The One I Love part 4

The One I Love part 4

The One I Love part 4

Cast :Park Hye Raa a.k.a Hye Raa-Kim Jong Woon a.k.a Yesung-Kim Jongjin a.k.a Jongjin-Henry Lau a.k.a Mochi-Other Cast
Genre : gak jelas #plak
Author : Icha Meirina
Fb : Icha Merina
Twitter : @chameirina
Disclaimer : this ff is mine and original my work, so don’t bash and copas it please ^^

 

warning! Sebelum baca, author ingatkan satu hal ya. don’t be silent readers, oke? Ya setidaknya kasih sedikit masukan atau semangat (?) lah sama author yang uda bikin ni ff😀 #plak

kamsahamnida ^^

CERITA SEBELUMNYA__

Aku berjalan menuju toilet untuk mencuci tangan, saat didepan toilet, tiba tiba saja ada seorang yeoja menabrakku dan membuatku terjatuh dan terduduk.

Aku mendongakkan kepalaku untuk melihat siapa yang menabrakku, dan mataku terbelalak besar saat aku melihat

“kau”teriak kami bersamaan

STORY BEGIN__

“kau”teriak kami bersamaan

“kenapa kau disini?! Kau mengikutiku ya?!”tuduhnya.

Dia adalah yeoja gila yang sok hebat disekolahku ini, aigo kenapa dia selalu membayangi hidupku?

“mwo?! Enak saja kau bilang! Memangnya itu penting ya?! coba sekarang aku yang bertanya, kau sendiri sedang apa disini?! Apa jangan jangan kau yang mengikutiku ya?”godaku

“hah, aku? Mengikutimu? Apa aku tidak ada kerjaan lain?! Ya! kau tau ini tempat apa?! Ini restaurant dan ini tempat umum. Kau bisa berkata seperti itu kalau restaurant ini milik umma mu, ara?!”aku mengernyit

“restaurant ini memang punya ummaku! Mau apa kau?!”dia nampak tersentak

“kau mimpi?! Ini restaurant temanku!”teriaknya lagi, sebenarnya kami memang saling berteriak sejak tadi dan terlihat beberapa pelayan dan pelanggan restaurant ini yang menatap kami heran. Sial sekali aku, kenapa yeoja ini bisa ke restaurant ku? Dan bertabrakan dengannya untuk yang kedua kalinya sehingga menimbulkan perdebatan tidak penting seperti ini lagi?! Tuhan!

“memangnya siapa temanmu?!”

“Jongjin!”aku membelalakkan mataku

“Jongjin?”dia mengangguk

“nde, Kim Jongjin! Wae? Dia majikanmu ya?”aigo, lancang sekali mulutnya

“Jongjin ya adikku, babo!”sekarang justru dia yang membelalakkan matanya

“jadi kau teman Jongjin?!” “jadi kau hyung Jongjin?!”ujar kami bersamaan namun ada sedikit perbedaan kata.

Kami sama sama mengangguk, tuhan! Kenapa harus yeoja ini?!

“hyung, Hye Raa, kalian disini?”ujar Jongjin yang menghentikan perdebatan kami

“Jongjin, dia?”tanyaku sambil menunjuk yeoja ini, tapi ternyata dia juga melakukan hal yang sama denganku

“kenapa dari tadi kau mengikuti ucapanku terus, hah?!”bentaknya

“mwo?! Kau yang mengikutiku! Aish!”kami sama sama memalingkan wajah kearah berlawanan

“kalian saling mengenal ya?”tanya Jongjin

“mwo? Saling mengenal?! Bertemu dengannya saja aku sial!”jawab yeoja ini, aku sontak menghadap kearahnya yang masih memalingkan wajah kearah berlawanan denganku

“apa kau bilang?! Harusnya aku yang berkata seperti itu! Aku yang selalu sial saat bertemu denganmu!”yeoja ini tetap nampak sok santai

“jadi, kalian sudah pernah bertemu sebelumnya?”tanya Jongjin lagi

“dia yang menabrakku waktu itu!”ujarku dan yeoja ini yang lagi lagi bersamaan

“j jinjja? Jadi dia yang kau maksud dengan yeoja gila itu hyung?”aku mengangguk cepat

“nde, memang dia gila kan?!”yeoja ini langsung menatapku tajam

“yeoja gila?! Kau yang menabrakku! Malah memutar balikkan fakta! Kau yang namja gila! Huh”kami saling memalingkan wajah kearah berlawanan lagi

“Hye Raa, dia hyung ku yang kuceritakan waktu itu. Yang juga jago bermain basket, namanya Yesung. Dan hyung, ini temanku yang waktu itu kuceritakan, namanya Hye Raa. Dia juga jago bermain basket lo”jelas Jongjin panjang lebar

