Looks Like Rain

Tittle      :  Looks Like Rain
Author  :  Shin Ran Rin
Fb           :  Diangelf Saranghae suju Yeonwonhi (@diangelf1004 on twitter)
Type      :  One shoot
Rating   :  PG 15 *kayaknya ^^
Genre    :  Romance (?), mungkin
Cast       :  ~ Park Jung Soo
                  ~ Kim Ran Rin (OC)
                  ~ Shin Yeorin (OC)

Disclimer : FF ini punya saya. Hasil jerih (?) payah otak saya, so jangan copas seenak perut!

Bila ada kesamaan antara FF ini dengan apapun, itu semata-mata KETIDAKSENGAJAAN saya sebagai manusia  yang tak luput dari dosa *jiah..bahasa gw*
No Bashing ! No Copas !

Annyeong..!!
Ini FF pertamaku. Author masih dalam tahap belajar, jadi mian kalo FF ini masih jauh dari kata bagus apalagi sempurna. Mr. Typo ada dimana-mana. Jangan lupa RCL nya ya.. Ghamsa..
Langsung aja deh!

~ Happy Reading ~

Aku bertemu dengan Yeorin.. Karena berbagai hal,akupun telah berkali-kali kehilangannya. Tapi Yeorin selalu saja berada disisiku dan memanggilku. Barulah berapa lama kemudian aku menyadari..

Yeorin milik ku telah tiada..

~xXx~

~ Full of Jung soo Pov ~

Cuaca hari ini begitu cerah. Matahari mulai meninggi dengan perlahan. Kuhirup udara dalam-dalam. Rasanya sudah lama tak menghirup udara di tanah kelahiran. Seoul tak banyak berubah ternyata, masih seperti dulu.

” Apakah ini gedung sekolahmu dulu? ” yeoja di sampingku ini rupanya ikut menikmati pemandangan di hadapannya.

” Ne ” jawabku tanpa mengalihkan pandangan dari gedung bertingkat di hadapan kami.

” Tempat yang luar biasa ya? Halaman sekolah pun luas ” aku tersenyum mendengar kata-katanya.

” Kota ini pernah menjadi segalanya bagiku” aku memejamkan mata,mencoba merasakan apa yang pernah terjadi dalam hidupku beberapa waktu lalu.

” Ceritakanlah padaku lebih banyak lagi tentangnya ” ucapannya membuatku menoleh padanya. ” Apa kau mau mendengarnya?” tanyaku.

” Bukankah aku pendengar yang baik? ” yeoja itu balik bertanya. Kulihat senyum tersungging di wajahnya. Aku jadi ikut tersenyum.

Kuhirup udara dalam-dalam. Mengembuskannya perlahan. Pikiranku menerawang jauh ke waktu itu, waktu dimana aku mengenal yeoja aneh yang telah mengubah hidupku..

~ FLASH BACK ~

Aku sekelas dengan Yeorin pertama kali waktu kelas 1 SMA. Saat itu dia murid pindahan dari Mokpo. Kim songsaengnim menyuruhnya memperkenalkan diri di depan semua murid.

” Annyeong haseyo.. Shin Yeorin imnida. Beungapseumnida” ucap Yeorin. Setelah itu Kim songsaengnim menyuruhnya untuk duduk. Dia mengedarkan pandangannya keseluruh sudut kelas,lalu berjalan kearah mejaku dengan tersenyum.

” Sillyehamnida.. Bangku di sampingmu kosongkan? Bolehkah aku mendudukinya? ” aku hanya mengangguk. Dia tersenyum dan langsung duduk dikursi kosong di sampingku. Beberapa buku dikeluarkan dari tasnya. Dari ekor mataku bisa kulihat dia sangat bersemangat. Senyum tak pernah lepas dari wajahnya.

” Hm..chogi..” aku menoleh padanya. Dia mengulurkan tangan mengajakku berkenalan. ” Kita belum berkenalan kan? ” ucapnya. Aku sedikit berpikir,namun akhirnya kubalas uluran tangannya.

” Park Jung Soo imnida ” jawabku.

