I Told U I Wanna Die part 1 [Twoshoot]

I TOLD U I WANNA DIE

I TOLD U I WANNA DIE

Cast :
-Park Hye Raa a.k.a Hye Raa
-Kim Jong Woon a.k.a Yesung
-Lee Chamey a.k.a Chamey
-Choi Minho a.k.a Minho
-Other cast find it be yourself ^^
Genre : romance, hurt, sad #banyak amat sih thor genre nya -___-
Author : Icha Meirina
Fb : Icha Merina
Twitter : @chameirina
 

Disclaimer : para cast hanya milik Tuhan dan keluarganya (kecuali Hye Raa dan Chamey), ff dan poster  ini murni hasil pikiran dan karya author. Ga suka? JANGAN BACA! Dan jangan di copas tanpa seijin author, oke? ^_^ maaf ya kalo typo bertebaran dimana-mana, anggep aja bonus😀

Edited Poster by :
@Muhammad Ihsan Hazazi El, @Icha Merina

=====================================================================

Anyeong haseyo readers, huahahaha #plak# author dateng lagi nih dengan ff baru author😀

Siapa yang uda kangen? #emang situ siapa ya?#

Sebelumnya, author mau ngucapin jeongmal kamsahamnida buat semua temen author #author sok punya temen -_-# yang uda mau ngebantu author nyelesain beberapa kata-kata ribet (?) yang author ciptain sendiri  :p

Oh ya ff ini terinspirasi dari MV nya Huh Gak oppa, tapi ini hanya ‘TERINSPIRASI’ ya, selebihnyaMURNI hasil karya author ^.^

Kayaknya, mesti sediain bantal atau guling nih, karena ceritanya panjang banget >.

Aaah! Author kebanyakan berkicau, mending langsung ke TKP (?) aja deh ya..

Happy reading guys ^_^

===========================================================================

#Hye Raa PoV

Hari ini tepat perayaan tiga tahun aku dan tunanganku –Yesung oppa- menjalin hubungan. Kami memang sudah saling mengenal sejak lama, tepatnya ketika aku dan Yesung oppa masih berstatus siswa SMA. Setelah lulus dari SMA, entah kenapa kami bisa berada dalam satu universitas dan baru memutuskan menjalin hubungan ketika kuliah.

Orang tua kami juga merestui hubungan ini dan kami memutuskan untuk bertunangan sejak setahun yang lalu.

“nanti malam kau ada acara tidak?”tanyanya ketika kami berada dimobilnya menuju kampus.

“anio, wae?”

“kira-kira pintu rumahmu terbuka tidak ya untukku nanti malam?”aku tersenyum

“keurom. Kau kan calon suamiku, oppa”dia terkekeh pelan dan mengacak rambutku lembut.

“kalau begitu, berdandan yang cantik ya. aku akan mengajakmu keliling Seoul nanti malam, arachi?”

“siap, Tuan! Oh ya, tumben sekali, memangnya ada apa?”

“mwo? Ada apa? Kau lupa kalau hari ini anniversary kita?”aku menggeleng

“mana mungkin aku melupakannya, oppa chagi”

“lalu? Kenapa kau berkata seperti itu?”

“kurasa kau hanya mengajakku kencan romantic ketika hari special kita saja”

“bukan begitu, chagi-ah. Kau kan tau sekarang aku sedang sibuk-sibuknya dengan kuliahku. Sebentar lagi kan aku akan skripsi”

“iya aku tau”aku menggembungkan pipiku sambil menatap keluar jendela mobil Yesung oppa

“chagi, kau marah?”aku hanya diam, sebenarnya aku tidak marah. Aku hanya pura-pura marah karena sudah lama aku tak mengerjainya seperti ini.

“Hye Raa”aku tetap diam, lalu dia menghentikan mobilnya dengan rem mendadak.

“ya!”

“kau marah ya?”tanyanya

“molla”aku kembali memalingkan wajahku kearah berlawanan dengannya

“chagi”dia menarik daguku dan menghadapkan wajahku kearahnya. Mataku membulat ketika kudapati wajahnya yang sangat dekat dengan wajahku. Apa yang dia lakukan?

“jawab pertanyaanku! Apa kau marah?”tanyanya lembut, aku hanya diam. Lalu dia tertawa dan menjauhkan wajahnya.

“hahahaha”

“ya! kenapa kau malah tertawa?”

“kau bercanda kan? Kau hanya mengerjaiku kan?”loh, kok dia bisa tau ya?

“ani! Aku serius”

“hahaha Park Hye Raa, aku ini sudah menjadi namjachingumu selama dua tahun dan aku sudah menjadi tunanganmu selama setahun. Mana mungkin kau bisa berbohong kepadaku!”aish! sialan! Ketahuan!

“ya ya, kau memang pintar menebak pikiranku, oppa”dia masih tertawa lalu kembali menyalakan mesin mobilnya dan melaju kembali menuju kampus.

“oh ya, oppa. nanti sore aku mau ke bandara”

“untuk apa?”

“amugeotdo ani”jawabku santai

“lalu?”

“aku mau menjemput sahabat lamaku yang di China”

“memangnya kau punya sahabat ya?”tanyanya sambil terkekeh sendiri diikuti oleh tatapan maut dariku. Kuangkat tanganku dan kulayangkan kekepala besarnya itu.

“aw! Appo chagi”

“salah siapa?!”dia semakin terkekeh

“iya-iya aku yang salah”katanya sambil mengelus lembut rambutku “perlu kuantar?”

“tidak usah”

“kau yakin?”

“nde, kan malamnya kita akan bersama”dia melirikku sambil tersenyum

***

4.PM @Incheon Airport

Aku sampai di Incheon airport untuk menjemput Chamey, sahabatku sejak kecil. Mendengar nama Chamey, terdengar seperti bukan nama orang Korea kan? Tapi Chamey memang asli orang Korea mengingat ia bermarga ‘Lee’. Dia seorang yeoja keturunan Korea-China, sama sepertiku.

Ummaku tinggal dan besar di Korea, sementara marga ‘Park’ yang kubawa berasal dari appaku yang asli keturunan Korea, begitu juga dengan Chamey. Keluargaku memang tinggal di China, hanya aku yang tinggal di Korea karena aku memutuskan untuk mengejar ilmu disini sendiri.

Bersekolah dan berkarir di Korea adalah impianku sejak kecil. Begitu lulus dari SMP, appa langsung mendaftarkanku bersekolah di Korea. Saat itulah aku dan Chamey berpisah. Tapi dengan berpisahnya jarak, tak membuat kami saling melupakan satu sama lain.

Karena rumahku yang di China juga tak jauh dari rumah Chamey, kami sering berkirim kabar melalui keluargaku.

“sudah landing belum ya?”tanyaku pada diri sendiri sambil melirik jam tangan yang kukenakan. Aku memandang jauh ke depan, dan kulihat ada seorang yeoja yang sedang membawa koper besar yang juga sedang memandangiku. Aku melihatnya dan teringat akan satu hal, Chamey.

Dia tersenyum dan melambai-lambaikan tangannya kearahku. Sudah kuduga, itu pasti dia. Aku mengangguk dan segera berlari kearahnya. Ketika aku sampai tepat didepannya, dia tersenyum dan bertanya..

“Hye Raa? Park Hye Raa?”tanyanya, aku mengangguk

“Lee Chamey?”dia juga mengangguk

“aaaaah! Lama tak bertemu”ujarnya lalu langsung memelukku erat sambil sesekali melompat kegirangan.

“ya! apa yang kau lakukan?”

“ani, sudah lama kita tak bertemu. Aku sangaaaaaaaaaat merindukanmu”katanya sambil melepaskan pelukan kami. Aku tersenyum dan mengacak rambutnya pelan. Aku lalu menarik tangannya dan berjalan menuju sebuah taxi.

“kita mau kemana?”tanyanya

“makan siang, kau sudah lama kan tak makan masakan Korea? Hari ini aku yang traktir, oke?”dia mengangguk senang #cieee, Hye Raa punya duit :D#

-I Told U I Wanna Die-

“bagaimana kabarmu?”tanyaku ketika kami sudah berada disebuah restaurant #jiaaah daritadi bukannya nanyain kabar -___-#

“ya beginilah. Kau? Oh ya, kudengar dari ahjumma Park, kau sudah bertunangan ya?”aku tersenyum gugup

“iya”jawabku malu-malu

“uwaaaaah selamat ya. aku ikut senang”

“terima kasih, Chamey-sshi”dia mengangguk

“nanti kenalkan aku padanya ya”aku tersenyum dan mengangguk

“bagaimana denganmu?”

