Song For You part 1

Title : Song For You
Author : Chocoby (@Lytha Virnanda)
Poet : @Mytha Lislyantila Apriyani Kato
Main Cast :
Choi Hyewon
Lee Eunri
Park Leeteuk
Cho Kyuhyun
Genre : Friendship(?), Romance(?), Angts(?) (*maybe)
Lenght : 1/?
Ost : Love – Davichi
WARNING !!
Typo, Gaje(?), and DON’T COPAS, Right !!

=================================================

Hari ini, hidupku seperti hari biasa saja.
Tidak ada kegundahan yang menyelimuti.
Hanya saja….

“Choi Hyewon!!” Aku mendengar teriakan itu. Sahabatku tengah berdiri, melambaikan tangan dengan senyuman khasnya.
Aku membalas senyumannya, dan sedikit mempercepat langkahku.

“Annyeong~” sapaku saat sampai didepannya. Dia tersenyum kearahku, kemudian mengalungkan lengannya di lenganku seperti sepasang kekasih yang akan menikah.
“Kajja..”

***
Aku dan murid lainnya tertawa saat melihat Eunri, sahabatku berpidato didepan kelas. Bukan karena pidatonya jelek, tapi memang gaya dan topiknya sangat menarik. bahkan dia bisa menirukan apa yang menjadi objek pembicaraan. Sungguh, dia sangat pantas menjadi politkus karena keahlian berbicaranya itu. Mungkin 10 tahun yang akan datang, dia akan menjelma menjadi pemimpin negeri ini.

Hari inipun tak terlalu bahagia, meski aku tertawa lepas…

***
#teng~ teng~ teng~ (*suara bel^^)

Aku melihatnya. Malaikat dalam mimpiku tengah tersenyum sangat manis sehingga memperlihatkan lesung pipit yang berada di bawah pipi kirinya. Tangannya asyik mengacak lembut rambut hitam kelam bergelombang .

“Ya! Hyewon.. kesini..” Eunri melambaikan tangannya padaku. Sehingga malaikat mimpiku mengalihkan pandangannya kepadaku.
Lantas aku tersenyum dan menghampiri mereka.

“Hari ini, kau ada acara..? mau ikut ke mall bersama kami..?” tanya Eunri seraya mengalungkan lengannya di tangan malaikat mimpiku. Membuatku sedikit… cemburu.

“Hmm~ Mianhae.. hari ini aku harus menemani eomma merangkai bunga..” dustaku. Mana ada seseorang yang menyuruhku menemaninya sedangkan dia sendiri ada di luar negeri?
Ya, eommaku memang seorang diplomat yang sering bulak-balik ke luar negeri.

“Hmm~ baiklah.. kami duluan, ya..? daah~” pamit Eunri seraya menarik malaikat mimpiku pergi. Sebelumnya, aku sempat melihat senyuman malaikatnya.
Hey! Dia tersenyum padaku!
Hah~ sungguh menyedihkan…

***
Semua berjalan tanpa kesan yang berarti, bagaikan gas yang terbuang dari balon…

“Butuh teman..?” sapa seseorang yang tiba-tiba saja duduk disampingku. Aku menoleh padanya. Terlihat smirk-nya yang khas itu. Aku membalasnya dengan senyuman.
Iblis ini selalu saja datang secara tiba-tiba.

“Cha!” katanya seraya menyodorkan kaleng soda. Aku tersnyum dan mengambil kaleng soda itu.
Namja evil ini membuka soda miliknya dan mulai meneguknya. Akupun melakukan hal yang sama.

“Kenapa kau..??” ucapnya yang membuatku harus menoleh padanya.
“Apanya..?” jawabku jujur.
“Tiga hari ini aku selalu melihatmu disini..” jawabnya seraya menempelkan bibirnya di permukaan kaleng soda.
“huh!” aku tersenyum agak sinis menanggapi jawabannya.
“Apa kau ada masalah..?” tanyanya lagi, kini matanya menatapku lekat.
“Anii.. aku tidak apa-apa..” jawabku seraya mengalihkan pandanganku menatap air mancur di tengah danau tepat di depan kami.
“Jelas-jelas suasana hatimu sedang tidak baik..” ucapnya sedikit membuatku tersentak.
“Sudah kubilang, aku tidak apa-apa.. Kau mengerti..?!” sahutku sedikit menaikkan nada bicaraku dan beranjak pergi meninggalkannya yang melongo menatapku heran.

