The One I Love part 7

 

THE ONE I LOVE [PART 6 ^^]
Cast :
Park Hye Raa a.k.a Hye Raa-Kim Jong Woon a.k.a Yesung-Kim Jongjin a.k.a Jongjin-Henry Lau a.k.a Mochi-Other Cast
Genre : gak jelas #plak
Author : Icha Meirina
Fb : Icha Merina
Twitter : @chameirina
Disclaimer : this ff is mine and original my work, please don’t bash and copas ^^

warning! Sebelum baca, author ingatkan satu hal ya. don’t be silent readers, oke? Ya setidaknya kasih sedikit masukan atau semangat (?) lah sama author yang uda bikin ni ff :D #plak oh ya, mian juga ya kalo typo bertebaran dimana mana :D harap maklum ^^

kamsahamnida ^^

 

CERITA SEBELUMNYA ___

“omona, mereka romantis sekali”kata Mochi pada Jongjin

Ternyata mereka mengikuti Yesung dan Hye Raa dan melihat mereka berpelukan.

“Jongjinnie, apa hyung mu itu menyukai Hye Raa?”Jongjin hanya bisa diam ditempat, tidak tahu harus melakukan apa.

Kemarin, Yesung sendiri yang menyuruhnya untuk memahami perasaan anehnya pada Hye Raa, tapii.. kenapa justru mereka yang seperti sepasang kekasih begitu?

 

STORY BEGIN___

‘kenapa Yesung hyeong memeluk Hye Raa? Apa jangan jangan Yesung hyeong menyukainya? Atau jangan jangan mereka memang sudah menjadi sepasang kekasih?’batin Jongjin.

“ya! Jongjinnie! Kau dengar aku?! Aku bicara padamu!”bentak Mochi

“aku ingin pulang”lalu Jongjin berjalan meninggalkannya yang masih melihat adegan romantis ditengah pemakaman itu.

Lama saling berpelukan (?) akhirnya pelukan Yesung merenggang juga saat tangisnya sudah reda #hujan kali thor?#

“jja, kita kembali ke sekolah. Ahjussi mu sudah menunggu disanakan?”tanpa mendengar jawaban Hye Raa, Yesung langsung menarik tangan Hye Raa menuju sekolah dan bertemu dengan ahjussi yang bekerja sebagai supirnya.

-Author PoV end-

 

                                                                              ===###===

 

#Hye Raa PoV

Perlahan, aku mulai membuka mata dan membiasakan diri dengan sinar matahari yang masuk dari sela sela jendela kamarku. Aah hanya mimpi! Ya, pasti itu hanya mimpi!

Mana mungkin aku cacat? Mana mungkin aku menyerahkan gelar kapten pada namja gila itu? Dan yang lebih tidak mungkin adalah mana mungkin namja itu memelukku?! Ya! dari semua yang kukatakan tadi, yang paling tidak mungkin adalah yang terakhir.

Aku bangkit dari tidurku karena seorang pelayanku telah berulang ulang mengetuk pintu kamarku untuk membangunkan ku, yang pasti dia melakukan itu agar aku tak terlambat ke sekolah.

Aku mencoba duduk, tapii.. aaaw sakit sekali. Kenapa seluruh badanku sakit begini? Terutama kaki kiriku! Aku melirik kaki kiriku dan, omona! Ternyata itu semua bukan mimpi!

Ternyata kakiku benar terpasang gips dan aku memang cacat sekarang. Chakkaman! Berarti itu juga bukan mimpi?! Berarti Yesung memang benar memelukku kemarin?!

“nona, kau belum bangun? Nanti kau terlambat nona”kembali, pelayanku mengetuk pintu kamarku lagi, aish! Dasar bawel!

“ne! sabar! Berisik sekali sih!”lalu ketukan pintunya tak terdengar lagi.

 

=====================================================

 

Sesampainya di sekolah, semua orang  disekolah ini masih sama seperti kemarin, memandangku dengan tatapan aneh. Kenapa lagi sih?! Mereka tidak senang dengan kehadirangku?! Bukankah kemarin juga aku datang dengan kondisi seperti ini?!