“aku tidak seberuntung kau”dia menunduk

“wae?”

“aku baru putus dengan namjachinguku”

“jinjja?”

“nde, kurasa kami memang tak berjodoh”aku mengelus pundaknya lembut dan tersenyum

“kau harus tabah ya, aku yakin kau bisa menemukan yang lebih baik darinya. Di Korea juga banyak loh pria yang baik”kataku menyemangatinya

“jinjja?”aku mengangguk “nanti bantu aku ya mendapatkan namjachingu baru”

“pasti”dia tersenyum senang, senyum yang memang sangat aku rindukan dari sahabat kecilku.

Hmm, Chamey meminta bantuanku untuk mencarikannya namjachingu, siapa ya? ah! Iya, Minho! Dia kan jomblo sejati, mungkin mereka bisa menemukan kecocokan.

-I Told U I Wanna Die-

Aku kembali ke rumahkusetelah mengantarkan Chamey ke apartementnya. Tadinya sih aku ingin mengajak Chamey tinggal bersamaku dirumah, tapi kata Chamey orang tuanya telah terlebih dulu memilihkannya apartement. Padahal, aku hanya tinggal berdua dengan seorang ahjumma yang mengurusku selama aku tinggal di Korea, tentunya dia orang kepercayaan keluargaku.

Aku menghempaskan tubuhku di kasur kamarku, huh lelah sekali. Kurasakan kasurku sedikit bergetar, aku melirik ponselku dan meraihnya. Ya, satu-satunya sumber getaran dari atas kasur ini. Kulihat ada sebuah pesan masuk, aku tersenyum melihat nama yang tertera dilayar ponselku.

‘From : Mr.Turtle

Chagi, kau sudah siap kan? Aku berangkat kesana sekarang ya?’

Mwo? Sekarang ? memangnya sekarang sudah jam berapa? Aku melihat jam yang ada di ponselku dan langsung terlonjak.

“sudah jam setengah 7?! Ya! aku bahkan belum mandi!”aku langsung menyambar handuk yang ada dibelakang pintu kamar ku dan segera memasuki kamar mandi.

-Hye Raa PoV end-

 

#Yesung PoV

Aku sampai dirumah yeojachinguku untuk mengajaknya jalan-jalan malam ini dan merayakan 3 tahun kami bersama. Tidak terasa sudah selama itu aku bersamanya, padahal kukira baru kemarin aku bertemu dan menyatakan perasaanku padanya, tapi sekarang aku sudah menjadi namjachingu sekaligus tunangan yang akan segera menjadi calon suaminya.

Aku tersenyum sambil melihat sebuah cincin yang sudah melingkar dijari manisku selama kurang lebih setahun ini. Aku mengetuk pintu rumahnya dan tak lama dibukakan oleh seorang ahjumma yang mengurus Hye Raa selama Hye Raa tinggal di Korea.

“eh, tuan Yesung”sapa ahjumma ramah

“anyeong ahjumma”aku tersenyum dan membungkukkan badanku

“silahkan masuk”aku hanya mengangguk masih sambil tersenyum dan mengikuti ahjumma yang sudah memasuki ruang tamu rumah ini. “sebentar ya, sepertinya nona Hye Raa sedang berdandan”

“mwo? Orang seperti Hye Raa berdandan?”tanyaku sambil terkekeh, ahjumma hanya tersenyum dan mengangguk

“memangnya kenapa kalau aku berdandan?”tanya seseorang dari arah tangga rumah ini. Aku dan ahjumma menoleh, dan kulihat ada seorang yeoja cantik berdiri disana. Ya, tentunya dia adalah yeojachinguku, Hye Raa. Dia tampak cantik dengan gaun hijau tua berpadu dengan warna merah maron selututnya, rambut yang digerai, kalung berwarna merah terang dan sepasang high heels hitam yang kutau hanya beberapa centi, serta tas kecil abu-abu gelap yang ia sandangkan di bahunya. Ya, yeojaku memang terlihat sangat perfect malam ini dan aku, ehm kuakui aku terpesona melihatnya.

“apa yang kau katakan tadi, hah?”tanyanya sambil mendekat kearahku

“ini kau, Hye Raa?”tanyaku polos, dia langsung melayangkan jitakan terampuhnya dikepalaku

“bukan! Aku ahjumma yang mengurus Hye Raa, dan itu adalah Hye Raa”katanya sambil menunjuk ahjumma yang sudah terkekeh melihat tingkah kami.

“ahahaha ne, mianhe chagi-ah”

“kau sih, sama yeoja sendiri bahkan tak kenal”dia menggembungkan pipinya, membuatku gemas dan ingin sekali mencubit pipi chubbynya itu.

“ya! kau benar-benar sudah membuatku gemas! Ayo keluar! Tak baik kalau ahjumma melihatnya”bisikku pelan ditelinganya

“melihat apa?!”tanyanya spontan

“melihat ini”aku langsung mencubit pipi chubby nya yang daritadi membuatku gemas itu.

“aaaaaaw! Ya! appo, oppa!”tak kupedulikan, aku masih saja mencubit pipinya

“itu akibatnya karena telah membuatku gemas”kataku dengan senyuman kemenangan dan segera melepaskan tanganku yang sejak tadi menjepit pipinya.

-I Told U I Wanna Die-

Malam yang indah, seperti janjiku padanya, kami sudah menjelajahi (?) hampir seluruh sudut Seoul. Dan sekarang kami duduk disebuah bangku yang ada dipinggir danau. Angin yang berhembus lembut malam ini seolah membelai pelan rambut siapapun yang menikmatinya, malam yang cukup dingin.

Aku menoleh kesampingku, kudapati sebuah kepala yang sedang bertengger manis di bahuku serta kurasakan lenganku dipeluk olehnya. Aku tersenyum melihatnya, yeoja ini tertidur, pasti dia kelelahan. Aku merapatkan jaketku yang dia pakai untuk meredakan hawa dingin malam ini dan mengelus pelan rambutnya.

Aku harap selamanya bisa seperti ini, Hye. Bahkan aku akan berusaha agar aku bisa dan selalu ada disampingmu, serta menjadi orang pertama yang memberikan pundakku untuk melepaskan rasa penatmu.

Aku melirik arloji yang kupakai, sepertinya sudah terlalu larut. Baiklah, ayo kita pulang sekarang, Hye Raa.

“Hye Raa”aku sedikit mengguncang badannya, dia tetap dalam posisinya, tak bergerak sama sekali

“Park Hye Raa”panggilku lagi, sama saja. Yeoja itu justru semakin megeratkan pelukannya di lenganku.

“hmm, sepertinya harus digendong”aku segera menggendong Hye Raa dipunggungku hingga sampai ke mobilku dan melaju menuju rumahnya.

Sesampainya dirumah Hye Raa, aku langsung menuju kamarnya. Ahjumma membantuku membukakan pintu kamar Hye Raa, setelah itu ahjumma menginggalkanku dan Hye Raa berdua, kurasa ahjumma juga keletihan menunggu Hye Raa pulang sampai selarut ini.

Aku menidurkan Hye Raa dengan perlahan dikasurnya, tak lupa kulepas kedua high heels nya dan meletakkannya disamping tempat tidur Hye Raa. Kutarik selimut Hye Raa hingga menutupi tubuhnya sampai ke leher.

Aku mengelus rambutnya pelan dan tersenyum, kuedarkan pandanganku mengelilingi luasnya kamar yeoja yang kucintai ini, dan sebagian besar isi kamar ini tak lain berisi wajah yang memang sangat kukenal. Tentunya kukenal, karena wajah itu adalah wajahku dan Hye Raa.

Banyak sekali foto yang dia pajang dengan berbagai expresi yang berbeda. Aku tersenyum sambil menatap wajah polos Hye Raa, kudekatkan wajahku ke wajahnya dan mengecup keningnya pelan.

“nice dream, chagi”bisikku ditelinganya, lalu berjalan keluar dari kamarnya.

-Yesung PoV end-

 

-I Told U I Wanna Die-

 

#Author PoV

Hye Raa memasuki mobil Yesung yang sudah terparkir sejak beberapa menit lalu didepan rumahnya. Ia masuk dengan tergesa-gesa dan membungkuk berulang-ulang pada Yesung yang sedang memperhatikannya dengan tersenyum.

“hh mi hh mianhe oppa, a hh aku tadi terlambat bangun”kata Hye Raa dengan nafas yang tidak karuan.

