya. perasaannya kembali hambar.

“Gwenchanayo..?” tanya Siwon.

“Huh? Hmm.. tentu saja..” sahut Hyewon menunjukkan senyumannya.

“Kajja.. kita bernyanyi lagi… Love you more.. Love you more~” Hyewon mencoba bernyanyi lagi. Menghilangkan perasaannya yang sempat kacau. Bukankah mereka sedang berlibur? Ya! Happy holiday~^^

***

Tiba di Pulau Jeju. Mereka pun bergegas menuju kamar yang telah disiapkan.

“Kalian istirahat… nanti kita makan malam bersama…” nasihat eomma mereka.

“Ne, eomma..” sahut mereka. Siwon dan Hyewon pun pergi ke kamar masing-masing.

“Kajja…”

***

“Hwaaaaa~~”

*Hyewon POV*

Aku berdecak kagum saat membuka jendela kamarku. Kebun jeruk seogwipo menyambut kehadiranku, disebelah timurnya ada padang rumput yang sangat luas. Indah.

Sebelumnya, jika pergi berlibur ke pulau jeju, aku hanya mendapatkan kamar yang menghadap ke lautan. Indah memang, tapi menurutku lebih indah pemandangan di kamar ini.

Aku membereskan baju-bajuku kedalam lemari yang sudah disiapkan. Mengambil handuk dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sepertinya berendam akan menghilangkan rasa penatku setelah perjalanan tadi.

Aroma terapi langsung menguasai indera penciumanku saat aku mulai merendamkan tubuhku dibathtub. Aku diam sejenak menikmati aroma yang menyejukkan ini. Pikiranku melayang. Liburan yang seharusnya dilewati bersama sahabat terbaikku, kini menjadi terasa sepi.

Setelah selesai membersihkan diri, akupun keluar untuk pergi makan malam bersama yang lainnya. Eomma, appa dan Siwon oppa sudah menungguku di resto hotel ini. Berendam membuatku lupa waktu.

Sesampainya di resto, aku terkejut saat melihat eomma, appa dan Siwon oppa duduk satu meja dengan keluarga yang sangat aku kenal. Keluarga Cho.

Mereka berlibur disini juga?

Iblis itu melihatku dengan senyuman khasnya. Huh! Liburan musim panas ini, aku pasti banyak mengeluarkan emosi.

Siwon oppa yang duduk di samping Ahra eonni melambaikan tangannya padaku. Sontak akupun berjalan kearah mereka. Sialnya, hanya ada satu kursi kosong dan adanya disamping iblis itu. Terpaksa, akupun duduk disebelah Kyuhyun.

“Kita bertemu lagi…”bisiknya tepat ditelingaku.

“Aku lebih senang berlibur tanpa dirimu…” sahutku ketus masih dalam keadaan berbisik. Sedangkan yang lainnya mengobrol tak jelas.

“Jinjja..? Lihat saja nanti…” katanya seraya kembali keposisi semula dengan senyuman khasnya. Aku hanya mempout bibirku.

***

“Ya!! Choi Hyewon!! Ireona!!” teriak sesorang di depan pintu kamarku.

Aku yang masih mengantuk, tak menggubrisnya dan semakin menyembunyikan tubuhku dalam selimut tebal putih ini.

“Ireona Choi Hyewon!!” teriaknya lagi seraya mengetuk-ngetuk pintu kamarku keras.

Aku yang kesal terus mendengar suara teriakkannya itupun langsung membanting bantal dan turun dari kasurku.

“MWOYA?!!!” teriakku setelah berhasil membuka pintu.

“Kyuhyun..?” ucapu refleks saat melihat sosok jangkung didepanku.

Dia menunjukkan smirk-nya.

“dari mana kau tau kamarku, eoh..?” tanyaku.

“itu tidak penting.. kajja.. ikut aku…” Dia menarik tanganku cepat.

“ya! kau mau membawaku kemana..? ini masih jam empat pagi..” protesku. Tapi dia tidak mengubrisnya dan terus menarikku menuju mobilnya.Ya! jinjja! Aku masih memakai piyama, CHO KYUHYUN!!

