My Man part 2

My Man part 2

My Man part 2

 

author: Angkin Pindho Kartika Dewi

cast:Jang Seungmi,Kim Jongwoon,Kim Kibum,Jang Geunsuk

Happy reading…..

“Kim Kibum bisakah kau lepaskan pelukanmu?” teriak seseorang.

Aku dan Kibum bergerak mencari sumber suara. Jongwoon….. Jongwoon yang berteriak. Dia kelihatan sangat marah. Dia mendatangi kami dan hampir memukul Kibum kalau saja aku tidak segera menghadangnya.

“Apa maksudmu memeluk Seungmi ku?” tanya Jongwoon pada Kibum.

“Aku hanya berusaha menenangkannya sunbae”

“Apakah harus dengan memeluknya?”

“Apa ada cara lain untuk membuat tangisan Seungmi berhenti? Kalau ada cara lain aku akan menggunakan cara itu” kata Kibum

“Aissh kau ini”

“Kalau kalian berdua mau berkelahi, jangan lakukan itu di depanku” kataku sambil berusaha kuat menahan tangisanku.

Mereka berdua hanya bisa diam.

“Aku hanya butuh 10 menit untuk menenangkan diri. Aku jamin setelah itu aku akan kembali ceria.”

Aku masih melihat muka cemas Jongwoon dan Kibum.

“Kalian tidak percaya? Baiklah kalian boleh menemaniku tapi jangan lakukan apapun” lanjutku.

Aku hanya butuh menghirup udara segar untuk menghentikan tangisanku. Kurang dari sepuluh menit aku sudah bisa menenangkan diri. Jongwoon dan Kibum benar-benar tidak melakukan apapun. Mereka berdua hanya duduk di sebelahku dan diam seperti patung.

“Ya! Apakah kalian benar-benar tidak melakukan apapun? Kalian masih bernafaskan? Aku takut kalian tidak bernafas gara-gara aku meminta kalian untuk tidak melakukan apapun” kataku memecahkan keheningan.

“Sepertinya kau sudah tertular penyakit gila Yesung sunbae” kata Kibum.

“Aku tidak gila Kibum, aku hanya tergila-gila pada gadis d sampingku ini”

“Jaggi-ya apa kau mau kupeluk?” tanya Jongwoon padaku.

Tangan Jongwoon bergerak untuk memelukku tapi tangannya ditepis oleh Kibum.

“Jangan memeluknya sunbae!” katanya.

“Apa kalian masih ingin bertengkar? Silahkan lanjutkan! Aku harus kembali bekerja” kataku.

Aku bangkit dari duduk dan segera berjalan menuju café. Aku masih mendengar suara Jongwoon dan Kibum memanggilku. Aku menoleh dan melambaikan tangan pada mereka. Lama-lama bersama mereka bisa membuatku lebih gila.

***

“Ne araso oppa….. baiklah aku akan pulang dengan Jongwoon” kataku menjawab telepon dari Geunsuk oppa.

Dia tidak bisa menjemputku karena ada tamu yang datang ke rumah kami. Sebenarnya darimana oppa tahu kalau temannya itu ada disini. Apakah aku benar-benar harus pulang dengan namja aneh itu? Aku juga tidak mungkin meminta Kibum untuk mengantarku pulang. Telingaku sudah cukup panas mendengar teman-teman di café membicarakan kami.

“Namja aneh, antarkan aku pulang!”

“Bukankah dari tadi aku memang menunggu untuk mengantarkanmu jaggi-ya?” tanyanya.

“Jangan panggil aku jaggi, aku bukan yeojachingumu.”

“Kau pulang denganku saja Seungmi-ah” kata Kibum tiba-tiba.

“Maafkan aku Kibum-ssi, aku hanya tidak mau teman-temann membicarakan kita berdua. Aku merasa sangat tidak nyaman.”

“Dia menolakmu Kim Kibum, jadi lain kali jangan dekat-dekat Seungmi ku lagi” kata Jongwoon dengan sombongnya.

“Ani Kibum-ssi, aku hanya tidak mau membuat citramu buruk di depan semua pegawai disini….. Mian Kibum” kataku lagi.

“Baiklah aku mengerti, karena posisiku di sini sebagai manajer dan kau hanya pelayan café, bagaimana kalau aku menjadi pelayan café ini saja?” tanyanya.

