Only You part 3

only you part 3

only you part 3

Judul : Only You (Part 3)
Genre : Romance (PG 15)
Cast : Cho Kyu Hyun, Lee Dong Hae, Choi Siwon, Kim Ki Bum, Choi Rae Hyun, Choi Yoon a Park Li Ra.
Author : AthirahPatmasariAa.k Choi Rae Hyun
FB: SttThiera Potter N AthirahPatmasari A
Twitter :athirah_A

“Cinta terkadang tak dapat di deskripsikan walau dengan beribu ungkapan indah sekalipun . . . “ 

Author POV

Semenjak kejadian pemandangan yang tak mengenakkan itu Kyu Hyun tak henti – hentinya mencari keributan dengan Rae Hyun . .

“ciiiihh . . . dasar Yeoja kecentilan” ejek seorang namja pada yeoja yang sedang berlalu di hadapannya .

“astaga kenapa di sini terasa ada hawa yang tak mengenakkan yah?!” tanya seorang yeoja dengan nada mengejek kepada dua sahabatnya.

“YAAAKK . . . apa maksudmu berkata begitu Nyonya Choi?” tanya seorang namja pada yeoja yang ada di hadapannya saat ini

“aiigoo . . . rupanya ada orang yang tersinggung” ejek yeoja itu

“apa kau merasa tersinggung Tuan Cho?” tanya yeoja itu santai

“tidaaaak . . “ jawab namja itu

“lalu mengapa kau membentakku aaah?” dengus yeoja itu

“kau terlalu percaya diri” ejek namja itu

“ciiih . . . trus apa maksud dari perkataan mu tadi?” tanya yeoja itu sini

“perkataan?” tanya namja itu balik

“tak usah sok bloo-on” sengut yeoja itu sambil berlalu pergi dari hadapan namja itu, malas untuk melanjutkan perdebatan yang pasti ujung-nya akan berujung – ujung.

Begitulah . . . setiap hari hal yang mereka lakukan tak pernah ada kedamaian jika kedua orang itu bertemu . . . (ck . . Kyuppa kau sll cari perkara ;p)

Choi Rae Hyun POV

“ciiiihh . . . dasar Yeoja kecentilan” ucap namja tegik itu mengejek, aku rasa dia sengaja mencari gara – gara lagi denganku

“astaga kenapa di sini terasa ada hawa ucapan yang tak mengenakkan yah?!” tanyaku dengan nada mengejek kepada Le Ra dan Ji Yeon

“YAAAKK . . . apa maksudmu berkata begitu Nyonya Choi?” tanya-nya pada ku yang ada di hadapannya saat ini

“aiigoo . . . rupanya ada orang yang tersinggung” ejek-ku

“apa kau merasa tersinggung Tuan Cho?” tanya ku santai

“tidaaaak . . “ jawabnya dengan tampang blo-on, “aigo . . jantungku kenapa harus berdetak tak karuan saat ini aiiitts . . menyebalkan” ucapku dalam hati

“lalu mengapa kau membentakku aaah?” dengus ku menyoba menutupi rasa gugupku saat ini

“kau terlalu percaya diri” ejeknya padaku

“ciiih . . . trus apa maksud dari perkataan mu tadi?” tanya ku sini

“perkataan?” tanyanya balik

“tak usah sok bloo-on” sengut ku sambil berlalu pergi dari hadapan namja itu, malas untuk melanjutkan perdebatan yang pasti ujungnya akan berujung – ujung.

“Aigoo . . . jantung ku kenapa semakin lama dengupannya makin tak teratur saja” umpatku kesal dalam hati

sepertinya aku perlu ke dokter untuk menyakan obat yang manjur untuk mengurangi atau setidaknya mengatur detak jantung ku agar tak selalu bekerja melebihi semestinya. Omo . . sepertinya aku sudah mulai tak waras memikirkan hal – hal yang aneh -_-“

“YAAAKK . . . Rae Hyun-ah” teriak seorang di telingaku

“Ya . . Le Ra-ya mengapa kau berteriak di telingaku eo?” dengusku sambil bertanya

“siapa suruh kau melamun dan tak mendengarkan kami yang sedari tadi memanggil – mangiilmu” jawab Ji Yeon sambil mendengus kesal pada ku

“N-nde?” kata dan tanya ku dengan ekspresi yang tak jelas

“aiigo . . kau kenapa Rae Hyu-ah, akhir – akhir ini kau sering sekali melamun seperti itu?” tanya Le Raa pada ku