“a hh ahjumma terlambat membangunkanku”sambungnya lagi.

“ya! kenapa kau malah menyalahkan ahjumma?”

“memang ahjumma yang salah, oppa. tadi dia terlambat bangun”

“ani, bukan ahjumma yang salah. Aku yang salah”Hye Raa mengernyit

“kenapa jadi oppa yang salah?”

“karena tadi malam aku terlalu larut membawamu pulang dan kurasa ahjumma menunggumu”

“mwo? Oppa yang membawaku pulang? Kukira ahjumma yang menggendongku”Yesung terbelalak mendengarnya

“apa kau bilang? Ahjumma yang menggendongmu? Ya! kau itu berat, aku saja yang sixpack kewalahan menggendongmu, apalagi ahjumma yang sudah tua begitu”

“mwo? Sixpack? Ya! kau itu kurus oppa”Hye Raa menjulurkan lidahnya kearah Yesung

“ya! kalau aku kurus, tak mungkin aku sanggup menggendongmu”

“makanya aku tak yakin kalau kau yang menggendongku”

“aish! Kau! Kau benar-benar telah membuatku kesal! Kau mau kuberi hukuman, hah?”ancam Yesung, Hye Raa langsung membulatkan matanya dan menggeleng cepat

“mianhe, oppa. aku tak mau kau hukum, aish. Pasti hukumannya disuruh mencuci mobilmu seperti hukumanmu yang sudah-sudah kan?”Yesung terdiam sejenak sambil mengingat-ingat apa saja hukuman yang pernah ia berikan kepada Hye Raa, dan yeoja itu benar. Semua hukuman yang Yesung berikan tak lain tak bukan adalah mencuci mobil sport kesayangannya ini.

-flash back-

“ya! sudah kukatakan kan agar kau tak terlambat? Dan sudah kukatakan juga kan kalau kau terlambat, maka kau akan mendapatkan hukuman?”dengus Yesung saat melihat Hye Raa yang sedang terengah-engah mengatur nafasnya yang tak karuan.

“hh mi mianhe oppa, tadi macet”

“ah! Aku tak peduli. Baiklah, bersiaplah untuk kuhukum, nona Park”Hye Raa tampak pasrah

“baiklah, apa hukumannya?”

“cuci mobilku”

“mwo?”

“cuci mobilku”ulang Yesung

“ya! mobilmu besar, oppa. akukan kecil (?)”elak Hye Raa

“aku tak peduli. Ini akibatnya untuk yeoja nakal sepertimu”Hye Raa hanya bisa berdecak kesal sambil merutuki dirinya sendiri yang dengan bodohnya bisa terlambat dan memberikan kesempatan emas pada Yesung untuk menjahilinya dengan cara seperti ini.

-flash back end-

 

“mwo? Siapa bilang hukumannya mencuci mobil?”

“jadi apa?”

“hukumannya..”Yesung mendekatkan wajahnya ke wajah Hye Raa, seketika itu pulalah wajah Hye Raa langsung memerah padam.

“a-apa?”tanya Hye Raa gugup karena wajah Yesung semakin mendekat daaaan

CUUUUP

Bibir Yesung menyentuh lembut pipi chubby Hye Raa yang semakin memerah padam, cukup lama sampai akhirnya Yesung melepaskan bibirnya dari wajah Hye Raa. Yesung memandangi wajah Hye Raa yang memerah dari bangku kemudi nya dan tersenyum karena yeoja itu sedang memegangi pipinya yang diciumnya tadi.

“hahaha, kenapa wajahmu merah seperti badut begitu? Itu bukan yang pertama kan?”goda Yesung

“aish! Kau ini, oppa! kalau seperti itu bukan hukuman namanya”

“jadi?”

“itu sih akal-akalanmu saja supaya bisa menciumku”

“mwo? Ya! percaya diri sekali kau”Yesung mengangkat tangannya dan mencubit pipi chubby Hye Raa sekilas

“sudah-sudah, sebaiknya kita ke kampus sekarang. Kita sudah hampir terlambat, tuan Kim”Yesung mengangguk dan segera menyalakan mesin mobilnya melaju menuju kampus.

Diperjalanan, ponsel  Hye Raa berdering, Hye Raa melihat nama yang tertera disana dan tersenyum sebelum akhirnya dia menjawab panggilan dari ponselnya.

“yeobseyo”

“…”

“aku hari ini kuliah, pulangnya mungkin sekitar pukul 2. Wae?”

“…”

“ah nde, keurom”

“…”

“ehm bersama tunanganku dan seorang namja yang akan kukenalkan denganmu”Hye Raa sedikit melirik Yesung sambil tersenyum

“…”

“bailah, nanti kuajak mereka”

“…”

“nde”

BIIP

Hye Raa memutuskan sambungan telfonnya dan tersenyum kearah Yesung yang sedang mengernyit melihat tingkah aneh Hye Raa.

“wae? Senyam-senyum sendiri. Siapa yang telfon?”

“mau tau ya?”

“ya! berani kau mengusiliku? Mau kuhukum lagi?”Hye Raa menggeleng cepat

“Chamey yang menelfon”Yesung kembali mengernyit

“Chamey? Nugu?”

“sahabatku yang kujemput kemarin”Yesung hanya mengangguk “dia ingin bertemu denganmu, oppa. kau mau ya”

“onje yo?”

“oppa bisanya kapan? Sepulang kuliah?”

“hmm bagaimana kalau nanti malam saja, mungkin hari ini aku pulangnya sore”

“siap, kapten!”ujar Hye Raa sambil tersenyum, selanjutnya perjalanan ke kampus mereka dipenuhi dengan canda tawa dari mereka berdua. Tak lupa, Hye Raa mengirimkan pesan pada Chamey tempat dan waktu pertemuan mereka nanti.

-I Told U I Wanna Die-

Hye Raa, Yesung dan Minho memasuki sebuah restaurant yang telah ditentukan Chamey untuk pertemuan malam ini. Tujuan Hye Raa mengajak Minho adalah untuk mendekatkan Minho dengan Chamey Karena kebetulan mereka sama-sama belum memiliki pasangan.

“mana dia?”tanya Yesung sambil mengedarkan pandangan mengelilingi isi restaurant itu

“hmm mana ya? ah! Itu dia”kata Hye Raa sambil menunjuk kesebuah meja dimana terdapat seorang yeoja berbaju pink yang sedang duduk sendiri.

“jja”ajak Hye Raa pada kedua namja tampan itu, mereka hanya menurut dan mengikuti Hye Raa berjalan dari belakang sambil sedikit berbincang

“hyung, kenapa aku diajak sih? Aku tidak mau mengganggu kencan orang”kata Minho pada Yesung dengan wajah keheranan

“Hye Raa ingin mengenalkanmu pada teman lamanya”jawab Yesung yang dibalas anggukan oleh Minho.

Sesampainya dimeja tersebut, Hye Raa langsung menyapa seorang yeoja yang sudah duduk disitu sejak tadi, dengan senyuman.

“anyeong, Chamey-ah”sapanya ramah, yeoja itu menoleh

“wah kau sudah datang”mereka lalu berpelukan

“mianhe terlambat, tadi kami menunggu Minho”kata Hye Raa sambil melirik kearah Minho yang ada disebelah Yesung

“Minho? Nugu?”

“oh ya aku lupa. Kenalkan ini Minho, teman sekelasku”Minho mengulurkan tangannya dan mengeluarkan senyum mematikannya (?) kearah Chamey.

“anyeong haseyo, je ireumeun Choi Minho imnida”kata Minho sambil mengulurkan tangannya. Mereka berbicara menggunakan bahasa Korea karena memang Chamey juga mengerti bahasa Korea.

“anyeong, Lee Chamey imnida”balas Chamey dengan senyum yang sama, lalu mereka melepaskan jabatan tangan mereka. Chamey menoleh kearah Yesung, tiba-tiba wajah Chamey memerah dan mendadak gugup melihat Yesung.

“anyeong”sapa Yesung ramah sambil tersenyum manis kearahnya dan mengulurkan tangannya dan dibalas cepat oleh Chamey.

“a-an-anyeong”Minho tampak heran melihat sikap Chamey yang tiba-tiba berubah drastis. Chamey dan Yesung berjabat tangan cukup lama dan bisa dikatakan sangat lama, sampai akhirnya Minho berinisiatif untuk berdehem.

