The One I Love part 8

THE ONE I LOVE [PART 8 ^^]

Cast :
-Park Hye Raa a.k.a Hye Raa
-Kim Jong Woon a.k.a Yesung
-Kim Jongjin a.k.a Jongjin
-Henry Lau a.k.a Mochi
-Other Cast

Genre : gatau deh ini genrenya apaan -___-#pletaak
Author : Icha Meirina
Fb : Icha Merina
Twitter : @chameirina

Disclaimer : this ff is mine and original my work, so don’t bash and copas it please ^^

warning! Sebelum baca, author ingatkan satu hal ya. don’t be silent readers, oke? Ya setidaknya kasih sedikit masukan atau semangat (?) lah sama author yang uda bikin ni ff😀 #plak oh ya, mian juga ya kalo typo bertebaran dimana mana😀 harap maklum ^^
kamsahamnida ^^

CERITA SEBELUMNYA___
“aku juga tidak salah kan? Kenapa kau bersikap seperti itu padaku?”dia diam sejenak
“karena setiap melihatmu, aku selalu teringat dengan hyeong babo mu itu!”aku mengernyit
“apa hubungannya dengan Yesung hyeong?”dia menatapku tajam
“apa hubungannya?! Jelas jelas dia yang membuatku seperti ini! Kau masih bertanya apa hubungannya?!”
“musun suriya?”
“dia yang membuatku seperti ini! Dia yang membuatku cacat begini! Dia mendorongku hingga aku terjatuh dijalan dan sebuah mobil melaju kencang menabrakku! Dia yang membuatku seperti ini, Kim Jongjin! Kenapa kau tak bisa mengerti itu, hah?!”
“m mwo?”

STORY BEGIN___
“m mwo?”
“wae?”
“k kau bohong kan?”tanyaku terbata bata
“bohong?! Kau pikir ada untungnya aku berbohong?! Kalau kau tidak percaya, tanyakan saja langsung kepada hyeong mu itu! Apa dia tidak pernah menceritakannya padamu?!”aku menggeleng sambil menunduk, panas. Ya, mataku panas sekarang.
“j jadi Yesung hyeong”
“ne, dia yang membuatku begini! Dan dia juga yang sukses mengambil jabatanku sebagai kapten disekolah ini!”aku hanya mampu menunduk sekarang, Yesung hyeong!! Kenapa kau sejahat itu?!!
“kau sudah tahu kan semuanya?! Sekarang aku minta kau pergi dari sini! Tinggalkan aku sendiri!!”lalu dia berjalan menuju sebuah kursi yang ada diujung atap gedung ini, aku hanya bisa memandanginya saja.
Aku terlanjur kecewa, jadi Yesung hyeong penyebabnya?! Dia yang membuat Hye Raa seperti ini?! Dan karena dia jugalah Hye Raa jadi seperti itu padaku! Hyeong! Kau jahat! Sangat jahat!

Aku berjalan menuju lantai dasar dan menuju kelas, tapi sebelum ke lantai dasar tentunya aku melewati lantai 3. Aku melihat keadaan lantai 3, dan memandang kearah pintu kelas Yesung hyeong. Hyeong! Aku harap kau keluar dari kelas sekarang!! Kau keterlaluan hyeong!!
Aku masih melihat kearah kelas ’12.A’ dan terdengar suara pintu terbuka dari kelas itu, dan lihat siapa yang membukanya. Yesung hyeong! Akhirnya dewi fortuna (?) mendengarkan permintaanku! Segera saja aku menghampirinya, dia mengernyit.
“kenapa kau disini?”
“….”
“kau sedang pelajaran apa? Omona, kenapa kau masih menggendong”

BUGH (?)

Aku langsung melayangkan sebuah pukulanku diwajahnya, marah! Ya, aku sangat marah padanya! Dia tersungkur ke lantai, segera aku menarik kerah bajunya lagi.
“ya! Jongjinnie! Mwo hae?!”teriaknya, tapi sama sekali tak kuhiraukan dan kembali..