” Wah,namamu bagus ” lagi-lagi yeorin tersenyum. Senyumnya kali ini mengundang senyumku.

” Gomawo Yeorin-ssi ” tukasku.

” Aish..jangan formal begitu Jung soo-ah, panggil saja aku Yeo, otte? ”

” Ah, ne. Yeo-ah ”

~ xXx ~

Tiga bulan berlalu setelah perkenalanku dengan Yeorin. Kami ternyata cocok dan cepat menjadi akrab. Kami banyak bercerita apapun satu sama lain. Yeorin ternyata yeoja yang aktif dan ceria. Aku tahu teman-teman sekelasku selalu membicarakan kedekatan kami. Menurut mereka aku jadi berubah semenjak mengenal Yeorin. Aku sadar akan hal itu. Yeorin perlahan mengubahku dari seorang pendiam menjadi namja yang cerewet! Hahaha bukankah dia hebat? Jangan tanya kenapa hal ini bisa terjadi, karna aku sendiri tak tahu jawabannya.

Seperti hari ini,dia datang dengan napas terengah-engah.

” Jung soo-ah, apa kau sudah mengerjakan tugas dari Han songsaengnim? ” dia langsung mengambil posisi duduk disampingku.

” Mwo? Tugas? Memang Han songsaengnim memberi tugas apa pada kita? ” tanyaku polos.

” Ya! Apa kau tak ingat tugas mengarang yang beliau berikan tiga hari yang lalu? Apa kau sudah mengerjakannya? ” aku terkejut mendengar ucapannya.

Mwo? Aigoo..kenapa aku baru ingat? Hah dasar Jung soo pabo!!

Disinilah kami sekarang. Gara-gara tak mengerjakan tugas Han songsaengnim, akhirnya kami dihukum membersihkan toilet yang sudah tak terpakai.

” Yeo-ah..apa kau masih sanggup mengepel seluruh toilet ini? Pinggangku sudah mulai pegal ” kupijit pinggangku pelan. Kulihat Yeorin masih bersemangat dengan alat pelnya. Lihat saja sekarang, dia malah bernyanyi sambil mengepel. Hah..dasar yeoja aneh!

” Wae? Apa encokmu kambuh, Ahjussi? ” Mwo? Apa dia bilang? Ahjussi?

” Ya! Ya! Ya! Siapa yang kau maksud ahjussi, nona aneh?! Aku ini namja tampan yang baru berusia 16 tahun,arraseo? ” aku mendengus kesal. Enak saja dia memanggilku ahjussi.

” Aigoo..selain seperti ahjussi, ternyata percaya dirimu tinggi juga, tuan Park?! Ckckck… ” aish, yeoja ini benar-benar menguji kesabaranku.

” Ya! Sekali lagi kau memanggilku ahjussi, maka aku akan… ” kata-kata ku menggantung karna tiba-tiba saja wajah Yeorin berada tepat di depan wajahku!

” Akan apa, hah? Akan memukulku, begitu maksudmu? ”

DEGG

Tiba-tiba jantungku berdegup cepat!

Perasan apa ini? Melihat wajah Yeorin sangat dekat dengan wajahku, membuat jantungku tiba-tiba saja tak terkendali. Kurasakan panas menjalari wajahku.

Dengan gugup kudorong bahunya menjauh. Entah kenapa suasana ditoilet ini menjadi panas.

” Wae? Kenapa kau diam? Apa kau sudah kehabisan kata-kata ahjussi? ”

cih!! Yeoja ini benar-benar menyebalkan! Tanpa memandangnya, aku segera keluar dari tempat yang membuatku sesak ini. Kudengar Yeorin berteriak menyuruhku kembali. Hah,biar dia tahu rasa mengepel sendirian, siapa suruh dia memanggilku ahjussi??

~ xXX ~

Cuaca hari ini kurang mendukung. Awan gelap telah melingkup sempurna diatas langit SMA Hwasong. Kulirik arloji putih di pergelangan tanganku.

” Aish..kemana yeoja itu? Kenapa lama sekali? ” aku bergumam tak jelas. Sudah hampir dua jam aku menunggu Yeorin di lapangan basket sekolah, tapi dia belum juga datang.

