Memories

 
Cast:
-Shi Jisun  a.k.a Jisun
-Choi Siwon  a.k.a Siwon
-Park Hye Raa  a.k.a Hye Raa
-Kim Jong Woon  a.k.a Yesung
-Other Cast
Genre : romance, sad
Author : Icha Meirina
Fb           : Icha Merina
Twitter  : @chameirina

Disclaimer : this ff is mine and original my work, Don’t copas and don’t bash it please ^_^

Hai readers😀 #tebar Ddangkkoma bareng Yesung #
Author kembali dengan ff kedua author nih ^^
Mian ya kalo ceritanya gimanaaaa gitu
Langsung aja deh ya ^^

***

#Jisun PoV

Aku berjalan menuju kampus yang sudah beberapa hari ini tak kukunjungi karena masa liburan. Aku sudah sangat merindukan kampus ini, terlebih pada sahabatku Hye Raa. Aku ingin memberitahukannya kabar baik yang baru seminggu ini kudapatkan. Ah, aku sudah tidak sabar memberitahukan ini padanya.

Kini aku berjalan mengarah ke halaman belakang kampusku, berjalan diantara pohon pohon yang sangat rindang. Mencari sesosok yeoja yang bernama Park Hye Raa. Aku menghentikan langkahku dan tersenyum melihat seorang yeoja yang tengah duduk dikursi dibawah pohon rindang sambil menyumpel telinganya dengan headshet. Segera aku menghampirinya

“Park Hye Raa”teriakku, dia tersentak dan melepaskan sebelah headshet yang ia pakai

“ya! kau ini hobi sekali mengagetkanku, hah?!”aku hanya terkekeh

“mian, kukira kau mengetahui keberadaanku tadi. Kau sedang apa?”

“seperti biasa”dia tersenyum “bagaimana keadaanmu?”sambungnya

“aku baik baik saja. Oh ya bagaimana liburanmu?”tanyaku balik

“ya begitulah”ujarnya cuek sambil mengeluarkan ponsel dari tas nya “kalau kau sendiri?”

“kau tau Hye? Liburanku kali ini sangaaat istimewa”aku berlonjak senang

“wah memangnya kau kemana? oh aku tau, kau ke Eropa kan? Kau kan sangat ingin kesana, iyakan?”aku menggeleng cepat sambil tersenyum

“aku tidak kemana mana”jawabku sambil cengar cengir sendiri

“jadi itu letak keistimewaannya? Dasar aneh! Kalau itu, aku juga sering mengalaminya”cibirnya

“ne, aku memang tidak kemana mana, tapi letak keistimewaannya adalaaah” dia tampak serius mendengarkan “aku telah memiliki namjachingu sekarang”aku berlonjak senang

“jinjja? Sejak kapan?”dia membulatkan matanya

“sejak seminggu yang lalu”

“”seminggu yang lalu?! Ya! kenapa kau baru memberitahukanku sekarang, hah?!”dia memanyunkan bibirnya

“mianhe Hye, aku hanya tidak ingin menganggu liburanmu makanya kuputuskan untuk memberitahukannya ketika liburan berakhir saja”

“hmm ne, oh ya siapa dia? Bagaimana prosesnya hingga kalian bisa berpacaran?”

“dia kuliah disini juga. Kami berpacaran karena dijodohkan, orang tuaku dan orang tuanya sudah bersahabat sejak kecil, jadi mereka memutuskan untuk menjodohkan kami”

“jinjja? Kuliah disini? Nuguya? Aah Shin Jisun, kenalkan aku padanya”ujarnya sambil mengeluarkan puppy eyes nya dan menarik narik tanganku yang membuatku terkekeh

“benar kau ingin mengenalnya?”dia mengangguk cepat

“ayo ikut aku”aku menariknya menuju lapangan basket kampus, kuyakin dia berada disitu.

***

“kyaaa Siwon, Yesung, kalian tampan sekali”teriak yeoja yeoja yang sedang melihat para namja itu bermain basket, dan mereka sedang meneriaki dua nama namja paling populer di kampus ini.

“jadi, dia yang mana?”tanya Hye Raa, aku hanya tersenyum

Dan tak lama para namja itu selesai bermain basket dan berkumpul di pinggir lapangan

“jja”aku berjalan kearah beberapa namja yang sedang berkumpul dipinggir lapangan itu, sedangkan Hye Raa hanya mengikutiku dari belakang.

Aku menghampiri dua namja yang paling populer di kampusku, Siwon dan Yesung. Yesung yang menyadari kehadiranku dan Hye Raa segera berjalan menghampiri Hye Raa dan sekarang dia sudah berada tepat disebelah Hye Raa. Ya, memang yang aku tau Yesung menyukai sahabatku itu dan sedang dalam proses pendekatan dengannya

“anyeong Hye Raa-ya”sapa Yesung sambil tersenyum, Hye Raa hanya memandangnya dan tersenyum sekilas. Hye Raa memang yeoja yang sangat cuek

“anyeong Wonnie”sapaku ramah pada Siwon sambil tersenyum sedangkan Siwon? Dia memperlakukanku tidak jauh berbeda dengan perlakuan Hye Raa pada Yesung tadi

“kau mau minum? Ini aku bawakan untukmu”aku memberinya sebuah minuman kaleng, namun dia sama sekali tak menghiraukan ku

“wah wah wah, apa apaan ini?! Ya! Shin Jisun! Kau bilang kau sudah memiliki namjachingu kan?! Untuk apa kau dekat dekat dengan namja itu?!”tanya Hye Raa

“namjachingu Jisun ya Siwon, Hye Raa-ya”jawab Yesung

“mwo?”tanya Hye Raa tak percaya, Yesung hanya mengangguk

“benar dia namjachingumu?”tanya Hye Raa padaku, aku hanya mengangguk

“kenapa kau mau berpacaran dengannya?! Namja yang tidak bisa bicara ini! Kenapa bisa orang tua kalian bersahabat?”ujar Hye Raa lagi

Omona, apa yang diucapkan Hye Raa barusan? Tak sadarkah dia sudah memancing amarah Siwon? Siwon memang terkenal dengan sikap dinginnya dan jarang sekali berbicara, dia hanya akrab pada Yesung. Sama seperti Hye Raa, sebenarnya sikap mereka berdua tidak terlalu jauh berbeda. Hanya saja Hye Raa tidak sedingin Siwon.

Kulihat Siwon menatapnya tajam dan mendekat kearahnya

“apa maksudmu tadi, hah?!”bentak Siwon, tapi Hye Raa tetap santai. Dia memang satu satunya yeoja yang paling berani menentang Siwon di kampus

“wah, kau sudah bisa bicara ternyata?! Chukkae! Kukira selamanya kau tidak akan pernah bicara!”jawab Hye Raa tetap santai.

Tampak Yesung menghampiri Hye Raa dan menarik tangannya

“jja, kita makan siang dulu ya”

“shireo! Aku belum selesai bicara dengannya!”tapi Yesung langsung menarik tangan Hye Raa entah kemana dan sekarang hanya tinggal aku dan Siwon saja, dia menatapku tajam.

Tatapan matanya yang dingin itu membuatku takut untuk menatapnya balik, sehingga aku hanya bisa menunduk. Siwon menopang daguku dengan sebelah tangannya yang membuat jantungku berdegup sangat kencang.

Dia mengangkat wajahku yang membuat mataku menatap tepat di manik matanya yang tajam dan dingin itu. Aku tidak bisa berbuat apa apapun lagi sekarang

“beritahu pada sahabatmu itu, jangan pernah cari masalah denganku! Atau dia akan menyesal, ara?!”aku sangat takut sekarang, aku hanya mengangguk

“bagus!!”lalu dia melepaskan tangannya yang menopang daguku tadi dan segera berlalu dihadapanku.

