Love Like part 3

Love Like Part 3

Love Like Part 3

author: vika so espresso

tittle: love like part 3

“jahat!” umpat Bo Kyung lirih sambil berlari menuju pintu. Saat sebelum  membuka pintu terdengar suara jatuh yang cukup keras. Bo Kyung menoleh dan tercekat mendengar teriakan ibu Kyuhyun. Ia segera berlari menuju Kyuhyun dengan pikiran melayang ke mana-mana.

Ia menghentikan langkahnya melihat Kyuhyun yang tergeletak sambil memegangi dadanya. Ibu dan ayah Kyuhyun berada di samping Kyuhyun dengan guratan wajah khawatir. “Khyungie-ah, ambilkan obat Kyuhyun di dapur!” teriak ayah Kyuhyun, Bo Kyung segera berlari sambil menahan air matanya yang sudah mulai menggenang. “kau. Telepon ambulance!” Ibu Kyuhyun segera bangkit dan melakukan perintah ayah.

Kyuhyun masih mengerang kesakitan dan meremas dadanya kuat. Sedangkan Bo Kyung kebingungan menemukan obat Kyuhyun, obat yang di carinya tidak ada. Ia membuka semua laci di sana, berharap menemukan  pil-pil kuning yang sekama ini mampu menghilangkan rasa sakit Kyuhyun. Pipi  Bo Kyung sudah basah, ia masih mencari obat Kyuhyun dengan frustasi.

Beberapa menit kemudian ambulance datang dan membawa Kyuhyun tepat saat Bo Kyung  menemukan pil Kyuhyun. Ia menggenggamnya erat dan berlari, “Khyunie-ah!” teriaknya saat melihat Kyuhyun di masukan dalam  ambulance. “Kyu..” gumam Bo Kyung sambil menyeka air matanya. Ibu Kyuhyun mencoba menenangkan Bo Kyung yang menatap pil kuning di telapak tangannya dengan nanar.

###

*Bo Kyung POV*

Ini sudah satu tahun setelah Kyuhyun pergi ke Jerman untuk operasinya. Aku bahkan tidak di izinkan menengoknya sebelum ia benar-benar pergi dari Korea. Beberapa orang di sekitarku tampak sangat khawatir dengan keadaanku sekarang, tapi aku berjanji akan selalu fokus dengan tujuanku menjadi sutradara. Selama Kyuhyun berobat, aku tidak boleh menyia-nyiakan waktu. Yah, tidak boleh.

Hari ini seperti hari sebelumnya aku masih berkutat dengan buku-buku tebal yang harus aku pahami. Ujian Semester sebentar lagi, dan aku harus bisa lulus untuk pelajaran sinematologi. Betapa bangganya aku bisa masuk jurusan itu sekarang, dan aku akan mengacungkan dua ibu jariku saat Kyuhyun sembuh nanti. Tiba-tiba pintu kamarku terbuka dan ibu masuk dengan segelas cokelat panas, terlihat dari asap yang mengepul di atasnya. “jangan terlalu memforsir otakmu, sekali-kali kau harus keluar dan jalan-jalan.” Ucapnya sambil menyodorkan gelas di tangannya. Aku hanya mengangguk sambil menyeruput coklat itu sampai habis. “aku akan melakukannya jika Kyuhyun sudah sembuh.” Aku tersenyum kecil, berharap Kyuhyun benar-benar cepat sembuh.

“jangan begitu, sekarang kau pergilah bersama namja di bawah itu! Dia sudah menunggu dari tadi.”

“shirreo!” aku menolak dan beranjak menuju tempat tidur. Aku melihat tatapan horor ibu cepat-turun-atau-kau-bukan-anakku. Aku begidik dan menyerah, dengan sedikit keterpaksaan aku setuju untuk pergi keluar. Ibu mencegahku lagi, kali ini ia memaksaku untuk berganti pakaian. Aku lelah berdebat terus dan memilih untuk berlari turun meninggalkannya sendiri.

Aku mendapati sosok yang tak asing lagi, Heechul. Kami saling kenal sudah cukup lama, tak cukup lama jika di bandingkan dengan Kyuhyun, ia merupakan pindahan dari Amerika dan merupakan namja yang cukup diminati oleh siswi-siswi di kampus. Aku senang bergaul dengannya, pengetahuannya tentang film sangat keren. Aku menghela nafas dan tersenyum kepadanya saat ia menyadari kehadiranku.

Kami hanya pergi berkeliling di taman hiburan. Sesekali ia memberikan lelucon yang cukup lucu, tapi tetap saja lelucon Kyuhyunlah yang paling keren. Heechul menawariku untuk naik beberapa wahana, dan aku setuju.

