The One I Love part 5

The One I Love part 5

The One I Love part 5

Cast :

Park Hye Raa a.k.a Hye Raa

-Kim Jong Woon a.k.a Yesung

-Kim Jongjin a.k.a Jongjin

-Henry Lau a.k.a Mochi

-Other Cast

Genre : gak jelas #plak

Author : Icha Meirina

Fb : Icha Merina

Twitter : @chameirina

Disclaimer : this ff is mine and original my work, please don’t bash and copas ^^

 

warning! Sebelum baca, author ingatkan satu hal ya. don’t be silent readers, oke? Ya setidaknya kasih sedikit masukan atau semangat (?) lah sama author yang uda bikin ni ff😀 #plak

kamsahamnida ^^

CERITA SEBELUMNYA__

“hahahaha! Hal seperti itu yang pantas didapatkan untuk yeoja sok hebat sepertimu itu!”dia masih saja terduduk dijalan sambil memegangi lututnya, aku menoleh ke samping dan terlihat sebuah mobil berkecepatan tinggi melaju kearah Hye Raa.

Hye Raa tidak melihat mobil itu dan masih sibuk memegangi lututnya yang kurasa sakit itu, mobil itu semakin mendekat dan tak lama terdengar decitan keras antara ban dan aspal, lalu

BRUUUUKK

“Hye Raaa!!!”

STORY BEGIN__

“Hye Raaa!!!”

Aku segera berlari kearah Hye Raa yang sudah tergeletak lemah di tengah jalan. Segera kugapai tubuhnya dan kuletakkan kepalanya dipahaku, membiarkan darah segar keluar dari sekujur tubuhnya.

“Hye Raa! Ireona, jebal Hye Raa-ya”teriakku sambil mengguncang tubuhnya dan memukul pelan pipinya, tapi hasilnya nihil. Yeoja itu sama sekali tak bergeming dan justru memperbanyak cairan merah dari kepala, tangan dan kakinya.

“Hye Raa, mianhe.  Jeongmal mianhe Hye Raa. Ireona, jebal”

Tak lama, pemilik mobil yang menabrak Hye Raa tadi keluar dan menghampiri ku dan Hye Raa

“mi mianhe, jeongmal mianhe. Aku benar benar tidak sengaja”desisnya

“cepat panggil ambulan!”bentakku, aku sudah benar benar tidak tau harus melakukan apa, Hye Raa bangunlah! Aku mohon, maafkan aku Hye.

Lalu datanglah ambulan dan keluarlah beberapa petugas dari ambulan itu mengangkat tubuh Hye Raa ke dalam ambulan.

***

Aku babo! Jeongmal baboya! Apa yang sudah kulakukan?! Aku sudah membuatnya celaka! Dia hanya membentakku, tapi aku? Aku sudah membuatnya seperti ini. Aku benar benar jahat!

Aku berjalan mondar mandir disekitar ruangan tempat Hye Raa dirawat, ya Tuhan! Kenapa bagini?

“keluarga nona Park Hye Raa?”tanya seorang dokter yang keluar dari kamar Hye Raa padaku, aku segera menghampirinya

“nde, wae dok? Bagaimana keadaannya? Dia baik baik saja kan?”dokter hanya diam “wae dok?!”

“anda siapanya?”

“aku temannya, apa yang terjadi padanya?”

“pasien mengalami patah tulang dan beberapa luka yang cukup berat di bagian kepalanya, dia akan segera dijahit untuk sekedar menghentikan darah yang keluar dari tubuhnya. Dan dia kehilangan banyak darah jadi dia membutuhkan pendonor untuk darahnya”mwo? Separah itukan kau, Hye Raa?

“apa golongan darahnya dok?”

“AB, dan kebetulan persediaan darah AB dirumah sakit ini sedang kosong”

“darahku AB dok, ambil saja darahku untuknya”

“baiklah kalau begitu, mari ikut saya”

Hye Raa, kenapa seperti ini? Aku benar benar menyesal Hye, maafkan aku. Aku mohon bertahanlah. Sekarang apa yang harus kulakukan? Jongjin, ya apa aku harus memberitahukannya tentang ini? Bagaimana?