BUGH (aneh amat bunyinya =,=)

Pukulan kedua ku mendarat lagi tepat di pipi kanannya, kulihat dari sudut bibirnya mengeluarkan darah. Dia kembali tersungkur tapi langsung berdiri saat menyadari aku menarik kerah bajunya untuk yang kedua kalinya.

BUGH #readers:apaan sih thor dari tadi bagh bugh mulu? Kaga ada bunyi laen apa? Author:author ga pinter dalam bunyi membunyi (?) nih *abaikan*#

Dia melayangkan sebuah pukulan tepat dipipi kiriku.
“kau sudah gila, Jongjinnie?! Kenapa kau ini?!”dia menarik kerah bajuku
“kau yang gila!”teriakku
“musun suriya?! Kau yang tiba tiba memukulku, kan?!!”
“tapi kau yang memaksaku untuk bersikap seperti ini!!”kami saling tarik menarik (?) kerah baju sekarang, dia mengernyit
“apa maksudmu?!”
“karena kau Hye Raa jadi cacat!! Karena kau Hye Raa menderita!! Dan karena kau juga lah Hye Raa jadi membenciku, hyeong!!”

BUGH #readers:ada korek api gak? Sekali lagi ada tulisan aneh begini, bakar aja deh ni ff!!#
Sekali lagi aku melayangkan sebuah pukulan tepat di pipi kirinya dan membuat darah segar semakin mengalir deras dari sudut bibirnya. Dia kembali tersungkur, saat aku ingin menarik kerah bajunya lagi, terdengar suara dari belakangku
“ya! apa yang kalian lakukan?!”aku membalikkan badan dan terlihat seorang songsaenim dan beberapa orang siswa yang keluar dari kelas 12.A. ah iya! Pasti mereka terganggu karena keributan ini! Sial!
“Jongjin? Yesung? Apa yang kalian lakukan?”tanya seorang namja tinggi, sepertinya dia teman Yesung hyeong. Dan kalau aku tidak salah, dia teman setim basket Hye Raa.

Segera songsaenim itu menghampiri kami dan memisahkan (?) kami berdua yang sedang tarik menarik kerah baju.
“apa yang kalian lakukan?”tanya seorang namja yang kalau dilihat di bet namanya bernama Donghae sambil menahanku, sementara namja yang satunya lagi menahan Yesung hyeong “omo, kalian berkelahi?”tanyanya sambil mengernyit setelah melihat keadaan wajahku dan Yesung hyeong secara bergantian.
“dia yang memulainya!”jawab Yesung hyeong
“tapi kau yang memaksaku untuk melakukan ini!”teriakku tak mau kalah
“sudah sudah! Siwon, Donghae, kalian mengenal namja itu?”tanya songsaenim sambil menunjukku
“dia Jongjin, songsaenim. Dongsaeng Yesung”songsaenim itu terbelalak
“mwo? Jadi kalian bersaudara? Omona! Ikut aku ke ruang kepala sekolah sekarang!”lalu songsaenim itu berjalan kearah tangga sementara kedua namja itu membantuku berjalan mengikuti songsaenim itu.
-Jongjin PoV end-

#Yesung PoV
“Ada apa ini?”tanya kepala sekolah saat kami sudah tiba diruangannya
“mereka berkelahi”jawab Lee songsaenim
“mwo?”kepala sekolah tampak memperhatikan setiap inci wajahku dan Jongjin “bukankah kalian kedua murdi baru itu? Kim Jong Woon dan Kim Jongjin? Kalian, bukankah kakak adik?”kulihat Jongjin melirikku sinis lalu mengangguk.
“murid baru saja sudah berani berkelahi! Apalagi mereka bersaudara! Aigo, cepat katakan apa yang membuat kalian seperti ini?”cibir Lee songsaenim, aku dan Jongjin hanya diam.
Tidak mungkin kan kalau kami saling jujur? Mengatakan kalau kami seperti ini karena Hye Raa? Itu ide gila!
“kenapa diam?! Cepat katakan!”sambung kepala sekolah