Apa dia lupa kalau ada janji denganku? Huh! Awas saja dia benar lupa, akan kujitak kepalanya sampai bocor!!

Aku baru saja akan meninggalkan tempat, tiba-tiba ada yang menahan tanganku. Karna terkejut, aku langsung menoleh. Kudapati Yeorin sedang memegang tanganku sambil tersenyum tanpa dosa.

” Ya! Kenapa tampangmu seram begitu?! Menakutkan sekali! Kau pikir aku hantu, huh?! ” sadar akan ekspresiku yang berlebihan, aku cepat-cepat tersenyum paksa dan menarik tanganku cepat. Bukan! Aku bukan terkejut karna kedatangan Yeorin yang tiba-tiba, tapi aku terkejut saat dia menggenggam tanganku! Tuhan.. Perasaan apa ini? Kenapa jantungku lagi-lagi berdegup dua kali lebih cepat saat Yeorin didekatku? Aish, sadarlah Jung soo, dia itu Shin Yeorin, sahabatmu! Bukankah kau sudah terbiasa didekatnya? Dan dia hanya memegang tanganmu? Kenapa kau jadi gugup begini?!

” Ya! Jung soo-ah, gwaenchana? Kenapa wajahmu merah begitu? Apa kau sakit? ” sentuhan tangan Yeorin di dahiku membuatku terlonjak dari lamunan. Cepat-cepat kutepis tangannya.

” Oh, aniyo. Nan gwaenchana ” ucapku gelagapan. Aish, ada apa sebenarnya denganku?!

” Ah, geurom. Apa kita jadi ke Lotte World hari ini? ” ya aku sudah berjanji pada Yeorin akan mengajaknya ke Lotte World, tapi melihat cuaca sangat mendung, aku jadi ragu.

” Hm.. Cuaca hari ini tidak mendukung Yeo-ah, bagaimana kalau besok saja? ” usulku. Kulihat kekecewaan langsung terpancar dari wajahnya.

” Hm, terserah kau saja ” jawabnya. Ya! Yeo-ah, jangan memasang wajah sedih begitu, aku jadi khawatir.

” Besok kan hari Minggu, aku janji besok kita akan ke Lotte World, otte? ” ucapku. Yeorin hanya mengangguk. Tapi wajahnya sudah tak sesedih tadi. Senyum samar sudah menghiasi wajah cantiknya.

Entah kenapa melihatnya tersenyum lagi, kekhawatiran yang tadi menyelimutiku tiba-tiba saja menguap.

Tak berapa lama hujan deras turun mengguyur kawasan SMA Hwasong. Aku segera berlari dan mencari tempat berteduh. Baju dan rambutku sudah cukup basah. Kukibas-kibaskan rambutku sambil mataku menari-nari kesekeliling mencari Yeorin. Kemana dia? Kenapa tidak ikut berteduh?

Mataku membulat seketika saat kulihat Yeorin tak beranjak dari tempatnya semula. Ia biarkan butiran hujan menghantam lembut tubuhnya. Tangannya direntangkan dan menengadahkan wajahnya seolah menyambut datangnya dewa hujan.

Aku berlari kearahnya. Segera kutarik tangannya untuk berteduh, tapi dia menahan tanganku.

” Bukankah ini sangat mengasikkan, Jung soo-ah? ” tanyanya. Sekalipun hujan, tapi aku masih bisa melihat dia tersenyum menatapku.

” Yeo-ah, kenapa hujan-hujanan? Nanti kau sakit. Ppalli kita berteduh! ” ajakku.

” Shireo! Kita sudah terlanjur basah Jung soo-ah, bagaimana kalau kita hujan-hujanan? ”

Rumah Yeorin begitu sepi. Dia bilang orangtuanya sedang mengunjungi neneknya di Incheon.

” Apa kau sudah makan? ” tanya Yeorin yang telah berganti baju. Dia keluar dari kamar sambil mengeringkan rambut panjangnya dengan handuk kecil.