“Aku sedang tidak punya minat untuk bercanda Kibum-ssi.”

“Araso….. hati-hati di jalan Seungmi-ah, hati-hatilah dengan sunbae aneh ini.” lanjut Kibum.

***

Aku hanya diam saja selama perjalanan ke rumah. Jongwoon berusaha mengajakku bicara, tapi aku diam saja, aku malas menanggapinya. Aku hanya memandang keluar, menikmati pemandangan kota Seoul di malam hari.

“Apa kau benar-benar membenciku?” tanyanya setengah berteriak.

Hal ini membuatku kaget dan mampu mengalihkan pandanganku kepadanya. Tatapan matanya sangat mengerikan.

“Apa kau marah?” tanyaku.

“Aku sangat marah, aku melakukan semua ini untuk menarik perhatianmu. Mollaso?”

Aku hanya diam mendengarkan kata-katanya.

“Aku menyukaimu Jang Seungmi. Aku jatuh cinta padamu sejak pertama aku melihat fotomu. Kau terlihat sangat cantik di foto itu.” katanya dengan suara yang lebih lembut. Sepertinya dia berhasil menguasai emosinya.

“Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat pertama kali aku bertemu denganmu secara langsung di kantin waktu itu. Kau membuat otakku beku. Sebenarnya apa yang harus aku lakukan agar kau bisa melihatku?” lanjutnya.

“Sebaiknya kau tidak bertanya kepadaku saat ini Jongwoon-ah. Aku sangat lelah hari ini.”  kataku.

“Baiklah….. akan kutanyakan lagi besok, sebaiknya kau siapkan jawaban yang menyenangkan untukku Seungmi-ah.” katanya lagi.

“Aku tidak yakin itu” jawabku.

Setelah pembicaraan itu, kami hanya terdiam. Aku merasakan badanku sangat lelah. Aku menyandarkan kepalaku ke kaca dan memejamkan mata.

Aku merasa badanku sangat ringan, seperti sedang terbang. Aku mencium aroma lemon yang segar. Wangi itu membuatku merasa lebih tenang dan membuatku tidur makin lelap.

***

Samar-samar aku mencium wangi nasi goreng kesukaanku. Aku membuka mata, mulai mengembalikan kesadaranku sepenuhnya. Aku ada di kamarku? seingatku aku tertidur di mobil Jongwoon. Siapa yang membawaku ke kamar? Apakah Geunsuk oppa yang menggendongku?. Aku melirik jam di kamarku, sekarang jam 7 pagi, aku harus segera bangun karena hari ini ada kuliah pagi.

Setelah mandi dan bersiap-siap, aku menemui Geunsuk oppa yang sudah duduk manis di ruang makan, menungguku untuk sarapan.

“Nasi goreng? Kupikir tadi aku mimpi tentang nasi goreng, ternyata oppa benar-benar memasaknya untukku” kataku.

Geunsuk oppa hanya tersenyum.

“Apa oppa yang menggendongku? Seingatku aku tertidur di mobil Kim Jongwoon.” kataku sambil memasukkan sesendok penuh nasi goreng.

“Semalam aku tidur lebih awal dan kurasa kau tidak punya kebiasaan untuk berjalan sambil tidur, jadi sepertinya Jongwoon-lah yang menggendongmu”.

WMO!!!!! Kata-kata Geunsuk oppa sukses membuatku menyemburkan semua nasi goreng dari mulutku.

Chugye University for the Arts

Aku berangkat lebih pagi. Aku harus menemui Jongwoon dan menanyakan hal ini padanya. Aku mencarinya ke studio, tempat Jongwoon dan Geunsuk oppa berlatih vokal. Aku melihat sekeliling dan mataku tertuju pada sosok namja yang aku cari. Dia sedang duduk di pojok. Dia mengenakan headphone dan matanya terpejam. Aku mendekatinya tanpa menimbulkan suara. Aku memperhatikannya dari jarak dekat. Ternyata dia sangat tampan. Mata, hidung dan bibirnya sangat sempurna melengkapi wajahnya. Samar-samar aku mencium aroma lemon. Tiba-tiba Jongwoon  membuka matanya dan tersenyum.

“Seungmi-ah, kau datang untuk menemuiku?” tanyanya.