“aku sudah tahu! Kenapa kau mau berteman dengannya Jinnie? Apa kau tidak memiliki teman lain?”yeoja disampingku langsung menatapku dengan tatapan mematikannya

“mwo?! Ya! jaga ucapanmu! Kau sendiri, kenapa mau menjadi dongsaengnya Jongjinnie?”yeoja ini babo atau bagaimana sih? “kau mau maunya saja menjadi dongsaeng namja gila dan suka berteriak seolah olah dia tinggal di hutan ini! Apalagi wajahnya sangat sangar! Kau kan tampan Jongjinnie, kasihan sekali kau!”sambungnya

“ya!”yeoja ini!

“j jinjja? Aku tampan?”tanya Jongjin, loh kok sekarang kulihat wajahnya Jongjin memerah ya?

“nde, kau memang tampan kok”puji yeoja disebelahku ini lagi

“k kau juga sangat cantik Hye Raa”aku bingun melihat dua orang anak ini? Kenapa jadi saling puji memuji gini? Mana wajah Jongjin merah dan dia terlihat gugup lagi, eh? Apa jangan jangan Jongjin menyukai yeoja gila ini?

“ya! kenapa jadi saling puji memuji begitu?!”bentakku, Jongjin tampak gugup

“ah n nde, jja hyung, Hye Raa. Umma dan Mochi sudan menunggu disana”lalu dia memutarkan tubuhnya kearah berlawanan dan mulai berjalan meninggalkan kami.

Tapi yeoja gila ini masih disampingku dan menatapku tajam

“apa lihat lihat, hah? Naksir?!”dia langsung mengernyit

“mimpi!!”lalu dia berjalan meninggalkanku dan mau tidak mau aku mengikutinya dari belakang.

-Yesung PoV end-

 

#Jongjin PoV

Aigo, kenapa aku jadi begini? Kenapa aku jadi gugup begini ketika Hye Raa mengatakan kalau aku tampan? Padahal kan Hye Raa bukan orang pertama yang mengatakan hal itu, tapi kenapa ya? kenapa rasanya berbeda? Aku juga jadi sangat gugup begini?

Tuhan! Apa aku benar benar? Ah tidak tidak! Andwae! Dia hanya temanmu, Jongjinnie! Ingat?!

Aku terus berjalan menuju meja tempat Mochi dan umma berada, Hye Raa dan Yesung hyung juga mengikutiku dari belakang.

“lama sekali sih? Ini sudah hampir piring ketiga ku!”ujar Mochi ketika aku, Hye Raa dan Yesung hyung sudah sampai disana, sedangkan umma hanya tersenyum

“hehe mianhe Mochi-ya”jawabku

“Mochi, kau sudah menghabiskan sebanyak ini?”tanya Hye Raa sambil memerhatikan piring piring diatas meja yang beberapa sudah ada yang kosong. Mochi terkekeh sambil menggaruk tengkuknya

“hehe nde, kalian sih lama sekali! Jadi aku habiskan deh”

“aigo, pantas saja pipimu semakin chubby. Makananmu saja sebanyak ini”ujar Hye Raa lagi sambil menggeleng gelengkan kepalanya

“memangnya kau tidak chubby?! Kau juga, dasar babo!”sambung Yesung hyung, Hye Raa mendengus

“aku kan tidak bicara denganmu! Kenapa kau yang jawab sih?! Aneh!”

“aneh? Itulah kebiasaan Yesung hyung, Hye Raa-ya”ceplosku yang langsung mendapatkan tatapan mematikan dari Yesung hyung, sedangkan Mochi dan umma malah asyik tertawa (?)

“sudah sudah, ayo duduk. Nah sekarang, coba perkenalkan temanmu yang tampan dan cantik ini Jongjinnie”puji umma sambil merlirikku yang sudah duduk bersama Hye Raa, Mochi dan Yesung hyung dikursi

“kalau tampan sih iya umma, kalau cantik? Kurasa ini pengaruh umur makanya umma berkata seperti itu”lagi lagi Yesung hyung terlalu ceplos sambil melirik Hye Raa, aku tau dia menyindir Hye Raa

“kau kenapa iseng sekali sih?! Apa kau juga mau dibilang cantik ya?!”