Aku menelan ludahku yang kering. Aigoo.. melihat Yeorin seperti itu, membuat jantungku lagi-lagi berpacu dua kali lebih cepat! Kenapa perasaan ajaib ini datang lagi? Aish..

Yeo-ah, jangan seperti itu, kalau tiba-tiba aku lepas kendali bagaimana? Sekalipun aku masih remaja, tapi aku ini namja yang normal.

Aku menarik napas dalam dan mengembuskannya kuat saat tubuhku sudah berada diluar rumah Yeorin.

Hah.. untung saja aku cepat-cepat pamit kalau tidak, entah apa yang akan terjadi. Aku tidak yadong. Cuaca diluar memang dingin karna turun hujan, tapi tubuhku terasa panas saat berdekatan dengan Yeorin. Entahlah, mungkin suhu tubuhku sedang naik.

~ xXx ~

@Lotte World

Aku duduk di bangku panjang di bawah pohon dekat pintu masuk Lotte World. Hari ini aku sudah berjanji pada Yeorin akan mengajaknya bermain. Aku menggunakan kaos hitam berlengan pendek dengan list putih dibagian lengannya dan celana jeans panjang dengan warna senada. Tak lupa jam tangan putih yang selalu bertengger dipergelangan tangan kiriku. Entah kenapa hari ini aku ingin terlihat keren dihadapan Yeorin. Segala yang terbaik kukenakan saat ini. Apa kalian berpikir ini sebuah kencan? Molla!Tapi otakku mengatakan kalau ini memang sebuah kencan. Hahaha..

1 jam.. 2 jam.. 3 jam..

Sudah hampir 4 jam aku menunggunya disini. Berkali-kali kulirik jam tanganku.

Aish.. jinjja! Kemana yeoja itu? Jangan bilang lagi-lagi dia lupa ada janji denganku?! Huh! Sudah lebih 10 kali aku menghubungi ponselnya, tapi selalu tidak aktif.

Kemana sebenarnya Yeorin?

Pikiran buruk mulai bermain dalam otakku. Apa jangan-jangan dia kecelakaan saat menuju kesini? Atau jangan-jangan dia ketabrak bajai (?) atau..

Arrgh!! Kutepis jauh-jauh pikiran setan itu. Lalu kuputuskan untuk mengunjungi rumahnya.

Tok Tok Tok

Kuketuk pintu bercat coklat tua itu.

” Yeo-ah..! Apa kau didalam? Ini aku Jung soo ” kubuat suaraku sedikit meninggi.

Hening.

Kuketuk lagi pintu itu, kali ini lebih keras.

Tetap hening.

Tak ada tanda-tanda ada orang didalam.

Apa Yeorin tidak didalam? Tapi kemana dia? Kenapa tak memberi kabar apapun padaku??

” Hei anak muda! Apa kau sedang mencari nona Shin? ” suara seorang Ahjumma mengejutkanku. Aku segera berbalik dan kudapati seorang wanita paruh baya sedang menatapku.

” Oh, ne ahjumma. Apa kau tau dimana Yeorin? Sudah berkali-kali kuketuk pintunya, tapi sepertinya tak ada siapa-siapa didalam ” jelasku.

Ahjumma itu tersenyum. ” Tentu saja tak ada yang menjawab, semua penghuni rumah itu sedang di rumah sakit sekarang. Semalam putri tuan Shin demam, mereka cepat-cepat membawanya ke rumah sakit terdekat ” terang ahjumma itu. Aku terkejut mendengarnya.

Mwo? Sakit? Kenapa Yeorin tak mengabariku? Aish! Dasar yeoja pabo!!

Aku segera berlari begitu ahjumma itu memberitahuku dimana tempat Yeorin dirawat. Dan untuk keberapa kali aku tak ingat, lagi-lagi jantungku berpacu dengan kecepatan diatas normal.

Tapi degupan ini berbeda dari biasanya saat aku didekat Yeorin. Pikiran buruk seketika menghujaniku.

Ya Tuhan.. tolong lindungi Yeo-ku..