“Yesung, apa ini ada hubungannya dengan Hye Raa?”tanya Siwon tiba tiba, spontan aku dan Jongjin menoleh kearahnya. Kenapa dia bisa mengetahui itu?
“kau mendengar semuanya?”tanyaku kaget
“jadi benar karena dia?”aku dan Jongjin hanya bisa menunduk
“Hye Raa, mantan kapten basket itu?”tanya kepala sekolah
“ne, adiknya almarhum Jung Soo, kan?”jawab Lee songsaenim, Siwon dan Donghae mengangguk bersamaan
“panggil gadis itu sekarang”

TOK TOK TOK

Terdengar suara ketukan pintu dan masuklah seorang namja berpipi chubby dan bermata sipit, bukankah dia teman Jongjin? Siapa sih namanya? Mochi ya kalau tidak salah?
Dia berjalan dan melihat kearahku dan Jongjin sambil mengernyit
“ada apa?”tanya kepala sekolah, dia langsung mengalihkan pandangannya dari kami dan menatap kepala sekolah
“ah anio, aku hanya ingin mengatakan kalau saudaraku yang dari China yang kemarin daftar disini besok akan mulai masuk sekolah”katanya formal
“besok? Baiklah”Mochi tersenyum dan mengangguk lalu kembali melihat kami
“ya! Jongjinnie! Kenapa kau ada disini?”tanyanya pada Jongjin.
Jongjin hanya menatapku sinis seolah member jawaban pada Mochi kalau ini semua gara gara aku. Ya, kuakui aku salah. Aku tahu kalau Jongjin mengetahui semuanya, dia akan membenciku. Mochi tampak terkejut sambil melihatku.
“kalian berkelahi?”tanyanya lagi, Jongjin mengangguk “wae?”
“Henry Lau, kau siswa kelas 11.B kan?”tanya kepala sekolah, Mochi mengangguk
“ne”

“kau sekelas dengan Park Hye Raa? Panggilkan dia sekarang”perintah kepala sekolah, Mochi tampak membulatkan mata, mulut dan pipinya (?)
“Hye Raa? Ada apa?”
“mereka berkelahi ada hubungannya dengan gadis itu”jawab Lee songsaenim
“mwo? Kalian memperebutkan Hye Raa?”tanya Mochi polos, sontak membuat kami semua menoleh kearahnya. Bagaimana bisa dia berpikiran sejauh itu?
“mwo?
“ya bisa jadi kan?”jawabnya lagi
“sebaiknya sekarang kau panggilkan gadis itu”perintah kepala sekolah lagi
“tapi masalahnya, Hye Raa tidak hadir hari ini”kata Mochi
“aniya! Dia datang! Dia ada diatap gedung”jawab Jongjin sambil melirikku tajam
“baiklah, Henry panggilkan dia”Mochi mengangguk lalu berjalan kearah pintu dan keluar dari ruangan ini, kurasa dia memanggil Hye Raa. “kalian berdua, saya akan memanggil orang tua kalian”kata kepala sekolah lagi. Jongjin menatapku tajam, aku tau dia sangat marah padaku karena berani melukai yeoja yang dicintainya.
-Yesung PoV end-

#Hye Raa PoV
Kenapa dia harus mengikutiku? Aish! Pasti dia tau kalau aku tak masuk ke kelas, aku akan kesini! aku juga sih yang bodoh! Kenapa aku tak menyadari kalau dia mengikutiku?! Aish! Aku mengacak rambutku frustasi, pasti dia akan sering mengikutiku kesini juga #wooo PD banget ni orang, siapa juga yang mau ngikutin situ? :p #
“Hye Raa”teriak seseorang dari belakang, suara Mochi?
Aku menoleh dan ternyata benar, dia berlari kearahku. Kenapa dia bisa tahu aku disini? Ah! Pasti Jongjin!
“wae?”tanyaku saat dia sedang mengatur nafasnya yang terengah engah didepanku. Aku mengernyit

“k kau h h k kau”
“apa?”
“k kau h h”
“ya! bicara yang jelas!”bentakku, dia diam sejenak lalu menarik nafas panjang lalu menghembuskannya
“kau kenapa disini? Kenapa tak masuk ke kelas?”
“aku sedang tidak ingin berada dikelas. Disini lebih nyaman”jawabku santai “ada apa kau kesini?”
“ah iya, kau dicari kepala sekolah”
“mwo?”
“kau dicari kepala sekolah”ulangnya
“ada apa? Kepala sekolah tau aku disini? Dia marah?”
“dia sih baru tau kau disini, tapi dia mencarimu bukan karena itu”
“lalu?”