“apa lihat lihat, hah?!”bentakku, mereka sama sekali tak menghiraukanku dan justru semakin menatapku aneh sambil saling berbisik dan sesekali melihat lengan kananku, apa yang salah?

Aku berpikir sejenak sambil melirik lenganku, ah iya mungkin karena hari ini aku tak memakai sabuk kapten itu lagi. Aku berjalan tertatih menuju kelasku, ketika melewati ruangan basket kudengar bunyi pantulan bola basket dari ruangan ini.

Aku sangat merindukan benda itu, aku sangat merindukan berkumpul bersama teman teman yang lainnya untuk berdiskusi bersama tentang teknik baru, dan aku sangat merindukan gelarku, sabuk kaptenku. Aku sangat merindukan semuanya.

 

Saat aku sedang termenung didepan ruangan basket, ada orang yang keluar dari ruangan itu dan aku tidak tahu dia sengaja atau tidak, yang jelas dia menabrakku hingga aku terjatuh.

“aaaaarghh!!!”kakiku!

Aish! Kenapa aku selalu sial setiap berdiri didepan ruang basket ini ya?! kemarin, dia yang menabrakku. Sekarang siapa lagi?

“Hye Raa”aku mendongak, ternyata itu Siwon dan Donghae oppa

“gwaenchana? Aish! Ya! Choi Siwon! Bisa tidak kau berjalan yang benar, hah?! Kau lihat Hye Raa terjatuh karenamu?!”bentak Donghae oppa

Mereka langsung membantuku berdiri dan ketika aku sudah benar benar berdiri dengan sebelah tongkat, mereka membungkuk berulang ulang.

“jweisonghamnida Hye Raa-ya, oppa benar benar tidak sengaja. Jeongmal”Siwon oppa terus terusan membungkuk

“gwaenchana oppa”aku tersenyum pada mereka

“jweisonghamnida Hye Raa”lagi lagi Siwon oppa membungkuk

“oppa, tidak perlu seperti itu. Kau kan tidak sengaja, lagipula aku tidak apa apa kok”

“jja, kami bantu ke kelasmu ya”aku mengangguk

 

“oppa kenapa masih seformal itu padaku? Aku bukan kapten lagi, anggaplah aku seperti junior kalian yang lainnya. Bukankah aneh jika ada senior yang selalu bersikap formal pada juniornya?”aku mengernyit

“tapi, kami masih belum bisa menerima kenyataan kalau kau harus diganti Hye.. Aku masih ingat jelas pesan terakhir Jung Soo, dia meminta pada kami agar ka uterus menjadi kapten. Bagaimana kalau dia”

“oppa, sudahlah. Jung Soo oppa sudah tenang disana. Lagipula aku sudah janji padanya akan merebut gelar itu lagi setelah kondisiku memungkinkan”aku menunduk sambil memperhatikan kondisiku.

Kurasakan kedua tangan Donghae oppa memegangi pundakku

“kami akan selalu mendukungmu, bagaimana pun juga kau sudah kami anggap seperti adik kami sendiri”katanya sambil tersenyum

“gomawo oppa”

 

Mereka mengantarkanku hingga sampai ke depan pintu kelasku

“kami kembali ke kelas dulu ya”aku mengangguk, lalu mereka berjalan kearah tangga dan berlalu disana. Aku melirik pintu kelasku yang tertutup, sama sekali tak berniat untuk masuk ke dalam.

Akhirnya aku memutuskan untuk berjalan melewati kelasku menuju tangga dan menaikinya.

-Hye Raa PoV end-

 

#Jongjin PoV

Semalaman aku tidak bisa tidur memikirkan kejadian kemarin, mereka punya hubungan? Kenapa begitu mesra? Hari ini Mochi tidak hadir disekolah karena harus menjemput saudaranya dari China.

Saat ingin memasuki kelas, aku melihat kearah tangga ada seorang yeoja yang berjalan tertatih dengan menggunakan sebuah tongkat. Seperti Hye Raa, tapi mau kemana dia? Bukankah kelas ini masih bertuliskan ’11.B’ ? tidak mungkin kan dia pindah kelas?

 

TET TET (?)

 

Aku tersentak mendengar suara bel #kalo disekolah author bunyi bel nya begitu, langsung pindah sekolah deh =,=# dan terlihat Kang songsaenim berjalan kearahku.