~ xXx ~

Sudah 10 hari Yeorin tidak masuk sekolah karna diopname. Pertama kali aku menjenguknya, dia tidak mau bertemu denganku. Tidak tahu apa alasannya, tapi aku merasa sangat sedih. Yeorin tidak mau melihatku. Apa itu artinya dia membenciku??

Tapi aku tidak putus asa, hari ini aku datang lagi menjenguknya.

Ya aku baru tahu hari ini bahwa sebenarnya aku mencintainya. Dua jam lebih aku luangkan waktu untu bercerita pada Yesung – sahabatku tentang perasaan apa sesungguhnya yang kurasakan pada Yeorin. Yesung bilang kalau perasaan ajaib itu adalah cinta! Kupikir selama ini perasaanku pada Yeorin hanya sahabat, tapi aku salah! Aku memang mencintai Yeorin. Mencintai segala kekurangan dan kelebihannya. Mencintai caranya yang telah mengubahku menjadi namja yang lebih hangat. Mencintai keanehan yang ia miliki dan mencintai mulut pedasnya saat menghinaku. Aku mencintainya sangat!

Aku akan memberitahukannya tentang ini. Tentang hatiku yang selalu menghentak melebihi hentakan konser musik rock saat bersamanya. Tentang perasaan rinduku yang tiap harinya semakin menggunung karena tak melihat senyumnya. Aku benar-benar sangat merindukannya sampai-sampai aku sulit bernapas untuk membendung rasa rinduku padanya, yeoja aneh yang telah mengambil separuh nyawaku.

Aku sudah didepan pintu ruang rawat Yeorin. Setelah susah payah aku memakai baju khusus menjenguk pasien dan masker serta penutup kepala. Perlahan kudorong pintu dihadapanku.

” Jung soo-ah.. ” panggil Yeorin begitu aku ada di hadapannya. Dia terlihat lebih kurus sekarang, tapi wajahnya tidak terlalu pucat layaknya orang sakit. Perlahan dia mendudukan tubuhnya. Selang infus yang menancap manis ditangan membuatnya harus berhati saat bergerak.

” Yeo-ah.. Gwaenchana? ” tanyaku. Aish.. masker ini cukup mengganggu!

” Nan gwaenchana. Hm.. 10 hari tak melihatmu, kau semakin tampan saja Jung soo-ah ” dia tersenyum mengucapkannya. Omo..kali ini aku berterima kasih pada tuan masker (?), jika tak ada dia, pasti Yeorin akan melihat wajahku yang saat ini sudah merah seperti kepiting rebus.

” Gomawo ” jawabku malu. ” Hm..bagaimana keadaanmu sekarang? Apa sudah lebih baik? Dokter bilang apa tentang sakitmu? Tidak parahkan? ” serbu ku.

” Aish..ya! Kau berniat menjengukku atau menginterogasiku, huh?! Kau seperti Appaku saja. Kekhawatiranmu sungguh berlebihan, tuan Park! ” tukas Yeorin.

Aigoo..apakah sangat terlihat kalau aku sangat mengkhwatirkannya? Huh! Bisa-bisa dia besar kepala kalau tau hal yang dikatakannya adalah benar.

” Siapa yang mengkhwatirkan mu, nona Shin? Kau terlalu percaya diri! ” elakku. Yeorin hanya tertawa.

” Sebenarnya kau sakit apa? ” kali ini aku serius.

” Anemia aplastik ”

* Anemia aplastik: anemia dengan kondisi regenerasi sel darah yang buruk.

~ xXx ~

Untuk kesekian kalinya aku datang menjenguk Yeorin. Sudah dua bulan dia dirawat disini. Tapi kondisinya tak kunjung membaik, malah semakin memburuk. Tubuhnya semakin kurus. Rambutnya pun dipotong pendek sekarang. Yeorin bilang dia sengaja memotongnya karena rontok.

Aku baru saja keluar dari ruang ganti baju, dan tak sengaja bertemu ibunya Yeorin.

” Annyeong Ahjumma… ” sapaku. Shin ahjumma terlihat kurus sekarang. Ah, dia pasti kelelahan.