“Jongjin dan Yesung hyeong tadi berkelahi dan katanya penyebab mereka berkelahi adalah kau”aku terbelalak
“mwo? Aku? Kau yakin? Tidak salah orang? Kenapa bisa aku?”dia menggeleng
“molla, mungkin mereka memperebutkanmu”jawabnya sekenanya
“memperebutkanku? Kalau Jongjin sih aku memang tau dia menyukaiku, bahkan kemarin dia menyatakan perasaannya padaku. Tapi Yesung? Dia menyukaiku juga?”Jongjin langsung cengar cengir (?)
“berarti kau dan Jongjin sudah berpacaran?”
“ani!”
“tapi kan dia sudah menyatakan cintanya padamu”
“tapi aku menolaknya!”dia terbelalak
“mwo? Wae?”

“aku tidak menyukainya”jawabku sambil mengalihkan pandangan kearah kota Seoul yang luas
“wae? Kau menyukai Yesung hyeong?”sontak aku menoleh ke arahnya
“neo micheosseo?! Mana mungkin aku menyukainya! Jongjin jauh lebih baik darinya!”
“tapi sepengelihatanku, kalian cocok kok”jawabnya polos, aku langsung memberikan plototan terbaikku padanya
“cocok?!”dia mengangguk
“kalian sama sama aneh, keras kepala, sama sama bernama Ye, sama sama memperebutkan gelar kapten, dan kalian saling bertengkar setiap bertemu. Itu buktinya”aku langsung mendaratkan jitakan terampuhku dikepalanya
“sekali lagi kau berani bicara seperti itu, aku akan membuatmu tidak akan pernah bisa menghirup udara lagi! Lagipula, ya! namaku Hye, bukan Ye! Siapa juga yang mau disamakan dengan namja gila sepertinya!”dia terkekeh
“haha sudahlah, jja kita keruangan kepala sekolah”ajaknya, aku hanya mengangguk dan berjalan menuju ruangan kepala sekolah.

===============================

Sesampainya disana, aku melihat ada tiga punggung namja yang menutupi meja tempat kepala sekolah duduk, dua diantaranya memakai seragam dan yang satunya lagi memakai baju guru. Tidak perlu ditebak, yang jelas kedua orang itu siswa disini dan yang satunya lagi songsaenim.
“songsaenim, ini Hye Raa”kata Mochi, ketiga namja tadi membalikkan badanya dan barulah terlihat siapa mereka.
Kedua namja tadi adalah Siwon dan Donghae oppa dan yang satunya lagi kalau tidak salah wali kelas mereka. Mataku tertuju pada dua orang namja yang sedang duduk didepan meja kepala sekolah yang memakai seragam sama sepertiku, hanya saja satu diantaranya memakai simbol berbeda.
Dua namja yang memang sangat aku kenal, dan mereka adalah Kim brother’s #halah#. Jongjin dan kepala sekolah menatapku tajam, sementara Yesung menunduk. Wae? Kenapa dia begitu?
“ada apa aku dipanggil kesini?”tanyaku polos
“kau penyebab mereka berkelahi”jawab kepala sekolah sambil berjalan kearahku, tapi Jongjin dan Yesung masih di posisi yang sama.

“mwo? Nae?!”
“ne”jawab kepala sekolah sambil mengangguk
“kenapa bisa aku? Aku saja tidak tau mereka berkelahi, aneh!”aku mengernyit
“tapi memang penyebab mereka berkelahi itu kau Nona Park”kata kepala sekolah
“sekarang coba aku tanyakan pada kalian semua, aku saja tidak ada ditempat kejadian kan ketika mereka berkelahi? Kenapa bisa aku yang disalahkan? Aku bahkan tak mengerti apa maksud ini semua”
“mereka memperebutkanmu”jawab Donghae oppa, aku mengernyit
“ani, kami bukan memperebutkanmu”sambung Yesung
“kalau bukan karena itu, kenapa?”
“sudah sudah! Nona Park, kau tetap disini sampai orang tua mereka datang ya”kaa kepala sekolah lagi
“keunddae”