“kau keren! Kenapa kau sama sekali tidak takut hah?” ucapnya sambil memberikanku sekaleng jus, aku hanya tersenyum dan mengacungkan ibu jariku bangga. “kalau begitu ayo kita coba rumah hantu!” ia menarik tanganku, dan membeli tiket masuk secara sepihak.

“haruskah?” tanyaku lemas mencoba memastikan bahwa ini hanya gurauannya. Sungguh aku sedang tidak ingin masuk rumah hantu.

“hemmmm! Harus!” jawabnya sambil menepuk lembut kepalaku.

Perlahan kami berdua masuk, suasananya cukup menegangkan dengan keadaan yang cukup gelap ditambah lagi suara-suara yang membuat tingkat horornya mencapai level sempurna! Heechul memperlambat langkahnya, membuatku semakin erat mencengkeram jaketnya dan mendorongnya agar mempercepat langkahnya. “demi apapun, setelah keluar dari sini aku akan menghajarmu!” umpatku kesal sambil merapat ke arahnya, jantungku berdetak cepat karena ketakutan. Terdengar Heechul hanya terkekeh kecil, menyebalkan!

Aku sukses keluar dari sana dengan wajah super konyol dan memalukan. Sepanjang perjalanan tadi Heechul terus menggenggam tanganku dan tangan satunya menutupi mataku. Aku duduk untuk menenangkan jantungku yang masih se-aktiv tadi. Keringatku terus mengalir membuat bajuku hampir basah.

“kau tidak apa-apa?” tanyanya khawatir, terlihat di wajahnya segurat rasa bersalah. Aku mengangguk dan tersenyum meyakinkannya bahwa aku baik. “maaf..” gumamnya hampir tak terdengar.

“anii! Aku harus berterimakasih, kau sudah menjagaku tadi.. hhahha tadi benar-benar memalukan.”

“justru jika kau tidak takut, itu akan benar-benar memalukan buatku.”

Aku memandangnya heran, tiba-tiba wajahnya mendekat dan semakin mendekat. Ia memegang pipiku, dengan jarak seperti ini aku bisa melihat dengan jelas setiap bagian wajahnya. Di dunia ini aku hanya pernah melihat satu wajah dengan jarak sedekat ini, tapi kali ini…

“Bo Kyung yang ketakutan sangat cantik^^.”

*Author POV*

Bo Kyung masih teringat kata-kata Heechul tadi, ia tidak tahu apa yang sebenarnya ingin disampaikan Hyun Joong. Bo Kyung tidak ingin memikirkan hal-hal seperti itu, ia bertekad untuk fokus terhadap cita-citanya. Sutradara.

Ibu Bo Kyung masuk ke kamar anaknya dengan membawa kabar gembira. Ia membawa paket untuk Bo Kyung. “Kyungie-ah! Ada paket dari Kyuhyun.” Serunya dengan senyum merekah.

Bo Kyung masih lolo sampai sepersekian detik kemudian sadar, dan membelalakkan matanya kaget. “mwo??? Eomma? Kyaaa~!” Bo Kyung histeris dan segera membuka paket coklat itu dan terkejut membuka isinya.

“apa itu?” tanya sang ibu bingung.

“ini handycam keluaran terbaru.. aigoo, Kyuhyun menepati janjinya.” Gumam Bo Kyung lirih membuat ibunya kebingungan.

“apa yang kau katakan tadi?”

“anii..!” Bo Kyung menggeleng sambil memegangi hadiahnya. Ia mengusir ibunya agar turun dan membiarkannya sendiri bersama hartanya. “eomma. Aku ingin berduaan saja dengan hatiku!” Ibu Bo Kyung hanya pasrah diusir oleh anaknya sendiri.

Sepeninggal ibunya, Bo Kyung mulai membuka handycam itu dan terkejut mendapati satu rekaman di sana berjudul ‘babykyu’. Bo Kyung penasaran dan menekan tombol play.

Tampak Kyuhyun sedang berbaring di tempat tidur, ia masih berada di rumah sakit. Ia hanya melambai lemah dan tersenyum manis.

 

Bo Kyung tersenyum melihatnya, ia menahan luapan perasaan rindunya selama ini.

“Kyungie-ah! Aku sudah menepati janjiku kan?” ucap Kyuhyun sambil mengacungkan kedua ibu jarinya bangga.

 

Di sini Bo Kyung juga ikut memamerkan dua ibu jarinya dan tersenyum bangga, air matanya mulai menggenang. Bo Kyung ingat sekali saat Kyuhyun menjanjikan handycam setelah mengetahui cita-cita Bo Kyung.