” Oh, annyeong Jund soo-ah.. Wah lagi-lagi kau menjenguk Yeorin. Gomawo Jung soo-ah, kau pasti lelah harus menjenguknya setiap hari ” ungkap Shin ahjumma sambil tersenyum.

” Ah, gwaenchana ahjumma. Hm ahjumma, boleh aku tanya sesuatu padamu? ” entah dorongan darimana aku berani menanyakan perihal sakitnya Yeorin. Aku tak bisa hanya berdiam diri melihat yeoja yang sangat kucintai menahan sakitnya sendirian.

” Sebenarnya Yeorin sakit apa Ahjumma?? ”

~ xXx ~

” Yeorin.. penyakitnya bukan Anemia Aplastik, tapi leukimia stadium lanjut. Penyakit ini hanya bisa diobati dengan transplantasi sumsum tulang. Tapi bentuk sel darah putih Yeorin sangat unik, hampir tidak ada kemungkinan pendonor seperti itu.. ”

DEGG

Penjelasan Shin Ahjumma sontak membuat tubuhku menegang! Napasku tercekat! Jantungku berdetak tak beraturan! Semua energiku menguap! Wajah dan mataku memanas!

Ya Tuhan..apalagi ini? Sudah cukup orangtua dan nunaku kau ambil. Biarkan Yeorin tetap disisiku, jebal..

Sekuat tenaga kutahan cairan bening disudut mataku agar tidak tumpah, tapi gagal. Aku terlalu rapuh mengetahui semua ini..

Kudongakan wajahku menatap langit. Langit Seoul terlihat gelap dan kabur. Pasti karna air mataku sudah menganak sungai.

” Yeo-ah.. Jebal! Sembuhlah! Apapun juga akan kulakukan untukmu! Untuk melindungimu! Saranghae Yeo-ah.. ”

~ xXx ~

” Jung soo-ah! Sudah lama kau menunggu? Hah.. jeongmal bogoshipoyo..” kalimat Yeorin langsung menyambut kedatanganku kali ini.

” Rambutmu.. ” ucapanku menggantung saat melihat penampilan Yeorin sekarang. Rambut pendeknya sudah tak terlihat. Dia mengenakan penutup kepala.

” Karna rontoknya semakin parah, jadi kupotong ” biarpun dia tersenyum tapi gurat kesedihan sangat terlihat diwajahnya.

Untuk beberapa saat tidak ada yang bicara diantara kami. Aku bingung kalimat apa lagi yang harus kuucapkan untuk menghiburnya.

” Yeo-ah, siapa yang bersama eommamu tadi? ” tanyaku.

” Oh, kerabat dari Tokyo ” jawabnya datar.

” Yeo-ah, kau.. ”

” Awalnya dia ingin menjadi pendonor untukku. Tapi sepertinya itu akan merepotkan” ucap Yeorin memotong ucapanku. Dahiku berkerut samar. Apa maksudnya?

” Hm.. Yeo-ah.. ”

” Kau tahu apa yang diucapkan orang itu setelah tes darah selesai?”

Aku menggeleng.

” Untung saja golongan darah kita berbeda ya? Kalau jadi donormu, mungkin sekarang aku sudah jadi mayat! Hahaha menyedihkan bukan?! ” air matanya membendung. Dia pasti sudah sekuat tenaga menahan rasa sedih dan kecewa. Hatinya hancur menerima kenyataan bahwa dia punya penyakit yang mematikan. Dan harapan satu-satunya untuk hidup justru tak berpihak padanya.

” Kenapa?! Kenapa ada orang sekejam dia?! Aku membencinya!! Sangat!! Kenapa harus aku yang merasakan semua ini??!! Aku benci diriku sendiri!! Aku benci!! Kenapa harus aku??!! ” dia berteriak histeris sambil memukul-mukul bahuku. Pertahananya runtuh. Yeorin tak bisa lagi membendung air matanya. Tubuhnya bergetar hebat. Dia benar-benar kalut saat ini.

Kutarik tubuhnya kedalam pelukanku. Dia beronta mencoba melepaskan diri dari pelukan, tapi tenagaku lebih kuat darinya.

Dia menangis. Benar-benar terisak. Ya Tuhan.. Aku tak sanggup melihatnya seperti ini!

