The One I Love part 6

The One I Love part 6

The One I Love part 6

THE ONE I LOVE [PART 6 ^^]
Cast :
Park Hye Raa a.k.a Hye Raa-Kim Jong Woon a.k.a Yesung-Kim Jongjin a.k.a Jongjin-Henry Lau a.k.a Mochi-Other Cast
Genre : gak jelas #plak
Author : Icha Meirina
Fb : Icha Merina
Twitter : @chameirina
Disclaimer : this ff is mine and original my work, please don’t bash and copas ^^

warning! Sebelum baca, author ingatkan satu hal ya. don’t be silent readers, oke? Ya setidaknya kasih sedikit masukan atau semangat (?) lah sama author yang uda bikin ni ff😀 #plak oh ya, mian juga ya kalo typo bertebaran dimana mana😀 harap maklum ^^

kamsahamnida ^^

CERITA SEBELUMNYA___

Aku langsung melepaskan tangannya yang memegangi pundakku begitu mendengar suara bel

“kau mau ke kelas?”tanyanya

“nde, jangan sampai terlambat nanti!”

“terlambat? Untuk apa?”

“bertanding lah, babo! Kau pikir aku akan menyerahkan jabatanku begitu saja padamu, hah?!”

“dalam kondisi yang seperti ini kau ingin”

“kenapa?! Kau takut ya?!”dia menggeleng “awas kalau kau sampai terlambat!”

“tapi Hye Raa”aku langsung berlalu meninggalakannya dan berjalan memasuki kelasku.

STORY BEGIN___

Dengan langkah ragu, aku memasuki kelasku. Kelasku yang tadinya berisik langsung senyap ketika aku masuk ke dalam. Semua mata tertuju padaku, mereka tampak membulatkan matanya masing masing. Aku yang risih dengan keadaan ini pun hanya menatap mereka dengan tatapan jengah (?)

“apa yang kalian lihat, hah?!”bentakku, mereka tak menggubrisku sama sekali sampai akhirnya Jongjin dan Mochi memanggilku

“Hye, Hye Raa?”aku menoleh dan sedikit menunduk.

Jujur, aku sangat malu dengan kondisi seperti ini. Aku berjalan menuju bangku ku dengan hati hati. Jongjin dan Mochi segera menghampiriku.

“kau, kenapa?”tanya Mochi

Semua orang dikelas ini masih saja memperhatikanku. Tapi semuanya kembali seperti semula ketika songsaenim memasuki kelas, mereka semua langsung duduk di bangku masing masing.

“ehm, mianhe aku sedikit terlambat. Kita mulai saja pelajaran hari”kata kata Kang songsaenim terhenti saat menatapku

“apa?”tanyaku datar, dia berjalan mendekat kearahku

“Park Hye Raa? Kau Park Hye Raa? Kapten basket itu kan?”tanyanya

“nde! Wae?”

“kenapa kau jadi seperti ini?”

“aku rasa, seperti apapun keadaanku sama sekali tak berpengaruh pada pelajarankan?!”dia mengangguk “sebaiknya songsaenim yang terhormat mengajarkan yang memang perlu diajarkan saja”dia segera berjalan menuju mejanya

“yasudah, kita mulai pelajaran hari ini”

Dia pun mulai mengajarkan materi hari ini, tapi tetap semua siswa disini menatapku aneh. Termasuk Jongjin dan Mochi, kedua orang yang mungkin bisa dikatakan sebagai sahabat baruku. Tatapan mereka berbeda dari semua siswa disini, mereka seperti khawatir.

Ah! Aku sangat benci seperti ini! Aku benci orang orang mengkhawatirkanku!

-Hye Raa PoV end-

#Yesung PoV

Park Hye Raa, kenapa dia sekolah? Diakan masih sakit? Apalagi dia tetap ingin pertandingan itu berlangsung? Aku tidak yakin dia bisa bertanding, lihat saja tadi! Untuk berjalan saja dia memakai tongkat, apalagi bermain basket?