“aku harap kau tidak keberatan!”tegasnya lagi, aku hanya bisa menghembuskan nafas berat lalu berjalan kearah sofa yang ada diruangan ini. “baiklah kalau begitu kita tinggal menunggu orang tua mereka datang, saya rasa kalian bisa kembali ke kelas”Lee songsaenim, Mochi, Siwon dan Donghae oppa mengangguk lalu meninggalkan ruangan ini.
“Park Hye Raa, kenapa kau tidak masuk ke kelas?”tanya kepala sekolah ketika diruangan ini hanya ada aku, kepala sekolah dan Kim brother’s
“dikelas sangat membosankan”jawabku santai sambil melihat lihat kaki kiriku yang terpasang gips.
Kulihat Jongjin dan Yesung saling melihatku dengan wajah memar mereka, kenapa mereka berkelahi sih? Kalau berkelahi sebenarnya tidak apa-apa juga, tidak untung dan rugi kan untukku? Tapi kenapa harus membawa namaku?
Harusnya sekarang aku bisa duduk santai di atap gedung, bukannya disini! Apalagi ada dia! Aku melirik Yesung sinis, sampai akhirnya terdengar suara pintu terbuka.

Dan masuklah seorang yeoja paruh baya, sepertinya aku pernah melihat yeoja ini. Umma nya Kim brother’s ya?
“Yesung, Jongjin. Ada apa ini?”tanyanya histeris sambil memegangi wajah Yesung dan Jongjin secara bergantian. Kulihat Jongjin melirik Yesung sinis, kenapa sih?
“anda ibu dari Jongjin dan Yesung?”tanya kepala sekolah, yeoja itu mengangguk. Ah iya! Benarkan, dia ibunya!
“ne, saya ibu mereka. Mereka kenapa?”
“mereka ditemukan (?) berkelahi didepan kelas 12.A”
“mwo?! Berkelahi?! Mereka? Berdua?”kepala sekolah hanya mengangguk “wae Yesungie, Jongjinnie?”tanya umma nya khawatir

“karena yeoja itu”ujar kepala sekolah sambil menunjuk kearahku.
Ummanya membalikkan badan dan menatapku sambil membulatkan mata
“siapa? Aku?”tanyaku polos
“k kau temannya Jongjin yang waktu itu kan? Park Hye Raa?”tanya umma nya masih dengan mata yang dibulatkan
“ne ahjumma”aku mengangguk dengan senyum yang kupaksakan
“kau penyebabnya?”tanya ummanya lagi, kini giliranku yang membulatkan mata
“a anio ahjumma! Aku tidak tau kenapa mereka berkelahi, tiba tiba saja kepala sekolah memanggilku dan aku dituduh sebagai penyebab mereka berkelahi. Aku bahkan sama sekali tak mengerti apa maksud mereka”kataku panjang lebar. Mereka masih fokus menatapku, lalu aku mengangkat bahuku.

“begini Nyonya, kata beberapa orang saksi, mereka berkelahi karena memperebutkan yeoja itu”
“ya! bukankah tadi katanya mereka tak memperebutkanku?! Aish!”dengusku
“aniya, kepala sekolah! Kami berkelahi bukan karena memperebutkannya”sanggah Yesung
“sudah! Sebaiknya kalian berdua duduk disebelah Hye Raa dulu! Biarkan saya berbicara dengan ibu kalian”setelah beberapa saat Jongjin dan Yesung akhirnya menurut dan mereka beranjak dari duduknya berjalan kearahku.
Keduanya menatapku tajam, wae? Lalu mereka duduk disebelahku, Jongjin disebelah kiriku dan Yesung disebelah kananku. Karena kebetulan aku duduk ditengah sofa, jadi mereka duduk di kedua sisiku lalu kembali menatap lurus ke depan.

