Song For You part 2

Title         : Song For You
Author     : Chocoby (@Lytha Virnanda)
Poet         : @Mytha Lislyantila Apriyani Kato
Main Cast :

  • Choi Hyewon
  • Lee Eunri
  • Park Leeteuk
  • Cho Kyuhyun

Genre        : Friendship(?), Romance(?), Angts(?) (*maybe)
Lenght       : 2/?
Ost             : Love – Davichi
WARNING !!
Typo, Gaje(?), and DON’T COPAS, Right !!

==================================================

Kyuhyun masih mengikutiku dari belakang. Satu lorong lagi, dan kami akan sampai di kamar Eunri.

Aku berbelok pada lorong terakhir. Dan….

*Hyewon POV*

Tubuhku serasa membeku. Aku rasa waktu berhenti berdetak seiiring dengan detak jantungku yang tak terdengar lagi, dan hatiku yang serasa dihimpit batu es yang sangat besar.

Aku mencoba bernafas, dan tersadar dari tekanan beberapa detik yang lalu. Hidungku benar-benar panas. Aku memutuskan untuk pergi dari tempat ini sebelum tangisku pecah. Satu putaran tubuhku! Aku langsung terdiam lagi saat melihat tubuh tegap nan jangkung tengah berdiri dihadapanku.

Kedua tangan itu menarik kepalaku, sekaligus membalikkan tubuhku. Tiba-tiba saja aku sudah berada dalam dekapan namja ini. Kurasa dia juga ikut berbalik dan bersandar pada dinding yang menghubungkan lorong yang gelap ini.

Aku bahkan baru menyadari kalau disini masih ada Kyuhyun.

Tiba-tiba saja tangisku pecah. Aku menangis dalam pelukan Kyuhyun. Kurasakan tangannya yang mengelus rambutku lembut, mencoba menenagkanku. Ya Tuhan.. kenapa terasa begitu menyakitkan?

Inikah rasanya patah hati yang sebenarnya? Hatiku benar-benar seperti dipatahkan sesuatu yang sangat tajam dan kuat.

***

Aku duduk lagi diatas atap, seraya memegang sebuah pena dan buku harianku.

Tanganku bergerak, menyatukan ujung pena dengan permukaan gundukan kertas putih didepanku. Tintanya yang hitam mulai keluar dari tempatnya, mengukir sesuatu yang membentuk sebuah tulisan.

Aku bagaikan aktris yang menyandang peran penuh kepedihan..

Aku tau banyak kebahagiaan yang kuraih..

Namun, aku juga manusia yang punya rasa iri, dan ingin hal yang sama..

Bukan aku tak mensyukuri..

 

Aku menengadahkan kepalaku. Mata ini mulai memanas lagi.

Aku menangisi lagi kesedihanku yang memalukan. Bagaimana bisa aku mencintai namjachingu sahabatku sendiri?

Hey! Tapi aku yang lebih dulu mengenalnya.

Kubuka bagian belakang buku harianku. Terlihat sebuah foto yang memperlihatkan sekumpulan siswa sekolah Yeomkwang High School.

Ditengah kumpulan siswa itu ada sepasang insan yang sedang tersenyum kearah kamera.

Itu adalah aku, dan… Leeteuk oppa dimasa orientasiku sebagai siswa baru. Leeteuk oppa merangkul pundakku seraya memperlihatkan lesung pipitnya dan tanda V ditangannya.

Aku menggambar sign love diantara foto kami berdua, dan menulis sesuatu dibawah fotonya. Aku sudah gila!

Dulu kami begitu dekat, seperti sepasang kekasih. Hingga akhirnya Eunri datang, dan merebut hati Leeteuk oppa dariku. Toh, dari dulu kenyataannya Leeteuk oppa hanya menganggapku dongsaeng nya saja.

 

Namun, hal ini adalah cobaan yang selalu membuat batin ini berkecamuk layaknya kuda tersambar pesut..

 

Air mataku jatuh lagi semakin deras. Sejak pertama menulis, mereka masih bersedia keluar dari persembunyiannya tanpa memikirkan stok yang harus mereka jaga.