Tapi, dia seperti itu karena aku. Aku tau mengalami kondisi seperti itu sangat menyiksa.

“Yesung, nanti kalian akan tetap bertanding?”tanya Siwon sambil memukul pundakku pelan, aku menoleh ternyata ada Donghae juga.

Mereka duduk di bangku yang tepat berhadapan denganku

“molla, aku tak yakin akan melanjutkan pertandingan itu”ucapanku membuat Siwon dan Donghae membelalakkan mata

“wae?”

“keadaan Hye Raa”

“Hye Raa? Apa maksudmu?”aku hanya menunduk

Pertanyaan mereka terhenti saat songsaenim telah memasuki kelasku. Sebenarnya aku memang sangat ingin merebut gelar kapten itu dari tangan Hye Raa, tapi tidak dalam kondisi Hye Raa yang seperti ini…

-Yesung PoV end-

#Jongjin PoV

Ada apa dengan Hye Raa? Kenapa keadannya separah itu? Bukankah kemarin dia masih baik baik saja? Sepanjang pelajaran, aku terus memperhatikannnya.

“Hye Raa kenapa ya?”tanya Mochi, sepertinya dia juga memikirkan hal yang sama denganku

“molla, kemarin dia masih baik baik saja kan?”dia mengangguk

“kalau dilihat dari keadannya, sepertinya dia kecelakaan”

“mwo? Kalau pun benar dia kecelakaan, kapan terjadinya? Bukankah dia selalu dijemput setiap pulang sekolah?”Mochi mengangkat bahunya

“molla, bisa saja kan mobilnya yang menabrak”aku hanya menghembuskan nafas berat

“kasiah sekali dia”Mochi mengangguk

***

Aku dan Mochi langsung ke tempat duduk Hye Raa ketika bel sudah berbunyi.

“Hye Raa, wae?”tanya Mochi, dia melirik sekilas lalu menatap keluar jendela

“Park Hye Raa”panggilku, dia terlihat sangat cuek. Kenapa dia? Kenapa dia kembali cuek seperti ini lagi?

“kau kenapa?”

“jangan ganggu aku!!”ucapannya membuat aku dan Mochi mengernyit

“kau kenapa? Kami kan hanya ingin tahu, bukankah kita ini sahabat?”kataku lagi

“kan sudah kukatakan! Jangan ganggu aku! Apa perkataanku tadi kurang jelas, hah?! Mochi-ya, bisa bantu aku untuk menyuruhnya keluar dari sini?!”Mochi mengangguk

“sudahlah, mungkin dia sedang ada masalah Jongjinnie”Mochi menarik lenganku untuk keluar dari kelas

“chakkaman! Kenapa dia hanya cuek padaku? Kenapa dia baik denganmu? Aku salah apa Hye? Aku punya salah apa? Katakan padaku! Dan kenapa kau seperti ini? Kau ini sebenarnya kenapa sih?”

“sudahlah Jongjinnie”Mochi segera menarikku keluar kelas

“tidak bisa begitu Mochi-ya, dia boleh bersikap begitu padaku asal ada alasan yang jelas. Aku tau dia sedang ada masalah tapi tidak begini caranya, kenapa dia melampiaskan padaku?”kini kami sudah berada diluar kelas, sementara Hye Raa ada didalam.

Aku heran dengan sikap anak itu

“sudahlah, nanti kita temui dia lagi ya”aku hanya mengangguk pelan

***

Aku dan Mochi berjalan ke bangku Hye Raa, sebenarnya aku kesal dengannya yang tiba tiba saja marah padaku. Padahal aku tak melakukan salah apapun padanya menurutku.

“Hye Raa-ya, kau mau pulang?”tanya Mochi saat kami sudah berdiri tepat disebelah bangkunya, dia mengangguk

“sini aku bantu”tawarku yang melihatnya kesulitan untuk berdiri dengan tongkatnya itu dan aku segera memegang lengannya

“tidak usah!”dia segera menepis tanganku, Mochi melirikku, aku hanya diam “Mochi-ya, bantu aku berdiri, bisa?”tanyanya kemudian, dia ini kenapa sih?