Hye Raa tadi kemana ya? kenapa dia menaiki tangga? Kelasnya kan disini?

“Kim Jongjin, kenapa kau masih disini? Kau tidak mendengar suara bel?”tanya Kang songsaenim menyadarkanku dari lamunan

“ah jweisonghamnida songsaenim”aku membungkuk dan segera memasuki kelas.

Ya, kelas ini sepi tanpa kedua sahabatku. Tapi, aku masih penasaran, Hye Raa tadi kemana ya?

-Jongjin PoV end-

 

#Author PoV

Hye Raa menaiki tangga dan berjalan menuju atap gedung sekolahnya. Ya, tidak banyak siswa yang sering ke atap gedung sekolah padahal tempat itu sangat indah. Dari sana, kota Seoul dapat terlihat dengan jelas. Hye Raa duduk  disalah satu kursi yang ada disana.

Merenungi semua yang terjadi padanya, kondisinya yang cacat, mengingkari janjinya pada oppanya, gelar kaptennya yang diambil begitu saja oleh musuhnya. Terlihat bodoh sekali bukan? Dia sempat berpikir kalau perkataan Yesung waktu itu benar, mungkin dia hanyalah seorang pecundang. Ya, pecundang yang sangat menyedihkan!

Dia tetap diam disana sambil menikmati hembusan angin kota Seoul seharian, hingga tepat saat bel pulang sekolah berbunyi.

 

================================================================================

 

Jongjin tampak heran dengan apa yang dilihatnya, tadi dia benar benar melihat Hye Raa datang ke sekolah, tapi sama sekali Hye Raa tak masuk ke kelas. ‘lalu dia kemana? apa tadi aku salah lihat? Tapi menurutku yang memakai tongkat dan memakai gips di kaki kiri disekolah ini hanya Hye Raa’ batin Jongjin.

Ia berdiri didepan kelas sambil menggendong tas nya dan siap untuk pulang. Tapi pikirannya terus tertuju pada Hye Raa. Akhirnya dia memutuskan untuk naik ke lantai 2 untuk mencari apakah Hye Raa masih ada disana atau tadi itu hanya khayalannya saja.

 

=================================================================================

Yesung yang baru keluar dari kelasnya, melihat seorang yeoja yang sedang menggendong tas dan memakai tongkat serta gips yang baru menuruni tangga. Ya, tentunya Hye Raa baru turun dari atap gedung sekolah dan melewati lantai 3 untuk turun ke lantai dasar.

Yesung hanya terpaku didepan kelas sambil terus memandangi punggung Hye Raa yang perlahan menuruni tangga untuk sampai ke lantai 2. Dia masih saja membayangkan saat Hye Raa tertabrak didepan matanya sendiri dan dia tidak dapat menolongnya.

Dia hanya menunduk kemudian mendongakkan kepalanya lagi, Hye Raa sudah tak terlihat. ‘mungkin dia sudah menuruni tangga ke lantai 2’ batin Yesung. Kemudian dia berjalan menuju tangga juga.

 

==================================================================================

 

Jongjin yang baru menaiki tangga kelantai dua bertemu dengan Hye Raa yang sedang menuruni tangga. Jongjin mengangguk, dia berpikir kalau ternyata pandangannya tadi tidak salah, dia benar Hye Raa. Tapi kenapa Hye Raa justru tidak masuk ke kelas? Kenapa justru naik ke atas? Apa yang dilakukannya?

Pertanyaan itulah yang terus terbang (?) di benak Jongjin. Dia terus menatap Hye Raa hingga yeoja itu berdiri tepat didepannya.

“kenapa kau menatapku seperti itu?!”tanyanya dingin

“ah anio, kau darimana?”

“bukan urusanmu!”lalu Hye Raa kembali berjalan, tapi dengan cepat Jongjin memegang tangannya

 

“bukankah kita bersahabat? Kenapa justru melanggar janjimu untuk saling menceritakan masalah mu padaku?”

“….”

“kenapa kau menjauhiku? Aku salah apa padamu? Semenjak kau seperti ini, kau menjadi sangat cuek padaku. Apa salahku Park Hye Raa, katakan! Jebal”

“….”