1 menit..
2 menit..
Kepala sekolah masih tampak berbicara dengan orang tua Kim brother’s. diantara kami pun hanya ada keheningan, tak ada yang membuka mulut. Karena tak tahan, aku akhirnya angkat bicara.
“sebenarnya kenapa sih?! Kenapa aku dibawa-bawa?!”sontak keduanya menatapku, aku hanya melirik mereka secara bergantian

“dia yang memulai!”jawab Yesung
“hyeong! Pantaskah kau berkata seperti itu?! Aku seperti itu juga karena apa?!”kata Jongjin cepat
“ya! aku bukan meminta kalian untuk bertengkar lagi!”keduanya saling membuang muka “Jongjinnie, katakan padaku apa penyebabnya! Dan apa hubungannya denganku?”sambungku
“dia yang membuatmu seperti inikan? Dia yang membuatmu cacat, pantaskah aku hanya diam, hah?”aku tertegun mendengar ucapannya.
Jadi dia memukul Yesung karena membelaku? Aku hanya mematung sekarang, apa yang harus kulakukan? Aku menolaknya kemarin tapi hari ini dia rela berkelahi dengan hyeong nya sendiri karena aku?

“kau keterlaluan hyeong! Beraninya kau menyakiti yeoja dengan tanganmu sendiri?! Kau punya hati tidak, hah?!”kata Jongjin lagi sambil melihat Yesung, Yesung hanya berani menatapnya tanpa berkata apapun sampai akhirnya…
“Yesungie, Jongjinnie, ikut umma pulang”kata umma nya, mereka hanya saling lirik melirik sambil berdiri.
“kepala sekolah, aku juga mau pulang”kataku sambil berusaha berdiri.
tapi sial memang karena kakiku yang masih terpasang gips ini, aku terpeleset dan hampir terduduk kembali ke sofa. Namun tidak seperti itu karena tiba-tiba kurasakan ada kedua tangan yang memegangi pundakku agar tidak jatuh, ah pasti Jongjin! Aku menoleh kearah Jongjin, dia justru menatapku tajam dengan tatapan kesal! Wae?
Kulihat tangannya tak memegang pundakku, loh jadi? Aku melirik kesamping kananku dan omona! Ternyata dia yang memegangiku? Aku langsung melepaskan tangannya yang memegangi pundakku.
“hati hati”bisiknya, aku menoleh kearahnya, namun ternyata wajahnya masih berada didekat telingaku yang membuat jarak diantara kami sangat dekat.

Dag Dig Dug (?)
Kenapa jantungku berdebar jauh lebih cepat dari yang tadi? Wajahnya ternyata teduh juga ya? eh? Ya! apa yang ku katakan?! Jangan gila Park Hye Raa! Rutukku.
Aku langsung mengalihkan pandangan kearah berlawanan
“permisi”lalu berjalan kearah pintu keluar dan keluar dari ruangan serta sekolah ini.
-Hye Raa PoV end-

@Handel and Gratel

#Yesung PoV
“apa apaan kalian ini?! Bisa bisanya kalian berkelahi disekolah?! Kalian mau membuat appa dan umma malu, hah?!”bentak appa ketika kami sudah sampai direstaurant, aku dan Jongjin hanya bisa menunduk. “siapa yang akan menjelaskan semua ini, hah?!”
“kata kepala sekolahnya, mereka berkelahi karena seorang yeoja. Namanya Park Hye Raa, teman Jongjin”jawab umma, appa kembali menatap kami tajam
“benar itu Yesungie, Jongjinnie?!”aku dan Jongjin mengangguk pelan “kalian memperebutkannya?! Jelaskan pada appa!”appa sebenarnya sosok yang baik dan ramah, tapi kalau dia sudah sangat marah maka dia akan berubah menjadi orang yang sangat galak.