“oh nde, sini aku bantu”aku hanya tercengang melihatnya

Mochi memberikan sedikit lirikan padaku, aku mengerti maksudnya

“kau sudah dijemput? Mana mobilmu?”tanya Mochi sambil menopang Hye Raa berjalan

“antarkan aku ke ruangan basket”katanya, aku berjalan disamping mereka

“untuk apa?”

“bertanding”

“mwo?!”tanyaku dan Mochi serempak, dia mengangguk

“kau gila? Keadaanmu saja separah ini, mau bertanding? Aigo, Park Hye Raa. Jalan saja kau belum sepenuhnya mampu, apalagi bertanding?”dia menatap Mochi sinis

“aku harus bertanding untuk tetap mempertahankan gelarku sebagai kapten!”

Lalu dia berjalan menuju ruangan basket sementara aku dan Mochi terbelalak mendengarnya

“hanya karena jabatan?”tanyaku, Mochi mengangguk

“Hye Raa memang tidak pernah ingin melepaskan gelarnya, kan sudah kukatakan kalau itu amanat dari oppanya yang sudah meninggal. Kau tahukan kalau amanat itu wajib dilakukan? Kalau tidak maka akan berdosa, benar kan? #Mochi jadi alim nih kayak ustad Maulana *jamaaah oh jamaah* abikan-,-# aku penasaran, kira kira siapa sih namja yang tetap ingin bertanding dengan yeoja? Apalagi keadaannya seperti itu?”aku mengangguk

“namja yang tidak gentle”ujarku kemudian

Lalu kami memasuki ruangan basket yang sudah penuh oleh beberapa siswa yang mungkin juga menyaksikan perebutan gelar kapten basket sekolah ini. Aku melihat Hye Raa berjalan mendekati beberapa namja, aku tahu mereka adalah tim basket sekolah ini.

-Jongjin PoV end-

#Author PoV

“kemana Hye Raa? Kenapadia belum datang?”tanya Siwon pada mereka semua, sedangkan Yesung sedari tadi hanya menunduk dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan. Di lain sisi dia memang sangat ingin menjadi kapten basket sekolah, tapi di sisi lain dia juga tidak ingin merebutnya dari Hye Raa dalam kondisi yang seperti itu. Apalagi Hye Raa seperti itu karena ulahnya. Dia yang membuat Hye Raa cacat.

Tak lama, Hye Raa memasuki ruangan basket ini dengan diikuti Jongjin dan Mochi dibelakangnya. Semua yang ada di ruangan itu terbelalak melihat keadaan Hye Raa yang sangat mengkhawatirkan.

Siwon dan Donghae segera menghampirinya

“Hye, Hye Raa, kau Hye Raa kan?”Hye Raa mengangguk dan sedikit menunduk

“k kau kenapa seperti ini?”giliran Donghae yang bertanya

“aku kecelakaan oppa”

“k kecelakaan?”Hye Raa mengangguk pelan

“aigo, kenapa bisa? Jadi pertandingannya bagaimana? Kalau kau tidak bertanding maka jabatanmu akan”

“aku akan tetap bertanding dengannya, oppa!”tegas Hye Raa, Donghae dan Siwon hanya memandangnya khawatir

“bagaimana bisa? Kau saja berjalan menggunakan tongkat, apalagi? Aigoo”Siwon menggeleng gelengkan kepalanya

“oppa! percayalah padaku! Aku akan berusaha untuk tetap menjadi kapten!”Siwon dan Donghae hanya menghembuskan nafas berat sambil tetap menatap Hye Raa khawatir

“lakukanlah apapun yang kau bisa, saeng”ujar Siwon sambil memegang pundak Hye Raa

“Hye Raa, siapa lawanmu?”tanya Jongjin yang sudah berada disampingnya, Hye Raa hanya meliriknya sekilas

“pelatih dimana, oppa?”tanya Hye Raa, Siwon dan Donghae tampak celingak celinguk (?)