“Duduklah disini!” lanjutnya sambil menepuk-nepuk tempat di sebalahnya.

Aku duduk di sebelahnya dan mulai akan membuka mulutku saat dia berkata “Semalam aku tidak tega membangunkanmu. Aku juga tidak bisa membiarkanmu tidur di mobil. Aku menelepon Geunsuk berulang kali tapi tidak ada jawaban darinya. Akhirnya aku putuskan untuk menggendongmu masuk. Apa tidurmu nyenyak?”

“Em….. tidurku sangat nyenyak. Bagaimana kau tahu aku akan menanyakan hal itu?”

“Aku sangat mengenal ekspresimu. Kau sudah menemukan jawabannya?” tanyanya.

“Jawaban apa?”

“Jawaban pertanyaanku. Apa kau lupa? Atau aku harus mengulang pertanyaanku?”

“Tidak perlu”

“Apa?” tanyanya.

Aku tersenyum melihat ekspresi wajahnya. Dia seperti anak kecil yang tidak sabar menunggu giliran untuk bermain game di game center.

“Kenapa kau tersenyum? Ada yang aneh dengan mukaku?” tanyanya lagi.

“Ani….. Jongwoon-ah, kau hanya perlu jadi dirimu sendiri. Itu sudah cukup untuk membuatku melihat keberadaanmu” jawabku.

“Aku harus pergi sekarang” kataku sambil bangkit.

“Dan kau terlihat sangat keren hari ini Jongwoon-ah” lanjutku sambil tersenyum lalu pergi meninggalkannya.

***

“Jang Seungmi, kakakmu bilang padaku bahwa suaramu sangat indah. Aku ingin mendengarnya. Silahkan maju dan tunjukkanlah suara emasmu padaku” kata Mr. Park.

“Joesonghamnida sonsaengnim….. saya tidak bisa melakukan itu.” jawabku.

“Apa maksudmu nona Seungmi?”

“Saya benar-benar tidak bisa melakukan itu sonsaengnim.”

Tiba-tiba terdengar suara merdu seorang namja.

I finally found someone, that knocks me off my feet 

I finally found the one, that makes me feel complete 

Namja itu adalah Kibum. Dia menggandeng tanganku dan membawaku menuju ke tengah ruangan. Dia tersenyum dan memintaku bernyanyi melalui tatapan matanya. Aku mulai bernyanyi dengan sedikit ragu.

We started over coffee, we started out as friends 

It’s funny how from simple things, the best things begin 

Kibum menyanyikan lagi bait berikutnya.

This time it’s different It’s all because of you

It’s better than it’s ever been 

‘Cause we can talk it through 

Sekarang giliran aku yang menyanyi.

Oohh, my favorite line was “Can I call you sometime?” 

It’s all you had to say 

To take my breath away 

Kami mulai menyanyikan lagu duet ini. Aku merasa lebih nyaman sekarang.

This is it, oh, I finally found someone, someone to share my life 

I finally found the one, to be with every night 

‘Cause whatever I do 

It’s just got to be you 

My life has just begun 

I finally found someone 

Ooh, someone 

 

I finally found someone 

Oooh . . . 

 

Did I keep you waiting 

I didn’t mind 

I apologize 

Baby, that’s fine 

I would wait forever just to know you were mine 

You know I love your hair 

Are you sure it looks right? 

I love what you wear 

Isn’t it the time? 

You’re exceptional I can’t wait for the rest of my life . . . 

 

This is it, oh, I finally found someone, someone to share my life 

I finally found the one, to be with every night 

‘Cause whatever I do 

It’s just got to be you 

My life has just begun 

I finally found someone 

Whatever I do 

It’s just got to be you 

My life has just begun 

I finally found someone (I Finally Found Someone-Bryan Adam and Barbara Streisand)

Tepuk tangan riuh terdengar setelah lagu itu kami nyanyikan. Tidak ada rasa sakit, tidak ada air mata yang mengalir. Aku benar-benar berhasil menyanyi dan tanpa sadar aku memeluk Kibum. Seketika kelas menjadi lebih riuh dan aku langsung melepas pelukanku. Kibum hanya tersenyum dengan senyum paling manis yang pernah kulihat.

“Kau berhasil Seungmi-ah” kata Kibum lalu dia mencium keningku.

T.B.C

published by aeund

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s