“aniya appa, kami tidak memperebutkannya”jawabku
“Yesung hyeong menyakiti yeoja itu appa! Umma lihat kan bagaimana Hye Raa tadi? Dia memakai tongkat dan keadannya separah itu karena siapa?! Karena Yesung hyeong! Jahat sekali bukan?! Dia bahkan tega menyakiti yeoja dengan tangannya sendiri!”jawab Jongjin dengan suara yang sedikit berteriak, aku tau aku sangat salah dan aku hanya bisa menunduk sekarang.
Appa mengernyit “kenapa kau sangat membela yeoja itu Jongjinnie, apa dia yeojachingumu?”Jongjin sedikit menundukkan wajahnya
“ani, tapi aku mencintainya, appa”jawab Jongjin lagi,appa hanya mengangguk lallu memfokuskan pandangan padaku.
“Yesungie, sekarang jelaskan pada kami semua, kenapa bisa kau mencelakakan yeoja itu?!”aku diam beberapa saat
“aku tidak sengaja mendorongnya appa, waktu itu kuakui aku sangat kesal dengannya. Tanpa sadar, aku mendorongnya hingga dia jatuh ke jalan. Dan saat itu jugalah sebuah mobil melaju kencang dari arah samping dan menabraknya tiba tiba. Aku tak sempat menyelamatkannya, aku sudah berusaha untuk melakukan itu tapi tidak bisa. Dia terlanjut ditabrak mobil itu dan aku hanya bisa menyelamatkannya ketika dia tak berdaya lagi”kurasakan mataku memanas.

Kenapa aku jadi hampir menangis begini ya? seakan aku memang sangat menyesal karena telah membuat Hye Raa celaka. Ya, kuakui aku memang sangat menyesal, tapi perasaan menyesal ini berbeda dari biasanya. Seperti, seperti apa ya?
Seperti aku merasakan bagaimana rasanya menjadi Jongjin, yeoja yang dicintainya terluka, seperti itulah yang kurasakan. Appa, umma dan Jongjin hanya diam sejenak.
“tapi kau bisa berpikir tidak sih, hyeong?! Semarah apapun kau pada yeoja, jangan pernah berlaku kasar padanya! Bagaimana kalau dia tak terima dan justru melaporkanmu ke polisi?! Kau juga yang celaka!”kata Jongjin, kau hanya mampu menunduk dan membiarkan cairan bening yang sedari tadi sudah tidak sabar untuk mengalir jatuh ke pipiku.
“aku sama sekali tak takut akan hal itu! Aku tidak pernah taku kalau Hye Raa akan melaporkanku ke polisi, toh memang aku yang salah”jawabku, ya memang aku tidak pernah takut dia melaporkanku ke polisi. Yang aku takutkan adalah jika Hye Raa sampai tak selamat? Jika Hye Raa akan begini selamanya? Itu hal yang paling aku takutkan!

“sudah sudah! Yesung sudah mengakui kesalahannya kan? Dan dia juga sudah minta maaf? Umma rasa masalah ini tak perlu diperkepanjangan lagi, sudah Jongjinnie! Yesungie, uljima”kata umma sambil mendekatiku, aku hanya mengangguk dan menghapus sisa air mataku.
“lalu bagaimana dengan yeoja itu?”tanya appa
“untungnya dia yeoja yang baik appa, jadi walaupun dia terluka karena ulah Yesung hyeong, dia tetap menerima dan memaafkannya! Bersyukurlah kau hyeong!”aku kembali menunduk
“sudah sudah! Umma rasa masalahnya sudah selesaikan? Yesungie, Jongjinnie, ayo saling minta maaf! Kalian ini kakak beradik, tidak sepantasnya kalian berkelahi, apalagi didepan umum. Ayo saling minta maaf”kata umma, aku mengangguk lalu mengulurkan tanganku pada Jongjin.

“aku janji tidak akan pernah menyakitinya lagi, dan aku janji tidak akan kasar padanya lagi”kataku, dia tampak berpikir sejenak lalu membalas uluran tanganku.
“kalau sampai aku melihatmu berani melukainya lagi hyeong, aku tidak akan pernah mau memaafkanmu, arasseo?”aku mengangguk sambil tersenyum.
“nah sekarang masalah sudah selesai kan? Jongjinnie, Yesungie, kalian tidak pulang? Ini sudah malam”kata umma, aku mengangguk.
“kkaja, kita pulang. Aku masih ada tugas”ajakku pada Jongjin, dia menggeleng
“aniya, kau duluan saja hyeong! Aku mau disini saja bersama umma dan appa. Aku tidak ada tugas kok”
“yasudah kalau begitu, umma, appa aku pulang duluan ya”mereka mengangguk.
-Yesung PoV end-