“nah itu pelatih”Siwon menunjuk ke seorang namja yang jelas dia adalah pelatih mereka. Hye Raa tampak menundukkan wajahnya, dia sangat malu dengan kondisi nya yang seperti ini di hadapan pelatih

“apakah pertandingannya sudah bisa”mata pelatih terbelalak melihat Hye Raa

“Hye Hye Raa? Gwaenchana?”Hye Raa hanya menggeleng

“gwaenchana songsaenim, nde pertandingannya sudah bisa dimulai. Dimana dia?”

“kau yakin kau bisa? Keadaanmu saja, seperti ini”

“aku pasti bisa songsaenim. Aku akan berusaha semampuku”pelatih pun mengangguk ragu

“baiklah, aku rasa pertandingannya bisa kita mulai”mereka semua mengangguk

***

Jongjin dan Mochi duduk di bangku penonton bersama teman teman yang lainnya. Semua siswa sekolah mereka tampak cemas dan khawatir dengan Hye Raa

“apa Hye Raa akan menang?”tanya siswa yang satu

“kalau keadaannya tidak seperti ini sih aku yakin dia akan menang, keunddae”jawab siswa yang lainnya sambil menunduk.

Jongjin melirik Mochi yang juga tampak cemas sambil melihat kea rah lapangan, Hye Raa sudah berdiri ditengah lapangan. Mungkin dia menunggu lawannya, siapa sih lawannya? ‘dasar namja tidak gentle! Berani beraninya melawan yeoja? Apalagi kondisinya sangat tidak baik seperti itu’batin Jongjin.

Pluit panjang pun ditiupkan, dan lawan Hye Raa pun memasuki lapangan

“J Jongjinnie”panggil Mochi terbata bata

“nde”

“I itukan”Mochi menunjuk ke lapangan, Jongjin yang sama sekali belum melihat keadaan di lapangan pun terheran heran dengan sikap Mochi.

“wae?”

“I itu”dia tetap menunjuk ke lapangan “lawan Hye Raa”Jongjin melihat kearah yang ditunjuk Mochi.

Alangkah terkejutnya Jongjin ketika melihat lawan Hye Raa adalah

“Yesung hyung?”Mochi mengangguk “j jadi lawan Hye Raa, Yesung hyung?”Mochi tetap mengangguk

***

“kau sudah siap?”tanya Hye Raa pada Yesung, Yesung tampak mengeluarkan wajah sedihnya sambil mengangguk pelan.

Pelatih datang ke arah mereka sambil membawa sebuah bola basket.

“karena melihat kondisi Hye Raa yang tidak memungkinkan untuk berlari, maka pertandingan kali ini hanya pelemparan bola saja. Siapa yang bisa memasukkan bola dengan jarak yang sudah ditentukan, maka dia yang akan jadi pemenangnya, arachi?”Yesung dan Hye Raa mengangguk setuju “oh ya batas pelemparan bola hanya tiga kali, memang pertandingan yang sederhana. Tapi cukup membuktikan skil kalian masing masing”Yesung dan Hye Raa kembali mengangguk “bailah, siapa yang mau mulai duluan?”

“Hye Raa saja”jawab Yesung, Hye Raa mengangguk

Hye Raa berdiri ke tengah lapangan dengan bola basket yang ia pegang dengan sebelah tangannya karena tangan kanannya sibuk dengan tongkat yang ia gunakan. Jarak yang ditentukan pelatih cukup jauh. Hye Raa sedikit menunduk kemudian memantulkan bolanya ke lantai selama beberapa kali, lalu langsung menembakkannya ke ring. Namun saying, lemparah Hye Raa masih sangat jauh dari kata ‘masuk’.