Jantungku serasa mau keluar saat dekat dengannya. Aku memang sangat mencintai dan mengaguminya dari dulu dan perjodohan ini kuanggap sebagai karunia terbesar dari Tuhan #yaela, ga cowok ga cewek alim banget ya -___-#

Ah Hye Raa, kenapa tadi kau menantangnya lagi? Itu pasti akan membuatnya semakin membencimu dan sulit untuk mencintaiku juga, Hye Raa..

-Jisun PoV end-

#Yesung PoV

“Ya! apaa apaan kau?! Aku belum selesai bicara dengannya!”dengus Hye Raa padaku yang menariknya ke mobilku

“kau ini! Sampai kapan kau akan terus seperti itu pada Siwon? Aku tau saat kau dan Siwon saling bertemu, kalian pasti akan bertengkar”aku duduk di jok mobilku sambil menghadap kearahnya

“aku kan mengatakan yang sebenarnya! Apa yang salah?!”dia memang tipe yeoja yang keras kepala

“sudahlah, kau taukan dia memang seperti itu?”aku mencoba menenangkannya, sedangkan dia langsung memalingkan wajahnya kearah berlawanan

“kau selalu begitu! Selalu membelanya yang jelas jelas salah!”kini suaranya sedikit melunak

“mianhe Hye Raa-ya, aku hanya tidak ingin kau dan Siwon selalu bertengkar. Siwon sahabatku sementara kau”aku tidak melanjutkan kata kataku lagi

“aku apa?”tanyanya

“eng tidak ada. Aku akan mengantarkanmu pulang”aku langsung menghidupkan mesin mobilku dan melaju menuju rumahnya.

Sebenarnya aku ingin mengatakan kalau aku menyukainya, tapi kurasa sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk mengatakannya.

Diperjalanan Hye Raa terus bersikap cuek padaku. Aigo, kenapa aku bisa jatuh cinta dengan yeoja secuek dia?

-Yesung PoV end-

#Siwon PoV

Ddrrtt.. Ddrrtt..

Kurasakan getaran hebat (?) dari saku celanaku, ponselku bergetar. Aku segera menjawab panggilan telfonnya begitu kutau siapa yang menelfon

“yeobseyo”jawabku

“Wonnie, kau sudah pulang?”ini suara umma

“sudah umma, wae?”

“kau pulang bersama Jisun ya, ajak dia makan siang disini. Ada umma dan appanya juga”

“mwo? Tapi umma”

“tidak ada tapi tapian, kalau kau tidak pulang bersama Jisun, maka kau tidak boleh pulang juga! Cepat! Ada yang ingin kami bicarakan, penting!”lalu umma langsung memutuskan sambungan telfonnya.

Ah bagaimana ini? Apa aku harus menghampiri yeoja yang baru menjadi yeojachingu terpaksaku selama satu minggu ini? Tidak ada pilihan lain, aku harus mengajaknya pulang bersama.

Aku kembali ke lapangan basket kampusku, berharap Jisun masih ada disana dan ternyata benar dia ada disana. Aku segera menghampirinya dan dia tersenyum. Sebenarnya dia ini yeoja yang cantik, senyumnya saja sangat manis dan kuakui mampu membuat jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya.

Hey ada apa ini?! Apa aku menyukainya?! Ah tidak mungkin kau menyukainya! Ya! Choi Siwon! Kau tidak boleh jatuh cinta padanya!

“kau pulang bersamaku! Appa dan umma mu ada disana”aku langsung menarik tangannya tanpa mendengar jawaban darinya.

Langsung saja aku memasukkannya ke mobilku dan mulai menghidupkan mesin mobilku.

“tapi Wonnie, aku ingin kerumah Hye Raa sebentar”katanya saat sudah berada dimobilku

“itu bukan urusanku! Yang terpenting aku sudah menjalankan perintah umma untuk mengajakmu kerumahku! Lagian apa gunanya kau bertemu lagi dengan yeoja kurang ajar itu?! Yeoja yang sama sekali tidak punya sopan santun ketika berbicara!”

“maafkan Hye Raa, Wonnie”dia menunduk “oh ya memangnya ada apa umma mu menyuruhku kerumahmu?”aih yeoja ini bawel sekali

“mana aku tau! Kata umma ada yang ingin dibicarakan, penting!!”aku sengaja menekan kata terakhirnya agar yeoja ini tidak bawel lagi. Dan ternyata benar, dia langsung diam sampai kami tiba dirumahku.

Memang benar, disini ada mobil Tuan Shin, ayah Jisun. Aku langsung turun dari mobilku dengan gaya ku yang terbilang cool tanpa memperdulikan Jisun yang masih berada didalam mobilku.

Begitu memasuki rumah, kulihat ada appa, umma, dan orang tua Jisun disini

“Wonnie, kenapa kau sendirian? Jisun mana?”tanya umma

“molla, masih di mobil mungkin”jawabku cuek, appa dan umma langsung memelototi ku sementara orang tua Jisun hanya tersenyum padaku

“anyeong ahjumma”kulihat  Jisun sudah berada disampingku dan menyapa umma dengan tersenyum

“nah ini dia. Sudah ya, aku mau tidur siang dulu umma”baru saja aku ingin melangkahkan kakiku tapi umma langsung menjewer telingaku

“aaaah, appo umma”aku meringis karna umma menjewer telingaku, sementara appa, Jisun dan orang tuanya hanya tertawa melihatku diperlakukan seperti ini oleh umma

“bukannya tadi sudah umma katakan kalau kita akan makan siang bersama?! Ada yang ingin kami bicarakan!”kata umma sambil melotot kearahku

“ne ne, aku ganti baju dulu”lalu aku langsung menaiki tangga menuju kamar

Aih umma membuatku malu saja dihadapan keluarga Shin, apalagi disitu ada Jisun! Aaah ummaaaa!

Selesai ganti baju, aku langsung bergegas menuju ruang makan. Sebenarnya apa yang ingin dikatakan mereka? Apakah sepenting itu?

Diruang makan, kulihat telah duduk keluarga kecil Shin dikursi makan dan juga ada appa dan ummaku, tapi tidak ada yeodongsaeng kesayanganku, Jiwon. Ya, dia memang sedang berlibur ke Jepang dengan beberapa temannya.

Tapi kulihat Jisun duduk dikursiku, kursi favoritku. Aku yang tidak terima pun berusaha mengusirnya dari kursiku

“ya! itu kursiku! Cepat menyingkir dari sana!”bentakku, dia hanya tersenyum. Anak ini kurasa punya kelainan jiwa ya?

“ya! Wonnie! Sopanlah pada calon tunanganmu!”umma langsung membentakku

Tapi apa tadi kata umma? Calon tunangan? Apa maksudnya?

“calon tunangan?”aku mengernyit heran

“sudah, makanya kau duduk dulu! Duduk disebelah Jisun!”aku hanya menurut dan mulai menyantap makananku. Apalagi yang akan direncanakan oleh orang tua ini?

“ehm, jadi begini Jisun, Siwon. Karena kami rasa kalian sangat cocok menjadi sepasang kekasih dan juga karna kami sudah tidak sabar untuk segera menimang cucu, jadi kami memutuskan agar ehm agar kalian segera bertunangan”kata Tuan Shin yang sontak membuatku tersedak

“uhuk?! Uhuk?! Uhuk?! Uhuk?!!!”Jisun memberiku air mineral

“gwaenchana? Makanya kalau makan jangan terburu buru”aku langsung meneguk air yang dia berikan tadi

“kalian setuju kan?”tanya appa, Jisun mengangguk cepat

“mwo? Tunangan? Aku tidak setuju appa!”ujarku sedikit tegas, aku tidak peduli lagi dengan pelototan appa dan umma

“wae Wonnie?”tanya Nyonya Shin

“appa, umma, ahjussi, ahjumma, aku rasa ini terlalu cepat. Baru saja seminggu yang lalu kalian mempertemukan kami dan menjadikan kami sepasang kekasih, dan sekarang kalian menyuruh kami bertunangan agar kalian bisa cepat cepat menimang cucu? Aigo, selanjutnya apa?”