“oh! tunggu! Kau juga punya janji denganku kan?” Kyuhyun menyipitkan matanya. “Kyungie-ah! Kau harus menepati janjimu untuk tidak menangis juga melirik namja lain selama aku masih di sini!!!!” Kyuhyun memainkan kelingkingnya menggoda.

 

Bo Kyung tak tahan dan menangis, ia benar-benar sudah berjuang selama ini dan inilah puncak dari emosinya. “dasar bodoh! Hey~ aku gagal menepati janji karenamu!” Bo Kyung membalikkan ibu jarinya lesu, sambil beberapa kali menyeka air matanya. “naneun geuliwo.” Gumam Bo Kyung di sela isaknya.

“menangis! Yah.. Kyungie yang cengeng pasti sudah menangis sekarang. uljima, Kyungie-ah.. maaf, karena sampai detik ini aku hanya bisa mengirimimu rekaman ini.” Kyuhyun tersenyum jahil. “tapi.. aku ingin kau tahu. Bahwa aku akan sangat senang jika kau benar-benar bisa menjadi sutradara. Jadi semangat!!! Okay?” Kyuhyun memberikan dua ibu jarinya sekarang.

 

Rekaman selesai…

 

“babo! Babo! Babo!!!!!!!!!” Bo Kyung semakin trisak dan meletakkan handycamnya sembarangan. Ia menangis terus walaupun sudah mencoba untuk tenang namun ia gagal, rasa rindunya terhadap Kyuhyun sudah mendominasi dirinya.

###

“keadaanmu sudah lebih baik sekarang, dan cukup baik untuk operasi. apa kau sudah siap?” tanya dokter Cha pada Kyuhyun. Kyuhyun hanya mengangguk sambil menatap dokter yakin. Orang tua Kyuhyun hanya diam mendengar percakapan mereka, saat dokter memandang ke arah mereka berdua orang tua Kyuhyun hanya mengangguk pasrah.

“jika kau gagal dan membuatku mati, aku akan menghantuimu seumur hidup!” Kyuhyun memasang evil smilenya. Dokter Cha memandang Kyuhyun agar mempercayainya.

###

Bo Kyung pergi ke kampus dengan handycam di tangannya, ia ingin merekam segala aktivitas yang dilakukannya sekarang. Ia ingin memberitahukannya pada Kyuhyun. “yah! Namja babo kau harus melihat ini, bahwa selama ini aku sangat serius belajar. Kkekke~” Bo Kyung terkekeh saat merekam beberapa gambar bangunan di depannya dan terhenti saat melihat Heechul melambai di depannya.

“apa yang kau lakukan?” tanya Heechul berjalan mendekati Bo Kyung.

“merekam kehidupanku.” Jawabnya riang.

“untuk apa?”

“seseorang di sana jauh di Jerman sana, dia sedang sakit dan butuh kekuatan. Aku rasa hal ini bisa jadi formula untukknya.”

“formula? Kekuatan?” Hyun Joong mencoba berpikir sejenak dan sesaat kemudian tertawa lebar. “jadi hanya karena itu? Apa dia seorang yang spesial?” tebak Heechul.

“eumm!” Bo Kyung mengangguk setuju, tapi sesaat ia menggeleng, “bukan! Dia seorang yang menyebalkan!” Bo Kyung mulai merekam lagi dan kali ini Heechul mengikutinya dari belakang.

Saat sampai di taman belakang Bo Kyung menyuruh Heechul untuk merekam dirinya. Sedangkan ia berlari-lari  kecil dan melakukan gerakan-gerakan aneh. Dan kemudian Bo Kyung mengangkat dua ibu jarinya dan bernyanyi  “Superstar ijen naya moksoril nopyeo jilleo. Naega nuguyeottdeon OK nae kkumeul hyanghayeo Let’s go! Superstar ijen neoya moksoril keuge jilleo. Chujeoma sijakhae neomanui ujureul boyeobwa.” Bo Kyung menyelesaikannya dan menunduk anggun.

“daebak!” seru Heechul seraya mematikan handycamnya dan berjalan mendekati Bo Kyung. “jadi, siapakah si Jerman ini? Kekasihmu?”

“ntah, tapi kita mempunyai ikatan yang erat. Saat masih di sekolah dasar, aku sering di ejek dan tidak punya banyak teman. Tapi dia membelaku dan menghiburku dengan menyanyikan lagu tadi.”

*flashback*

“ aku bercita-cita menjadi sutradara, karenaaa….” Ucap Bo Kyung di depan kelas.