Aku memilih diam atas apa yang kurasa..
Lidah ini terlalu erat menyimpan semua hal pahit yang kuterima..

***
Aku duduk lagi diatas atap rumahku. Tempat dimana aku bisa melihat bintang yang bersinar terang. Tempat dimana aku bisa menyendiri tanpa ada seorangpun yang mengganggu. Tempat dimana aku bisa menangis sepuas hati tanpa ada orang yang tau. Dan tempat dimana aku bisa membayangkan malaikat mimpiku. Sungguh dia adalah mimpi indahku sekaligus mimpi burukku.

Aku memeluk kakiku dan menelengkupkan kepalaku dilututku.
Malam ini dingin sekali. hembusan angin malam menyelimuti kesedihanku yang tak jelas. Butiran bening itu mengalir membentuk sungai kecil.

Banyak motivasi yang telah kuciptakan untuk membuang rasa sedih ini.
Namun, semuanya sia-sia….

***
#teng~ teng~ teng~

*Author POV*
Semua murid Yumkwang High School berhambur keluar dari kelas mereka. Tak terkecuali Hyewon dan Eunri.
Seperti biasa, mereka akan berbicara, mengomentari mata pelajaran hari itu, sampai tentang gurunya yang tidak asyik.

“Haha.. ne, kau benar sekali.. dia benar-benar mirip dengan ikan cucut..” celetuk Eunri diikuti anggukan dan tawa Hyewon.

“Eunri-ya~” sapa seseorang, yang mengharuskan mereka menghentikan tawanya.
Seorang namja berdiri tegak di depan mereka. Membuat Eunri harus memperlihatkan wajah sebalnya.

“Hah~ kajja Hyewon..” Eunri menarik tangan sahabatnya, tanpa memperdulikan namja yang sudah menunggunya di depan kelas sedari tadi.

“Ya! Lee Eunri!!” tangan kekar namja itu menahan kasar lengan Eunri, membuat Eunri sedikit meringis dan menghentikan langkahnya.
“Lepaskan aku!!” protes Eunri. Hyewon yang tidak tau harus berbuat apa, hanya bisa diam.
“Tidak sebelum kau mendengarkanku..!” tolak namja itu.
“Leeteuk oppa, jangan terlalu kasar padanya..” ucap Hyewon akhirnya, mencoba menengahi mereka.

Namja yang bernama Leeteuk itu menghela nafas, dan menatap Hyewon. Tatapan yang tak pernah Hyewon lihat sebelumnya. Tatapan yang benar-benar dingin sekaligus membuat jantung Hyewon berdetak tak karuan.

“Aku mohon! Biarkan kami menyelesaikan urusan ini tanpa campur tanganmu..” ucapnya sedikit menggunakan penekanan disetiap kata. Membuat Hyewon ‘sedikit’ bergidik, menghindari tatapan Leeteuk yang semakin mendekat.

Sesaat kemudian, Leeteukpun menarik paksa Eunri dan pergi meninggalkan Hyewon yang sibuk dengan detak jantungnya.
Setelah merasa semuanya pergi, Hyewon pun tersadar dan mencoba menghela nafasnya.

“Kenapa tatapannya begitu menyeramkan…?”
“nugu..?” tanya seseorang tepat ditelinganya. Membuatnya sedikit terkejut.