-Yesung PoV end-

 

#Hye Raa PoV

Aku membuka mataku yang terasa sangat berat dan perih ini perlahan, samar samar aku melihat ruangan yang berwarna putih. Dimana ini? Aku membuka mataku lebih lebar untuk mengetahui keberadaanku, tapi rasanya sakit sekali.

Seluruh badanku sakit sekali dan sangat sulit untuk digerakkan, apa yang terjadi? Saat aku mengedarkan seluruh pandanganku diruangan ini, mataku terhenti pada satu sosok namja yang berdiri disampingku sambil tersenyum.

“kau sudah sadar?”menurut pengelihatanku, dia seorang dokter. Mwo? Dokter? Berarti ini?

“aku dimana?”dia tersenyum

“kau di rumah sakit”

“mwo? Rumah sakit?”dia mengangguk, aku mencoba untuk duduk tapi tidak bisa. Kepalaku sakit sekali “aaaaw”ringisku sambil memegangi kepalaku

“jangan terlalu banyak bergerak dulu. Kau belum pulih sepenuhnya”ujarnya lagi sambil memegang lenganku, aku segera menepis tangannya

“ani! Kenapa aku disini?! Apa yang terjadi padaku?!”dia tampak menunduk

“kau kecelakaan, nona”

“kecelakaan?!”dia mengangguk “omona! Lalu? Bagaimana keadaanku?! Aku baik baik saja kan?! Dan ini”aku menunjuk kaki kiriku yang terpasang gips “kenapa aku memakai gips? Dan kenapa aku memakai perban seperti ini?! Apa keadaanku separah itu?”dia mengangguk

“kau mengalami patah tulang nona, dan kepalamu bocor saat terbentur dengan aspal makanya kami memperbannya”apa keadaanku separah yang dikatakannya?

“jadi?”

“kau harus berjalan dengan menggunakan tongkat nona”

“mwo?! Tongkat?!”dia mengangguk “tapi, aku tidak mau memakai tongkat! Aku sudah tidak apa apa kok! Aku bisa berjalan tanpa tongkat!”bentakku

“kau memang sudah sembuh di fisik nona, dan hanya tinggal tahap pemulihan. Tapi kalau untuk kaki, kau memang harus menggunakan tongkat, kalau tidak mau ya harus menggunakan kursi roda atau jangan berjalan dulu sebelum kakimu sembuh total, dalam kata lain kau cacat sementara nona”aku menggeleng

“ani! Itu tidak mungkin! Dok, aku ini kapten basket disekolahku dan besok aku harus bertanding basket. Bagaimana bisa aku bertanding memakai tongkat?”dia tersenyum

“nona, jangankan untuk bermain basket, untuk berjalan saja kau belum mampu. Dan kakimu ini bisa sembuh dalam waktu yang sangat lama, dua bulan juga belum tentu bisa kembali normal”aku tertegun sambil menahan air mataku

“dok, jebal. Aku harus sembuh dan harus bertanding besok dok”dokter menggeleng tegas

“tidak bisa nona, mianhe. Jeongmal mianhe, sebaiknya kau istirahat saja ya, permisi”dokter itu berjalan kearah pintu lalu aku memanggilnya cepat

“dok, siapa yang membawaku kesini?”dia berhenti dan membalikkan badannya

“temanmu”

“teman?”

“nde, seorang namja. Kalau tidak salah dia masih diluar”aku berpikir sejenak

“bisa tolong kau panggilkan dia?”dia mengangguk dan tersenyum.

Siapa yang membawa ku kesini? dokter itu keluar untuk beberapa saat, kemudian

CKELEEK (jelek amat bunyinya =,=)

Terdengar suara pintu terbuka, aku memandang pintu itu cepat untuk melihat siapa yang masuk. Dan mataku terbelalak saat aku melihat namja itu, hyung nya Jongjin. Jadi dia yang membawaku?