Aku.. aku merindukannya. Aku merindukan rangkulan itu. aku rindu lesung pipitnya, aku merindukanmu, Park Leeteuk.

***

#Tok! Tok! Tok!

“Saengie~”

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku yang terasa berat. Suara panggilan itu sangat terdengar jelas ditelingaku.

“Saeng.. ireona!! Ini sudah siang..” teriak seseorang dari balik pintu kamarku.

Itu suara?

Sepertinya aku mengenal suara itu.

“Ya! Saeng! Palliwa! Ireona!!”

Ya Tuhan~ itu suara si Simba oppa!

Mataku langsung terbuka dengan sempurna. Kyaaaa~ oppa yang sangat aku rindukan. Kapan dia kembali?

Kusibakkan selimut yang menutupi tubuhku dan berlari menuju pintu, tak banyak waktu, aku langsung membuka pintu kamarku. Aku hanya melihat wajahnya sekilas, karena aku langsung berhambur kedalam pelukannya.

“Kyaaaaa~~~!!” teriakku senang.

Siwon oppa membalas pelukanku, mengelus rambutku lembut.

“Apa kau merindukanku..?” Tanyanya ‘konyol’

“Kau melontarkan pertanyaan yang aneh..! Tentu saja aku merindukanmu..” sahutku masih memeluknya.

“jinjja..?” Tanyanya lagi seraya melepas pelukannya.

Aku hanya mengangguk pasti. Aku sangat senang Siwon oppa kembali.

Siwon oppa kini menatapku lekat. Seketika senyumannya hilang. Dia seperti menyelidiki sesuatu di wajahku. Ada apa sih?

“Ya! chagi.. kenapa matamu seperti itu..?” Tanyanya seraya menyentuh kudua pipiku.

Tunggu! Mataku?

Omona!!

Aku lupa kalau tadi malam aku menangis sampai tak sadarkan diri(?). Mataku pasti bengkak. Pantas saja terasa berat saat membuka mata.

“a..aniyo! mataku.. tidak apa-apa..” jawabku sedikit gugup.

“Jinjja..? matamu seperti mata panda… Kau habis menangis ya..?” selidik Siwon oppa.

Kini tangannya semakin menekan pipiku.

“Aniyo, oppa!!” sahutku seraya melepaskan tangannya di pipiku.

“Gojitmal..” katanya seraya menyipitkan mata.

Aku hanya menundukan kepalaku. Tiba-tiba tangan Siwon oppa menarik daguku, menatapku dengan pandangan bertanya.

“gwenchana, oppa..” jawabku cepat seraya melepaskan tangannya dan kembali masuk kedalam kamarku.

“Ya! Choi Hyewon!!” teriaknya saat aku berhasil menutup pintu kamar.

Aku bersandar pada pintu. Pandanganku kosong. Aku bingung, tidak tau apa yang harus aku lakukan.

***

*Author POV*

Seorang namja berlutut didepan yeoja yang sedang duduk di kursi roda. Kepala yeoja itu dibalut beberapa lapis kain perban putih, dan menybabkan wajahnya sedikit pucat. Sebuah senyuman tersungging di wajah keduanya. Perlahan, namja itu mengeluarkan sesuatu dari balik punggungnya.

“Cha~!” ucapnya seraya mengeluarkan setangkai bunga dandelion.

Yeoja itu tersenyum menyambut bunga liar berwarna putih bulat yang indah dan sering tumbuh dipadang rumput seperti yang sedang mereka pijaki sekarang.

“gomawo..” ucapnya senang.

Namja itu berdiri dan berjalan kebelakang kursi roda yeojanya. Dia sedikit membungkukan badanya untuk menyeimbangkan wajahnya dengan kepala sang yeoja.

“Kita tiup bersama..” perintah namja itu.

Sang yeoja hanya mengangguk mengerti.

“hana, dul, set…” hitung namja itu.

Seketika kedua sejoli itu mengeluarkan gas kecil dari mulut mereka, membuat kumpulan bunga kecil putih itu terbang berhamburan.

Senyuman semakin mengembang diwajah mereka. Musim semi yang indah untuk pasangan yang sedang berbahagia itu.

“Kau senang..?” tanya namja itu.