Semua orang diruangan itu tampak kecewa dengan hasil yang mereka lihat termasuk Hye Raa. Kesempatan kedua untuk Hye Raa, kali ini matanya lebih fokus ke ring dan hanya melakukan sedikit saja pantulan bola dan segera menembbakkannya ke ring. Nasib sial memang sedang hinggap (?) pada Hye Raa, dia tetap gagal.

Kesempatan terakhir untuknya, kai ini yang membuat semuanya tercengang adalah Hye Raa dengan enaknya melemparkan tongkat yang ia gunakan untuk memapah tubuhnya ke sebelah kanan.

“Hye Raa, apa yang kau lakukan? Kau bisa jatuh tanpa tongkat”teriak Donghae dari pinggir lapangan, Hye Raa hanya meliriknya sekilas lalu kembali fokus pada bola ditangannya ‘aku harus menang! Demi Jung Soo oppa!’ batinnya.

Lagi, dia menddribble bola itu agak lama lalu menembakkan ke ring dengan sedikit lompatan. Seperempat detik kemudian, Hye Raa terjatuh ke lantai dengan posisi kaki kiri menyentuh lantai lebih dulu.

Tentu saja itu membuatnya meringis kesakitan karena kakinya memang masih sakit dan terpasang gips.

“aaaaaaaaaaaarghhh!!”ringisnya, tapi yang membuat Hye Raa lebih merasakan sakit lagi adalah bola yang dia lemparkan untuk menentukan posisinya sebagai kapten kembali meleset, tipis sekali dengan ring.

Siwon, Donghae, Mochi serta Jongjin segera berlari ke tengah lapangan tempat Hye Raa terjatuh. Hye Raa masih saja meringis sambil memegangi kakinya.

“Hye Raa, gwaenchana?”tanya Donghae

“aaarghh!! Appo oppa! jeongmal, aaarghhh!!”

“dari awal kan sudah kukatakan jangan melepaskan tongkatmu, kau bisa jatuh. Ini kau melompat lagi? Aigoo, jja”Donghae, Mochi dan Siwon segera memapah tubuh Hye Raa ke pinggir lapangan.

Sedangkan Jongjin menghampiri Yesung yang sebentar lagi akan mulai melemparkan bola

“hyung”

“Jongjin?”

“jadi benar kau Yesung hyung? Kenapa kau tega bertanding dengan Hye Raa dalam kondisi nya yang seperti itu hyung? Aku tau kau memang ingin menjadi kapten, tapi bisa tidak hyung pertandingan ini di tunda hingga Hye Raa sembuh? Kalau begini, tidak perlu bertanding juga semuanya bisa tahu bahwa kau lah pemenangnya hyung! Bertanding basket dengan yeoja yang sedang patah tulang sama saja kau bertanding dengan anak anak yang masih SD hyung!”Yesung hanya terdiam mendengar ucapan Jongjin.

“apa sebelum bertanding kau tidak memikirkan hal semacam itu hyung? Hye Raa terjatuh, sudah pastikan yang namanya permainan basket itu ada lompatannya? Dan kau pikir bisa orang menggunakan tongkat dan kaki yang terpasang gips melompat, hah? Pasti dia akan terjatuh kan hyung? Kau lihat! Terjatuh seperti itu”Jongjin menunjuk kearah Hye Raa yang sedang meringis dipinggir lapangan sambil diberikan pengobatan pada lukanya.

Yesung lagi lagi hanya bisa diam sambil mencerna kata kata yang dilontarkan dongsaengnya itu.

“Yesung, giliranmu”pelatih memberikan sebuah bola basket pada Yesung, Jongjin langsung berlari ke pinggir lapangan menghampiri Hye Raa yang sekarang keadaannya sudah lebih mendingan.

“Hye, gwaenchana?”tanya Jongjin, Hye Raa hanya mengangguk sambil menahan air mata.