“apa jangan jangan ini ada hubungannya dengan Yesung hyeong?”Hye Raa tersentak dan langsung menatap Jongjin, sebenarnya tangan mereka masih saling bersentuhan. Jongjin tetap memegang tangan Hye Raa “wae? Apa benar? Benar ini ada hubungannya dengan Yesung hyeong? Katakan padaku Hye!”

Entah terkunci (?) atau kenapa, Hye Raa tetap diam mendengar semua kata kata Jongjin.

“apa karena Yesung hyeong merebut posisimu sebagai kapten, jadi kau membenciku, hah? Apa benar karena itu semua? Kalau memang benar, lalu kenapa kau hanya cuek padaku? Kenapa kau tetap baik pada Yesung hyeong?”

“musun suriya?! Sejak kapan aku baik padanya?!”akhirnya Hye Raa angkat bicara

“kalau kau tidak baik padanya, tidak mungkin kalian saling berpelukan kemarin di pemakaman, kan?”Hye Raa tampak membulatkan matanya

 

“k kau”

“ne, aku mengikuti kalian dan melihat kalian berpelukan. Kenapa Hye? Kau menyukai Yesung hyeong? Atau kalian sudah berpacaran? Lalu kenapa sikapmu seperti ini padaku?!”ujar Jongjin dengan nada yang sedikit tinggi, matanya memerah sekarang.

Hye Raa melepaskan tangannya yang dipegang Jongjin “aku tidak pernah menyukai hyeong mu itu! Neo micheosseo?! Justru aku sangat membencinya!”

“lalu kenapa kalian saling berpelukan kemarin?”

“dia yang memelukku! Aku sudah mencoba melepaskannya tapi karena kondisiku seperti ini, jadi aku hanya diam! Kalau kau bertanya kenapa kami berpelukan, harusnya kau bertanya pada hyeongmu itu! Bukan aku!!”jawab Hye Raa dengan suara yang tak kalah besarnya, Jongjin menunduk dengan mata yang masih merah

“kau tidak tahukan betapa sakitnya aku melihat kalian berpelukan? Kau tidak tahukan bertapa kecewanya aku melihat hyeongku sendiri mengkhianatiku? Kau tidak tahukan semua itu?”tanya Jongjin sambil menatap mata Hye Raa dalam, yeoja itu mengernyit

 

“aku bahkan tidak tahu apa yang kau bicarakan!”ketusnya

“kau tidak mengerti?! Menurutmu, kenapa aku seperti itu?! Kenapa aku sakit hati melihat mu dipeluk Yesung hyeong?! Wae?!”Hye Raa tampak berpikir sejenak

“kau menyukaiku? Kau cemburu?tanya Hye Raa asal, Jongjin mengangguk yang membuat Hye Raa membulatkan matanya “mwo?”

“ne, aku menyukaimu! Aku mencintaimu Park Hye Raa!”teriak Jongjin. Mungkin dia berani berteriak karena suasana sekolah memang sudah sepi

“ya! neo micheosseo?!!”kata Hye Raa, lalu dia memutarkan tubuhnya dan bergegas untuk menjauhi Jongjin, tapi namja itu kembali memegang tangan Hye Raa cepat dan membalikkan tubuhnya sambil memegang kedua pundaknya

“aku sangat mencintaimu! Kenapa kau tak bisa memahami itu?”Hye Raa tertunduk, dia sama sekali tidak tahu harus melakukan apa

“lalu?”

“kenapa kau berpelukan dengan hyeongku sendiri?”suaranya bergetar

 

“aku kan tidak tahu kau mencintaiku! Aku saja baru tahu sekarang, apa menurutmu aku yang salah? Lagipula sudah kukatakan kan kalau hyeongmu yang memelukku! Kau pikir aku mau diperlakukan seperti itu olehnya, hah?!”Jongjin menggeleng.

Hening beberapa saat, Hye Raa melepaskan tangan Jongjin yang memegangi pundaknya dan mundur beberapa langkah untuk bersender pada dinding tangga.