“menikah dan segera memberikan cucu”jawab Jisun polos, aku langsung membelalakkan mataku sambil melihatnya, kenapa anak ini berpikiran sejauh itu?

“benar yang dikatakan Jisun, Wonnie”kata umma

Aigo apa apaan sih ini? Berpacaran dengannya saja sudah cukup menderita, apalagi bertunangan dan sampai menikah? Punya anak segala? Tuhan, cobaan apa ini?

“kami sudah memutuskan kalian akan bertunangan dua minggu lagi”ujar appa

“appa, tapi aku belum siap”kataku dengan wajah memelas

“cepat atau lambat itu semua akan terjadi, Wonnie! Sudahlah! Kau setuju kan Jisun?”aku heran, tadi appa membentakku, sekarang suaranya menjadi lunak begitu saat berbicara dengan Jisun. Dan kulihat Jisun hanya mengangguk sambil tersenyum

“Jisun-ah, mulai besok kau kuliah tidak usah bawa mobil atau diantar dengan supir lagi ya, karna mulai besok Siwon lah yang akan mengantar dan menjemputmu kuliah. Tujuannya agar kalian semakin dekat, ara?”tanya appa lagi, aku membulatkan mataku sambil menatap appa yang sudah melirikku tajam. Ya Tuhan!

-Siwon PoV end-

 

KEESOKAN HARINYA

 

#Jisun PoV

Aku terbangun dari tidurku dan mulai membiasakan mataku dengan sinar matahari yang masuk dari sela sela jendela kamarku. Kurasakan ponselku bergetar dan aku langsung tersenyum senang saat melihat siapa penelfonnya.

“yeobseyo yeobo”sapaku pada sang penelfon yang tidak lain adalah Siwon

“mwo?! Yeobo?! Ya! apa apaan kau ini?!”bentak Siwon dari seberang telfon

“mianhe Wonnie, tapi apa salah jika aku memanggil namjachinguku sendiri dengan sebutan yeobo?”tak ada jawaban darinya selama beberapa saat

“cepat pakaian! 5 menit lagi aku sampai!”lalu ia mematikan sambungan telfonnya

Akupun tersenyum dan langsung bergegas untuk mandi. Namun ketika aku ingin berdiri dan mengambil handuk, tiba tiba saja kurasakan kepalaku sakit, sangat sakit. Apa jangan jangan penyakitku kambuh lagi? Tolong jangan kambuh sekarang, kumohon.

Perlahan aku berjalan tertatih tatih sambil memegangi kepalaku yang sangat sakit, aku mencari obat di laci meja kecil dikamarku. Aku tau penyakitku telah kambuh sekarang, dan cara untuk meredakan sakitnya adalah dengan minum beberapa obat aneh itu.

Akhirnya kutemukan juga obat ku dan aku langsung meminumnya, kurasakan sakitnya sedikit berkurang, syukurlah. Tak lama, pintu kamarku terbuka. Ternyata itu Umma

“Jisun, Siwon sudah datang. Kau”Umma terdiam melihat keadaanku yang ku yakin cukup buruk ketika dilihat ini.

“kau kenapa? Kepalamu sakit lagi? Kita ke dokter sekarang ya”aku menggeleng sambil tersenyum

“anio Umma, nae gwaenchana. Siwon sudah datang? Baiklah aku akan segera keluar”

“kalau kau sakit, kau tidak usah kuliah hari ini”kata Umma lagi, aku kembali menggeleng

“aku baik baik saja Umma, percayalah padaku”aku mengenggam tangan Umma lalu Umma pun keluar dari kamarku.

Tak sampai lima menit, aku sudah siap untuk berangkat. Ssst, aku tidak mandi hari ini karna aku tidak ingin membuat Siwon menunggu terlalu lama. Aku menuruni tangga menuju ruang tamu dan kulihat memang Siwon sedang berbincang bincang dengan Ummaku.

Kalau kuperhatikan cara dia bicara, dia namja yang baik, sopan dan manis. Tapi kenapa saat berdua denganku dia berubah menjadi ganas dan sangat dingin? Aneh sekali dia.

“anyeong Wonnie”sapaku sambil tersenyum padanya, dia menatapku dan tersenyum juga. Tapi aku kenal dengan senyuman itu, itu senyuman cuek khas nya. Dan aku tau jika sebenarnya dia ingin memarahiku karna telah membuatnya menunggu.

-Jisun PoV end-

 

#Siwon PoV

Setelah berpamitan dengan Ummanya, aku segera menuju mobilku dan langsung ke kampus. Aku terlambat karna yeoja babo ini

“ya! tadikan sudah kukatan agar cepat sedikit! Kenapa kau masih membuatku menunggu, hah?!”aku memfokuskan pandanganku pada jalanan tanpa meliriknya sedikitpun

“mianhe Wonnie”suaranya, kenapa serak? Aku meliriknya sekilas dan kulihat wajahnya sangat pucat

“kau sakit? Wajahmu pucat sekali”

“anio”

“tapi kenapa wajahmu pucat sekali? Kau mau aku antar ke dokter?”

“anio Wonnie, nae gwaenchana”dia tersenyum padaku, tapi kenapa aku tidak yakin ya padanya?

Tak lama, kami sampai dikampus. Tidak seperti biasanya aku yang selalu turun dari mobil lebih dulu dan meninggalkannya, sekarang aku justru menunggunya untuk turun dari mobil juga. Kulihat lagi wajahnya, dia benar benar pucat tidak seperti biasanya.

“gomawo Wonnie”ujarnya sambil tersenyum dan sedikit menundukkan kepalanya. Dia hendak membuka pintu mobil dan keluar, tapi entah dasar apa aku menarik tangan itu cepat.

“kau yakin tidak apa apa? Kau tampak sangat pucat hari ini”ujarku, dia hanya tersenyum. Tapi senyumnya itu berbeda dari biasanya, sepertinya dia memang sedang sakit.

“gwaenchana Wonnie, pucat? Mungkin itu hanya perasaanmu saja. Gomawo sudah menjemputku, anyeong”lalu dia langsung keluar dari mobilku.

Aku merasa ada yang berbeda darinya, kenapa dia? Apa dia benar benar sakit?

-Siwon PoV end-

 

 

#Hye Raa PoV

Jisun langsung menghampiriku ketika ia sampai dikampus, kulihat wajahnya sangat pucat hari ini

“anyeong Hye Raa-ya”sapanya

“Jisun-ah, gwaenchana? Kau tampak pucat hari ini? Apa penyakitmu kambuh?”aku memang mengetahui kalau Jisun mengidap penyakit yang sangat mengerikan

“tadi pagi sempat kambuh, tapi sekarang sudah tidak apa apa kok”dia tersenyum

“baguslah”ujarku sedikit lega

“Hye Raa, tadi aku berangkat bersama Siwon”dia tersenyum senang

“jinjja? Wah kalian sudah semakin akrab saja”

“ne, bahkan 2 minggu lagi kami akan bertunangan Hye Raa”

“mwo? 2 minggu lagi? Chukkaehamnida”aku ikut senang

“ne, kamsahamnida”balasnya

“oh ya Jisun-ah, apa Siwon tau mengenai penyakitmu ini?”dia menunduk dan menggeleng pelan

“anio, aku tidak mungkin memberitahukannya tentang ini”

“wae? Bukannya dia namjachingu dan akan segera menjadi tunanganmu?”

“ne, tapi kurasa dia tidak perlu tau”dia masih menunduk

“baiklah kalau memang menurutmu itu yang terbaik”aku tersenyum, tapi ada yang aneh. Ada bau aneh disini

“Jisun, kau merasa ada aroma aroma aneh disini?”dia tertegun dan terkekeh

“ya! kenapa kau tertawa?!”