Yeoja itu menoleh kearah namjanya, mengangguk dan tersenyum manis. Senyumannya dibalas senyuman yang tak kalah manis dari sang namja. Hingga lesung pipit itu kembali menghiasi wajah namjanya.

Jarak mereka sangat dekat sekali. Mereka saling menatap satu sama lain. Tak heran jika detak jantung mereka kini sangat cepat seakan sedang berlomba dengan waktu.

Tak lama, namja itu mendekatkan wajahnya, yeoja itu hanya bisa memejamkan mata saat bibir namja itu menempel di bibirnya. Satu sentuhan cinta yang selalu membuat mereka bersatu dan tak bisa dipisahkan.

Tangan sang yeoja itu berniat mengalung pada leher sang namja, tapi seperti ada sesuatu yang menahan kuat tangannya sehingga yeoja itu tak kuasa mengangkat tangannya untuk dikalungkan pada leher namjanya.

***

“Oppa..?” panggil suara aegyeo dari seorang yeoja pada namja yang sedang berdiri mengoleskan selai coklatnya diatas roti.

“Hmm..?” namja itu hanya berdehem menanggapi panggilan yeoja itu.

Tiba-tiba yeoja itu mendekat, merangkul tangan sang namja dan menyenderkan kepalanya dipundak sang namja.

“Aku tak menyangka kalau oppa akan kembali secepat ini…” ucap yeoja itu.

“Aku hanya dua hari disini…” sahut namja itu tersenyum. Kini tangannya meletakkan roti selai coklat itu diatas piring.

“Ya! kenapa hanya sebentar..?” yeoja itu melepaskan tangannya dan merajuk.

“Hey! Aku ini kesini bukan untuk berlibur.. eomma menyuruhku untuk melihat keadaanmu..” jelas namja itu seraya memegang pundak yeoja didepannya.

“Aku baik-baik saja..” sahut yeoja itu sedikit dingin.

Namja itu memperhatikan wajah sang yeoja intens. Mencoba mendapat pengertian dari yeoja yang merupakan yeodongsaeng-nya itu.

“bagaimana kalau kita pergi piknik..? kau mau..? Musim semi hari ini pasti indah..” namja itu mencoba membujuk sang adik.

“Jinjja..?” yaoja itu meminta keyakinan. Seketika namja itu tersenyum pasti.

“Tapi, ada syaratnya..” ucap namja itu lagi.

“Kita harus pergi ketempat les musikmu dulu.. aku ingin mengetahui bagaimana perkembanganmu disana..” lanjut namja itu membuat sang yeoja tersentak.

Dia baru menyadari sesuatu, kalau kedatangan oppanya ini juga menjadi bencana baginya.

“Hmm~ keundae—” ucap yeoja itu menggantung, berpikir mencari alasan.

“Huh??” sahut namja itu.

“Hmm~ hari ini seonsaengnim tidak datang ke tempat les. Minggu lalu dia mengatakan kalau dia akan ke luar kota selama… satu minggu…”

Bingo! Otaknya bekerja dengan sangat cepat. Semoga oppanya percaya dengan kebohongannya.

“Jinjja..?” tanya namja itu sedikit menyipitkan matanya.

Yeoja itu menggigit bibir bagian bawahnya, sedikit meringis.

“n-ne, oppa..” katanya sedikit gugup.

“Ah.. sepertinya aku harus segera mempersiapkan diri.. dah, oppa..” pamitnya cepat, mencoba menghindari tatapan curiga dari oppanya. Sedangkan namja itu hanya menatapnya heran.

#Ting~tong~

Suara bel rumah berbunyi. Seketika namja itu tersadar dari lamunannya yang singkat. Namja itu bergegas menuju pintu dan langsung membuka pintu rumahnya. Terlihat sosok namja tengah berdiri didepannya.

“Siwon hyung..?” ucap namja yang bertamu itu.

“Ya Kyu..”

Namja bernama Kyuhyun itu membungkuk, memberi salam.

“Lama tidak bertemu..”

“ne.. ah ya.. masuklah..” Siwon membuka pintu itu lebar.

“ye, hyung..”