“kau juga mencintaiku? Kau mau menjadi yeojachinguku?”tanya Jongjin memecah keheningan yang mereka ciptakan selama beberapa waktu. Hye Raa menggelengkan kepalanya

“aku tidak bisa”Jongjin tampak sangat kecewa

 

“wae? Apa karena kau menyukai Yesung hyeong?”Hye Raa mengernyit

“ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan dia! Aku tidak menerimamu karena memang bagiku kau hanyalah seorang sahabat, sama seperti Mochi!”Hye Raa segera membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Jongjin. Jongjin hanya bisa diam sambil memandangi punggung Hye Raa dengan perasaan kecewa.

Sementara itu tak jauh dari tempat Jongjin berdiri, Yesung tampak sedang memperhatikan dongsaengnya itu. Ya, Yesung memang sudah berdiri disana sejak Jongjin menghampiri Hye Raa dan yang pasti Yesung telah mendengar semua yang mereka katakana.

-Author PoV end-

 

#Yesung PoV

Jadi benar Jongjin menyukai Hye Raa? Dan kemarin dia melihatku memeluk Hye Raa? Pasti dia sangat kecewa! Apa yang sudah kulakukan? Aku merasa iba pada Jongjin, tapi kenapa aku juga sedikit lega karena ternyata Hye Raa tak menyukainya juga? Ada apa ini? Aku kenapa?

Kulihat Jongjin mengepalkan tangannya dan memukul dinding yang ada dihadapannya kuat. Aku tau dia sangat kecewa, lalu dia berjalan menuruni tangga dan mulai menghilang (?).

 

@Malam Hari

 

Kenapa sejak tadi siang, aku terus memikirkan Hye Raa? Semua tentangnya! Saat pertama kali bertemu dengannya, membawanya ke rumah sakit, bertanding dengannya, hingga memeluknya. Kenapa ini? Tidak mungkin kan aku? Ah ani ani! Ini pasti hanya rasa bersalah yang terus menghantuiku, tidak lebih!

 

TOK TOK TOK

 

Terdengar suara ketukan pintu kamarku, kurasa itu Jongjin, karena dirumah memang hanya ada aku dan dia saja. Umma dan Appa masih direstaurant, kami memang tidak kerestaurant hari ini karena tugas sekolah yang menumpuk.

“hyeong, kau tidak makan?”tanya Jongjin dari balik pintu, kurasakan ada sebongkah nada kecewa dari suaranya. Pasti ini masih ada kaitannya dengan Hye Raa tadi siang.

Aku segera berjalan menuju pintu dan membukakannya, benar saja, wajah Jongjin memang tidak seperti biasanya.

“ya! waeyo? Kau sakit?”dia menggeleng dan menerobos masuk ke kamarku dan berjalan kearah jendela kamarku yang memang terbuka

“ehm, bagaimana keadaan Hye Raa?”tanyaku basa basi, dia tetap berfokus memandangi luar jendela

“baik”jawabnya datar, aku sedikit menghembuskan nafas lega sebelum akhirnya dia berkata “hyeong, kau menyukai Hye Raa?”tanyanya tapi sama sekali tak merubah posisinya tadi, aku terbelalak mendengarnya

“apa yang kau katakan?!”

 

“kau menyukai Hye Raa?”ulang Jongjin

“neo micheosseo?!”

“aku hanya perlu kau menjawab iya atau tidak hyeong!”aku terdiam “apa kau menyukai Hye Raa atau tidak?”

“pertanyaan gila macam apa itu?! Tentu saja tidak!”bentakku

“lalu, kenapa kemarin kalian berpelukan ?”aku menunduk “kalau kau tidak menyukainya, mana mungkin kalian berpelukan kemarin kan?”

“….”

“kenapa diam hyeong? Jawab!”

“Jongjin, Yesung, kalian itu?”terdengar suara dari luar kamar, itu suara umma. Lalu umma masuk ke kamarku juga

“umma, kenapa sudah pulang?”

 

“umma sedikit lelah hari ini, makanya pulang lebih awal. Kalian sudah makan? Tugas kalian sudah selesai?”Jongjin mengangguk

“aku sudah makan, hanya saja Yesung hyeong yang belum. Tugasku belum selesai semua”jawabnya

“ya! kalau tugasmu belum selesai, kenapa tidak diselesaikan? Cepat selesaikan!”perintah umma, dia mengangguk lalu keluar dari kamarku.