“hehe Hye Raa-ya, tadi pagi karna terburu buru jadi aku tidak sempat mandi”dia masih terkekeh

“mwo?! Pantas saja kau! Aihh, dasar bau!”kami tertawa bersama, kuharap kau bisa segera sembuh Jisun.

-Hye Raa PoV end-

 

 

#Siwon PoV

Aku memasuki kelasku masih dengan perasaan khawatir, ya aku mengkhawatirkan Jisun. Kenapa dia? Perasaanku benar benar tidak karuan sekarang, ah Shin Jisun! Berhenti membuatku khawatir!

“Won, kau baik baik saja?”tanya Yesung, aku hanya mengangguk

***

Aku dan Yesung berjalan menghampiri kelas Jisun dan Hye Raa. Tentu saja Yesung ikut karna dia ingin bertemu dengan yeoja kurang ajar itu. Sedangkan aku? Entah kenapa daritadi aku mengkhawatirkan Jisun.

Ketika kami sampai disana, kulihat Jisun dan Hye Raa keluar dari kelasnya, Hye Raa langsung menatapku sinis.  Aku tidak perdulikan dia, aku kan kesini karna ingin melihat keadaan Jisun.

“Hye Ra-ya, temani aku ke perpustakaan sebentar ya”lalu Yesung langsung menarik tangan Hye Raa, sepertinya ke perpustakaan dan kutau Yesung sengaja menghindari agar aku dan Hye Raa tidak bertengkar lagi.

Aku menghampiri Jisun yang sedang melihat punggun Yesung dan Hye Raa yang mulai menjauh

“kau baik baik saja?”dia langsung menatapku dan tersenyum

“ne, wae?”

“gwaenchana. Kau akan kuantar pulang”kini aku benar benar percaya kalau dia sudah membaik karna kulihat senyumnya sudah seperti biasa lagi.

***

Di mobil, kami hanya saling diam. Tidak ada yang memulai pembicaraan dan tidak tau harus memulainya darimana.

“bagaimana menurutmu tentang pertunangan kita dua minggu lagi itu?”aku angkat bicara

“aku setuju saja, memang dari awal kan aku sangat mencintaimu. Tapi kau saja yang tidak mencintaiku”aku tertegun dan spontan menghentikan mobilku mendadak

“wae Wonnie?”aku menatapnya lekat.

Kenapa dia berpikiran seperti itu? Apa dia benar benar menganggap kalau aku tidak akan mencintainya? Bagaimana kalau suatu saat aku mencintainya?

“Wonnie, wae?”tanyanya lagi

“ah anio, nanti malam kita makan bersama ya”dia langsung membulatkan matanya

“jinjja?”aku mengangguk

“kau kujemput jam 7 nanti malam, jangan sampai membuatku menunggu seperti tadi lagi, ara?!”dia mengangguk cepat

“aku akan tepat waktu Wonnie, aku janji”

Kami pun tiba dirumahnya dan aku segera pulang tanpa mampir dulu. Entah kenapa aku ingin mempersiapkan diri untuk malam ini. Bersama yeojachinguku.

Dan entah kenapa semenjak melihat wajahnya pucat tadi pagi, aku jadi ingin lebih dekat dan mengawasinya. Ya mungkin aku terlalu mengkhawatirkannya karna Appa dan Ummanya memberiku tanggung jawab atas dirinya.

Ketika sampai dirumah, Umma langsung menyambutku dengan berbagai undangan di tangannya

“Wonnie, akhirnya kau pulang juga”ujar Umma sambil tersenyum padaku, aku hanya tersenyum juga melihat Umma

“wae Umma? Umma menungguku?”Umma mengangguk cepat

“ada apa Umma?”

“Umma ingin menanyakan pendapatmu tentang undangan”aku terkekeh

“Umma Umma, menanyakan undangan kenapa mesti menungguku sampai pulang? Mana undangannya? Sini aku lihat”aku melihat berbagai undangan yang dipegang Umma sambil melangkah masuk kedalam rumah

“lalu Umma harus bertanya pada siapa lagi? Jiwon kan sedang berlibur?”aku kembali terkekeh

“mataku tertuju pada satu undangan berwarna biru muda yang terang dan dibalut oleh berbagai pita yang menambah kesan indah didalamnya

“ini saja Umma, aku suka yang ini. Ini sangat indah”aku memberikan sebuah undangan pada Umma

“ini? Wah Umma juga tadi berfikir kalau ini yang terbaik”aku hanya tersenyum

“oh ya Wonnie, nanti fotomu dan Jisun akan diletakkan disebelah mana?”aku langsung membelalakkan mataku, apa maksud Umma?

“fotoku dan Jisun? Maksud Umma?”

“ya! Choi Siwon! Kau fikir Umma memintamu membantu memilihkan undangan ini untuk apa? Ya untuk undangan pertunangan kalian!”aku ternganga mendengar ucapan Umma.

‘’aigo Umma memikirkan sampai sejauh itu?”

“acaranya itu hanya tinggal dua minggu lagi Siwon! Umma harus mempersiapkannya dari sekarang, memangnya kalau tidak sekarang, kapan lagi?” #kayak iklan ni kata kata -___-#

“tapi Umma”

“tidak ada tapi tapian Choi Siwon!”lalu Umma langsung meninggalkanku yang masih ternganga sendirian

-Siwon PoV end-

 

#Yesung PoV

setelah dari perpustakaan, aku mengajak Hye Raa makan siang bersama, sebenarnya aku sengaja melakukannya karna memang tidak ingin melihat Siwon dan Hye Raa bertengkar. Karna tadi kulihat dari mata mereka, penuh dengan tatapan benci dan dendam.

“kau mau pesan apa?”tanyaku saat kami sudah duduk disebuah restaurant

“terserah kau saja”jawabnya cuek

Aku menghela nafas berat lalu memanggil pelayan dan memesankan makanan.

“kau tau kan kalau Siwon itu namjachingunya Jisun?”tanyaku

“tau”jawabnya masih cuek

“kau tau kan kalau mereka dijodohkan dan dua minggu lagi bertunangan?”

“tau”

“kau tau kan kalau Jisun sangat mencintai Siwon?”

“tau”

“dan kau juga tau kan kalau Siwon juga mencintai Jisun?”

“ta, eh?”tanyanya, aku hanya tersenyum “apa maksudmu? Siwon juga mencintai Jisun?”dia mengernyit heran

“ne, apa kau tidak tau itu?”dia menggeleng cepat

“dari mana kau tau?”

“aku sahabat Siwon, jadi mana mungkin aku tidak mengetahui hal itu”dia masih kebingungan

“Park Hye Raa, kalau Jisun saja bisa memberitahukan mu kalau dia mencintai Siwon, kenapa Siwon tidak bisa memberitahukanku kalau dia mencintai Jisun?”dia masih diam kemudian dia tertawa

“hahaha Kim Jong Woon, kau bercanda kan?”aku ternganga mendengar ucapannya, lalu aku ikut tertawa

“hahahaha, kau pikir ini lucu untuk dipercandakan?”aku mengeluarkan wajah serius ku, dia berhenti tertawa dan tampak berpikir sejenak

“jadi Siwon juga mencintai Jisun?”dia masih tidak percaya

“ne, kenapa kau heran? Bukannya wajar jika seorang namjachingu mencintai yeojachingunya?”

“tapikan mereka baru menjadi sepasang kekasih seminggu yang lalu, itu juga karna terpaksa kan?”

“ne, kau benar. Tapi kau tau kan cinta itu datang nya tidak pernah diduga? Bisa saja baru bertemu satu jam yang lalu, kemudian satu jam berikutnya merasa cinta kan?  Itu namanya cinta pada pandangan pertama, Kenapa mustahil?”

“kau masih mempercayai hal seperti itu? Mana mungkin ada orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama. itu sangat mustahil menurutku”

“kau tidak percaya?”dia menggeleng

“tidak sebelum benar benar ada buktinya”apa aku harus mengaku sekarang?