***

Setengah jam berlalu, kamipun tiba disebuah bukit yang lumayan cukup tinggi. Hey! Aku pernah melihat tempat ini. Tapi aku tidak ingat namanya.

Kyuhyun terus menggandeng tanganku hingga puncak bukit.

“Pejamkan matamu…” perintahnya saat sampai diatas bukit.

“Mwo?” ucapku tak mengerti.

“Aiisshhh!” dengusnya lalu berjalan kebelakang dan menutup mataku.

“Ya!”

“Tenanglah..” katanya. Akupun hanya diam mencoba mengikuti perintahnya.

Awas saja kalau dia berbuat macam-macam.

Cukup lama dia menutup mataku. Sebenarnya apa yang ingin ditunjukkannya?

“Hana, dul, set…” hitungnya, kemudian kurasakan tangannya yang meregang dari mataku.

Aku tercengang saat melihat pemandangan didepanku. Keindahan alam yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Sinar kuning keemasan menyinari seluruh permukaan bumi. Matahari terbit. Ya, aku ingat daerah ini. Seongsan Ilchubong. Ini tempat yang ingin sekali aku kunjungi.

“Hwaaaa~ neomu yeppeuda~!” kataku takjub.

“kau menyukainya..?” tanya Kyuhyun yang masih dibelakangku. Aku hanya mengangguk.

Sesaat kemudian, aku merasakan sepasang tangan melingkar ditubuhku. Kyuhyun memelukku dari belakang. Hembusan nafasnya terasa diubun-ubunku. Aigoo~ kenapa jantungku malah berdetak tak karuan?

Aku terdiam. Sibuk dengan detak jantungku sendiri. Semoga dia tidak mendengar atau merasakan detak jantungku ini. Entah apa yang ada dipikirannya. Tapi aku merasa pipiku sudah mengalahkan kepiting rebus.

***

Two Month Later

Malam ini, di akhir bulan September  dan diakhir musim panas. Aku lega musim panas akan segera berakhir. Aku benci musim panas! Semuanya terasa panas dan menyebalkan saat musim itu menguasai bumi. Musim panas tahun ini tidak menyenangkan meski aku sudah mendapatkan liburanku bersama keluarga, dan tentunya bersama iblis itu. Tapi semuanya masih terasa hampa tanpa Eunri disampingku.

Diakhir musim panas ini, sekolahku mengadakan acara Pensi. Ini adalah tradisi sekolah untuk menyambut musim gugur dan musim dingin. Aku, Kyuhyun dan anak-anak dari komunitas musik akan menunjukkan kebolehan masing-masing. Meski Kyuhyun sudah menjadi alumni, tapi dia masih diperbolehkan berpartisipasi. Dalam acara ini, aku akan menampilkan keahlianku bermain piano. Sedangkan Kyuhyun akan bernyanyi. Ya, benar kata Siwon oppa, dan harus kuakui juga dia memang memiliki suara yang bagus. Tapi aku tidak tau malam ini Kyuhyun akan menyanyi lagu apa.

Malam ini aku sempat bertemu dengan Leeteuk oppa. Dia sendiri sekarang menjadi mahasiswa diKyunghee University bersama Kyuhyun. Dia sama sekali tidak mau menegurku. Kenapa semuanya jadi seperti ini? Padahal aku ingin bertanya tentang keadaan Eunri padanya. Aku sangat merindukan Eunri. Dia benar-benar marah padaku. Aku ingin menemuinya, tapi aku takut dia tidak mau bertemu denganku. Melihat mereka dari jauh saja, aku sudah sangat bersyukur.

Tiba giliranku. Aku memainkan lagu Love dari penyanyi favoritku, Davichi. Dan aku memberikan hormat saat penampilanku berakhir. Semua orang membalasnya dengan tepuk tangan.

“Penampilanmu… lumayan bagus..” puji Kyuhyun saat aku turun dari panggung.