“ehm ehm”

“ah jja, kita duduk”kata Yesung lalu segera mengambil posisi duduk disebelah Chamey. Minho yang melihatnya langsung menarik tangan Yesung

“hyung, kau duduk disamping Hye Raa saja”

“ah nde”lalu Yesung segera beranjak duduk kesebelah Hye Raa.

“kalian mau pesan apa?”tanya Hye Raa sambil menatap buku menu

“Spageti”jawab Chamey dan Yesung serempak, Hye Raa melepaskan pandangannya dari buku menu dan menatap keduanya yang saling menunduk.

“spageti?”ulang Hye Raa, keduanya mengangguk “ah nde”Hye Raa menatap Minho “neo? Mau pesan apa?”

“aku tidak makan. Aku pesan minum saja”jawabnya

“wae? Yesung oppa yang mentraktir loh”canda Hye Raa sambil melirik kedua namja itu

“ah ani, Hye. Aku masih kenyang”kata Minho sambil tersenyum, Hye Raa pun mengangguk dan segera memanggilkan waiterss.

“kenapa kau yang duduk disini? Apakah Hye Raa tak cemburu?”tanya Chamey. Yesung, Hye Raa dan Minho spontan melihat kearahnya dengan tatapan heran.

“apa maksudmu?”tanya Minho

“kau kan tunangan Hye Raa, apa Hye Raa tak cemburu kau duduk disebelahku?”

“mwo???”

“wae?”

“ya! tunangan Hye Raa itu Yesung hyung, bukan aku! Seenakmu saja bicara!”ketus Minho

“jinjja? Tapi kau terlihat lebih cocok dengan Minho, Hye Raa-ya. bukan dengan Yesung oppa”jawab Chamey lagi. Mereka bertiga –Yesung, Hye Raa, Minho- saling melirik satu sama lain dengan wajah aneh (?) mereka dan saling berkutat dengan pikiran masing-masing.

‘tak apalah, Chamey kan baru mengetahuinya’batin Hye Raa

‘apa benar yang dikatakannya? Hye Raa lebih cocok dengan Minho?’batin Yesung

‘apa-apaan yeoja ini? Kenapa bicaranya selancang itu?’batin Minho

-I Told U I Wanna Die-

“kau pulang naik apa, Chamey?”tanya Hye Raa ketika mereka sudah selesai makan malam dan keluar dari restaurant.

“hmm naik apa ya? molla, mungkin naik taxi”jawabnya

“ah, kalau begitu biar Minho saja yang mengantarkanmu, ne?”Minho tampak membelalakkan matanya

“mwo? Aku?”sepertinya Minho tak suka

“nde”

“kenapa harus aku?”

“lalu? Tak mungkin kan Chamey pulang sendiri naik taxi? Atau tak mungkin Yesung oppa yang mengantarkannya?”sambung Hye Raa

“kenapa tidak mungkin Yesung oppa yang mengantarkanku?”Hye Raa terdiam mendengar pertanyaan Chamey

“karena Yesung hyung itu tunangan Hye Raa. Pastinya dia mengantar Hye Raa, bukan kau!”ketus Minho, entah kenapa Minho justru tak suka dengan Chamey

“memangnya rumahmu dimana?”tanya Yesung

“tidak jauh kok. Di Blok-M (?)”

“wah, bukankah itu dekat dengan apartementku, iyakan Hye?”Yesung melirik kearah Hye Raa yang sedang diam sambil mengeluarkan wajah juteknya.

“nde”jawabnya singkat

“kalau begitu kau kuantar saja”tawar Yesung

“jinjja? Bolehkah?”Chamey mengeluarkan wajah aegyo nya yang dapat membuat siapapun terhipnotis dengannya, kecuali Minho.

“ah nde, kau ikut dengan kami saja”kata Hye Raa

“ikut dengan kami? Kau kenapa tak pulang dengan Minho saja? Bukankah rumah kalian satu arah?”Hye Raa kembali menatap Yesung jutek

“jadi kau tak mau mengantarku, oppa?”

“bukan begitu, chagi. Hanya saja, kalian kan rumahnya searah”Hye Raa mendengus kesal

“lalu, Chamey?”

“Chamey biar denganku. Kan impas, kau pulang dengan Minho karena rumah kalian searah, dan aku pulang dengan Chamey karena apartement kami searah. Benarkan?”

“jadi kalian pulang berdua?”

“nde”jawab Yesung semangat

“otteokhae? Bolehkan, Hye?”Chamey tampak sedikit mendesak Hye Raa yang sejak tadi menatap Yesung sangar (?)

“yasudah”jawab Hye Raa pelan

“asyiiiik. Jja, oppa”Chamey langsung menarik tangan Yesung menuju mobil Yesung, tapi sebelumnya Yesung sempat berbisik pada Hye Raa.

“josimhae, chagi-ah. Saranghae”bisiknya pelan, Hye Raa hanya membalasnya dengan senyuman kecut.

Setelah Chamey dan Yesung tak tampak lagi, Minho mendekat kearah Hye Raa dan mengajaknya pulang bersama.

-Author PoV end-

 

#Hye Raa PoV

Ini hanya perasaanku saja, atau memang aku merasa ada yang aneh dengan mereka? Yesung oppa, tak seperti biasa. Dia, bukankah dia selalu cuek terhadap orang yang baru dikenalnya? Ini, kenapa dia jadi lebih memperhatikan Chamey daripada aku. Apa aku cemburu ya?

Aish! Apa yang kau pikirkan Hye Raa?! Kau bodoh?! Yesung oppa itu hanya mencintaimu, dan tak sepantasnya kau cemburu dengan temanmu sendirikan?! Dasar bodoh! Aku memukul-mukul kepalaku, merutuki kebodohanku barusan. Kurasa, Minho melihatku dengan tatapan keheranannya karena tingkahku.

“ya! waeyo?”tanyanya

“amugeotdo ani”aku menggeleng sambil tersenyum agar dia tak curiga dengan sikapku

“kukira kau kenapa”katanya, aku hanya cengar-cengir tidak jelas. “oh ya, Hye. Temanmu itu aneh ya”

“mwo? Aneh? Apanya yang aneh?”

“entah menurut pengelihatanku atau apa, kurasa sejak tadi, dia selalu ingin mencuri perhatian Yesung hyung”

DEG!

Bukankah itu yang kupikirkan? Jadi? Minho juga merasakan hal yang sama denganku?

“mwo?”tanyaku pura-pura tak mendengar ucapannya

“nde, menurutku sikapnya itu sedikit aneh. Entah perasaanku saja atau kau juga merasakannya. Menurutku, dia bukan yeoja yang baik”kenapa tiba-tiba dalam hati aku setuju dengan perkataan Minho?

Ya! Park Hye Raa! Chamey itu sahabatmu, kan?! Tak sepantasnya kau begitu!

“kenapa bisa kau berpikir seperti itu? Apanya yang aneh? Menurutku sikapnya itu normal-normal saja”elakku

“jinjja? Masa kau tak merasa kalau dia seperti ingin merebut perhatian Yesung hyung tadi? Kau lihat, buktinya saja saat kau mengizinkan mereka pulang bersama, dia tampak begitu kegirangan, kan? Bukankah itu aneh?”aku hanya diam

“dan yang lebih anehnya lagi, Yesung hyung bukannya berniat untuk mengantarmu pulang, justru dia lebih memilih untuk mengantarkannya pulang, kan? Bukannya aku merasa keberatan denganmu, hanya saja apa pantas dia seperti itu? Lebih mengutamakan teman yeoja-nya daripada yeoja-nya sendiri?”sambungnya lagi

“Minho, kurasa itu hanya perasaanmu saja. Aku tak merasa ada yang aneh dari mereka. Kurasa itu wajar, bukankah Chamey itu sahabatku? Melindunginya, sama saja kan dengan Yesung oppa melindungiku? Tak ada yang perlu kau takutkan, Minho. Aku mengenal Chamey sudah lama, dan aku tau betul bagaimana sikapnya. Bukankah benar, dia mengantar Chamey karena apartement mereka searah? Yang kau katakana itu, ku yakin hanya perasaanmu saja”

“iya, kau memang mengenalnya sudah lama, tapi bukankah sudah lama juga kalian tak bertemu? Siapa yang tau kalau sikapnya sudah berubah?”kenapa tiba-tiba aku jadi khawatir dengan ucapannya? “sudahlah. Kuharap yang kau katakan tadi benar, dia yeoja baik-baik yang takkan merebut tunangan sahabatnya sendiri”sambungnya

“itu takkan pernah terjadi, Minho. Kau percaya saja padaku, aku kenal dia kok”kataku meyankinkan sambil tersenyum dan diikuti oleh anggukan darinya.