“kau sudah sadar?”tanyanya dengan rawut wajah sedih

“kau?! Kenapa kau disini, hah?!”dia menunduk

“aku ingin minta maaf”rawut wajahnya terlihat semakin sedih, kenapa dia?

“untuk?”aku mengernyit

“untuk”suaranya bergetar, apa dia menangis? Kenapa dia yang sedih? Lalu aku teringat, sebelum aku kecelakaan dia mendorongku kuat hingga aku terjatuh lalu terdengar suara decitan keras, setelah itu, setelah itu semuanya gelap dan aku tidak tau lagi

“k k kau”ujarku dengan suara bergetar, dia tetap menunduk “kau yang membuatku seperti ini!!”kini tangisku pecah

“mi mianhe Hye Raa-ya, aku benar benar tidak sengaja”

“tidak sengaja?! Jelas jelas kau melakukannya karena ingin menyingkirkanku sebagai kapten kan?! Kau sengaja melakukannya kan?!”dia menggeleng, kini kulihat matanya memerah dan dia juga menangis

“aniya Hye Raa, aku benar benar tidak sengaja”dia mendekat kearahku

“jangan mendekat!! Sudah cukup kau membuat hidupku hancur! Kau puas melihatku begini, hah?! Puas kau?!”kataku terisak, dia mematung ditempatnya sambil menatapku dengan tangis yang juga tak kalah derasnya denganku

“aku benar benar ingin minta maaf Hye Raa”

“minta maaf?! Kau pikir dengan minta maaf aku akan kembali seperti semula, hah?! Kau pikir dengan minta maaf kakiku akan sembuh begitu saja?!”dia menggeleng “sekarang lebih baik kau pergi dari sini! Aku benar benar membencimu! Pergi!”dia masih diam ditempat “tunggu apalagi kau tuan Kim?! Cepat pergi!!!”kali ini dia menurut, dia segera memutarkan tubuhnya kearah pintu dan berjalan keluar

“mianhe Hye Raa”katanya lagi sebelum akhirnya dia keluar dari ruangan ini.

Apa katanya? Maaf? Dia kira dengan minta maaf semuanya selesai? Dia kira dengan minta maaf bisa menjamin kalau besok aku bisa bermain basket? Dia kira bisa?! Aku mengatur nafasku yang terengah karena tangisanku.

Kemudian kurasakan tempat tidur ini bergetar, aku melihat disamping bantalku ternyata ponselku. Kulihat dilayar ponselku ada panggilan dari orang rumah, pasti mereka mencemaskanku karena jam segini belum pulang. Aku menjawab panggilan telfonnya

“apa?”tanyaku sambil terisak

“nona, kau dimana? Kenapa kau belum pulang juga?”aku tidak tau siapa yang berbicara tapi yang jelas dia adalah satu dari sekian banyaknya pelayanku

“aku dirumah sakit”

“omo? Nona, kau kenapa? Kau baik baik saja?”

“sudahlah jangan banyak tanya, sekarang sebaiknya kalian menjemputku. Aku ingin pulang”

“nde, nona dirumah sakit mana?”

“di Sejong Hospital”

Tiit, aku langsung memutuskan sambungan telfonnya. Aku kembali memandangi kondisiku yang sangat parah ini, kaki dipasang gips, kepala diperban, dan seluruh badanku serasa remuk semua. Sakit sekali, tuhan! Aku mohon, sembuhkan aku, aku harus tetap menjadi kapten demi Jung Soo oppa.

Tak lama, masuklah beberapa orang perawat rumah sakit, mereka memeriksa keadaanku

“nona, kau baik baik saja?”aku hanya diam “apa kau sudah merasa baik?”tanyanya lagi

“aku ingin pulang”kataku, mereka tersenyum

“kau belum bisa pulang nona, kau harus istirahat disini”katanya lagi

“dirumah aku juga bisa istirahat!!”bentakku, dia menggeleng

“dokter belum mengizinkanmu pulang nona, melihat kondisimu yang seperti ini kemungkinanmu untuk pulang paling juga 4-5 hari lagi”

“kalian kira kalian siapa hingga bisa menahanku ditempat ini, hah?! Aku tidak peduli! Yang jelas apapun yang terjadi, aku akan pulang sekarang!!”bentakku, lalu aku mulai mengangkat kakiku untuk kuturunkan dari tempat tidur, tapi sakit sekali rasanya.