“Mau menjemput Hyewon..?” tanya Siwon yang kini mensejajarkan langkahnya dengan Kyuhyun.

“ne, hyung.. kami harus pergi les hari ini..” sahut Kyuhyun.

Sebelumnya Kyuhyun tidak pernah menjemput Hyewon, karena Hyewon tidak pernah mau kalau diajak pergi les. Hari itu dia hanya ingin mengajak Hyewon pergi berlibur, karena dia merasa khawatir karena kejadian kemarin malam. Untung saja masih ada alasan yang tepat.

“Bukankah minggu ini seonsaengnim kalian tidak ada..?” tanya Siwon yang membuat Kyuhyun tersentak.

“Mwo..??”

“Ne.. Hyewon sendiri yang mengatakannya..”

“Ani, hyung.. Yoon seonsaengnim ada dan akan mengajar kami hari ini..” keukeuh Kyuhyun yang kini duduk diatas sofa ruang keluarga.

“Jinjja..? Ya! dia membohongiku..” rutuk Siwon yang kini mulai duduk di kursi makannya.

Kyuhyun hanya memperlihatkan smirk-nya. Dia tau, itu adalah akal-akalan Hyewon saja agar tidak pergi ke tempat kursus.

“Hah~! Ah ya, Kyu, kau tau apa yang terjadi dengan Hyewon kemarin..?” Tanya Siwon seraya memasukkan roti selai coklat kedalam mulutnya.

“Huh?” Kyuhyun sedikit tak mengerti dengan ucapan Siwon.

“Tadi pagi aku melihat ada lingkaran dimatanya seperti habis menangis..” jelas Siwon.

Kyuhyun mulai mengerti topik yang dimaksud Siwon. Tpi dia tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya, Jika itu terjadi, Hyewon pasti tidak mau berbicara lagi dengannya.

“A—”

“Oppa.. sepertinya kita harus pergi ke taman hiburan hari ini…” ucap seseorang memotong perkataan Kyuhyun.

Siwon dan Kyuhyun menoleh ke sumber suara. Terlihat Hyewon yang sedang berjalan kearah mereka.

“tidak sebelum kau pergi les musikmu hari ini..” sahut Siwon cepat, membuat Hyewon tersentak dan menatapnya heran.

Pandanganya beralih pada Kyuhyun yang sedang memperlihatkan senyuman evilnya.

‘Iblis ini pasti yang sudah mengatakannya’ pikirnya, kini dia mengerucutkan bibirnya kesal.

***

Sepasang suami-isteri duduk di kursi yang mengubungkan pandangan mereka pada seorang namja yang memakai jas putih. Perasaan cemas menjelajar ditubuh mereka ketika suara berat namja itu memberitahu sesuatu yang mengganjal akhir-akhir ini.

“Mianhae.. kami sudah berusaha sekuat tenaga..” sesal namja berjas putih itu.

“Bisa kau jelaskan pada kami secara detail tentang penyakit itu..?” tanya seorang ahjussi.

“Begini Tn. Lee, penyakit ini mirip dengan penyakit meningitis yang diakibatkan bakteri dari sebuah infeksi luka.. dan ternyata memang ada bakteri yang dihasilkan luka dikepala Eunri..” jelas namja itu yang ternyata merupakan seorang dokter.

“Bagaimana bisa..? bukankah putriku langsung mendapatkan penanganan yang tepat saat dibawa pertama kali ke Rumah Sakit ini..?” tentang Tn. Lee. Ny. Lee hanya diam mencoba menenangkan hatinya yang sedikit terpukul dengan berita ini.

“Maafkan kami.. tapi luka dikepala Eunri memang ada yang terinfeksi..” sahut dokter itu.

“Yang benar saja.. jadi kau pikir putriku tidak bisa hidup lebih lama..?!” ucap Tn. Lee sedikit menaikkan nada bicaranya.

“Bakteri itu sudah memenuhi selaput otak bagian dalam..” jawab dokter itu.

“kami tidak bisa melakukan apa-apa kecuali operasi.. keundae, jika kita melakukan hal itu, perbandingannya sangat jauh.. dan kegagalan berada dalam hal yang mendominasi..” lanjutnya.