“iya . . sampai – sampai kami harus selalu membentakmu agar kau sadar kembali” ungkap Ji Yeon

“aaa- ani aniyo . . “ wajabku gelagapan

“kau bukan orang yang terlalu pandai untuk berbohong Choi Rae Hyun” balas Le Ra dan Yi Yeon kesal sambil mengejek ku

“kalian ini suka sekali mengambil kesimpulan sendiri, aku tak sering melamun seperti apa yang kalian katakan” ucapku

“apa kau fikir kami tak pernah memperhatikan gelagak dan kebiasaan anehmu itu” kata Ji Yeon

“sebenarnya kau kenapa Rae Hyu-ah, kalau ada masalah sebaiknya berbagi ceritalah dengan kami??!” tanya Le Ra

“kami tau kau bukan tipe orang yang gampang berbagi masalah, tapi setidaknya untuk kali ini berbagilah dengan kami” ucap Ji Yeon

“sepertinya masalahmu kali ini amat berat Rae Hyu-ah, sampai – sampai kau selalu melamun dan tak memperdulikan keberadaan kami” lanjut Le Ra

“kami selalu berbagi apa-pun itu dengan mu Rae Hyun-ah, baik suka dan duka bahkan semua masalah dan kesedihan yang kami hadapi selalu kami ceritakan padamu, apa kau tak bisa belajar sedikit saja untuk berbagi cerita dan masalahmu kepada kami, kau anggap kami ini apa??” tanya Le Ra lagi dengan raut kesedihan di wajahnya

“mianhae . . . .” hanya itu yang dapat ku katakan untuk menyawab dan menanggapi perkataan mereka berdua

“Choi Rae Hyun . . . kau, kau sebetulnya kenapa eo, jangan membuat kami cemas dan berfikir yang tak jelas akan masalah yang kau hadapi saat ini, kumohon berbagilah, aku tak mau melihat kau terus – terusan bertingkah aneh seperti itu” ucap Ji Yeon

“kau hanya berbagi suka kepada kami bahkan kau sangat, amat sangat jarang berbagi cerita kepada kami, kami mencoba untuk mengerti akan hal itu karna kami tau kau tipe orang yang sulit untuk berbagi masalah, tapi melihat tingkah dan ekspresi wajahmu yang selalu murung kami jadi sedir Rae-ah” Lanjut Le Ra

“Mianhae . . mianhae . . . Le Ra-ya, Ji Yeon-ah, bukannya aku tak mau bercerita masalahku kepada kalian, tapi sungguh aku tak kenapa – kenapa kok, percayalah . . .” ucapku

“uuuuuugggfffhh . . .” kudengar Ji Yeon dan Le Ra menghembuskan nafas menanggapi pernyataanku

“tapi kau harus berjanji kepada kami, jika kau memang sudah tak sanggup memendamnya seorang diri cerita dan berbagilah kepada kami, arrasso . . .?”

“hehehehe . . .Neeee” jawabku sambil tersenyum tulus kepada mereka

“aigo . . lihat kau tersenyum Rae Hyu-ah” ucap Le Ra riang

“rasa-nya sudar berabat – abat kami tak melihat senyum-mu yang seperti itu” lanjut Ji Yeon heboh

“HAHAHAHAHAAAA” kami bertiga tertawa lepas bersama

Mian . . . Gomawo Le Ra-ya, Ji Yeon-ah . . . gumamku dalam hati, kalian memang sahabat yang sangat pengertian dan baik hati. Aku beruntung memiliki kalian sebagai sahabatku, ku harap kita akan terus tersenyum seperti ini bersama, kalian orang – orang yang berharga untuk-ku setelah keluargaku :’)

Park Le Ra POV

“Sebenarnya Rae Hyun ada masalah apa” tanyaku pada diriku sendiri

“YAAAKK . . . Rae Hyun-ah” teriak-ku di telinganya

“Ya . . Le Ra-ya mengapa kau berteriak di telingaku eo?” dengusnnya

“ciiiihh . . . dasar Yeoja kecentilan” ucap namja tegik itu mengejek, aku rasa dia sengaja mencari gara – gara lagi denganku

“astaga kenapa di sini terasa ada hawa ucapan yang tak mengenakkan yah?!” tanyaku dengan nada mengejek kepada Le Ra dan Ji Yeon