“Kau!” ucap Hyewon saat tau siapa yang sudah membuat jantungnya kembali tak karuan.
“iiisshhh!! Aku ini lebih tua darimu.. bisakah sedikit sopan pada sunbae-mu yang satu ini..?! setidaknya, panggil aku ‘op-pa’!!” protes namja itu.
“Shirreo!!” sahut Hyewon seraya membuang mukanya, membuat namja itu mengerucutkan bibirnya.
“kalau kau tidak mau, aku akan menelfon Siwon hyung, dan mengatakan kalau sebenarnya kau ini tidak pernah mengikuti les musik…” ancam namja itu.
Hyewon menatapnya dengan tatapan membunuh. Tapi tak mendapatkan respon dari Kyuhyun.
“baiklah.. sepertinya aku memang harus menelfonnya..” namja bernama Kyuhyun itu mulai merogoh sakunya.
“KYU!!” Hyewon menahan tangan Kyuhyun yang sedang merogoh sakunya.
“Panggil aku ‘oppa’, atau Siwon hyung mengetahui kelakuanmu yang sebenarnya..?” ancamnya lagi.
“Aaarrrrgggg!! Sepenting itukah panggilan itu bagimu..?!!”
“Ye.. karena aku lebih tua darimu..”

“aiissshh! Jinjja!!” rutuk Hyewon, kini ia melipat kedua tangannya di depan dadanya.
“Hmm… dimana ya numb Siwon hyung..?” ucap Kyuhyun dengan nada menyindir seraya mengecek kontak di ponselnya.
“KYU!!” Hyewon menahan tangan Kyu lagi. Kini mereka saling bertatapan.
Hyewon menatap Kyuhyun dengan tatapan -aku mohon-. Berharap namja yang terkenal dengan evil-nya ini mau berbaik hati. Kyuhyun sedikit mengangkat alisnya, mencoba berpikir. Kyuhyun menatap Hyewon sekilas.
Bukannya mendapat jalan keluar yang cerah(?), Kyuhyun malah melanjutkan aktivitasnya yang tertunda. Ia mengangkat ponselnya lagi.

“Aaarrggg!! Baiklah baiklah.. OPPA HENTIKAN !!!” teriak Hyewon kencang. Membuat namja evil ini sedikit menjauhkan diri dan menutup kedua telinganya dengan kedua jari telunjuknya.
“kau puas huh?!! Cepat serahkan ponselmu itu!!” ucap Hyewon seraya merebut benda persegi panjang itu dari tangan Kyuhyun.

Hyewon mengecek ponsel Kyuhyun. Takut terjadi apa-apa.
Sedangkan Kyuhyun merapikan bajunya dan tersenyum seduktif pada yeoja di depannya.

“Coba ulangi lagi..?” pintanya seraya mendekatkan telinganya didepan wajah Hyewon.
“Shirreo!!” sahut Hyewon cepat seraya berjalan pergi meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun melihat punggung Hyewon yang semakin menjauh, berjalan dikoridor sekolah yang sudah sepi.

“Ya! itu ponselku!” teriak Kyuhyun.

Hyewon berbalik dan menjulurkan lidahnya, kemudian melanjutkan langkahnya. Kyuhyun sedikit melongo melihat tingkahnya, tapi sesaat kemudian, dia tersenyum penuh arti.

“YA!!”

***
“Awas kau!”
“Hahaha…”
Hyewon dan Kyuhyun keluar dari area koridor sekolah. Tangan mereka saling menyikut satu sama lain.

“Kau tetap tidak percaya..??! Ya! aku sudah berkata jujur, Lee Eunri!!” Leeteuk mencoba meyakinkan Eunri yang masih marah hanya karena kesalahpahaman di antara mereka.

Hyewon dan Kyuhyun menghentikan aktivitasnya dan melihat ke sumber suara. Dilihatnya Eunri yang sedari tadi terus menutup kedua telinga dan matanya. tak ingin melihat wajah malaikat namjachingunya ketika sedang memohon. Karena ia tau, sekalinya menatap wajah itu, ia tak akan kuasa menolak permohonan maafnya.

Ini memang kejadian salah paham, tapi bagi Eunri ini sangat fatal! Bagaimana bisa ia harus melihat namjachingunya mencium punggung tangan seorang yeoja di depan matanya?

Dengan sekali hentakan, Hyewon beranjak pergi meninggalkan Leeteuk. Hyewon dan Kyuhyun masih memperhatikan dua sejoli yang bertengkar itu.
Eunri masuk kedalam mobilnya. Tak lama, bunyi pedal gas terdengar. Mobil Eunripun perlahan meninggalkan area parkir sekolah. Leeteuk masih menatapnya tak percaya. Dihelanya nafas berat seraya membuang muka.