“Lumayan..?” ulangku tak percaya. Dia hanya mengangguk pasti.

“Hh~ Gomawo..” kataku dengan malas.

Iblis yang pelit dalam hal memuji.

Tiba saatnya Kyuhyun bernyanyi. Aku duduk dikursi penonton. Dia menyapa penonton dengan senyuman angel(?) nya yang mampu membuat semua yeoja jatuh cinta. Lihat saja, tingkah yeoja dibelakangku. Semuanya berteriak histeris meneriaki iblis itu. Terutama hobae yang baru masuk ke sekolah ini. Ya, bisa aku maklumi karena mereka belum pernah bertemu dengan Kyuhyun. Tapi bagiku tetap saja, dia iblis munafik. Dibalik senyumannya yang seperti itu, tersimpan kejahatan yang sangat banyak. Senyuman Angel yang membuatku jatuh hanya milik Leeteuk oppa.

Kyuhyun duduk dikursi yang telah disediakan di atas panggung. Ditemani Sungmin oppa yang memainkan gitar, ia menyanyikan lagu berbahasa inggris. Aku tidak pernah mendengar lagu ini. Apa ini lagu ciptaannya? Molla. Tapi ini benar-benar lagu yang romantis, ceria. Dan Kyuhyun bisa menyanyikannya dengan baik.

 

There’s gonna be one less lonely girl

One less lonely girl

There’s gonna be one less lonely girl

One less lonely girl

 

How many I told you’s

And start overs and shoulders

Have you cried on before

How many promises be honest girl

How many tears you let hit the floor

How many bags you’d packed

Just to take’em back, tell me that

How many either or’s

But no more,

If you let me inside of your world

There’ll be one less lonely girl

 

(Oh oh)

I saw so many pretty faces

(Before I saw you, you)

Now all I see is you

I’m coming for you

(I’m coming for you)

 

 

 

(No no)

Don’t need these other pretty faces

Like I need you

And when your mine in the world

There’s gonna be one less lonely girl

 

 

Hey! Dia menunjukku dan mengedipkan matanya. Ada apa dengannya? aku bergidik sendiri melihat matanya yang genit itu. Dasar iblis.

 

 

One less lonely girl

One less lonely girl

One less lonely girl

There’s gonna be one less lonely girl

 

 

I’m gonna put you first

I’ll show you what you’re worth

If you let me inside your world

There’s gonna be one less lonely girl

 

 

Christmas wasn’t merry, 14th of February

Not one of’em spent with you

How many dinner dates, set dinner plates

And he didn’t even touch his food

 

 

Dia turun dari panggung dan berjalan kearahku. Satu yang membuatku heran. Kenapa microphone-nya masih dibawa?

Dia terus berjalan mendekat. Dan..

 

How many torn photographs I saw you taping back

Tell me that you couldn’t see an open door

But no more,

If you let me inside of your world

……

(*Justin Bieber-One Less Lonely Girl)

(*pinjem lagunya om(?) JB dulu ^^v #plaaakk)

Kleeepppp

Semuanya gelap. Hey! Lampunya mati. Aku tidak bisa melihat apapun. Semua orang bersorak melampiaskan kekecewaannya. Padahal lagunya belum selesai. Tiba-tiba aku merasa ada yang menarik tanganku.

“Hhh~ Kajja…” ucap seseorang sedikit kesal, dia menarikku. Aku tau pemilik suara ini. Kyuhyun.

***

Perjalanan pulang. Entah kenapa dari tadi tak ada suara dari Kyuhyun. Aku sebenarnya ingin memberinya pujian karena sudah menciptakan sekaligus menyanyi lagu yang seromantis tadi. Tapi.. kalau dia seperti ini… :S

 

*Author POV*

Kyuhyun mengendarai Nf Sonata-nya dengan perasaan gelisah. Bagaimana bisa? Semuanya berantakan. Rencana yang ia bangun dengan susah payah, malah hancur begitu saja.

“Kyu..?” panggil Hyewon yang berada disebelahnya.