“YAAAKK . . . apa maksudmu berkata begitu Nyonya Choi?” tanya-nya pada ku yang ada di hadapannya saat ini

“aiigoo . . . rupanya ada orang yang tersinggung” ejekku

“apa kau merasa tersinggung Tuan Cho?” tanya ku santai

“tidaaaak . . “ jawabnya dengan tampang blo-on, “aigo . . jantungku kenapa harus berdetak tak karuan saat ini aiiitts . . menyebalkan” ucapku dalam hati

“lalu mengapa kau membentakku aaah?” dengus ku menyoba menutupi rasa gugup-ku saat ini

“kau terlalu percaya diri” ejeknya padaku

“ciiih . . . trus apa maksud dari perkataan mu tadi?” tanya ku sini

“perkataan?” tanya-nya balik

“tak usah sok bloo-on” sengut ku sambil berlalu pergi dari hadapan namja itu, malas untuk melanjutkan perdebatan yang pasti ujung-nya akan berujung – ujung.

“Aigoo . . . jantung ku kenapa semakin lama dengupan-nya makin tak teratur saja” umpatku kesal dalam hati

sepertinya aku perlu ke dokter untuk menyakan obat yang manjur untuk mengurangi atau setidaknya mengatur detak jantung ku agar tak selalu bekerja melebihi semestinya. Omo . . sepertinya aku sudah mulai tak waras memikirkan hal – hal yang aneh -_-“

“YAAAKK . . . Rae Hyun-ah” teriak seorang di telingaku

“Ya . . Le Ra-ya mengapa kau berteriak di telingaku eo?” dengusku sambil bertanya

“siapa suruh kau melamun dan tak mendengarkan kami yang sedari tadi memanggil – mangiilmu” jawab Ji Yeon sambil mendengus kesal menimpal

“N-nde?” kata dan tanya Rae Hyun dengan ekspresi yang tak jelas

“aiigo . . kau kenapa Rae Hyu-ah, akhir – akhir ini kau sering sekali melamun seperti itu?” tanya ku

“iya . . sampai – sampai kami harus selalu membentakmu agar kau sadar kembali” ungkap Ji Yeon

“aaa- ani aniyo . . “ wajabnya gelagapan

“kau bukan orang yang terlalu pandai untuk berbohong Choi Rae Hyun” balas ku dan Yi Yeon kesal sambil mengejek-nya

“kalian ini suka sekali mengambil kesimpulan sendiri, aku tak sering melamun seperti apa yang kalian katakan” ucap-nya

“apa kau fikir kami tak pernah memperhatikan gelagak dan kebiasaan anehmu itu” kata Ji Yeon

“sebenarnya kau kenapa Rae Hyu-ah, kalau ada masalah sebaiknya berbagi ceritalah dengan kami??!” tanya ku

“kami tau kau bukan tipe orang yang gampang berbagi masalah, tapi setidak-nya untuk kali ini berbagilah dengan kami” ucap Ji Yeon

“sepertinya masalahmu kali ini amat berat Rae Hyu-ah, sampai – sampai kau selalu melamun dan tak memperdulikan keberadaan kami” lanjut ku

“kami selalu berbagi apa-pun itu dengan mu Rae Hyun-ah, baik suka dan duka bahkan semua masalah dan kesedihan yang kami hadapi selalu kami ceritakan padamu, apa kau tak bisa belajar sedikit saja untuk berbagi cerita dan masalahmu kepada kami, kau anggap kami ini apa??” tanya ku lagi dengan sedih

“mianhae . . . .” jawab dan tanggapnya atas perkataan ku dan Ji Yeon

“Choi Rae Hyun . . . kau, kau sebetulnya kenapa eo, jangan membuat kami cemas dan berfikir yang tak jelas akan masalah yang kau hadapi saat ini, kumohon berbagilah, aku tak mau melihat kau terus – terusan bertingkah aneh seperti itu” ucap Ji Yeon

“kau hanya berbagi suka kepada kami bahkan kau sangat, amat sangat jarang berbagi cerita kepada kami, kami mencoba untuk mengerti akan hal itu karna kami tau kau tipe orang yang sulit untuk berbagi masalah, tapi melihat tingkah dan ekspresi wajahmu yang selalu murung kami jadi sedir Rae-ah” Lanjut ku

“Mianhae . . mianhae . . . Le Ra-ya, Ji Yeon-ah, bukan-nya aku tak mau bercerita masalahku kepada kalian, tapi sungguh aku tak kenapa – kenapa kok, percayalah . . .” ucap Rae Hyu lagi

“uuuuuugggfffhh . . .” kudengar Ji Yeon dan Le Ra menghembuskan nafas menanggapi pernyataan Rae Hyun

“tapi kau harus berjanji kepada kami, jika kau memang sudah tak sanggup memendam-nya seorang diri cerita dan berbagilah kepada kami, arrasso . . .?”