“bagaimana denganku? Aku buktinya?”dia tampak menyipitkan matanya

“memangnya kau jatuh cinta dengan siapa?”aigo, jadi selama ini dia tidak menyadari itu?

“denganmu. Dari awal kita di ospek sampai sekarang”dia tampak membelalakkan matanya dan menatapku aneh

“wae? Kau tidak percaya juga?”dia hanya terdiam

“hahaha kau bercanda kan?”mwo? kenapa dia berkata seperti itu?

“bercanda? Kau fikir ini lucu? Apa ini saat yang tepat untuk bercanda?”dia menggeleng pelan

“jadi kau serius?”aku mengangguk sambil tersenyum, lalu aku memberanikan diri memegang tangannya

“saranghae Park Hye Raa”

-Yesung PoV end-

 

#Author PoV

 

@6.30 PM

Jisun telah siap dengan dandanannya malam ini. Dia memakai gaun berwarna pink dipadu dengan beberapa bunga berwarna putih selutut, rambut ikal nya yang hitam nya dia biarkan diurai, dia juga memakai hig heels yang tidak terlalu tinggi dan tak lupa pula tas mininya.

Untuk wajah, dia hanya memoleskan bedak tipis dan memakai lip bam. Dandanannya cukup simple tapi dia terlihat sangat cantik malam ini.

Pintu kamarnya pun terbuka dan ternyata itu adalah Ummanya

“Jisun-ah, neomu yeppeoyo”puji Ummanya, Jisun hanya tersenyum

“gomawo Umma”ujar Jisun sambil tersenyum

“Siwon sudah datang, ayo segera keluar. Dia pasti sangat terpesona melihatmu begini”kata Umma Jisun dengan nada menggoda, Jisun pun hanya terkekeh melihat perilaku Umma nya itu

Tak lama Jisun pun keluar dari kamarnya dan melihat Siwon sedang berbincang dengan Appa Jisun

“jja, Wonnie”ajak Jisun, Siwon melihat Jisun dengan mata terbelalak dan hanya diam menatap Jisun dari ujung rambut sampai ujung kepala #lebay banget bahasanya#

“Wonnie? Wonnie? Waeyo?”Jisun mengibaskan tangannya diwajah Siwon yang membuat Siwon sadar dari lamunannya

“oh ne, jja. Ahjussi, ahjumma, kami pergi dulu ya. anyeong”Jisun dan Siwon membungkuk pada orang tua Jisun yang sedari tadi hanya tersenyum

-Author PoV end-

 

#Siwon PoV

aku dan Jisun memasuki mobilku tanpa bicara sedikitpun. Dia sangat berbeda malam ini, sangat cantik. Ya Tuhan, ada apa denganku? Aku malah tidak berkonsertrasi untuk menyetir karnanya, dia benar benar berbeda dari biasanya.

Apa aku mulai menyukainya? Apa benar aku mulai mencintainya? Ah! Tidak Siwon! Jangan seperti itu! Kau ini babo, atau apa sih?! Aku mengacak rambutku, tidak mengerti dengan perasaan ini.

“Wonnie, waeyo?”ternyata dia memperhatikanku dari tadi

Segera aku menghentikan mobilku dan menatapnya tajam, dia pun memandangku balik. Ada apa ini?! Ya! Siwon! Jangan seperti ini, kumohon!

“kau cantik malam ini”kulihat pipinya memerah dan dia mengeluarkan senyumnya

“gomawo”ujarnya tersipu malu, lalu dia menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan pipi merahnya itu

Aku menopang dagunya dengan sebelah tanganku, perlahan aku mendekat padanya.

Daan

CHUU~

Bibirku menyentuh bibirnya lembut, aku tau pasti dia terkejut melihatku seperti ini. Tapi entah kenapa aku ingin melakukannya. Perlahan, kulumat bibir tipisnya itu lembut, kuakui bibirnya sangat hangat. Ciuman kami pun terhenti saat sebuah sorot lampu menyilaukan mataku dan mengembalikan alam sadarku (?)

Aku kembali ke jok stir ku dengan gugup, aku menciumnya tadi? Kulihat, dia sedang memegangi bibirnya yang basah.

“ehm mian”kataku

“mian?”tanyanya masih sambil memegangi bibirnya dan menatapku dalam

“karna aku menciummu”

“apa menurutmu salah jika seorang namjachingu mencium yeojachingunya?”aku tertegun mendengar perkataannya dan menatapnya dalam

“kau tidak marah?”tanyaku, dia menggeleng cepat sambil tersenyum

Aku kembali berkonsentrasi menyetir sambil sesekali meliriknya yang dari tadi hanya memperhatikanku menyetir sambil tersenyum, dan entah kenapa pula aku ikut tersenyum melihatnya seperti itu

“kau kenapa?”tanyanya

“ani, aku hebatkan?”dia tampak mengernyitkan keningnya setelah mendengar pertanyaanku

“hebat?”

“ne, bagaimana rasanya? Hangat kan?”dia tampak berpikir sejenak kemudian membulatkan matanya padaku, aku hanya terkekeh melihatnya

“ne, kau memang hebat. Ah apa kau pernah melakukannya dengan mantan mantan yeojachingumu dulu? Mengaku kau Choi Siwon”ujarnya dengan nada menggoda, aku hanya tertawa pelan

“ani, aku belum pernah seperti itu pada yeoja manapun. Dan kau tau? Kau adalah yeoja paling beruntung di dunia ini karena kau bisa mendapatkan ciuman pertamaku”aku kembali terkekeh, dia menjitak kepalaku

“ya! appo!”aku mengelus kepalaku yang sakit

“kenapa kau jadi se-PD itu? Kau tau? Ciuman mu itu rasanya biasa saja”jawabnya sambil menjulurkan lidahnya

“mwo? Biasa saja? Ya! itu adalah ciuman terbaikku sepanjang masa (?), jadi mana mungkin biasa saja. Oh aku tau, mungkin ciumanku tidak sehangat ciuman yang dilakukan oleh mantan mantan namjachingumu ya?”ujarku menggoda

“itu adalah ciuman pertamaku juga”aku menatapnya yang masih tersenyum, kemudian aku juga tersenyum padanya. Aku juga mengacak rambutnya pelan dan kemudian kami melanjutkan acara malam ini, makan malam bersama, berbincang dan saling bercanda. Ternyata nyaman juga bersamanya, atau ini karna aku memang sudah mulai mencintainya?

-Siwon PoV end-

 

DUA MINGGU KEMUDIAN

 

#Jisun PoV

Tidak terasa sudah beberapa hari ini aku dan Siwon menjalani hari bersama. Kami pun semakin akrab, semenjak Siwon menciumku malam itu, sikap Siwon sangat berbeda dari sebelumnya. Dia menjadi lebih perhatian dan sepertinya dia juga mencintaiku walaupun dia tidak pernah mengungkapkannya secara langsung.

Aku berjalan memasuki kelasku dan duduk dikursiku saat kurasakan getaran dari tasku, aku segera mengambil ponselku. Aku tersenyum saat membaca nama yang tertera di layar ponselku.

From : My Wonnie

Jisun-ah, aku tunggu kau di café biasa ya. jangan sampai terlambat atau kau akan tau sendiri apa akibatnya!

Aku tersenyum membaca pesannya itu dan kemudian meletakkan kembali ponselku kedalam tas ku. Dan aku ingin beranjak untuk pergi ke café yang telah dia tentukan. Tapi tiba tiba kepalaku terasa sakit, ah bukan tapi sangat sakit.

“aaaah”aku meringis sambil memegangi kepalaku, aigo apa penyakitku kambuh lagi?

“Jisun-ah, wae?”kurasakan sebuah tangan menyentuh pundakku, aku melihatnya dan sepertinya itu Hye Raa.