“Kyu..?” panggil Hyewon lagi. Kyuhyun masih tak bergeming dan tetap saja fokus kedepan dengan hatinya yang kacau.

“Kyuuu~~” kini Hyewon menambahkan aegyeo di panggilannya.

“Siapa yang kau panggil..? kau masih saja tidak sopan pada sunbaemu..” ucap Kyuhyun dingin.

“Mwo??”

Entah efek dari kekesalannya atau apa sehingga ia menjadi bersikap seperti itu pada yeoja disampingnya.

Tiba-tiba Kyuhyun menghentikan mobilnya. Membuat Hyewon kebingungan.

“Kenapa berhenti..?”

Kyuhyun melihat kesamping, menatap wajah Hyewon lekat.

“K-kau kenapa..?” tanya Hyewon sedikit menjauh karena takut dengan tatapan Kyuhyun.

“Kenapa kau membedakanku..?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Apa maksudmu..?”

Tangan Kyuhyun terulur meraih tangan Hyewon dan meletakkannya didadanya sendiri.

“Kau dapat merasakannya..?” Kyuhyun menatap Hyewon tepat di manik matanya. Dalam.

Hyewon menggigit bibir bagian bawahnya. Tangannya merasakan irama yang sangat tidak beraturan dari jantung Kyuhyun. Dan entah kenapa jantungnya pun ikut merasakan hal yang sama.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya, Hyewon merasakan panas didaerah pipinya, tapi seakan berada dalam freezer yang begitu dingin, tubuhnya membeku hingga tidak dapat berbuat apa-apa. Hyewon hanya diam, sibuk dengan jantungnya yang berdetak tak karuan, dan membiarkan bibir tebal milik Kyuhyun menempel di bibirnya.

Kyuhyun melumat bibir Hyewon dengan lembut. Inilah saatnya. Menyalurkan perasaan yang selama ini ia pendam dengan rapi. Memberikan sinyal yang berarti, agar yeoja didepannya mengerti akan perasaannya yang sebenarnya.

Sesaat kemudian, Kyuhyun melepaskan bibirnya, dan menatap Hyewon yang masih terpaku dengan kejadian beberapa detik yang lalu. Kyuhyun melemparkan smirk-nya, mengusap lembut rambut Hyewon, dan mulai menancap pedal gas mobilnya lagi.

 

***

*Hyewon POV*

Aku memegang bibirku sendiri yang baru saja dicium iblis tidak tau diri itu. Senyuman Kyuhyun masih tegambar jelas diotakku. Saat dia tiba-tiba mendekat dan menciumku. Dia tidak terlihat seperti iblis yang kukenal. Sentuhannya begitu lembut. Hatiku benar-benar hangat saat ditatap matanya yang begitu tajam tapi sangat dalam.

Jantungku?

Tanganku beralih memegang dadaku. Sedari tadi, organ tubuhku yang satu ini bekerja keras seribu kali lipat dari biasanya. Ya Tuhan.. ada apa sebenarnya dengan diriku? Apa ini? Ah! Tidak-tidak!!

“Kyaaaaa~~!!!! Cho Kyuhyun!! Kau keterlaluaaaannn~!!!” teriakku prustasi.

Dia sangat keterlaluan. Merebut ciuman pertamaku yang seharusnya aku berikan pada orang yang aku cintai. Bukan pada dirinya!

***

Saat pulang sekolah, aku berjalan ke gerbang sekolah seperti biasanya. Mencoba membiasakan diriku seperti dulu. Tapi semuanya gagal. Di kelas tadipun aku terkena lemparan kapur dari Kim seonsaengnim gara-gara aku melamun. Kejadian waktu malam benar-benar membuat pikiranku kacau. Semoga hari ini aku tak bertemu dengan iblis yang telah mencuri ciuman pertamaku. Tapii… dia ‘kan sering menjemputku.

“Ya!” teriak seseorang dari jauh.