@7 malam

#Author PoV
Hye Raa yang merasa bosan dirumah pun akhirnya memutuskan untuk keluar dan berjalan-jalan sendirian tanpa diikuti ahjussi yang bertugas sebagai supirnya. Setelah melalui beberapa pemberontakan (?) dari para pelayannya yang tak setuju kalau Hye Raa pergi sendiri, akhirnya mereka setuju setelah diancam embel-embel pemecatan yang diberikan Hye Raa.
Hye Raa berjalan tanpa arah mengikuti keinginan kakinya, entah kemana. dia menghirup udara malam kota Seoul yang memang sangat dingin. Setelah beberapa lama, dia merasa lelah dan melihat sebuah halte.

Halte yang sepi, pikirnya. Memang jalanan malam ini sangat sepi dan dingin, padahal bukan saatnya musim dingin. Dia memutuskan untuk duduk di halte itu untuk sekedar melepaskan lelah sebentar. Setelah duduk di halte, dia menggoyang-goyangkan kaki kirinya yang masih terpasang gips dan memainkan tongkat yang ia pegang.
Ia tak sadar bahwa ada seseorang yang memperhatikannya sejak tadi, dan orang itu menghampirinya.
“hai, Nona manis”sapanya sambil mencolek dagu Hye Raa. Hye Raa yang terkejut pun segera menoleh dan terlihat seorang namja berpenampilan acak-acakan, seperti preman, sangat liar! Hye Raa mengernyit
“siapa kau?! Jangan macam-macam, ya!”

“wah kau galak sekali ya”goda namja itu sambil kembali mencoleh dagu Hye Raa
“ya! kubilang jangan macam-macam!”teriaknya sambil mencoba memukul namja itu dengan tongkat yang ia pegang. Sialnya, tongkat itu malah terjatuh dari tangannya dan sulit baginya untuk mengambil tongkat itu.
“aish!”dengusnya kesal. Namja itu segera mengambil tongkat yang tergeletak manis didekat kakinya itu sambil tersenyum meremehkan
“kau mau mengambil ini, hah?”Hye Raa mengangguk polos “tapi aku juga punya satu keinginan”sambungnya lagi, Hye Raa hanya mengernyit
“apa sih maksudmu?! Apa yang kau mau, hah?! Aku mau pulaaaang!!”teriak Hye Raa
“aku mau dirimu”katanya lalu berjalan perlahan kearah Hye Raa.

Hye Raa yang panik pun terus memundurkan duduknya dan mencoba menjauh dari orang itu.
“ya! kau! Jangan macam-macam ya! aku pemegang sabuk hitam di taekwondo!!”gertak Hye Raa, namja itu sama sekali tak menghiraukannya dan justru semakin mendekat pada Hye Raa.
Hye Raa meraba kursi halte yang ia duduki dan, omona! Dia sudah duduk diujung kursi halte! Itu tandanya ia tak akan bisa mundur lagi. Namja itu kembali tersenyum kemenangan.
“mau kemana lagi kau, chagi?”namja itu semakin mendekat dan mendekat, Hye Raa semakin pucat karena namja itu memang sangat dekat dengannya.

“yaaaaaaaaaaa!!”teriakan Hye Raa terhenti begitu saja ketika dia merasakan ada seseorang yang membungkam mulutnya dan memegangi pundaknya.
Hye Raa melihat tangan namja brengsek didepannya itu dan itu bukan tangan namja yang ada dihadapannya. Hye Raa menoleh kesamping dan matanya terbelalak saat melihat ternyata dia…

To Be Continue___
Siapakah yang membungkam mulut Hye Raa?
Apakah yang akan terjadi padanya?

Bagi yang penasaran, tunggu cerita selanjutnya ya😀
kalo ga penasaran, ya gapapa😀 #plak
yang kena tag atau yang uda baca, please CL #2ne1 kali thor?
maksud author Coment + Like ^^
mian ya kalo ceritanya makin aneh😀
ingat, jangan jadi silent readers, oke?

Mian ya part 7 nya lama T___T

kamsahamnida ^^

One thought on “The One I Love part 8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s