“ya Tuhan.. kenapa bisa terjadi seperti ini..” ucap Tn. Lee prustasi. Sedangkan Ny. Lee sudah tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menangis.

***

Seorang namja tengah duduk di atas sofa, menulis sesuatu diatas kertas yang dijepit dengan penjepit sebuah papan. Wajahnya sangat serius mengatur jarak sebuah not diatas permukaan kertas itu.

Sedangkan seorang yeoja yang memakai celana jeans dan kemeja bewarna biru itu tengah mengembungkan pipinya didepan piano. Jari-jarinya menekan tuts piano dengan tidak beraturan.

“Kyu~!” panggil yeoja itu akhirnya.

Namja yang bernama Kyuhyun itu tak bergeming, masih sibuk dengan kertas didepannya.

“Kyu~!!” panggilnya lagi, kini dia mencampur nada bicaranya dengan sedikit aegyeo.

Kyuhyun masih tak bergeming. Yeoja itu berjalan mendekatinya.

“CHO KYUHYUN!!!” yeoja itu berteriak tepat didepan wajah Kyuhyun.

Kyuhyun tersentak mendengar suara cempreng itu.

“Ya!! CHOI HYEWON!!!” Kyuhyun membalasnya dengan teriakan.

Kini giliran Hyewon yang sedikit menjauhkan dirinya dari namja evil ini. Bibirnya sedikit mengerucut karena tak terima mendapat perlakuan tidak manusiawi(?) itu.

Kyuhyun yang sadar dari kerasukannya(?) langsung menghela nafas panjang,

“Wae..?” tanya Kyuhyun melunak, karena tidak tahan jika harus berlama-lama menahan kesal pada yeoja didepannya.

“aku bosan..!” sahut Hyewon.

“Ya! kau bahkan belum bisa mempelajari not dipiano itu… Kau mau dimarahi Siwon hyung..? Sebentar lagi dia akan datang untuk-”

“Ya! Kau sendiri tidak memperhatikanku belajar!!” ucap Hyewon cepat, memotong kata-kata Kyuhyun.

Kyuhyun yang tersadar akan kesalahannya mulai berfikir, dan melemparkan cengirannya. Hyewon hanya mencibirnya.

“Apa itu..?” tanya Hyewon saat melihat kertas di tangan Kyuhyun.

“Huh!? Ani..” jawab Kyuhyun cepat seraya membalikkan papan itu.

“Coba aku lihat..” ucap Hyewon, tangannya terulur untuk membuka papannya, tapi Kyuhyun segera mencegahnya.

“Ettss.. sudahlah.. kajja.. kau harus bisa mempelajari piano ini..” katanya. Hyewon hanya menurut saat tangan Kyuhyun menariknya menuju piano. Sedangkan kertas dipapan itu diletakkan Kyuhyun diatas sofa.

***

Five days later

 

*Hyewon POV*

Semenjak kedatangan Siwon oppa beberapa hari yang lalu, kini aku semakin rajin datang ketempat les musikku bersama iblis itu. Ternyata mempelajari musik tidak terlalu buruk. Hanya saja rasa sukaku terhadap seni lukis masih kental mengalahkan musik.

Aku duduk disebuah kursi kecil di padang rumput yang sebenarnya adalah taman Rumah Sakit tempat dimana Eunri dirawat. Aku membawa peralatan untuk melukis. Kanvas sudah siap didepanku dan cat air sudah berada ditanganku.

Disini aku hanya sendiri, iblis itu? Molla. Aku tidak melihatnya. Disekolah juga, aku tidak melihatnya. Sedangkan Eunri? Karena keadaannya yang masih lemah, Eunri tidak diperbolehkan keluar kamar. Lagipula, ada Leeteuk oppa yang menemaninya.

Aku jadi ingat kejadian malam tempo hari. Aku melihat malaikat mimpiku tengah mencium sahabatku. Kejadian malam itu membuatku yakin bahwa mereka saling mencintai.

Aku menghela nafasku yang kesekian kalinya. Entah mengapa rasanya masih terasa berat. Tanganku kini terulur mengambil sebuah kuas yang sudah dioleskan pada cat air. Aku mulai menempelkannya di permukaan kanvas, mencoba menggambar keindahan alam didepanku.