CKIIIIIITTTT
BRAAAKKK!!

Dengan cepat pandangan Leeteuk beralih saat terdengar suara dentuman yang sangat keras itu. Hyewon dan Kyuhyunpun melakukan hal yang sama. Mereka bertiga berhamburan keluar gerbang sekolah.
Dilihatnya mobil Ferari berwarna biru itu menabrak sebuah truk besar. Ketiganya langsung panik dan berlari menghampiri mobil tersebut.

***
Hyewon masih menangis diruang tunggu dengan Kyuhyun yang sedang menenangkannya. Menunggu dokter yang sedang memriksa keadaan Eunri setelah kecelakaan tadi. Leeteuk hanya diam, menatap lantai Rumah Sakit dengan pandangan kosong. Air mata terus keluar melewati pipinya.

Penyesalan.. itulah yang sedang berada dalam benaknya. Jika saja tadi dia bisa mencegah Eunri, mungkin kejadian ini tidak akan terjadi. Jika saja kesalahpahaman itu tak pernah ada, mungkin mereka masih bersama. Jika saja…. Semuanya sudah terlambat.

Tak lama kemudian, sepasang suami-istri berjalan setengah berlari menghampiri mereka. Hyewon dan Kyuhyun berdiri menyambut mereka.

“Hyewon-ah.. bagaimana keadaan Eunri, eoh..??” tanya langsung seorang ahjuma dengan nada sangat panik.
“Lee ahjuma.. mianhae..” Hyewon kembali menangis.
“Kau tidak perlu meminta maaf, sayang..” sahut Lee ahjuma seraya mengusap lembut kepala Hyewon. Air mata wanita paruh baya itu mulai keluar dari mata indahnya.

“Dokter sedang memeriksanya, ahjussi..” ucap Leeteuk pada appa Eunri.
“Mianhae..” lanjut Leeteuk sedikit terisak. Appa Eunri hanya bisa mengelus punggung Leeteuk. Mencoba mengerti dengan keadaan.

***
“Kau harus makan, chagi..” Leeteuk menyodorkan sendok yang berisi nasi kearah Eunri yang duduk di kursi roda.
Dia hanya menggeleng, menolak untuk makan.
“Aku tidak lapar, oppa..” sahut yeoja itu.

*Hyewon POV*
Aku melihatnya… Malaikat mimpiku sedang sibuk membujuk Eunri untuk makan.
Aku hanya bisa tersenyum getir. Ini sungguh menyedihkan. Selama tiga tahun kusimpan perasaan ini. Penantianku selama ini hanya berujung pada kesedihan?
Cairan bening itu mengalir lagi…

“Ya!” teriak seseorang. Aku tau siapa dia. Dia sering sekali muncul tiba-tiba.
Aku segera berbalik, membelakanginya untuk bisa menghapus air mataku.
“Kau kenapa..?” dia mulai bertanya. Aku masih membelakanginya karena aku belum bisa sepenuhnya membersihkan cairan bening ini.

Merasa tidak mendapat jawaban, Kyuhyun menarik tanganku dan memaksaku untuk berbalik.
Aku tak kuasa melawannya, karena tenaganya lebih besar dariku. Maka dengan keadaan sangat memalukan, dia melihat wajahku yang masih berantakan karena menangis.

“Aiissshhh! Neo!!” protesku seraya mengibas tangannya.
“Kau.. kau menangis..?” tanyanya sedikit tertegun.
“Ani! Aku.. aku tadi hanya kelilipan saja..” dustaku seraya kembali membersihkan sisa air mataku.

Kudengar helaan nafasnya berat. Aku tau, dia bukan orang yang mudah dibohongi.

“Ikut aku..” perintahnya seraya menarik tanganku secara paksa.
“Ya! kita mau kemana..?!” tanyaku sedikit berteriak.

Iblis ini tidak menjawab pertanyaanku dan terus berjalan menuju mobilnya.