Semoga, semoga itu takkan pernah terjadi. Aku percaya Yesung oppa, dan aku juga percaya Chamey.

-Hye Raa PoV end-

 

#Yesung PoV

Kenapa aku jadi canggung begini? Entah kenapa, aku merasa ada yang beda sejak pertama aku melihat Chamey. Aku seperti pernah merasakan hal semacam ini. Kenapa ya?

“oppa, kenapa kau diam saja?”tanya Chamey, aku menoleh kearahnya dan kulihat dia sedang tersenyum manis kearahku. Ya, senyumnya itu sangat manis kalau diperhatikan.

“hahaha, anio. Memangnya apa yang harus kubicarakan?”

“oppa, apa benar kau tunangan Hye Raa?”aku terdiam beberapa saat mendengar pertanyaannya

“nde, bukankah tadi sudah Minho jawab? Memangnya kenapa? Menurutku daritadi kau meragukan kalau aku dan Hye Raa bertunangan”dia menggeleng sambil tersenyum lalu memegang lenganku.

DEG! Kenapa ini? Aku merasa ada yang aneh denganku saat ini. Wae?

“oppa, tapi menurutku Hye Raa lebih cocok dengan Minho jutek itu”

“benarkah? Tapi kenapa Hye Raa justru memilihku menjadi tunangannya, ya?”

“molla, sungguh kukira tadi Minho jutek itu tunangan Hye Raa, sementara kau lah orang yang akan menjadi namjachinguku”katanya manja, tangannya tak lepas dari lenganku.

“mwo? Menjadi namjachingumu?”

“nde, aku memang meminta bantuan Hye Raa untuk mencarikan namjachingu untukku. Kemarin, aku baru putus dengan namjachinguku yang di China”wajahnya tampak sedikit murung

“jinjja?”

“nde”

“kenapa bisa namjachingumu memutuskan yeoja sepertimu?”

“aku juga tidak tau, dia juga jarang sekali menemuiku akhir-akhir ini. Mungkin juga sudah takdir, oppa”

“hahaha jangan berkata seperti itu. Nanti juga kau menemukan yang tepat”

“contohnya?”aku berpikir sejenak

“hmm, ah! Minho! Kalian kan cocok, Minho itu namja yang baik dan tampan. Di kampus saja, dia digilai hampir seluruh yeoja, kecuali Hye Raa-ku. Hahaha”kataku sambil terkekeh.

“kenapa harus Minho? Kenapa bukan kau saja, oppa?”aku tersentak mendengar ucapannya

“mwo?”

“ah anio”dia memalingkan wajahnya keluar jendela “Hye Raa beruntung sekali ya oppa, bisa mendapatkanmu. Kau tampan, baik, kaya, perhatian. Andai aku yang ada diposisi Hye Raa”kenapa ucapannya semakin aneh begini?

“ah, Chamey. Setelah perempatan itu, apartementmu kan?”kataku mengalihkan pembicaraan

“nde”jawabnya. Setelah sampai di perempatan tersebut, Chamey pun turun dari mobilku.

“kamsahamnida oppa”katanya, aku mengangguk dan tersenyum

“cheonmayo”dia hendak membalikkan tubuhnya kearah berlawanan, tapi dengan cepat aku memanggilnya “Chamey-sshi”

“wae oppa?”tanyanya bingung

“hmm, mimpi indah ya”kuberikan senyuman termanisku (?) padanya malam ini.

“mwo?”

“mimpi indah”ulangku masih sambil tersenyum, dia sempat terpaku kemudian dia mengangguk dan membalas senyumanku.

-I Told U I Wanna Die-

“yeobseyo”aku terbangun karena mendengar suara deringan dari ponselku. Siapa yang menelfon sepagi ini?

“oppa, kau baru bangun?”tanya sebuah suara yeoja dari ujung sana, aku melirik ponselku lagi dan terlihat nama Hye Raa disana.

“ah chagi, waeyo? Ini masih sangat pagi”

“mwo?! Pagi? Ya! oppa! ini sudah pukul 9. Apa kau tak ke kampus?”aku tersentak

“mwo? Pukul 9? Ah! Aku siap-siap dulu ya. kamsahamnida sudah membangunkanku, chagi”

“eh eh oppa nanti kau mampir kan? Kita pergi bersama kan?”

“keurom, chagi. Tunggu sebentar ya, oppa siap-siap dulu”aku segera memutuskan sambungan telfonnya dan bergegas ke kamar mandi. Aigo, kenapa bisa aku terlambat?

-I Told U I Wanna Die-

Diperjalanan menuju rumah Hye Raa, kulihat dipinggir jalan ada seorang yeoja yang baru keluar dari sebuah apartement besar. Aku seperti mengenal yeoja itu, kuhentikan monbilku tepat didepannya dan membuka kaca jendelaku.

Awalnya, dia sempat sedikit kaget karena aku berhenti mendadak didepannya.

“anyeong”sapaku ramah sambil tersenyum membuat mata kecilku semakin kecil

“ah! Oppa, anyeong”balasnya tersenyum

“kau mau kemana?”

“aku mau mendaftar dikampus baruku”

“ottiya?”

“UIOK (University International Of Korea) #mulai deh ngarang nya :D#”

“jinjja? Wah aku juga kuliah disitu”dia tampak membulatkan matanya

“jinjjayo, oppa?”

“nde, Hye Raa dan Minho juga disitu”dia tampak mengangguk. “ya! masuklah, kita pergi bersama, nde?”dia mengangguk dan bersemangat memasuki mobilku dan duduk disamping bangku kemudi ku.

“oh ya, kau mau ambil jurusan apa?”

“seni musik. Dulu di China jurusanku itu”

“mwo? Kenapa bisa sama denganku? Kau mengikutiku ya? hahaha”godaku

“anio oppa, dari dulu memang minatku di musik. Apa jangan-jangan kita berjodoh, oppa?”aku terdiam mendengar ucapannya. Kenapa dia bicara seperti itu?

“ahahaha kau ini”

“oppa, Hye Raa dan Minho jurusan apa?”

“oh, mereka sama-sama jurusan kedokteran”

“nah, berarti mereka juga berjodoh”kenapa? Hatiku selalu sakit mendengar ucapan yeoja ini tentang Hye Raa dan Minho? Padahal kan aku sudah mengenal Minho sejak lama dan aku sangat tau kalau Hye Raa dan Minho hanya bersahabat. Lagipula, Minho jugakan sudah kuanggap seperti namdongsaengku sendiri.

“hahaha ani, mereka hanya bersahabat”

“sahabat bisa jadi cinta loh, oppa”lagi-lagi aku terdiam mendengar ucapannya sampai kami tiba didepan rumah Hye Raa.

“oppa, ini dimana? Apa kampusnya seperti ini?”tanya Chamey heran ketika kami sudah sampai didepan rumah Hye Raa

“kau tidak tau? Inikan rumah Hye Raa”

“untuk apa kita kerumah Hye Raa?”dia tampak memanyunkan bibirnya. Kenapa dia?

“ya tentu saja untuk menjemputnya”tak lama, Hye Raa keluar dari rumahnya dan membuka pintu mobilku yang berada disamping Chamey.

“oppa, kenapa kau”kata-katanya terhenti begitu dia sadari ada Chamey didalam mobilku. “eh? Ada Chamey?”dia mengernyit

“nde”jawab Chamey

“kau tak bilang padaku akan membawa Chamey, oppa”katanya dengan wajah jutek yang sangat kukenal yang menandakan dia sedang marah padaku.

“mianhe, chagi. Tadi aku bertemu dengan Chamey, dan kebetulan dia akan mendaftar di Universitas yang sama dengan kita”Hye Raa hanya mengangguk sambil mengerucutkan bibirnya.

“jja, masuklah”dia mengangguk

“aku duduk dimana?”tanyanya bingung, aku melirik Chamey yang kukira dia akan berpindah ke belakang setelah sampai dirumah Hye Raa. Tapi ternyata tidak, Chamey justru menjawab..

“dibelakang”aku tersentak mendengar jawabannya

“di-dibelakang?”ulang Hye Raa

“nde, jadi? Tidak mungkin kan bertiga disini?”

“jadi aku dibelakang?”ulangnya sekali algi

“iya, sudahlah Hye Raa. Kau mau atau tidak? Bukankah kita sudah terlambat?”akhirnya Hye Raa menurut dengan mulut manyun.