“hahahah! Sutradara itu tidak boleh perempuan.. lagi pula kau kan penakut!!” ejek teman laki-lakinya.

“kalau begitu, kau harus jadi perempuan! Laki-laki tidak ada yang menjadi pengecut dengan omong kosong seperti itu.” Sahut Kyuhyun membuat teman-temannya tadi diam dan melirik Kyuhyun sebal. Sedangkan Bo Kyung hanya memandang Kyuhyun seolah ingin menyampaikan terimakasih.

Saat istirahat Bo Kyung menangis karena memikirkan kejadian di kelas tadi. Kyuhyun datang dan menghibur Bo Kyung ia mulai menyanyikan sebuah lagu. “Superstar ijen naya moksoril nopyeo jilleo. Naega nuguyeottdeon OK nae kkumeul hyanghayeo Let’s go! Superstar ijen neoya moksoril keuge jilleo. Chujeoma sijakhae neomanui ujureul boyeobwa.”

*flashback end*

“aku kira itu hanya terjadi di drama saja.” Ucap Heechul mengembalikan handycam pada Bo Kyung. “apa karena seperti itu kau ingin menjadi sutradara?”

“mungkin… tapi aku tidak yakin bisa membuat akhir yang bahagia.” Jelas Bo Kyung sendu.

Heechul  hanya tersenyum kecil, melihat yeoja di depannya tertunduk. “memang kau mau menjadi sutradara seperti apa?”

“aku hanya ingin membuat akhir yang bahagia.” Ucap Bo Kyung dengan kepala masih tertunduk.

“hei.. bersemangatlah! Kau pasti bisa. Tenang saja!”

Bo Kyung tersenyum dan mereka pergi menuju perpustakaan untuk mencari beberapa informasi untuk tugas mereka.

###

Di ruang makan Bo Kyung sedang asyik melihat hasil rekamannya tadi siang. Ia terkekeh geli melihat tingkahnya di layar itu. “apa aku terlihat sekonyol itu tadi? Aigoo ini memalukan!!” ia kembali menatap layar dan raut wajahnya berubah saat melihat adegan saat ia bernyanyi. “yak! Kenapa dengan suaraku???” Bo Kyung mulai frustasi dan mengacak-acak rambutnya.

Ibunya berjalan mendekat, “apa yang kau lakukan! Mana ada seorang gadis berteriak sekencang itu?”

“eomma apa suaraku sangat buruk?” tanya Bo Kyung semangat.

Sang ibu hanya menatap anaknya datar, pertanyaan bodoh apa yang baru saja di ajukan oleh anaknya. Itu adalah jawaban termudah di dunia ini, dengan syarat telingamu harus benar-benar sehat. Ibu Bo Kyung mengangguk yakin. “sangat-buruk-sekali.” Bo Kyung memamjukan bibirnya beberapa inci mendengar jawaban ibunya dengan disertai beberapa penekanan pada kalimatnya.

***

“apa kau yakin akan kembali ke seoul sekarang?” eomma Kyuhyun memasukkan baju putranya yang hanya mengangguk sambil memainkan PSPnya. Ny. Cho menghela nafas berat, ia begitu sangat menghawatirkan putranya sedangkan yang dikhawatirkan justru tidak peduli dan acuh. “ya! Anak nakal, sesampainya di Seoul kau harus segera menghubungi eomma dan appa! Kami akan mengurus beberapa hal di sini, dan sesegera mungkin menyusulmu. Arrayo?”

“eumhh!” dehem Kyuhyun yang diikuti teriakkan histerisnya karena ia memenangkan game. Ibunya hanya bisa menggeleng kepala tak percaya.

Kyuhyun mencium pipi ibunya dan melambai pada kedua orangtuanya, ia segera memasuki pesawat dan terbang menuju Seoul. Ia tak sabar untuk bertemu yeoja yang beberapa waktu ini jauh darinya. Ia sudah duduk di bangkunya, dan memeasang earphone memutar lagu kesukaannya. Seorang yeoja duduk di sampingnya, tapi Kyuhyun tidak peduli dan tetap memandang keluar jendela. Pesawat mulai lepas landas, dan setelah beberapa guncangan akhirnya pesawat melaju stabil. Tiba-tiba hidung yeoja di sampingnya mengeluarkan darah, yeoja itu memanggil Kyuhyun. “permisi?” karena tak ada jawaban ia mengguncang pelan tubuh Kyuhyun.

Kyuhyun menoleh dan melepaskan earphonenya, “wae?”