Kepalaku benar benar sakit sekali, dan pandangan ku mulai buram. Tuhan kumohon jangan sekarang, aku harus menemui Siwon. Perlahan pandanganku mulai buram dan tiba tiba semuanya gelap.

-Jisun PoV end-

 

#Hye Raa PoV

Aku langsung membawa Jisun kerumah sakit melihat keadaannya tadi. Aku meminta bantuan Yesung untuk membawa Jisun kerumah sakit. Dirumah sakit, Jisun langsung diperiksa secara intensif oleh dokter, sementara aku dan Yesung tidak dibolehkan masuk ke ruangan Jisun.

Aku terduduk dibangku tunggu disebelah kamar rawat Jisun, cemas memikirkan keadaan Jisun. Aku benar benar khawatir terjadi sesuatu pada Jisun. Kurasakan sebuah tangan memegangi pundakku, aku melihatnya dan ternyata itu tangan Yesung.

Dia tersenyum padaku, kurasa dia ingin menenangkanku. Aku hanya menghela nafas berat lalu menunduk.

“aku yakin Jisun akan baik baik saja”ujarnya

Aku juga yakin Jisun akan baik baik saja kalau saja dia tidak memiliki penyakit seberbahaya itu Yesung.

“aku takut dia kenapa kenapa”kataku sambil menunduk, tiba tiba kurasakan tangannya meraih tubuhku dan dia menyenderkan kepalaku di dadanya. Aku ingin menangis sekarang, aku benar benar ingin menangis.

Sedih melihat Jisun seperti ini, rasa khawatir dan takut itu membayangi fikiranku. Lama aku didalam pelukan Yesung dan kemudian aku melepaskan pelukannya karna kurasa ada getaran dari kursi ini. Tidak tidak, lebih tepatnya dari tas Jisun yang kuletakkan dikursi yang ada disebelah kursiku.

Aku melihatnya dan tertera nama aneh yang sepertinya nama Siwon disana

From : My Wonnie

ya! kau kemana Jisun?! Bukankah sudah kukatakan kalau kau tidak boleh terlambat?!

Aku menyipitkan mataku

“apa maksudnya ini?”gumamku pelan, tapi sepertinya Yesung mendengarnya

“wae?”

“Siwon mengirimkan pesan ini pada Jisun”aku memberikan ponsel Jisun padanya, dan dia tampak melakukan hal yang sama denganku.

Tak lama pintu kamar Jisun diperiksa tadi dibuka, dan keluarlah dokter dari sana. Aku dan Yesung langsung berdiri menghampiri dokter

“apa Jisun baik baik saja?”tanyaku tanpa basa basi pada dokter, tapi dokter itu hanya tersenyum. Apa maksudnya?

“dia sudah sadar, kalian bisa menemuinya sekarang. Maaf saya permisi dulu”lalu dokter meninggalkan aku dan Yesung yang sama sama heran melihat dokter itu

Aku memasuki kamar Jisun, dan kulihat memang benar dia sudah sadar.

“kau baik baik saja?”tanyaku, dia menoleh kearahku dan tersenyum

“Yesung, Hye Raa. Jeongmal gomawoyo telah membawaku kesini”dia tersenyum

“ne, kau baik baik saja? Bagaimana keadaanmu?”dia nampak tertunduk

-Hye Raa PoV end-

 

#Jisun PoV

“ne, kau baik baik saja? Bagaimana keadaanmu?”aku tertunduk mendengar pertanyaan Hye Raa, apa aku harus memberitahukan yang sebenarnya?

-flash back-

Aku terbangun disebuah ruangan yang tak kuketahui dimana. Bola mataku kuedarkan keseluruh isi ruangan ini, dan mataku terbuka lebar saat kulihat ada seseorang yang sepertinya dia seorang dokter.

“kau sudah sadar?”tanyanya sambil tersenyum, aku hanya membalasnya sambil mengangguk dan tersenyum juga

“aku dimana?”tanyaku

“kau di Rumah Sakit”ujar seorang perawat disamping dokter tadi

“Rumah Sakit? Apa yang terjadi padaku?”kulihat dokter itu sedikit menundukkan kepalanya

“sangat memprihatinkan. Kanker di otakmu semakin parah dan sudah stadium akhir. Saya benar benar minta maaf nona, sepertinya anda sudah tidak bisa disembuhkan lagi dan berdasarkan pemeriksaan anda hanya akan bertahan sekitar satu atau dua minggu lagi”dia masih menundukkan kepalanya. Aku terdiam mendengar ucapannya, aku menahan air mataku yang hampir tumpah

“gwaenchana dok, aku tau aku akan seperti ini. Gomawo dok”ujarku dengan mata yang sudah sangat basah dan pipi yang juga basah

“maafkan saya nona, jeongmal mianhe”aku hanya menggeleng

“ini bukan salah anda, gwaenchana. Cepat atau lambat aku memang akan seperti ini”lalu dokter itu melihatku, aku tersenyum padanya.

-flash back end-

 

aku baik baik saja Hye Raa-ya”aku mencoba tersenyum padanya

“jinjja?”tanyanya mengernyitkan kening, aku hanya mengangguk sambil tersenyum

“baguslah kalau begitu. Oh ya tadi ada pesan di ponselmu, mianhe aku membacanya. Pesan dari Siwon”kata Hye Raa, aku membelalakkan mataku

“Siwon?”dia mengangguk

“ne, tadi dia bilang kau kemana? bukankah tadi dia sudah katakan agar kau tidak terlambat? Apa maksudnya?”aaah aku baru ingat kalau aku memiliki janji dengan Siwon. Bagaimana ini?

Kulihat jam diruangan ini sudah menunjukkan pukul 5 sore,bukankah rencananya kami bertemu dua jam yang lalu? Itu berarti Siwon sudah menungguku selama dua jam?

Aigo, pasti dia sangat marah padaku.

“ah ne, aku pergi dulu ya”aku segera berlari keluar dari kamarku dan dari Rumah sakit, aku harus segera menemui Siwon. Tak kuhiraukan teriakan Yesung dan Hye Raa memanggil namaku.

Aku langsung menaiki taksi menuju café yang telah Siwon janjikan, aku harap dia masih berada disitu.

@cafe

 

Aku memasuki café, dan kulihat disebuah meja disudut ruangan terdapat seorang namja tampan sedang duduk sambil berkali kali melirik jam tangannya. Itu Siwon, segera aku berlari kearahnya.

“Wonnie, mianhe aku terlambat”ujarku sambil mengatur nafas

“kau! Darimana saja kau?! Bukankah tadi sudah kukatakan agar tidak terlambat?!”dia membentakku, aku benar benar takut sekarang.

“mi mianhe Wonnie, aku”dia langsung menarik tanganku

“sebagai hukumannya kau ikut aku!!”dia menarikku menuju mobilnya dan dia langsung menghidupkan mesinnya, dia membawaku entah kemana.

Lalu mobilnya berhenti disebuah danau, entah apa tujuannya dia membawaku kesini. Aku mengikutinya yang turun dari mobil dan kulihat dia duduk disebuah kursi didekat danau ini. Dia lalu mengisyaratkanku untuk duduk juga.

“kau bilang mau menghukumku, kenapa kau membawaku kesini?”tanyaku penasaran, dia tidak menatapku sama sekali, dia justru memandang ke arah air danau itu

“sebentar lagi, kita akan bertunangan ya”bukannya menjawab pertanyaanku, dia justru mengatakan hal lain

“ne”jawabku

“kau senang?”

“sangat senang, bagaimana denganmu?”aku menatap wajahnya, dia hanya tersenyum lalu memandangku.

Lagi lagi bukannya menjawab pertanyaanku, sekarang dia justru sedang mengacak rambutku lembut. Sebentar lagi akan sunset, kurasakan tangan Siwon merangkul pundakku dan memelukku dari samping. Hangat sekali. Aku memejamkan mataku sambil merasakan hangatnya pelukan Siwon, dan tiba tiba aku teringat dengan kata kata dokter tadi.