Sepanjang perjalanan, mobilku terasa sepi tak seperti biasa. Padahal di mobil ini kami bertiga, sementara biasanya aku hanya berdua dengan Hye Raa, suasana mobil ini terasa ramai. Aku yakin, Hye Raa sedang marah padaku.

“ehm, chagi. Nanti kau pulang pukul berapa?”tanyaku basa-basi

“molla”jawab Hye Raa cuek, huh. Tuh kan, dia marah. Hye Raa terus-terusan memandang keluar jendela dengan mulut manyun, aku tau dia marah. Tapi, apa yang bisa kulakukan? Aku juga tak mungkin kan menyuruh Chamey untuk pindah ke belakang? Ini situasi yang sulit.

Aku melihat Hye Raa dari spion dalam mobilku, ternyata dia juga melakukan hal yang sama denganku tapi hanya sebentar. Dia langsung melanjutkan kegiatan melihat keluar jendela dengan mulut manyunnya itu. Kalau tak ada Chamey, mungkin aku sudah mencubit atau mencium pipi chubby nya itu.

“oppa, nanti kita masuknya bersama ya”kata Chamey

“nde?”

“kita masuknya bersama”ulangnya lagi. Aku kembali melirik Hye Raa yang tak memberikan reaksi berbeda dari sebelumnya. Otteokhae? Aku merasa segan jika menolak permintaan Chamey, tapi aku juga tak mau membuat Hye Raa lebih marah. Ah! Hye Raa pasti mengerti posisi ini, dia pasti takkan marah.

“ah nde”jawabku

“aaaah kamsahamnida, oppa”Chamey melakukan hal yang sama dengan tadi malam yaitu memegang lenganku. Bedanya, kali ini dia melakukannya didepan Hye Raa.

-Yesung PoV end-

 

#Hye Raa PoV

Kenapa aku merasa seperti tak dianggap disini? Jujur, aku tak suka suasana seperti ini. Kenapa melihat sikapnya yang seperti ini, aku justru teringat dengan ucapan Minho tadi malam?

Sesampainya di kampus, aku langsung keluar dari mobil Yesung oppa tanpa memperdulikannya yang masih berada disana bersama Chamey.

Ketika aku ingin melangkah memasuki kampusku, kurasakan ada sebuah tangan kekar yang menarik lenganku dan memaksa tubuhku untuk menghadap kearahnya.

“wae, oppa?”tanyaku, dia menatapku sambil mengernyit

“kau kenapa?”

“gwaenchana”kataku sambil berusaha tersenyum

“oh, baguslah. Kukira kau kenapa”

“haha, memangnya aku akan kenapa?”aku tertawa garing “oh ya, oppa. nanti jadi tidak ke tamannya?”

“keurom, chagi”jawabnya bersemangat

“baiklah, nanti sepulang kuliah, kau langsung kesini saja ya”dia mengangguk dan tersenyum, kubalas senyuman manisnya itu. Lalu dia menarikku kedalam pelukan hangatnya.

“oppa, jja”kata Chamey yang sontak membuatku melepaskan pelukan kami tadi. “eh? Kalian sedang apa?”

“sedang memeluk yeojachinguku”jawab Yesung oppa sambil melirikku.

“oh”Chamey hanya bisa ber ‘Oh’ ria #kayak lagu SNSD, thor? -_-# dan sepengelihatanku dia sedang memanyunkan bibirnya.

“anyeong”sapa sebuah suara dari belakangku, aku dan Yesung oppa menoleh dan terlihatlah seorang namja tinggi berkulit putih dan berwajah tampan sedang tersenyum kearahku dan Yesung oppa. kami membalas senyumannya itu.

“anyeong”balas kami serempak

“wah, pagi-pagi begini sudah mesra-mesraan saja ya, YeRaa couple. Kekeke”goda Minho sambil terkekeh. Aku tersipu dan memalingkan wajah kearah samping.

“kau iri ya?”tanya Yesung oppa dengan nada meledek

“sedikit sih. Andai saja aku punya yeojachingu”jawabnya. Kini giliran aku dan Yesung oppa yang terkekeh

“makanya, segeralah memiliki yeojachingu”sambungku, dia tampak menggaruk tengkuknya yang kuyakin tak gatal itu.

“nanti aku akan mencarinya”lalu kami tertawa bersama sampai akhirnya terdengar suara sentakan seorang yeoja.

“ya! kalian mengobrol bertiga tanpa memperdulikanku!”katanya dengan wajah cemberut, kami menoleh kearahnya. Ya, tentunya dia adalah Chamey.

“eo? Neo? Kenapa kau disini?!”tanya Minho sinis

“bukan urusanmu! Jja, oppa”dia segera menarik tangan Yesung oppa yang tadinya sedang menggenggam tanganku.

“ya! neo! Bisa sopan sedikit tidak sih, hah?!”bentak Minho, aku hanya mampu menunduk. Yesung oppa sedang menatapku dengan tatapan khawatirnya.

“Chamey-sshi, chakkaman. Jangan pegang-pegang seperti ini. Tak baik kalau orang lihat, hampir semua orang disini tau aku dan Hye Raa sudah bertunangan”kata Yesung oppa sambil melepaskan tangannya yang dipegang Chamey.

“keunddae oppa, aku belum mendaftar. Ppali, nanti kita terlambat”dia kembali menarik tangan Yesung oppa dan membawanya menjauh dariku dan Minho menuju gedung seni musik. Dia sempat menoleh kebelakang untuk melihatku, aku hanya mampu diam disini sambil menatapnya yang juga sedang menoleh kearahku dengan tatapan khawatir. Kuberikan sebuah senyum simpulku padanya agar dia tak khawatir, lalu dia membalas senyumanku.

“apa-apaan yeoja itu?! Neomu tataphaeyo!”aku menoleh kearah Minho yang tak lain dia adalah oknum yang berbicara tadi “kenapa bisa sih kau memiliki teman sepertinya?! Dia itu sangat menyebalkan! Dari awal, aku sudah menduga sikapnya akan seperti ini. Manja sekali pada Yesung hyung. Benarkan dugaanku, dia selalu ingin mencuri perhatian Yesung hyung. Dasar!”dengusnya lagi

“kenapa kau bicara seperti itu, Minho?”

“memangnya salah? Benarkan dia itu menyebalkan? Lihat saja tadi, apa-apaan dia memegang tangan Yesung hyung? Dia tak memikirkan perasaanmu, apa? Aish!”

“Minho, dia itu tak seperti itu. Aku kenal dia, sudahlah. Kita sudah membahas ini kan tadi malam? Sebaiknya sekarang kita ke kelas sebelum terlambat, nde?”dia menghembuskan nafas berat

“kau harus dengar kata-kataku yang satu ini, Hye. Jebal, kau harus benar-benar menjaga Yesung hyung, atau yeoja menyebalkan itu akan merebutnya darimu”aku tersentak dan langsung menoleh kearahnya.

“musun suriya?”

“kau jaga saja Yesung hyung baik-baik, sebelum dia bertindak lebih”aku hanya terdiam sambil berusaha mencerna kata-kata Minho yang begitu membingungkan menurutku.

Minho, namja yang kukenal hampir 3 tahun ini tiba-tiba bicara seperti itu? Dan selama aku mengenalnya, baru kali ini dia tak suka pada orang yang baru pertama kali ditemuinya. Biasanya, dia selalu ramah pada setiap orang yang baru dikenalnya. Ada apa dengannya?

-Hye Raa PoV end-

 

-I Told U I Wanna Die-

 

#Yesung PoV

Seharian ini, aku terus bersama Chamey. Karena gedung kami yang sama, dan kebetulan kelas kami bersebelahan, membuat yeoja ini selalu menghampiriku sepanjang hari ini. Sebenarnya aku merasa tidak nyaman juga jika terus begini, apalagi setiap bersamaku, Chamey selalu bergelayut manja di lenganku seperti sekarang. Dia terus memegang lenganku manja, mau bagaimana?

Sudah kularang pun dia tetap saja seperti itu. Sampai sekarang, kami akan keluar dari kampus dan menuju gedung kedokteran untuk menjemput Hye Raa dan menepati janjiku untuk mengajaknya jalan-jalan sore ini, tapi Chamey tetap dengan lenganku.

“hey, Yesungie”panggil seseorang dari sampingku. Ya, dia teman se tim basketku, Donghae.

“ye? Wae?”tanyaku, dia berlari kearahku dan berdiri tepat didepanku. Dia memperhatikan Chamey yang memegangi lenganku, dengan sedikit keras, kusentakkan lenganku dari Chamey.