***
Taman hiburan? Kenapa dia membawaku kesini? Aku masih menatap tak percaya dengan pemandangan didepanku.

“kajja…” dia menarik tanganku ‘lagi’ menuju wahana komedi putar.

Setidaknya, hari ini aku mendapat hiburan^^

***
Perjelajahan terakhir kami, Namsan Tower.
Aku menutup mataku, menghirup udara malam yang ‘lumayan’ indah ini.
Saat aku membuka mata, aku menghembuskan nafas yang terasa sangat berat. Kenapa sekarang sesesak ini?

“Kau senang..?” tanya namja yang berdiri di sampingku.
Aku menganggukkan kepala tanpa menoleh padanya.
Aku? Senang? Hah~

Pandanganku beralih pada pagar yang penuh dengan gembok-gembok berwarna-warni.
Sudah menjadi hal umum untuk masyarakat Seoul. Gembok-gembok itu diletakkan disana oleh sepasang kekasih.
Akupun mempunyai impian untuk memasang satu gembok dipagar itu dengan Leeteuk oppa. Tapi…

“Hey! Kau mau memasang ini..?” tanya Kyuhyun.

Aku menoleh padanya yang sedang memperlihatkan smirk-nya. Sebuah gembok biru berukuran sedang, berada ditangannya. Aku mengerutkan alisku, tak mengerti.

“Haruskah..? kita ‘kan bukan sepasang kekasih…”
“Kau tidak ingin melakukannya..?” bukannya menjawab pertnyaanku, dia malah balik bertanya.
“Shirreo!” jawabku cepat dan berjalan pergi meniggalkannya.

Aku menolak bukan karena kami bukan sepasang kekasih. Hanya saja… aku ingin melakukan itu dengan Leeteuk oppa.

***
Sebelum pulang kerumah, aku harus ke Rumah Sakit untuk menyerahkan buku pelajaran yang dibahas kemarin. Gara-gara bermain bersama iblis ini, aku jadi lupa tujuanku ke Rumah Sakit.
Beruntung! Iblis ini masih mau mengantarku.

Aku berjalan di lorong Rumah Sakit menuju kamar Eunri dirawat. Kyuhyun mengikutiku dari belakang.
Akhir-akhir ini dia semakin memperhatikanku. Hanya karena dia adalah dongsaeng kesayangan oppaku, Siwon di komunitas musiknya, aku jadi akrab dengannya.

Terlebih, saat Siwon oppa harus pergi ke China untuk meneruskan study-nya. Siwon oppa menitipkanku pada iblis ini dan menyuruhku untuk ikut les musik bersamanya. Tapi, karena aku yang notabennya tidak terlalu menyukai musik, jadi aku malas untuk mengikuti les itu.
Maka dari itu, iblis ini selalu mengancamku dengan melapor ke Siwon oppa jika aku tidak menurut padanya.

Aku bisa saja menentang perintahnya. Tapi aku tidak bisa jika harus berhadapan dengan Siwon oppa. Dia bisa saja berbicara selama lima jam nonstop hingga mulutnya berbusa. Dunia akan menjadi kelam saat kau mendengar ceramahnya. (*dijitak Wonppa^^v) Dia juga bisa saja mematahkan impianku menjadi seorang pelukis. Ya, aku memang menyukai seni lukis. Tapi, oppa, Jiwon eonni dan yang lainnya tidak menyetujuiku untuk berkarir didunia lukis.😦

Kyuhyun masih mengikutiku dari belakang. Satu lorong lagi, dan kami akan sampai di kamar Eunri.
Aku berbelok pada lorong terakhir. Dan….

Ingin rasanya menghindari takdir, dan berlari sekencang mungkin, menuju alam yang lebih menyejukkan hati…
Namun, semuanya mustahil.. karena ini jalan cerita yang harus aku jalani…

===================================

Silahkan tinggalkan sejak untuk menghargai karya author^^
Jika apresiasi dari kalian banyak, author bersedia melanjutkan FF ini..
Kamsahamnida~ *bows with KyuTeuk* ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s