Hatiku ikut hancur. Pertahanku juga runtuh. Air mataku sudah tak bisa lagi kutahan. Kami menangis bersama.

” Yeo-ah, saranghae.. Jeongmal saranghaeyo.. ” bisikku pelan. Dia terkejut dalam dekapanku. Perlahan pelukanku melemah. Dia menatapku dengan mata terlukanya, tapi masih bisa kulihat dia tersenyum. Kubalas tatapanya tepat dimanik matanya.

” Jung soo-ah, neo.. ”

” Aku tidak peduli apa yang terjadi padamu saat ini ataupun esok. Aku mencintaimu Yeo-ah, sangat mencintaimu. Jeongmal saranghaeyo yeongwonhi. ” Yeorin makin terisak mendengar pengakuanku. Matanya benar-benar sembap.

Perlahan kudekati wajahnya. Dengan jarak sedekat ini bisa kurasakan embusan napasnya menyapu lembut wajahku. Kukecup bibir tipisnya yang bergetar. Cukup lama aku menciumnya, lalu perlahan kulepaskan. Dia terkejut. Kutarik lagi tubuhnya dalam pelukanku. Aku ingin dia tahu bahwa dia tak sendiri menghadapi penyakitnya.

” Jung soo-ah.. Bawa aku pergi, jebal.. ”

~ xXx ~

Disinilah kami sekarang. Di Lotte World. Melanjutkan kencan kami yang gagal tempo hari.

” Yeo-ah, apa kau senang? ” tanyaku saat kami turun dari permainan Giant Loop.

Dia menggangguk. ” Jeongmal haengbokhage. Gomawo ne Jung soo-ah.. ” senyum manisnya sudah lama aku tak melihatnya. Biarpun wajahnya pucat, tapi dia tetap cantik.

Selama kencan, tak pernah sekalipun aku melepaskan genggaman tanganku. Aku tak ingin kehilangannya.

” Jung soo-ah, bisakah kita istirahat sebentar, aku lelah? ” aku mengangguk lalu menggandengnya mendekati kursi panjang dibawah pohon. Kami menyandarkan tubuh disandaran kursi sambil meregangkan otot-otot karna sudah seharian kami bersenang-senang.

” Apa kau ingin makan ice cream?” tanyaku.

” Ani. Aku hanya ingin disini bersamamu ” jawabnya lalu mengamit lenganku dan menyandarkan kepalanya dibahuku. Aku tersenyum senang mendengar ucapannya.

” Jung soo-ah.. ” panggilnya tanpa melihatku.

” Hmm.. ” jawabku bergumam.

” Kenapa kau mencintaiku? ” aku tersenyum mendengarnya.

” Karna kau seperti hujan ” Yeorin langsung mengangkat kepalanya saat mendengar jawabanku. Wajah terkejutnya sangat lucu.

” Mwo? Hujan? Waeyo? Apa maksudmu? ” tanyanya dengan dahi berkerut dan alis bertautan. Aku tertawa melihat ekspresinya. Kurangkul bahunya mesra.

” Ya kau seperti hujan. Memberikan nutrisi pada makhluk yang hampir mati karna kehausan. Kedatanganmu membawa tawa dan kebahagiaan setelah usainya kemarau. Dan apa kau tahu? Aku seperti kemarau saat ini. Lalu kau datang tiba-tiba, menyiramku dengan keteduhan. Aku yang slalu meledak-ledak dan panas, tiba-tiba mendapat kesegaran karna hujan. Bukankah itu artinya kita jodoh? Kita saling melengkapi. ” aku tak tahu bagaimana kata-kata itu meluncur dari mulutku. Yeorin tersenyum menatapku. Tatapannya sangat hangat.

” Jung soo-ah, gomawo. Karna kau telah membuatku menjadi yeoja paling bahagia saat ini. Dicintai oleh namja tampan tapi menyebalkan sepertimu, membuatku merasa beruntung. Saranghae Jung soo-ah.. Jeongmal saranghaeyo.. ” aku terkejut mendengar ucapannya.