“Yesungie, kalau kau sendiri bagaimana?”

“ah ne umma, aku makan sekarang”aku segera keluar menuju ruang makan.

Apa yang harus kukatakan nanti kalau Jongjin bertanya lagi? Apa aku harus mengatakan kalau aku yang membuat Hye Raa seperti ini? Apa aku harus mengatakannya?

-Yesung PoV end-

 

                                                                                  ===###===

 

#Jongjin PoV

Aku mamasuki sekolah dengan langkah sedikit sempoyongan, Yesung hyeong dan Hye Raa. Hanya itu yang selalu ada dipikiranku dari kemarin. Aku memasuki kelasku dan sedikit melirik kearah tangga sekolah. Kembali, aku melihat Hye Raa menaiki tangga lagi, mau kemana dia?

Kali ini aku berinisiatif untuk mengikutinya, aku penasaran dengannya. Dia menaiki satu persatu anak tangga, kudengar bunyi bel bordering (?) barusan. Bukannya kembali ke kelas, Hye Raa justru tetap menaiki anak tangga itu.

Saat dilantai 3, aku melihat Hye Raa berhenti dan melirik ke belakang, segera aku bersembunyi. Sepertinya dia curiga. Setelah beberapa saat, dia kembali meneruskan berjalan menuju lantai paling atas. Bukankah itu atap gedung? Mau apa dia disana?

 

Dia terus berjalan hingga lantai 4 dan membuka sebuah pintu yang ada dilantai itu, lalu masuk kesana dan menutup pintunya. Aku yang heran pun mendekat kearah pintu itu dan masuk kedalamnya. Ternyata benar ini atap gedung,  aku kembali menutup pintu ini. Mataku terus mencari sosok Hye Raa. Kemana dia? Tadi bukankah dia kesini? kenapa sepi?

“kau mengikutiku?”tanya sebuah suara dari belakang, aku memutarkan tubuhku dan ternyata itu Hye Raa

“a anio”

“mau apa kau kesini?”dia berjalan mendekatiku

“kenapa kau tidak masuk ke kelas?”

“bukan urusanmu!”

“kenapa sih, kau masih bersikap sedingin itu padaku? Aku salah apa?”dia tersenyum sinis

“kau memang tidak salah!”

 

“lalu? Kenapa kau seperti ini? Kalau aku tidak salah, tidak mungkin kau menjauhiku secara tiba tiba kan? Apalagi sikap dinginmu itu hanya padaku! Sedangkan Mochi? Kau tetap baik padanya”teriakku, disini memang hanya ada kami berdua

“memangnya aku harus bersikap bagaimana dengan Mochi?! Dia tidak salah!”

“aku juga tidak salah kan? Kenapa kau bersikap seperti itu padaku?”dia diam sejenak

“karena setiap melihatmu, aku selalu teringat dengan hyeong babo mu itu!”aku mengernyit

“apa hubungannya dengan Yesung hyeong?”dia menatapku tajam

“apa hubungannya?! Jelas jelas dia yang membuatku seperti ini! Kau masih bertanya apa hubungannya?!”

“musun suriya?”

“dia yang membuatku seperti ini! Dia yang membuatku cacat begini! Dia mendorongku hingga aku terjatuh dijalan dan sebuah mobil melaju kencang menabrakku! Dia yang membuatku seperti ini, Kim Jongjin! Kenapa kau tak bisa mengerti itu, hah?!”

“m mwo?”

 

To Be Continue___

 

Apakah yang akan Jongjin lakukan setelah mengetahui semuanya?

Bagaimana dengan kisah mereka?

Tunggu kelanjutannya ya😀

 

Bagi yang penasaran, tunggu cerita selanjutnya ya😀

kalo ga penasaran, ya gapapa😀 #plak

yang kena tag atau yang uda baca, please CL #2ne1 kali thor?

maksud author Coment + Like ^^

mian ya kalo ceritanya makin aneh😀

ingat, jangan jadi silent readers, oke?

 

Mian ya part 7 nya lama T___T

 

kamsahamnida ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s