“aaaaaa”ringisku sambil menahan air mata

Akhirnya aku bisa menurunkan kakiku dan aku mencoba berdiri. Aku bertumpu pada kaki kananku yang tidak terpasang gips dan mulai berdiri, perlahan aku bisa berdiri walaupun tanganku memegangi meja disamping tempat tidur.

Tapi itu tak bertahan lama, seperempat detik kemudian aku hampir terjatuh sampai akhirnya perawat itu menolongku cepat.

“ini”salah seorang dari mereka memberikanku dua buah tongkat

“untuk apa ini?”aku mengernyit, dia kembali tersenyum

“kau harus memakai ini kalau kau mau berjalan”apa? Jadi aku benar benar harus menggunakan benda sialan itu?

“shireo! Siapa yang meminta benda itu?! Aku tidak mau berjalan menggunakan itu! Aku sudah sembuh dan aku tidak apa apa!”bentakku yang sudah duduk ditepian tempat tidurku dengan bantuan mereka.

Tak lama, mausklah seorang ahjussi dan sekitar tiga orang wanita yang wajahnya sangat kukenali. Ya, dia supirku dan beberapa pelayanku. Mereka langsung menghampiriku dengan wajah cemas.

“nona, gwaenchana? Apa yang terjadi padamu?”tanya salah seorang dari pelayanku, aku hanya diam.

Lalu, ahjussi dan seorang pelayanku melirik kearah perawat itu, aku tidak mengerti apa maksud ‘lirikan’ mereka itu.

“suster, apa yang terjadi dengan Nona Park?”tanya ahjussi

“dia mengalami kecelakaan Tuan”mereka semua langsung membulatkan mata

“kecelakaan?”tanya mereka serempak, suster itu mengangguk dan tersenyum

“kenapa bisa Nona?”tanya pelayanku

“sudahlah! Jangan banyak tanya! Sekarang, aku mau pulang! Cepat bantu aku!”mereka mengangguk dan segera membantuku berdiri dan memapah tubuhku keluar dari ruangan ini dan menuju mobil dan sampai kerumah.

-Hye Raa PoV end-

 

#Author PoV

Yesung pulang dengan langkah sempoyongan, pikirannya terus melayang pada Hye Raa. Rasa bersalah terus menghantui dirinya. Dia berjalan memasuki rumahnya, ini sudah pukul 8 malam. Rumahnya sepi, mungkin keluarganya masih di restaurant. Dia berjalan menuju kamarnya untuk merutuki kebodohan yang telah dia lakukan hari ini.

Karena dia Hye Raa terluka, karena dia Hye Raa cacat, dan karena dia Hye Raa jadi seperti ini. Dia merasa sangat tidak gentle menjadi seorang lelaki karena berani beraninya dia melukai yeoja dengan tangannya sendiri.

Air matanya pun tak dapat terbendung, walaupun Hye Raa musuhnya, tapi bagaimana pun juga yang membuat Hye Raa seperti ini adalah dirinya.

Yesung tidak menyadari bahwa ada seorang namja yang memperhatikannya dari ruang makan, dan yang pasti namja itu adalah Jongjin.

“hyung, gwaenchana? Kenapa baru pulang?”Jongjin menepuk pundak Yesung yang sudah hampir memasuki kamarnya itu.

Yesung berbalik dan menatap Jongjin. Alangkah terkejutnya Jongjin melihat mata Yesung yang memerah dan yang lebih mengejutkan adalah terdapat banyak darah di seragam yang masih dikenakan Yesung. Ya, itu adalah darah Hye Ra.