Ya Tuhan.. apakah aku bermimpi sekarang? Benarkah Yeorin juga mencintaiku? Keterkejutanku tak berhenti sampai disitu. Aku lebih terkejut saat tiba-tiba Yeorin mencium bibirku sekilas. Aigoo.. Ini seperti mimpi.

Yeorin menatapku sambil tersenyum. Aish..pasti wajahku sudah seperti tomat sekarang.

” Na- nado jeongmal saranghaeyo, Yeo-ah.. ” jawabku gugup. Jantungku lagi-lagi berdegup kencang.

Kupeluk erat tubuh mungilnya. Dan dia membalas pelukanku. Kubiarkan angin lembut menerpa hati kami yang bahagia.

” Jung soo-ah.. Aku sangat mengantuk. Aku ingin tidur ” suaranya makin terdengar lemah.

” Tidurlah Yeo-ah, aku akan menjagamu disini” jawabku. Dia tidur dalam pelukanku.

Aku tak menyadari saat itu jika keinginan Yeorin untuk tidur adalah tidur selamanya dan tak pernah lagi terbangun. Dia pergi dengan senyuman…

~ FLASHBACK END ~

Kuembuskan napasku perlahan. Membebaskan udara yang terasa sesak didada. Kelegaan merayapi tubuhku. Kudongakkan wajahku menatap langit.

” Dan disini… Dulu aku bertemu dengan Yeorin. 12 tahun lalu. Ternyata ucapannya benar, setelah dewasa gedung sekolah jadi terlihat kecil. Saat itu terlihat lebih besar.. ” entah kapan terakhir kali aku tersenyum ringan seperti ini.

” Terima kasih telah menceritakan tentang Yeorin padaku.. ” aku tersenyum pada Ran rin, yeoja yang sedari tadi setia menjadi pendengarku.

” Kalau merasa berat, kau boleh menolak ku. Aku sudah siap menerimanya ” ya dua hari lalu aku sudah mengungkapkan isi hatiku pada Ran rin.

” Tapi kalau memang tidak apa kutolak, pasti kau tidak akan menceritakan kisah ini, bukan?” ujarnya. Ran rin benar. Aku tak pernah menceritakan tentang Yeorin pada siapapun sebelumnya.

Tatapanku menerawang. ” Kau mungkin akan marah atau tertawa saat aku bertengkar denganmu sampai berhari-hari tak memberi kabar. Aku yang saat itu menemui jalan buntu memanggil Yeorin dilangit. Lalu serpihan dirinya menjawab panggilanku. Kau tahu apa katanya? ” Ran rin menggeleng. ” Jangan memanggilku, tapi teleponlah dia. Haah..sepertinya Yeorin memarahiku. Dan akhirnya aku meneleponmu.. ” Ran rin tersenyum mendengar penuturanku. Dia turut mendongakkan wajahnya menatap langit.

” Yeorin-ssi, gomawoyo.. Kalau suatu saat nanti aku mendengar suaramu, aku benar-benar harus mengucapkan terima kasih.. ” aku menoleh padanya. Kutatap wajah lembutnya. Aku baru sadar ternyata senyum Ran rin juga mengundang senyumku.

Kugenggang tangan Ran rin erat. Kehangatan langsung menjalari tubuhku.

” Ran rin-ah.. Saranghae.. ”

” Nado saranghae Jung soo-ah.. ”

Sore hari yang begitu indah ini baru pertama kalinya bagiku.

” Jung soo-ah… ”

END

Eottohkae? Eottohkae? Kepanjangan? Jelek? Gaje? Feelnya gak dapet? Hahaha

#plakk

Mian! Author bener-bener masih belajar. Untuk itu tolong RCLnya ya readers, untuk menentukan author cocok atau gak masuk dunia perFF’an. Oia FF ini udah pernah di share sebelumnya, jadi kalo readers nemu (?) ini FF dimanapun, keep RCL ne?? Gomawo.

Buat admin yg udah publish ff aku, jeongmal ghamsahamnida..

Buat readers yg udah RCL, nado jeongmal ghamsahamnida..

*deep bow with TeukHanChul*

published by aeund

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s