“nuguseyo? Yeoja barumu? Jadi kau sudah putus dengan Hye Raa? Wah, kenapa bisa?”

“mwo?! Putus dari Hye Raa?! Ya! jaga ucapanmu!”bentakku

“lalu? Dia siapa kalau kau masih bersama Hye Raa? Apa jangan-jangan”katanya gantung “dia sepia-mu?”aku terbelalak mendengar ucapannya

“ya! aku tak seperti itu!”

“memangnya kenapa kalau aku sepia-nya? Urusannya denganmu apa?”sambung Chamey sinis

“kenapa dia jutek sekali, sih? Berbeda sekali dengan Hye Raa. Ya! Yesungie, kalau kau mau mencari sepia, harusnya yeoja itu lebih baik dari Hye Raa. Bukannya lebih buruk seperti ini. Sudah ya, aku duluan”lalu dia melenggang pergi, tapi ketika berselisih dengan Chamey, keduanya tampak saling melirik sinis. Aigo, ada apa lagi ini?

“Chamey! Sudah kukatakan, kan jangan dekat-dekat begini. Dikampus ini banyak yang tau hubunganku dengan Hye Raa”kataku sambil menjauh darinya

“tapikan disini tak ada Hye Raa, oppa. sudahlah”dia kembali bergelayut manja di lenganku sambil berjalan ke gedung kedokteran. Apa lagi yang bisa kulakukan? Diam dan membiarkannya seperti itu adalah yang terbaik ‘menurutku’.

Kami tiba di gedung kedokteran tepat saat Hye Raa baru keluar dari kelasnya. Aku sudah mengirim pesan pada Hye Raa agar dia ke halaman gedung saja karena menurutku lebih baik aku menunggunya disana. Ya, tentunya masih bersama Chamey.

“oppa, kau sudah lama kuliah disini?”tanyanya ketika kami sudah menduduki sebuah bangku yang ada di halaman ini

“ya begitulah kira-kira. Tapi sebentar lagi aku skripsi, dan tentunya lulus dari sini”jawabku

“wah, chukkaehamnida, oppa”katanya sambil mengulurkan tangan, aku terkekeh

“kenapa memberi ucapan selamatnya sekarang? Aku kan belum skripsi, kekeke”

“oh iya ya, oppa. hahaha”kami saling tertawa dan mengobrol santai sampai tak kusadari ada seorang namja dan yeoja yang sedang memperhatikan kami.

“hyung”panggil seorang namja itu. Aku menoleh, dan kudapati Minho dan Hye Raa yang sedang memandang kami dengan tatapan intens mereka.

“sudah lama disitu?”tanyaku

“tidak juga, oppa”jawab Hye Raa sambil sedikit menunduk. Aku segera berdiri, diikuti dengan Chamey dan kami berjalan kearah mereka.

“kalian mau kencan ya?”tanya Minho, Hye Raa hanya diam tak memandangku sama sekali. Aku mengangguk mengiyakan pertanyaan Minho. “kalau begitu, aku pulang duluan ya. josimhae, jangan terlalu larut ya pulangnya. Kekeke”goda Minho sambil menjulurkan lidahnya, aku mengangguk dan tersenyum lalu langsung menarik tangan Hye Raa menuju mobilku.

Kubuka kan pintu sebelah kemudi mobilku agar Hye Raa bisa masuk kedalam. Namun, dia tak menurut, dia berhenti dan menatapku sinis.

“wae?”tanyaku keheranan

“ottiya?”tanyanya balik

“ya ke taman. Bukankah kita sudah sepakat akan kesana untuk berkencan?”

“kencan ya?”ulangnya, aku mengangguk “memang menurutmu, ada pasangan yang kencan bertiga?”apa maksudnya?

“bertiga? Kita kan hanya berdua”

“lalu, dia?”Hye Raa menunjuk kearah belakangku, aku membalikkan tubuhku dan terbelalak saat kutemukan Chamey masih mengikutiku.

“Chamey?”dia hanya tersenyum melihatku “kenapa kau masih disini?”sambungku

“eng, begini oppa. aku ikut kalian saja ya, aku kan tidak tau jalan pulang”katanya

“mwo?”aku melirik Hye Raa yang sedang menghembuskan nafas berat dan memalingkan wajahnya kearah samping.

“sudahlah, oppa. sebaiknya kita pulang saja”katanya dengan wajah cemberut.

“anio, tidak bisa begitu. Bukankah kemarin aku sudah berjanji akan mengajakmu kencan?”

“aku anggap, kau tak pernah mengucapkannya. Sudahlah”dia hendak memutarkan tubuh kearah berlawanan, tapi dengan cepat aku menarik lengannya dan menyeret (?) nya memasuki mobilku tanpa ada perlawanan.

-Yesung PoV end-

 

#Hye Raa PoV

Jigeum, otteokhae? Seperti ‘Babu’, aku mengikuti Yesung oppa dan Chamey yang sedang berjalan berdua lebih dulu didepanku. Memangnya, sekarang siapa yang berkencan? YeRaa, atau YeCha? Neomu tataphaeyo!

Seperti muncul dua kepribadianku sekarang. Disatu sisi, aku memang cemburu melihat kedekatan mereka, apalagi kulihat Yesung oppa tampak santai-santai saja dan tak memikirkan perasaanku. Tapi disisi lain, aku juga tak boleh begini, aku sudah katakan pada Minho kalau Chamey itu yeoja yang baik. Memang baik kan?

Ani, ani! Hye Raa! Dasar babo! Kau itu bagaimana, sih? Dengan temanmu saja cemburu? Anggap saja kau itu berada diposisi Yesung oppa, dan anggaplah Chamey adalah Minho, tepat bukan? Tapi, kenapa sulit ya? mereka terlihat sangat akrab, aish! Ada apa denganku?! Jangan berpikir yang tidak-tidak, Park Hye Raa!

“oppa, aku lapar”kata Chamey manja pada Yesung oppa

“jinjja? Wah, aku juga. Kau juga kan, Hye?”tanyanya sambil menoleh kebelakang, mungkin ingin melihatku sambil mengeluarkan senyumannya. Senyum yang selalu kusuka, tapi kenapa sekarang aku justru menginginkan agar dia menyimpan semua senyumnya? Kenapa aku takut kalau Chamey terpikat dengan senyumannya seperti hal nya aku waktu itu?

“hmm”gumamku pelan

“baiklah, kita cari restaurant disekitar sini, nde?”katanya lagi sambil berjalan duluan TANPA memperdulikanku dan langsung berjalan menuju sebuah restaurant. Sementara aku? Aku mengikuti mereka dari belakang hingga sampai tepat didalam restaurant.

Didalam restaurant, Yesung oppa duduk disebuah kursi. Tadinya aku ingin duduk disampingnya, namun kuurungkan niatku karena Chamey langsung mendorongku menjauh dari Yesung oppa. entah disengaja, atau tidak. Aku melirik Chamey heran, sementara Yesung oppa? entahlah, dia seperti tak menganggapku ada. Ini kencan? Huh, sabar Hye Raa, sabar..

“aku duduk dimana?”tanyaku ketika melihat mereka saling mengobrol

“disitu”Chamey menunjuk sebuah kursi yang berhadapan dengan mereka.

Aku duduk disitu? Kenapa aku tak duduk disamping Yesung oppa? dan kenapa justru Chamey yang disampingnya? aish! Ani ani! Masa karena masalah tempat duduk saja kau cemburu? Babo! Umpatku pada diri sendiri.

“oh, ne baiklah”aku menarik kursi yang ditunjukkannya tadi.

Kau tau apa yang kupikirkan sekarang? Minho! Ani, aku bukan memikirkan namja itu, melainkan memikirkan kata-kata aneh yang selalu dilontarkannya padaku setiap aku melihat kedekatan Chamey dan Yesung oppa yang menurutku sudah terlalu ‘Berlebihan’. Setidaknya hargai aku kan? Aku disini!

Tak lama, datanglah seorang waiterss restaurant ini yang memberikan 3 buku menu. Aku membaca semua menu yang ada disana, dan mataku terbelalak saat kutemukan semua makanan disini berbau, seafood?

“kau mau pesan apa?”tanya Yesung oppa, aku meletakkan buku menu itu ke meja dan menggembungkan pipi chubby ku.

“oppa, makanan disini seafood semua. Kau tau kan aku alergi seafood?”Yesung oppa kembali memperhatikan buku menu itu sejenak, kemudian dia kembali menatapku.