Dokter bilang umurku sudah tidak lama lagi karna kanker yang kuderita. Apa aku masih bisa bersama Siwon selamanya? Apa yang akan dia lakukan ketika aku benar benar pergi nanti?

Aku mengingat beberapa hari terakhir bersama Siwon yang membuat air mataku mengalir begitu saja

“Jisun-ah, wae?”tanya Siwon, aku sontak membuka mata dan kulihat wajah Siwon sangat khawatir. Aku menghapus air mataku cepat dan tersenyum padanya

“gwaenchana Wonnie”

“lalu kenapa kau menangis?”

“aku hanya merasa senang karna bisa bersamamu”dia tampak tersenyum, Tuhan apa aku bisa melihat senyum itu lagi nanti?

“oh ya Wonnie, apa aku boleh bertanya sesuatu?”dia mengangguk

“apa yang akan kau lakukan jika aku mati?”dia tampak terkejut mendengar pertanyaanku dan segera menjitak kepalaku

“ya! appo!”dengsuku

“apa yang kau katakana, hah?!”bentaknya

“aku hanya ingin tau Wonnie, jebal jawab pertanyaanku”ujarku dengan wajah memelas. Dia tampak berpikir sejank

“mollayo, mungkin aku akan menyusulmu nanti”jawabnya yang membuatku membelalakkan mata

“wae? Aku harus selalu menjagamu Jisun-ah, dan kalau kau mati maka aku juga akan menyusulmu dan menjagamu disurga”sambungnya lagi

Aku tidak bisa menahan butiran bening dimataku agar tidak tumpah dan langsung memeluknya erat

“saranghae Wonnie”ujarku masih memeluknya, dia hanya mengelus lembut rambutku.

-Jisun PoV end-

 

 

#Siwon PoV

Dia tertidur dipelukanku di danau tadi, dan aku pun mengantarkannya pulang. Aku sempat terkejut mendengar pertanyaannya tadi. Untuk apa dia menanyakan hal seperti itu?

Kami sampai didepan rumahnya, Jisun kuselimuti dengan jaket tebalku agar dia tidak kedinginan. Aku mencoba membangunkannya tapi tak kunjung membuahkan hasil. Akhirnya aku memutuskan untuk menggendongnya di punggung saja.

Aku memasuki rumahnya dan terlihat Tuan dan Nyonya Shin tersenyum kearahku, aku hanya meletakkan jari telunjukku di bibir mengisyaratkan mereka diam.

Setelah menidurkannya dikamarnya, aku kembali keluar dan kulihat appa dan umma Jisun mendekat kearahku.

“Siwon, besok kalian akan bertunangan”ujar Nyonya Shin, aku mengangguk sambil tersenyum.

“ahjumma, ahjussi, aku permisi pulang dulu ya. anyeong”kataku sambil membungkukkan badan, mereka mengangguk dan tersenyum

***

Aku sampai didepan rumahku, tapi kulihat ada seorang yeoja sedang berdiri didepan pagar rumahku sambil menghadap kedalam rumah, membuatku tak bisa melihat wajahnya. Siapa dia? Aku turun dari mobilku dan menghampirinya

“ehm mianhe, ini rumahku. Anda siapa?”tanyaku, yeoja itu tampak membalikkan badannya dan aku terkejut melihat

“Tiffany?”tanyaku tak percaya

“ne Wonnie, nae Tiffany. Otteokhae jinaseyo yeobo? Jeongmal bogoshippoyo”dia langsung memelukku erat.

Aku membelalakkan mataku, Tiffany adalah mantan yeojachinguku. Kami putus karna dia meninggalkanku ke Amerika tanpa kabar, jadi aku memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengannya. Namun yang tak kuduga, dia datang lagi kesini?

“Tiffany! Aku sudah pernah katakan kan kalau hubungan kita sudah berakhir?! Jangan dekati aku lagi, ara?!”aku melepaskan pelukan itu kasar, tapi dia kembali memelukku sambil menangis

“ani, aku tidak akan pernah melupakanmu. Aku mencintaimu Wonnie, jeongmal saranghae”dia semakin terisak dipelukanku

“tapi aku sudah tidak bisa bersamamu lagi Fanny! Aku sudah memiliki yeoja lain dan besok kami akan bertunangan”kurasakan tangannya semakin erat memelukku sambil menggeleng

“tidak! Kau hanya milikku Wonnie! Begitupula sebaliknya!”mataku terbelalak saat tiba tiba saja dia menciumku, dan dia terus mendorong tengkukku membuatku semakin sulit untuk melepaskannya.

-Siwon PoV end-

 

#Jisun PoV

Aku terbangun dari tidurku dan kurasa ini masih malam. Kulihat kesekitar, sepertinya aku dikamarku dan kuyakin Siwon yang mengantarkanku pulang. Aku langsung mencari sosok Siwon dan kulihat disamping tempat tidurku ada sebuah jaket dan kutau itu jaket nya Siwon.

Kulirik jam dinding kamarku, sekarang sudah menunjukkan pukul 11 malam, aku berlari keluar kamar sambil memegangi jaket Siwon.

“mau kemana Jisun-ah?”tanya appa

“aku mau mengembalikan jaket ini pada Siwon, appa”

“harusnya kau istirahat, besok kau kan akan bertunangan dengannya”aku menggeleng cepat

“ani appa, gwaenchana. Aku pergi dulu ya, anyeong”aku langsung berlari menuju mobilku dan melaju menuju rumah Siwon.

***

Kulihat didepan rumahnya ada seorang namja dan yeoja yang sedang berpelukan, siapa mereka? Kenapa didepan rumah orang berpelukan seperti itu?

Aku terus memperhatikan mereka sampai mereka akhirnya berciuman, aku semakin penasaran dengan dua orang itu. Aku keluar dari mobil dan mataku membulat saat kuketahui namja itu adalah Siwon. Apa yang dia lakukan? Kenapa dia seperti itu?

Kurasakan ada benda bening yang keluar dari sudut mataku, aku menangis melihatnya seperti itu. Lalu aku masuk kedalam mobil dan melaju kencang menuju rumahku. Wae Siwon? Wae? Kenapa kau seperti ini? Aku terus menangis hingga aku sampai dirumah.

-Jisun PoV end-

 

#Author PoV

Siwon mendorong Tiffany untuk melepaskan ciumannya, lalu dia melihat kearah berlawanan ada sebuah mobil yang sepertinya ia kenali. Itu seperti mobil Jisun, tapi menurut Siwon, Jisun tidak mungkin ada disini malam malam begini. Apalagi tadi Siwon sudah melihat sendiri kalau Jisun sudah tidur.

“Fanny! Dengar aku! Terserah apa yang akan kau lakukan, tapi aku benar benar tidak bisa bersamamu lagi!”Siwon kembali memasuki mobilnya dan masuk kerumah meninggalkan Tiffany.

***

Jisun sampai dirumahnya masih dengan menangis, appa dan umma nya yang melihatnya menangis merasa khawatir dan menghampirinya

“Jisun-ah, wae?”anya appa nya, Jisun melihat appa nya dan lansung memeluk appa nya erat

“hiks hiks hiks, appa”isak Jisun dipelukan appanya. Appa dan ummanya hanya terheran heran melihat sikap anaknya seperti itu.

“wae?”tanya appa nya lagi

“appa, umma, aku ingin membatalkan pertunanganku dengan Siwon”ujar Jisun

“mwo?”

“ne, aku mohon batalkan pertunangan itu”tiba tiba saja Jisun kehilangan keseimbangan dan jatuh pingsan.

-Author PoV end-

 

KEESOKAN HARINYA

 

#Siwon PoV

Aku bangun cukup pagi hari ini, aku sudah tidak sabat. Akhirnya hari ini tiba juga, aku akan bertunangan dengan Jisun. Aku segera mandi dan turun kebawah, betapa terkejutnya aku saat aku tak melihat satu pun persiapan acara dirumah ini. Apa appa dan umma lupa?