“hehehehe . . .Neeee” jawabku sambil tersenyum tulus kepada kami ber-dua

“aigo . . lihat kau tersenyum Rae Hyu-ah” ucap ku riang

“rasa-nya sudar berabat – abat kami tak melihat senyum-mu yang seperti itu” lanjut Ji Yeon heboh

“HAHAHAHAHAAAA” kami bertiga tertawa lepas bersama

Uuuuggffh . . . kehembuskan nafasku lagi, Choi Rae Hyun tipe orang yang tak mau menyusahkan orang lain dalam hal apa-pun itu, di antara kami ber-tiga hanya dia yang tak pernah bercerita akan masalah yang di hadapinya, jangan bercerita masalahnya hal – hal yang wajar di ceritakan saja dia jarang. Rae Hyun adalah tempatku dan Ji Yeon berbagi semuanya, segalanya baik susah dan bahangia dan dia dia selalu cepat menanggapi apapun yang kami ceritakan, selalu memberi solusi akan semua masalah yang kami hadapi, selalu bertanya apa aku dan Ji Yeon mau setuju dengan usul atau pun pendapatnya. Rae Hyun juga bukan anak yang manja dan sombong walau dia berasal dari keluarga yang mapan. Dia memang bukan tipe orang yang selalu memualai pembicara-an terlebih dahulu, makanya banyak teman – teman sekolah kami yang menganggap Rae Hyun itu sombong dan angkuh, tapi kenyata-an tak demikian “jangan menghakimi seseorang jika kau blum mengenal dia” itu yang selalu aku dan Ji Yeon ucapkan kepada teman – teman kami yang selalu menghina Rae Hyun.

Jung Ji Yeon POV

“aigo . . lihat kau tersenyum Rae Hyu-ah” ucap Le Ra riang

“rasa-nya sudar berabat – abat kami tak melihat senyum-mu yang seperti itu” lanjut ku heboh

“HAHAHAHAHAAAA” kami bertiga tertawa lepas bersama setelah berdebat cukup lama membujuk Rae Hyun untuk bercerita akan masalahnya kepadaku dan Le Ra .

Dasar anak itu tak pernah berubah, sifatnya yang sangat sulit untuk berbagi cerita akan masalahnya itu paling tak ku suka. Choi Rae Hyun salah satu sahabat terbaik yang kumiliki setelah Le Ra pastinya, kami pada awalnya saling acuh di pertemuan pertama, apa lagi saat itu aku sungguh jengkel dengan sikap Rae Hyun yang sangat sombong menurutku, tak pernah menyapa orang tersenyumpun jarang. Tapi saat aku di kerja-i oleh sumbae – sumbaeku Ji Yeon lah yang membelaku saat itu sungguh aku sangat kangum dengan keberanian-nya itu dan pada saat itu Le Ra juga yang meloporkan ke seosangim akan kelakuan sumbae – sumbae ku itu dan pada akhirnya mereka semua di skors dari sekola selama sebulan. Setelah kejadian itu aku mulai dekat denganya dan Le Ra .

“Choi Si Won” gumamku . . . . .

* * * * * * * * * * * * * * * * * *

Kabuuuuuurrr . . . . . . . .

T B C

dulu yaaach

gi mana . . . part nich geje, tipo, membosankan, amburadul, tak ada menariknya kah ???sebenarnya part nich kebanyakan ngebahas Choi Rae Hyun, jdi maklum ja kalau kebanyak POVnya berbicara soal kepribadian-nya .

jgn lupa tinggalin jejak ne, Z gk maksa tuk ngomen kok cukup seikhlasnya saja kalau moe ngomen syukur gk juga gpp tapi setidaknya harus, kudu, wajib ngeLike yoo . . .

hehehehehehehe . . . . . .

paii . . paii . . pai . . . (lambai tangan ala Mrs.Chulle)

#ditaboook ma Chuppa “V”kkkkkkk . . . . . . . . .

published by aeund

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s