Terlihat seorang namja dengan kaca mata hitam yang bertengger dihidungnya. Tangan kirinya ia masukkan kedalam saku celana jeans nya. Sedangkan yang kanan, melambai kearahku. Semua orang memperhatikannya dengan penuh kekaguman.

Ya Tuhan~ jantungku kembali tak karuan. Iblis ini benar-benar menjemputku. Apa dia tidak mempunyai kegiatan yang lebih penting selain menjemputku?

Tenanglah Choi Hyewon..Kau harus bersikap seperti biasanya.

Aku berjalan menghampirinya,

“Hey, Kyu..” sapaku balik. Aku ingin melupakan kejadian malam itu, juga liburan musim panas kemarin. semuanya harus segera dilupakan. Saat itu dia pasti sedang bercanda.

“Kenapa kau tidak pernah mengerti..?” tanyanya membuatku tersentak.

“Panggil aku ‘oppa’..” lanjutnya.

Aku tercengang mendengarnya. Ya Tuhan~ dia benar-benar menginginkan panggilan itu.

“Hmm.. baiklah… op-pa…” sahutku kaku.

Tak taukah dia saat ini jantungku seperti sedang lari marathon? Kenapa aku tidak bisa membiasakan diri seperti biasanya?

“Kajja…” katanya langsung mengagandeng tanganku menuju mobilnya.

“Hyewon-ah..” panggil seseorang dari belakang. Membuat kami menghentikan langkah kami.

“Nde?” sahutku refleks seraya menoleh kebelakang.

Terlihat seseorang yang sangat aku rindukan tengah berdiri depanku.

“Leeteuk oppa..”

Dia menatapku dengan matanya yang sendu. Ada raut kesedihan disana. Kenapa perasaanku jadi tidak enak?

“Tolong aku…”

***

Aku, Kyuhyun dan Leeteuk oppa berlari di lorong Rumah Sakit. Air mataku terus mengalir.

‘Eunri, tunggu aku…’

 

Aku membuka pintu kamar Rumah Sakit dengan tak sabaran. Terlihat seorang yeoja yang sangat aku sayangi tengah berteriak histeris, memegang kepalanya yang botak. Rambut indahnya sudah tidak ada. Disampingnya ada Lee ahjuma yang sedang menenangkan Eunri. Leeteuk oppa yang tadinya berada dibelakangku kini berlari menghampirinya.

Mereka menangis pedih, berusaha menenangkan orang yang sangat berarti bagi mereka. Membuat jantungku seakan berhenti berdetak. Aku terpaku. Mematung dalam keadaan berdiri melihat pemandangan yang sangat memilukan hati kecilku.

Perlahan aku mendekat. Apa dia masih membenciku?

“Hyewon~” lirihnya membuatku sakit.

Dia berhenti meronta dan melihatku yang berjalan kearahnya. Tangannya terulur menyuruhku untuk terus mendekat. Keadaannya benar-benar menyedihkan. Sahabatku..

Aku berlari. Merengkuh tubunya dan menangis. Aku tak kuat. Aku benar-benar tidak kuat melihatnya menderita seperti ini. Dia membalas pelukanku.

“Mianhae~ hiks..” lirihku terisak.

Dia menggeleng dalam pelukanku, sesaat kemudian dia melepas pelukannya.

“Kepalaku sakit.. hiks..” adunya manja. Aku merindukan nada manjanya itu. tapi tidak dalam keadaan seperti ini.

Aku mengusap kepalanya yang sudah tidak berambut. Inikah efek kemoterapi?

“Semuanya akan baik-baik saja… bertahanlah…” ucapku mencoba menenangkannya.

Aku membaringkan tubuhnya. Mengusap kepalanya, menghapus air matanya. dia terus menangis menahan sakit dikepalanya. Aku melihat Leeteuk oppa yang sedang berdiri menghadap jendela. Aku tau dia sedang menangis. Sedangkan Kyuhyun mencoba menenangkan Lee ahjuma yang juga sedang menangis.

Eunri meraih tanganku. Mencium tanganku. Tangisku semakin pecah. Oh Tuhan.. jangan pisahkan kami.