“apa kau punya tissue?” tanyanya sambil memencet hidung. Kyuhyun menatapnya sejenak kemudian menggeleng. “ah, yasudah kalau begitu, maaf mengganggumu.”

“tapi aku punya ini.” Kyuhyun menyodorkan sapu tangannya, yeoja itu menerimanya dan mengucapkan terimakasih berulang-ulang. Kyuhyun hanya tersenyum dan kembali memasang earphonenya dan tertidur.

***

Bo Kyung masih berkutat dengan handycamnya dan melihat rekamannya tadi. Ia bermaksud menghapusnya tapi urung, dan menyimpan handycamnya di laci. Ia mulai membuka buku dan belajar dengan serius. Tiba-tiba ponselnya berdering ada pesan masuk, “Heechul?” Bo Kyung membuka pesan itu dan tertawa saat membacanya.

Sibuk?

“dasar aneh!” Bo kyung tidak membalas pesan itu dan memilih untuk tidur. Tapi ia malah tidak bisa tidur dan kembali membuka ponselnya dan mengetik balasan untuk Hyun Joong.

Aku sibuk karena harus berusaha untuk tidur. Kekeke ^^ jaljayo

***

Kyuhyun sudah sampai di Seoul, ia menarik kopernya dan berjalan mencari taxi. Tapi seseorang menahannya dan ternyata itu yeoja yang duduk di sebelahnya tadi. Kyuhyun menatapnya bingung. “ah. perkenalkan, namaku Hyun Ah.”

Kyuhyun mengangguk mengerti, “Cho Kyuhyun.”

“sebenarnya aku ingin mengembalikan sapu tanganmu, tapi tidak mungkin dengan keadaan seperti ini.” Hyun Ah memandang sapu tangan Kyuhyun yang masih ada bekas darahnya.

“kau tidak perlu mengembalikannya, tidak apa-apa.”

“tidak bisa, aku harus berterimakasih padamu atas ini.”

“kau tidak perlu sungkan. Oh~ aku harus pergi dulu. Maaf, permisi.” Kyuhyun membungkuk dan memasuki taxi yang berhenti di depannya. Ia terkejut saat Hyun Ah juga ikut masuk taxi yang sama dengannya dan duduk di sebelahnya. “kenapa kau ini?” tanya Kyuhyun sedikit kesal.

“maafkan aku sekali lagi, tapi aku belum pernah ke Korea, ini pertama untukku.” Jelas Hyun Ah ragu.

“lalu apa hubungannya denganku?”

“kau terlihat baik jadi aku mempercayaimu. Aku hanya berada di Seoul selama beberapa hari, jadi tidak akan menganggumu lagi setelah itu. Aku mohon.” Hyun Ah memasang tampang memelas, membuat Kyuhyun membiarkannya ikut. “gumawoyo.” Gumamnya senang.

***

Bo Kyung berlari terburu-buru menuju pemberhentian bus, ia bangun terlalu siang padahal hari ini ada tugas presentasi dari dosennya. Ia berlari sambil melihat jam di ponselnya, dan dengan cerobohnya ia tanpa sengaja menjatuhkan ponselnya di jalan. Bo kyung mengambilnya tanpa tahu sebuah taxi sudah hampir dekat dengannya dan…. “aaaaaaaah~!!” teriak Bo kyung saat seseorang menariknya dari jalan raya. “Heechul?” Bo Kyung tersenyum lega dan berterimakasih sudah diselamatkan.

“babo! Kenapa ceroboh sekali, bagaiamana kalau kau tertabrak tadi?” Heechul marah karena Bo Kyung tidak memperdulikan nyawanya yang hampir terancam.

“aku tidak mati. Malaikat penyelamat melakukan tugasnya dengan baik.” Bo Kyung mengacungkan kedua ibu jarinya pada Heechul.

Taxi yang hampir menabrak Bo Kyung tadi berhenti dan keluar seorang namja diikuti yeoja di belakangnya. Bo Kyung terkejut melihat namja itu yang ternyata Kyuhyun, ia begitu senang, tapi senyumnya seketika hilang saat melihat Hyun Ah berada di belakang Kyuhyun. “Kyungie-ah?” sapa Kyuhyun, Hyun Ah tiba-tiba melingkarkan tangannya di lengan Kyuhyun dengan manja.

“Kyuhyun kau kembali?” Bo Kyung tak percaya dengan pemandangan di depannya. Heechul yang masih berada di belakang Bo Kyung menatap Hyun Ah penuh arti.

TBC~

Kekekekekekek

Semakin ke sini semakin bingung gw,, T^T

*sariawan*

republised by aeund_sujusuperfiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s