Sementara Yesung yang sudah siap dengan bola basket ditangannya mulai mengambil ancang ancang untuk melemparkannya ke ring. Dia melirik Hye Raa yang juga sedang memperhatikannya dari pinggir lapangan, kemudian memantulkan bolanya ke lantai selama berulang ulang.

Jarak pelemparan bola Yesung dan Hye Raa memang dibedakan, mengingat Hye Raa yang kondisinya sedang tidak stabil harus melawan Yesung yang sudah pasti tenaganya lebih super. Jarak melempar Yesung 2x lipat lebih jauh dibanding jarak Hye Raa.

Dengan sigap, Yesung melemparkan bolanya ke ring, namun sial bolanya tidak sampai menyentuh ring. Kesempatan pertama untuk Yesung telah gagal, hanya tinggal dua kesempatan lagi. Kalau tidak berhasil juga, gelar kapten akan tetap dipegang oleh Hye Raa.

Yesung kembali melirik Hye Raa sekilas kemudian kembali fokus dengan bola kedua yang ada ditangannya. Tidak jauh berbeda dari kesempatan pertama, hanya saja di kesempatan kedua ini Yesung melompat lebih tinggi agar bisa memasukkan bolanya.

Namun sayang sekali, lompatannya terlalu tinggi hingga melewati ring. Suasana semakin memanas, hanya tinggal satu kali kesempatan lagi untuk Yesung. Entah sengaja mengalah pada Hye Raa atau memang dia sedikit kesulitan dengan jarak sejauh itu, yang jelas Yesung memang belum berhasil memasukkan satu bola pun.

Kesempatan terakhir, kali ini Yesung memantulkan bola sedikit lebih lama dari yang tadi, dan langsung melompat dan menembakkannya ke ring, namun lompatannya tidak setinggi lompatan yang tadi. Bola terus terbang (?) kearah ring daaan

“Yeeeeeeeeeeeeeey”sorak semua siswa diruangan ini, ya itu adalah pertanda bahwa bola yang dilemparkan Yesung tadi berhasil memasuki ring.

Yesung berlutut ditempatnya melempar bola tadi, bukannya senang dia justru merasa menyesal karena telah berhasil memasukkan bolanya. Raut wajahnya sangat sedih dan menyesal, dia melirik Hye Raa yang sudah mengeluarkan air mata di pinggir lapangan.

Bukan, Hye Raa menangis bukan karena senang kan?

Tak lama pelatih datang dengan tersenyum kearah Yesung, dan ikut berlutut disamping Yesung.

“Yesungie, chukkae hamnida”katanya sambil menepuk pelan pundak Yesung “jja”dia mendorong Yesung untuk berdiri, Yesung hanya menurut.

Dia melihat kearah Hye Raa yang sedang berjalan tertatih tatih dengan bantuan Donghae dan Siwon, dan diikuti oleh Mochi dan Jongjin. Sekarang, Hye Raa tepat berhadapan dengan Yesung, wajah mereka sama sama sedih.

“Hye Raa, mianhe. Sesuai perjanjian, yang menang akan menjadi kapten. Aku rasa, sekarang waktunya. Jeongmal kamsahamnida karena telah membawa nama baik sekolah ini, jeongmal kamsahamnida karena telah menjadi kapten yang baik, dan jeongmal kamsahamnida karena telah melakukan yang tebaik. Kau memang pantas menggantikan Jung Soo untuk sementara. Semoga cepat sembuh dan maaf gelarmu harus dilepaskan”Hye Raa mengangguk pelan, kemudian dia melepaskan sabuk kapten yang selalu ia pakai dilengan kanannya sebagai lambing bahwa ia seorang kapten.

Dia menyerahkan sabuk itu pada Yesung dengan tangis yang tak bisa ia bendung

“chukkae hamnida”ujar Hye Raa sembari memberikan sabuk tersebut pada Yesung. Yesung menerimanya dan mengangguk pelan, tidak bisa dipungkiri juga kalau matanya Yesung memerah.