“hyung, wae? Kau?  Kau berdarah? Kau kenapa?”Jongjin tampak pucat melihat hyung kesayangannya itu menjadi aneh begini #thor thor, bukannya bang Yesung emang udah aneh ya? *plak*#

Jongjin memutar mutarkan tubuh hyung nya itu untuk mencari apakah ada luka ditubuhnya. Dia benar benar cemas.

“nae gwaenchana, Jongjinnie”kata Yesung akhirnya dengan senyuman miris membuat Jongjin menghentikan aktivitas memutar mutarkan tubuh hyung nya.

“kalau kau baik baik saja, lalu ini apa? Darah apa ini?”

“ini bukan darah apa apa, sudahlah aku lelah. Aku tidur duluan ya”Yesung segera membalikkan tubuhnya dan membuka pintu kamarnya, lalu punggung lebar Yesung langsung tergantikan (?) dengan pintu kamar Yesung.

Jongjin yang makin kebingungan dengan tingkah laku hyungnya itu hanya bisa menghembuskan nagas berat, ‘sepertinya Yesung hyung sedang ada masalah’ batinnya. Lalu ia berjalan menuju kamarnya.

Sementara dikamarnya, Yesung terus merutuki dirinya. Dia menatap seragamnya yang terdapat banyak bercak darah dari yeoja itu. Yeoja yang telah dibuatnya celaka, dia yakin pasti Hye Raa semakin membencinya.

Ani! Bukan itu yang dia takutkan, dia takut kalau saja Hye Raa tidak bisa berjalan dengan normal lagi dalam waktu dekat, mengingat kata dokter tadi Hye Raa mengalami patah tulang.

Lalu, bagaimana dengan pertandingan basketnya? Tidak mungkin orang patah tulang bisa bermain basket kan? Dia mengacak rambutnya frustasi, pikirannya terus tertuju pada yeoja itu, Park Hye Raa.

-Author PoV end-

 

                                                                             === ### ===

 

#Jongjin PoV

“umma, aku boleh bertanya tidak?”tanyaku pada umma yang sedang membuatkan roti untukku.

Aku dan umma hanya berdua diruang makan. Appa sedang ada urusan diluar kota, sementara Yesung hyung? Entahlah semenjak tadi malam, sikapnya benar ebnar aneh.

“nde, apa yang ingin kau tanyakan?”umma masih sibuk dengan roti roti ditangannya

“menurut umma, Hye Raa itu bagaimana?”

“Hye Raa?”aku mengangguk

“nde, yeoja yang kemarin ke restaurant kita itulo umma. Yang berpipi chubby dan bermata sipit”

“itukan ciri cirimu, berpipi chubby dan bermata sipit. Oh ya bukan hanya kau, si siapa itu? Namja yang kemarin ke restaurant kita itukan juga berpipi chubby dan bermata sipit. Sepertinya kalian bertiga memiliki cirri cirri yang sama”loh? Ini umma bicarain apa sih? Kok malah menyama nyamakan fisikku, Hye Raa dan Jongjin?

“loh umma, aku kan ingin bertanya. Kenapa umma malah menyama nyamakan fisik kami bertiga”aku memanyunkan bibirku, sementara umma hanya terkekeh

“yasudah, apa yang ingin kau tanyakan?”

Lalu terdengar suara langkah kaki yang mendekat kearah ruang makan, ya pastinya dia adalah Yesung hyung. Wajahnya kusut, ada lingkaran hitam didekat matanya. Sepertinya dia kurang tidur, apa yang terjadi padanya?

“Yesung, waeyo?”tanya umma, dia hanya menggeleng dan duduk dikursi yang berhadapan denganku

“hyung, kau ini sebenarnya kenapa? Sejak tadi malam kau aneh begini. Dan yang kemarin itu darah apa?”umma terbelalak mendengar ucapanku.

Oh ya umma kan belum tahu ya kalau diseragamnya Yesung hyung kemarin ada banyak darah?

“darah?”ulang umma, aku mengangguk. Yesung hyung langsung memberikan plototannya padaku

“sudah kubilang kan itu bukan apa apa!”bentaknya, aku hanya diam

“ya! yesungie, apa yang dimaksud darah diseragammu, hah? Kau kenapa?”tanya umma cemas, Yesung hyung hanya diam untuk beberapa saat.