Aku bahagia hidup sebagai diriku..

Akupun terluka hidup sebagai diriku..

Hidup itu indah?

Entahlah…

Aku merasa kepedihan lebih sering melukai hati dan jiwa ini…

***

*Author POV*

Leeteuk tengah menyuapi Eunri yang duduk diatas tempat tidur dengan kepala yang menyender dibantal yang sengaja ditempelkan didinding.

“Cha~” kata Leeteuk seraya menyodorkan sendok berisi bubur tersebut.

Eunri melahapnya dengan semangat.

Drrrtt drrrtt

Tiba-tiba ponsel Leeteuk bergetar tanda ada yang menelfonnya.

“Sebentar..” ucapnya pada Eunri seraya meletakkan mangkuk berisi bubur diatas meja disamping Eunri.

Leeteuk pun bergegas keluar dari kamar Eunri untuk menerima telfon.

“yeoboseyo..?” sapanya saat berhasil menempelkan benda persegi panjang itu ditelinganya.

Eunri menatap sedih punggung Leeteuk yang semakin menjauh, saat-saat bahagia ini akan segera berakhir. Dia sudah mengetahui tentang keadaannya saat ini. Tapi tak ada seorangpun yang tau tentang ini kecuali kedua orang tuanya dan dokter.

Semuanya berjalan dengan sangat cepat. Eunri tau semua orang didunia ini pasti akan pergi dan meninggalkan sebuah kenangan yang indah maupun buruk. Tapi dia merasa sedih jika harus meninggalkan namjachingu nya yang sudah dua tahun ini ia cintai.

Pandangan Eunri sedikit kabur. Dengan cepat Eunri menghapus kerlingan dimatanya. Ada sedikit cairan bening disana.

Pandangannya kini beralih pada tas berwarna biru dikursi yang diduduki namjachingunya tadi. Tas itu merupakan tas sahabatnya, Hyewon. Ternyata tasnya tertinggal, sedangkan yang empunya tidak ada.

Ada sebuah buku tebal yang juga berwarna biru sedikit menonjol ditasnya yang sedikit terbuka. Sahabatnya yang satu ini memang sangat menyukai warna biru.

Karena penasaran dengan buku itu, Eunri langsung mengambilnya. Baru Eunri sadari ketika melihat jelas buku itu yang ternyata adalah diary Hyewon.

Entah apa yang telah merasukinya, tangannya dengan lancang membuka lembaran pertama dari buku itu. Terlihat sebuah foto yang merupakan foto sahabatnya yang sedang tersenyum. Dibawahnya tertulis angka yang merupakan perpaduan tanggal lahir Hyewon.

Eunri membuka lembaran kedua diary itu. Kini terdapat foto dirinya dan Hyewon tengah tersenyum manis. Tangan mereka sama-sama membentuk sign love. Tak terasa, ujung bibir Eunri tertarik membentuk senyuman. Dia ingat saat foto ini diambil. Pikirannya melayang saat mengingat keadaan dirinya sendiri. Dia juga akan meninggalkan sahabatnya ini.

Sampai dilembaran ketiga, sebuah foto tertempel disana. Foto sekumpulan murid Yeomkwang High School dimasa orientasi. Satu yang menjadi perhatian Eunri dan sedikit membuat Eunri tersentak. Dikumpulan murid itu, ada sign love yang ditulis menggunakan tinta merah yang hanya digambar foto seorang yeoja dan namja yang sangat ia kenal. Difoto itu, ada tulisan yang ditulis dengan tulisan tangan.

Reminiscence..

Me, and Angel of My dream…

“Hyewon, dan.. Leeteuk oppa..”

Ckleekk

Pintu kamar Eunri terbuka. Eunri menoleh dan terihat seorang yeoja berdiri mematung melihatnya yang sedang memegang buku pribadi yeoja itu.

“Eunri…”

To Be Continue

===================================================

Silahkan tinggalkan jejak untuk menghargai hasil kerja keras author^^

Kamsahamnida~

republised by aeund_sujusuperfiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s