Semua orang diruangan ini bertepuk tangan, sementara Hye Raa segera berjalan keluar dari ruangan tanpa bantuan siapapun.

“Hye Raa”panggil Donghae yang ingin menyusulnya, tapi segera ditahan oleh Siwon.

“sudahlah, dia pasti ingin sendiri”Donghae hanya mengangguk.

Sementara Yesung segera berlari menyusul Hye Raa tanpa sepengetahuannya. Hye Raa berjalan keluar sekolah, entah kemana tujuannya tapi Yesung tetap mengikutinya secara mengendap endap.

***

Setelah beberapa lama berjalan mengikuti Hye Raa, barulah Yesung sadar bahwa Hye Raa datang ke sebuah pemakaman. Dia segera berjalan kesebuah makam, Yesung bersembunyi dibalik pohon yang dekat dengan makam yang dituju Hye Raa.

Hye Raa langsung terduduk disamping makam itu dan mengusap nisannya pelan. Yesung hanya memperhatikannya dari balik pohon itu.

Hye Raa mulai menangis

“oppa, mianhe. Jeongmal mianhe. Aku tidak bisa menjadi kapten lagi, aku tidak bisa melakukan permintaan terakhir oppa”ujarnya sambil terisak

“aku benar benar bodoh! Bodoh karena bisa mengalami kondisi seperti ini! Bodoh karena menyerahkan gelar itu pada nya, dan bodoh karena tidak bisa menjaga amanat oppa”dia semakin terisak sambil mengusap nisan yang bertuliskan nama ‘Park Jung Soo’ itu.

-flashback-

Hye Raa dan Jung Soo tampak sedang menikmati hari libur mereka dihalaman belakang rumah. Halamannya memang terbilang sangat luas, bahkan ada lapangan basket disana karena memang Jung Soo sangat mencintai dunia basket dan dia sedang bermain basket.

Sementara Hye Raa sibuk memainkan latopnya sendiri tanpa memperdulikan oppanya itu. Jung Soo menshoot kan bola yang ia pegang ke ring, namun sial bolanya hanya mengenai tiang ring dan memantul kearah Hye Raa dan Jeddeeeeeer (?), bolanya terkena kepala Hye Raa.

“aaaaw!! Oppaaaa!!”jerit Hye Raa, Jung Soo tertawa dan segera menghampiri dongsaeng kesayangannya itu

“wae?”tanyanya polos

“appooo!!”

“appo? Memangnya kau kenapa?”Hye Raa langsung menjitak kepalanya

“sakit kan?!”Jung Soo kembali terkekeh

“oppa! sudah kubilang kan, berhenti memainkan benda bulat jelek yang suka dipantul pantulkan itu? Itu bahaya oppa, bagaimana kalau terkena kepalamu? Ah kalau kau yang kena sih masih untung, tapi bagaimana kalau aku yang kena seperti ini? Aisssh!!”dengus Hye Raa, Jung Soo lagi lagi tertawa melihatnya

“bagaimana bisa berhenti? Oppa sangat cinta dengan dunia basket”

“tuh kan oppa sudah gila, dimana mana namja itu cintanya sama yeoja. Ini malah sama dunia basket?”

“bukan begitu maksud oppa. ah sudahlah, ya! apa oppa boleh minta satu hal?”Hye Raa mengangguk “oppa minta kau mau bermain basket dan bisa menjadi kapten disekolah kita kalau oppa pergi nanti”Hye Raa terbelalak

“mwo? Memangnya oppa mau kemana?”

“hmmm kemana ya? ke surga mungkin”Hye Raa kembali menjitak kepala Jung Soo

“bicaramu itu!”

“wae? Apa kau tidak mau juga mengabulkan permintaan oppa?”Hye Raa menggeleng “berarti kau tidak menyayangi oppamu ini ya?”Hye Raa menggeleng cepat “lalu?”