“Oppa…” panggilnya pada Leeteuk oppa.

Leeteuk oppa menghapus air matanya dan berbalik. Menghampiriku dan Eunri.

“Ne chagiya…?” jawabnya mencoba tersenyum dan mengusap kepalanya.

Eunri meraih tangan Leeteuk oppa, dan menyatukannya dengan tanganku.

“Oppa.. aku… titip Hyewon padamu…” ucapnya terisak.

“Eunri..”

“Hyewon.. Tolong jaga Leeteuk oppa… aku mohon, bersatulah…” pinta Eunri.

“Aniyo! Jinjja.. Jangan berbicara seperti itu Lee Eunri!” protesku sedikit histeris seraya meregangkan pegangannya. Aku tidak mau mendapatkan Leeteuk oppa tapi disisi lain aku kehilangannya.

Eunri menggeleng dan menarik tanganku lagi.

“Berbahagialah… Aku tau cinta kalian akan lebih abadi…”

Aku menatap Leeteuk oppa yang juga menatapku dengan matanya yang berair. Sesaat kemudian pandanganku beralih pada namja yang sedang berdiri dibelakang Leeteuk oppa. Sedangkan Lee ahjuma sudah tertidur diatas sofa karena pingsan.

Kyuhyun menatapku sedih. Sesaat kemudian pandangannya beraling, menunduk dan tersenyum kecut, tapi kulihat matanya merah. Ya Tuhan~ kenapa semuanya menjadi berat seperti ini?

“Berjanjilah, Hyewon-ah…” ucap Eunri membuatku tersadar dari lamunanku. Aku tidak tau harus menjawab apa.

“Oppa.. kau mau berjanji untuk menjaga Hyewon..?” kini Eunri bertanya pada Leeteuk oppa.

“Ne, chagi..” sahut Leeteuk oppa seraya mengusap kepala Eunri.

*Kyuhyun POV*

Setetes cairan bening itu tiba-tiba saja mengalir. Bukannya aku ikut sedih dalam kesedihan mereka. Tapi aku sedih dengan nasibku sendiri.

“Oppa.. kau mau berjanji untuk menjaga Hyewon..?” kata Eunri pada Leeteuk hyung.

“Ne, chagiya…” sahut Leeteuk hyung terisak.

Hah~ inikah takdirku yang sebenarnya? setelah semuanya aku bangun dengan susah payah, dan sekarang semuanya hancur begitu saja dengan kejadian ini.

Aku tau Hyewon lebih mencintai Leeteuk hyung dari pada aku. Tapi akhir-akhir ini aku sudah berusaha membuatnya bangkit dan mencintaiku.

Seperti ada yang mengganjal di tenggerokanku, itu terasa sangat menyakitkan. Sebelumnya aku tak pernah merasakan hal yang menyakitkan seperti ini. Aku terus menghela nafas. Mataku benar-benar panas. Kurasa hidungku juga memerah.

Hyewon menatapku dengan air matanya. Aku sangat ingin menghapusnya, tapi…

Aku memutuskan untuk pergi. Dokterpun datang tepat saat aku membuka pintu. Dokter, Lee ahjussi dan beberapa orang perawat berhamburan menghampiri mereka. Aku menoleh sekilas kearah mereka. Semuanya mengkhawatirkan sosok yang sedang sekarat itu. Kecuali aku. Tidak ada yang memperdulikanku.

Aku kembali melanjutkan langkahku dan keluar dari kamar rawat Eunri. Menyender pada dinding, meratapi kesedihanku sendiri. Air mataku mengalir lagi tepat saat terdengar suara teriakan Hyewon dan yang lainnya, melepas kepergian Eunri.

Tapi… Dapatkah kau merasakan kesakitanku, Choi Hyewon…?

===================To Be Continue====================

Silahkan tinggalkan jejak untuk menghargai hasil kerja keras author^^

Kamsahamnida~

Sampai jumpa di part selanjutnya~ ^.^/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s