“umma, umma”teriakku, lalu umma datang dengan rawut wajah sedih

“umma, kenapa dirumah ini sama sekali tidak ada persiapan pesta? Hari ini aku akan bertunangan dengan Jisun, umma tidak lupa kan?”umma hanya menunduk, ada apa?

“kau dan Jisun tidak jadi bertunangan”jawab umma masih menunduk

“mwo?”

“ne, tadi orang tua Jisun menelfon umma dan emminta pertunangan ini dibatalkan dan mereka juga bilang kalau ini semua permintaan Jisun”aku terkejut mendengar ucapan umma

“j jadi aku tidak jadi bertunangan dengan Jisun? Dan ini semua permintaannya?”umma hanya mengangguk sambil menunduk

“aih, ada apa dengan anak itu?!”aku segera berlari keluar rumah dan menaiki mobilku dan segera melajur kencang menuju rumah Jisun. Apa maksudnya? Kenapa dia membatalkan pertunangan ini?

Sesampainya di rumahnya, keluarlah seorang pelayan dirumah Jisun. Aku menanyakan keberadaan Jisun padanya

“Jisun eodi?”dia hanya menunduk

“apa Tuan tidak tau?”tanyanya

“tidak tau apa?”

“Nona Jisun masuk rumah sakit sejak tadi malam Tuan”hatiku bergetar hebat mendengar ucapannya barusan.

Jisun masuk rumah saki? Ada apa lagi ini? Aku langsung menuju rumah sakit setelah pelayannya memberitahuku dimana rumah sakit Jisun berada.

Dirumah sakit, aku langsung menyusuri ruang ICU karna kata pelayannya, Jisun dirawat disitu. Didepan ruang ICU, kulihat ada Tuan dan Nyonya Shin, serta ada Hye Raa dan Yesung disini. Mereka semua menangis, wae?

“ahjumma, ahjussi, dimana Jisun?”tanyaku pada mereka, mereka melirikku dengan mata merah

“didalam”jawab Hye Raa

“sebenarnya ada apa ini? Kenapa Jisun seperti ini? Dan kenapa dia?”tanyaku yang tak kusadari aku telah meneteskan air mata

“kau masih bertanya kenapa? Harusnya kau sadar diri! Kau yang membuatnya seperti ini!”bentak Hye Raa dengan tangis yang semakin deras, sementara Yesung mencoba menenangkannya

“apa maksudmu?”tanyaku

“semalam kau berciuman dengan yeoja lain kan?! Dan kau tau?! Jisun melihatnya!!”bentaknya semakin keras

Apa? Berarti tadi malam itu benar mobil Jisun? Dia melihatnya? Aku hanya mampu menangis sekarag

“sudahlah Hye Raa, ini bukan salah Siwon”kata appanya Jisun.

Tak lama, dokter keluar dari ruangan Jisun berada dengan rawut wajah yang tidak mengenakkan. Kami segera menghampirinya

“dokter? Bagaimana keadaan  putri saya?”tanya umma Jisun, dokter hanya menunduk sambil menggeleng pelan, kenapa perasaanku tiba tiba tidak enak seperti ini?

“mianhe Tuan, Nyonya. Kami sudah berusaha melakukan yang terbaik, tapi Tuhan berkehendak lain. Putri anda sudah pergi”kata dokter itu yang membuat tangis histeris dari Nyonya Shin dan juga Hye Raa. Aku hanya menggeleng, tidak. Ini tidak mungkin!

“kau bohong kan dok?! Jisun masih hidupkan!!”bentakku pada dokter, tapi doter itu tetap menggeleng membuatku tiba tiba lemah dan berlutut dihadapannya.

Tangisan Tuan dan Nyonya Shin serta Yesung dan Hye Raa pun semakin pecah. Jisun, apa kau benar benar sudah pergi? Tak lama keluarlah beberapa perawat membawa Jisun yang sudah terbujur kaku dan pucat, sangat pucat.

Aku langsung menghampirinya yang sudah memejamkan mata itu dan menggenggam tangannya erat.

“Jisun-ah! Ireona! Ireona jebal! Kau sedang bercanda kan? Kau ingin mengerjaiku di hari pertunangan kita, hah?! Ya! ireona Jisun-ah, jebal!”tapi Jisun sama sekali tak bergeming, kurasakan juga tangannya sangat dingin.

Kemudian perawat itu kembali membawa Jisun yang membuatku menangis sejadinya.

***

Aku terduduk disamping sebuah nisan, menangisi semua kebodohanku. Jisun-ah, kenapa kau pergi secepat ini? Kita kan akan bertunangan? Kembalilah, jebal. Upacara pemakaman Jisun telah selesai, kulihat Nyonya Shin masih menangisi anaknya yang sudah tertanam dibawah sana, sama sepertiku.

Ada juga Hye Raa dan Yesung disini, kurasa mereka sudah bersama. Hye Raa terus menangisi kepergian Jisun. Aku tau, kepergian nya begitu mendadak. Tak lama, mereka semua pergi meninggalkanku sendiri disini. Seperti mengerti perasaanku yang ingin disini sendiri meratapi semuanya, semua kebodohanku.

“Jisun-ah, kenapa kau pergi? Bukankah harusnya hari ini kita sudah bertunangan? Bukankah kau ingin memberikan appa dan umma mu cucu? Lalu kenapa kau pergi? Kau kan anak satu satunya mereka, kalau bukan darimu mereka mendapatkan cucu dari mana lagi?”ujarku terisak hebat

“teganya kau meninggalkan mereka? teganya kau meninggalkan Hye Raa? dan teganya kau meninggalkanku? Wae? Aku minta maaf atas kejadian malam itu, aku benar benar tidak bisa berbuat apapun waktu itu Jisun-ah”kini air mataku semakin deras saja

“aku belum sempat menjelaskan semuanya padamu, aku belum sempat melingkarkan cincin pertunangan itu di jarimu, dan yang paling bodoh adalah sekalipun aku belum sempat mengatakan bahwa aku mencintaimu. Aku benar benar bodoh!”

“yasudah gwaenchana, kalau kau memang memilih ingin beristirahat lebih cepat, gwaenchana. Seperti janji ku kemarin, kalau kau pergi maka cepat atau lambat aku akan menyusulmu. Tunggu aku, dan kita akan bersama di surge nanti Jisun-ah”

“oh ya, bolehkah aku minta satu hal? Aku minta kau selalu datang ke mimipiku, aku akan memelukmu erat dan tidak akan pernah melepaskanmu jika kau datang ke mimpiku Jisun-ah”

“semoga kau tenang disana, aku hanya ingin mengatakan aku mencintaimu. Saranghae Jisun-ah. Aku akan selalu mencintaimu dan mendoakanmu disini”lalu aku meletakkan sebluket bunga diatas makamnya.

Kuusap nisan itu sekilas sambil menaap dalam nama yang tertera pada nisan itu, ‘semoga kita bertemu disurga nanti Jisun-ah. Saranghae’batinku.

Aku beranjak dari dudukku dan perlahan mulai berjalan meninggalkan makam tempat Jisun beristirahat untuk yang terakhir kalinya, air mataku juga tak kunjung usai membasahi pipiku.

Berbahagialah kau Shin Jisun, saranghae.

-END-

 

Hiyaaak, otteokhae readers? Jelek? (iya), gaje? (iya banget).

Yah begitulah kapasitas (?) otak author😀

Mian ya kalo fell nya ga dapet, baru ini sih bikin ff sad ending T.T jadi harap maklum ya ^^

Haha mian itu ada YeRaa couple nyempil (?) dikit disini.

Yang udah baca harap RCL ya ^^

Tunggu ff ff berikutnya dari author ya..

Anyeong ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s