“bukan apa apa umma, sudahlah. Umma aku juga mau dibuatkan roti ya”katanya mengalihkan pembicaraan

“tapi”

“sudahlah umma, nae gwaenchana”potong Yesung hyung cepat sebelum umma melanjutkan kata katanya

“ah nde, tunggu sebentar”lalu umma membuatkan roti untuk Yesung hyung “oh ya Jongjinnie, tadi kau mau bertanya apa?”tanya umma

“ah nde, itulo umma aku mau bertanya, menurut umma Hye Raa itu bagaimana?”entah kenapa aku merasa Yesung hyung membulatkan matanya mendengar nama Hye Raa

“Hye Raa, dia itu yeoja yang baik, cantik lagi, sikapnya juga lucu. Dia tidak terlihat seperti gadis galak dan cuek seperti yang kau katakana waku itu, Jongjinnie”jawab umma, aku hanya tersenyum

“nde, kalau masalah cantik memang benar umma. Dia sangat cantik, terkadang Hye Raa itu sikapnya sangat cuek umma. Tapi terkadang juga sikapnya itu sangat ramah, buktinya kemarin saat aku memintanya menjadi sahabatku dia setuju saja umma”ujarku dengan senyuman bangga

“jinjja? Jadi kalian sudah bersahabat sekarang?”tanya umma, aku mengangguk

“uhuk?! Uhuk!! Uhuk”Yesung hyung terbatuk, umma langsung memberikan air padanya

“pelan pelan Yesungie”ujar umma ketika Yesung hyung sudah meneguk airnya, dia hanya mengangguk “jadi kapan dia akan benar benar menjadi yeojachingumu?”

“hahaha itu urusan nanti umma”aku tertawa

“umma, aku berangkat dulu ya”kata Yesung hyung lalu dia langsung beranjak dari duduknya dan mulai berjalan

“ya! hyung! Chakkaman!”teriakku yang langsung mengikutinya dari belakang.

-Jongjin PoV end-

 

#Hye Raa PoV

Aku terbangun dari tidurku dan langsung bergegas menuju kamar mandi. Walaupun badanku terasa sakit semua dan karena aku juga masih memakai gips di kaki, tapi aku harus tetap bersekolah hari ini.

Hari ini aku akan tetap bertanding dengannya, tidak peduli apa yang akan terjadi nanti. Aku harus tetap memegang gelar kapten. Selesai mandi dan pakaian, aku bersiap untuk berangkat. Ketika aku ingin menuju pintu kamarku, aku melirik sebuah bingkai di meja kamarku.

Aku mengambil bingkai itu dan tersenyum miris

“oppa, apapun yang terjadi aku akan tetap berusaha untuk mempertahankan gelarku sebagai kapten, sesuai keinginan oppa”aku mengusap wajah tampan Jung Soo oppa di bingkai itu kemudian meletakkannya kembali dan berjalan tertatih menggunakan tongkat menuju pintu.

Aku menuruni tangga dengan hati hati, sulit sekali berjalan menggunakan benda sialan ini!

“nona, kau mau kemana?”tanya salah satu pelayanku

“kau tidak lihat aku pakai baju apa?! Ya mau sekolahlah!”dasar babo!

“mwo? Sekolah? Nona, kau masih sakit. Dokter belum mengizinkanmu untuk banyak bergerak apalagi bersekolah”

“kau berisik sekali sih?! Memangnya siapa yang membayarmu?! Keluargaku atau dokter itu, hah?! Aku harus bertanding hari ini!”mereka membantuku berjalan, benar benar tidak nyaman mengalami kondisi seperti ini.