“aku kan tidak bisa bermain basket”Hye Raa menunduk

“tidak ada yang tidak bisa, pasti kau bisa! Oh ya kalau nanti kau sudah menjadi kapten, jangan pernah dilepas ya gelar itu, gelar itu sangat berharga. Kalau sampai kau melepaskannya, oppa akan sangat marah padamu, arachi?”tanyanya sambil tersenyum, Hye Raa tampak membulatkan matanya dan mengangguk pelan.

-flashback end-

“oppa, aku mohon jangan marah padaku. Aku sudah berusaha semampuku oppa, mianhe karena telah mengecewakanmu”Hye Raa masih terisak. Sementara Yesung yang melihatnya dari balik pohon merasa sangat bersalah.

“oppa, aku janji nanti kalau aku sudah sembuh, aku akan merebut gelar itu darinya. Aku janji oppa, oppa percayakan?”

“yasudah oppa, aku pamit dulu ya. ahjussi mungkin sudah menungguku lama disekolah, oppa istirahat yang tenang ya. ingat, aku berjanji nanti kalau aku sudah sembuh aku akan merebutnya lagi, oppa jangan marah ya?”Hye Raa mengusap nisan itu lagi.

“aku pulang dulu ya oppa, anyeong”Hye Raa berdiri dengan sedikit kesulitan.

Setelah sekian lama, akhirnya dia bisa berdiri dan berjalan menggunakan tongkat. Yesung yang mengetahui Hye Raa ingin pergi segera menyusulnya dan berlari kearahnya dan berada tepat dihadapan Hye Raa yang membuat Hye Raa terkejut.

“kau?!”Yesung hanya diam “untuk apa kau kesini?! untuk menertawakanku, hah?!”entah dorongan setan mana ya mungkin karena mereka memang sedang berada di pemakaman, Yesung tiba tiba menarik tangan Hye Raa dan menenggelamkan wajah Hye Raa didadanya #dipeluk gitu#.

Hye Raa terkejut dan membulatkan matanya sambil memukul dada bidang Yesung pelan dan berusaha untuk melepaskan pelukannya.

“ya! apa yang kau lakukan, hah?!”bentaknya

“diamlah sebentar, aku hanya ingin merasakan apa yang kau rasakan”Hye Raa terdiam mendengar ucapan Yesung yang membingungkan itu, untuk beberapa saat mereka saling diam sampai terdengar suara isakan dari Yesung.

“aku benar benar minta maaf, aku tau oppa mu pasti akan sangat marah padamu karena kau melepaskan jabatanmu”kata Yesung yang masih memeluk Hye Raa erat, Hye Raa hanya diam

“setidaknya oppaku tahu bahwa aku menyerahkannya pada namja pecundang!”

Yesung masih dan semakin mempererat pelukannya pada Hye Raa membuat yeoja itu mau tidak mau harus tetap berada dipelukannya, sementara itu..

“omona, mereka romantis sekali”kata Mochi pada Jongjin

Ternyata mereka megikuti Yesung dan Hye Raa dan melihat mereka berpelukan.

“Jongjinnie, apa hyungmu itu menyukai Hye Raa?”Jongjin hanya bisa diam ditempat, tidak tahu harus melakukan apa.

Kemarin, Yesung sendiri yang menyuruhnya untuk memahami perasaan anehnya pada Hye Raa, tapii.. kenapa justru mereka yang seperti sepasang kekasih begitu?

To Be Continue___

Kenapa Yesung justru memeluk Hye Raa?

Bagaimana perasaan Jongjin yang melihat mereka berpelukan?

Tunggu kelanjutannya ya ^^

Bagi yang penasaran, tunggu cerita selanjutnya ya😀

kalo ga penasaran, ya gapapa😀 #plak

yang kena tag atau yang uda baca, please CL #2ne1 kali thor?

maksud author Coment + Like ^^

mian ya kalo ceritanya makin aneh😀

ingat, jangan jadi silent readers, oke?

kamsahamnida ^^

republised by aeund

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s