“ah ne, aku lupa. Otteokhae?”

“oh iya ya, Hye. Aku lupa kalau kau alergi seafood, otteokhae? Kalau kau makan, nanti alergi mu kumat. Mau tidak mau, kau hanya melihati kami makan saja”sambung Chamey, yang diikuti oleh ANGGUKAN Yesung oppa.

“oppa, apa tidak bisa kita cari restaurant lain?”

“aku sudah sangat lapar, Hye Raa”sambar Chamey cepat sebelum Yesung oppa menjawab. Huh, yasudahlah, lagi pula aku juga tidak terlalu lapar.

“yasudah, gwaenchana”mereka tersenyum lalu memesankan makanan mereka.

Setelah makanan yang mereka pesan datang, mereka pun mulai menikmatinya dengan lahap. Seperti yang diperintahkan Chamey, aku pun hanya melihati mereka dengan tangan kanan yang menopang daguku. Tak lama, Chamey memegangi matanya dan mengusapnya berulang-ulang.

“aduh, mataku”katanya sambil memegangi matanya, Yesung oppa refleks langsung melepaskan sendok yang ia gunakan untuk makan tadi dan langsung menatap Chamey khawatir.

“waeyo?”

“aduh aduh, mataku pedas”jawabnya sambil mengipas-kipas matanya.

Yesung oppa langsung memegangi wajah Chamey dan mendekatkan wajahnya ke wajah Chamey.  Aku memalingkan wajah kesamping, aku yakin aku tak akan sanggup melihat keadaan ini.

Aku kenapa? Cemburu? Aish! Tak mungkin! Kulihat Yesung oppa sudah mulai menjauhkan wajahnya dari wajah Chamey sambil tersenyum.

“gomawo oppa”ujar Chamey

“ne, kenapa kau ceroboh sekali? Haha”balas Yesung oppa sambil mengacak rambut Chamey ‘Didepanku’. Aish! Tuhan! Hatiku panas melihat ini!

“ehm, aku ke toilet sebentar”kataku lalu segera beranjak dari dudukku dan berjalan menuju toilet tanpa mendengar jawaban mereka.

Sebenarnya, aku tak berniat ke toilet. Aku hanya ingin menenangkan diriku sendiri. Kenapa setiap melihat mereka seperti itu, aku selalu teringat kata-kata Minho? Lagi-lagi Minho. Tujuanku sebenarnya kan ingin mendekatkan Chamey dan Minho karena mereka berdua adalah sahabatku, tapi? Kenapa jadi begini? Kenapa justru Chamey lebih dekat dengan Yesung oppa?

Aku berjalan keluar restaurant menuju taman disamping restaurant ini melalui pintu belakang, rasanya aku tak kan pernah sanggup terus berada disana. Namun, aku kembali teringat kata-kata Minho tadi pagi, ‘Jebal, kau harus benar-benar menjaga Yesung hyung, atau yeoja menyebalkan itu akan merebutnya darimu’. Aish! Kenapa kata-kata itu selalu terputar dengan jelas diotakku?

“ya! mwo hae?”aku tersentak saat kurasakan ada sebuah suara seorang namja yang mengagetkanku dari arah belakang. Aku menoleh, memang sih dari suaranya saja aku bisa mengetahui siapa dia.

Dan, benarkan? Terlihatlah seorang namja bertubuh jakung, bermata belo dan berkulit putih ini sedang tersenyum manis kearahku. Ya, Minho. Choi Minho, sahabatku.

-Hye Raa PoV end-

 

#Author PoV

Setelah selesai makan, Yesung dan Chamey meneruskan obrolan mereka dengan santai dan cukup lama, sampai akhirnya Yesung menyadari Hye Raa yang tak kunjung kembali dari toilet seperti yang dikatakannya tadi.

“Hye Raa, kemana dia? Kenapa lama sekali?”tanyanya pada Chamey yang langsung memasang wajah jutek ketika Yesung menanyakan Hye Raa.

“molla”ketusnya

“dia tadi ke toilet kan? Kenapa lama sekali ya? kau keberatan tidak untuk menyusulnya?”perintah Yesung, Chamey tampak mengerucutkan bibirnya sambil mendengus

“nae?”

“nde, lalu? Tidak mungkin aku, kan?”

“hh, baik baik. Tunggu sebentar”Chamey langsung beranjak dari duduknya dan berjalan menuju toilet.

Setelah menunggu beberapa lama, Chamey pun kembali dengan wajah santainya, yang membuat Yesung keheranan melihat tingkahnya.

“mana, Hye Raa?”tanya Yesung ketika Chamey sudah duduk kembali di bangkunya tadi.

“molla, kamar mandi kosong kok”

“mwo?”

“nde, kalau kau tak percaya, kau bisa periksa sendiri kesana”

“lalu, Hye Raa kemana? bukankah tadi dia bilang mau ke kamar mandi?”kini Yesung semakin heran, rasa penasaran, khawatir dan cemas menyelimuti dirinya saat ini.

“molla, mungkin dia kabur”jawab Chamey sekenanya, namun dianggap serius oleh Yesung

“kabur kemana?”

“mana aku tau, oppa”

“ah, kau sudah selesai kan? Kita pulang, nde? Sekalian kita cari Hye Raa”kata Yesung sambil berdiri

“untuk apa mencarinya, oppa? yang pergi kan dia, pasti dia sudah memikirkan semuanya. Siapa tau dia sudah pulang”Chamey megnikuti Yesung yang berdiri

“tapi, setidaknya kita lihat dulu dirumahnya. Aku takut terjadi sesuatu dengan anak itu”Chamey tampak semakin mengerucutkan bibirnya.

“baiklah”mereka pun bergegas keluar dari restaurant dan berjalan menuju mobil Yesung yang terparkir tak jauh dari restaurant itu dan juga dekat dengan taman.

Chamey menghentikan langkahnya dan menatap kearah taman yang terdapat seorang namja dan yeoja yang sedang duduk berdua dibawah pohon. Matanya meneliti setiap inci kedua orang itu dengan mata kecilnya.

Yesung yang menyadari Chamey sedang berdiri dan menatap taman itu pun menghampiri Chamey.

“Chamey-sshi, wae? Ppali, kita harus mencari Hye Raa”katanya ketika sudah berada tepat disamping Chamey.

“oppa, itu”Chamey menunjuk kearah bangku taman yang diduduki seorang namja dan yeoja itu.

“mwoya?”tanya Yesung heran

“itu, bukankah itu Hye Raa? Dan namja itu, itu Minho kan? Si namja jutek?”Yesung mengikuti arah tangan Chamey dan membelalakkan mata kecilnya saat dia melihat apa yang dikatakan Chamey adalah benar.

“jadi Hye Raa beralasan untuk ke kamar mandi, padahal dia ingin keluar dari restaurant dan menemui Minho? Aish! Jinjja! Kukira dia bukan tipe yeoja seperti itu, oppa. benar kan dugaanku kalau mereka memiliki hubungan khusus? Aigo, Hye Raa. Tega sekali dia padamu, oppa”Yesung hanya bisa terdiam mendengar ucapan Chamey tersebut.

Entah kenapa, selama 3 tahun berpacaran dengan Hye Raa dan saling percaya, baru kali ini kepercayaan Yesung pada Hye Raa menipis dan sedikit banyaknya Yesung malah termakan oleh omong kosong Chamey yang sengaja menjatuhkan Hye Raa dihadapan Yesung.

Entah kenapa Yesung berpikir kalau yang dikatakan Chamey benar, Hye Raa dan Minho memang memiliki hubungan khusus.

To Be Continue___

Apakah yang akan dilakukan Yesung pada Hye Raa dan Minho?

Akankah Chamey berhasil merebut Yesung dari Hye Raa?

Apa yang akan terjadi pada mereka?

Jawabannya ada di I Told You I Wanna Die Part 2 à End ^_^

Mian ya readers kalo jelek >.< kekeke bikinnya pas lagi galau sih T_T

Author lagi galau UN nih, jadi buatnya gak genah begini >.

Bagi yang suka, uda baca ceritanya, kena tag, gak sengaja baca judul, ngeliat poster atau apalah itu yang berhubungan dengan ff ini Please CL #bukan 2NE1 ya :p# tapi Coment + Like ^_^

Kalo ga, juga gapapa😀 yang penting readers suka sama karya author #amin ^^

Nantikan part 2 nya ya readers, anyeong ^_^ #lempar bias kecuali Yeppa :p

-Park Hye Raa-

republised by aeund_sujusuperfiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s