“bertanding? Basket nona?”aku mengangguk cepat

“sudah cepat, mana ahjussi? Sebentar lagi aku terlambat!”dia mengangguk ragu

@sekolah

 

“nona, kau yakin ingin masuk sekolah hari ini?”tanya ahjussi, aku mengangguk

“sudah ya ahjussi, nanti jemput tepat waktu”dia mengeluarkan tongkat dari mobil dan membantuku keluar dari mobil “bawa pulang saja ini! Aku tidak membutuhkan ini”ahjussi menggeleng

“nona, tolong tetap pakai tongkat ini nona. Jebal”ujarnya memelas, aku hanya menghembuskan nafas berat

“yasudah yasudah, aku pakai”aku mengambil benda sialan yang diberikan ahjussi dan berjalan perlahan menggunakannya.

Aku memasuki sekolah, semuanya menatapku heran sambil berbisik, aku tau mereka membicarakanku

“apa lihat lihat, hah?! Sudah bosan hidup?!”mereka langsung berhenti berbisik dan bersikap seperti biasa

Aku menghentakkan kaki kananku yang tidak sakit, dan berjalan lagi kearah kelas. Sepanjang jalan, semua orang yang kulewati saling menatapku dengan tatapan penuh tanda tanya, sialan! Ini semua gara gara namja gila itu! Saat aku berjalan melewati ruangan basket, ada seseorang yang menabrakku hingga terjatuh.

“aaaaaaaaaw aduh aduh”tuhan! Sakit sekali

“Hye Hye Raa? Kau sekolah?”tanyanya sambil mengambilkan tongkatku yang terpental (?), aku mendongak dan aigo. Dia lagi dia lagi?

Aku memalingkan wajah kekanan sambil mencoba untuk berdiri, namun sialnya aku kembali terduduk karena tidak sanggup menopang tubuhku yang masih lemah ditambah lagi karena kakiku masih terpasang gips.

Dia memegang lenganku “gwaenchana? Seharusnya kau tidak usah bersekolah dulu hari ini”dengan cepat aku menepis tangannya

“jangan sentuh aku!!”bentakku, dia terdiam dan membiarkanku yang mencoba untuk berdiri “tongkatku mana?”dia memberikan tongkat ku

“ini”aku mengambilnya cepat, lalu berpikir sejenak

“bagaimana caranya ya aku untuk berdiri?”dia masih berlutut sambil memandangiku

“ayo, aku bantu”dia mengulurkan tangannya, aku mengabaikannya saja. Aku memutar mutarkan tongkatku dan mencoba untuk berdiri tapi sama saja, kakiku terlalu sakit untuk bergerak

“sudahlah, ayo”dia menarik tanganku dan membantuku berdiri.

Tapi karena kakiku masih sangat sakit, jadi aku terpeleset dan dengan cepat dia menangkapku. Manic mata kami saling bertemu, aigo aku baru sadar kalau jarak diantara wajah kami sangat dekat. Dia menatapku dalam, sangat dalam.

Kalau diperhatikan, dia tampan juga ya? eh? Apa? Tampan?! Ani ani!!

TET TET (?)

 

Aku langsung melepaskan tangannya yang memegangi pundakku begitu mendengar suara bel

“kau mau ke kelas?”tanyanya

“nde, jangan sampai terlambat nanti!”

“terlambat? Untuk apa?”

“bertanding lah, babo! Kau pikir aku akan menyerahkan jabatanku begitu saja padamu, hah?!”

“dalam kondisi yang seperti ini kau ingin”

“kenapa?! Kau takut ya?!”dia menggeleng “awas kalau kau sampai terlambat!”

“tapi Hye Raa”aku langsung berlalu meninggalakannya dan berjalan memasuki kelasku.

To Be Continue___

Akankah pertandigannya tetap berlangsung?

Siapakah yang akan memenangkan pertandingan itu?

Bagaimana dengan Jongjin dan rasa gemetar (?) nya pada Hye Raa?

Bagaimana kelanjutannya?

Bagi yang penasaran, tunggu cerita selanjutnya ya😀

kalo ga penasaran, ya gapapa😀 #plak

yang kena tag atau yang uda baca, please CL #2ne1 kali thor?

Mian ya kalo ceritanya makin aneh

maksud author Coment + Like ^^

ingat, jangan jadi silent readers, oke?

kamsahamnida ^^

published by aeund

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s