“mwo?! Ya! nae namja!”aku, umma dan Mochi tertawa melihat tingkah mereka yang seperti Kkoming dan Heebum ini #eaaak Kkoming ama Heebum numpang axis :D#

“ya! ayo perkenalkan diri kalian”perintahku pada Hye Raa dan Mochi, mereka mengangguk dan berdiri

“anyeong haseyo ahjumma, choneun Henry Lau imnida. Tapi aku biasa dan lebih suka dipanggil dengan sebuta Mochi”ujar Mochi dengan senyum khas nya itu

“anyeong, Hye Raa imnida”giliran Hye Raa memperkenalkan diri secara singkat, umma mengangguk dan tersenyum

“kalian bertiga sekelas?”tanya umma, kami mengangguk

“aku dan Jongjin bangkunya bersebelahan ahjumma, makanya kami dekat”kata Mochi menjelaskan ketika kami sedang makan

“kalau dengan Hye Raa? Kenapa bisa dekat?”tanya umma lagi, Hye Raa melirikku

“emm kenapa ya?”jawab Hye Raa bingung

“dia itulo umma yang kemarin diceritakan Jongjin, apa umma lupa? Yang calon yeojachingunya itu”jawab Yesung hyung yang langsung membuat Hye Raa membelalakkan mata

“mwo? Calon yeojachingu?”tanya Hye Raa heran, umma tersenyum dan mengangguk “apa maksudnya, ahjumma?”aih! Yesung hyung! Untuk apa dia berkata seperti itu?

“ani Hye Raa, Yesung hyung hanya mengada-ada. Ya! hyung!”aku angkat bicara

“apa? Memang benar kan?”

“jadi dia yang calon yeojachingumu itu Jongjin?”aigo, kenapa sekarang umma jadi ikut ikutan memanggil Hye Raa dengan sebutan calon yeojachingu? Aku menggeleng gugup

“kan umma, wajahnya saja memerah sekarang”ujar Yesung hyung dan membuat umma, Mochi dan Hye Raa menatapku. Apa benar wajahku merah?

“kau kenapa?”tanya Hye Raa, aku menggeleng

“memangnya aku kenapa?”aku memegang pipiku

“wajahmu benar benar merah. Apa benar yang dikatakan Yesung hyung kalau kalian akan menjadi sepasang kekasih? Wah kalau benar, pasti aku akan dapat makan gratis lagi nih”kenapa Mochi kegirangan seperti ini?

“anio! Jangan percaya ucapan Yesung hyung!”teriakku

“aku memang tidak percaya dengan ucapannya, tapi tadi umma mu juga berkata seperti itu”jawab Hye Raa

“ya! siapa juga yang menyuruhmu mempercayai ucapanku?!”Hye Raa dan Yesung hyung saling bertatap sinis

“waktu itu Yesung pernah bilang kalau Jongjin pulang sekolah bersama yeoja dan yeoja itu akan menajdi calong yeojachingunya, dan yeoja itu adalah kau”Hye Raa tampak membulatkan matanya

“aih! Umma! Hye Raa hanya temanku! Aish!”Hye Raa hanya menggeleng gelengkan kepalanya

“hahaha yasudah, umma ke belakang dulu ya. nikmati saja makanannya”kata umma lalu langsung beranjak dari duduknya.

“oh ya Jongjin, ini ulang tahunmu yang ke berapa?”tanya Hye Raa

“uhuk?! Uhuk!! Uhuk”tiba tiba saja aku dan Mochi terbatuk bersamaan

“ulang tahun?”tanya Yesung hyung, pasti dia merasa aneh dengan pertanyaan Hye Raa. Aduh, kenapa Hye Raa harus menanyakan itu? Aku harus jawab apa?

“oh itu, 17 tahun”jawab Yesung hyung kemudian, loh? Yesung hyung?

“wah kau sudah tua ya, kekekeke”mungkin Yesung hyung tau kalau aku sedang berbohong kali ya? makanya dia membantu menjawabnya

“ah n nde, ini ulang tahunku yang ke 17”jawabku gugup, lalu kami pun kembali melanjutkan makan lagi.

***

“kau pulang naik apa Hye?”tanya Mochi

“hmm tadi aku sudah menyuruh supirku kesinim mungkin sebentar lagi datang”Mochi hanya mengangguk “nah itu dia. Kau mau nebeng?”tanya Hye Raa pada Mochi, Mochi tampak cengar cengir (?) sendiri

“jja, aku tau kau mau nebeng. Yasudah Jongjinnie, kami pamit dulu ya. oh ya kamsahamnida dan saengil chukkaehamnida ya, anyeong”kata Hye Raa sambil sedikit membungkuk dan tersenyum. Lalu dia dan Mochi menaiki mobil mewah yang waktu itu juga pernah dipakai untuk menjemput Hye Raa.

Aku membalikkan tubuhku untuk kembali masuk ke restaurant ku, aku memegang dadaku. Kenapa begini? Dari tadi aku merasa aneh dan selalu membayangkan wajah Hye Raa. Ah Jongjinnie, jangan sampai kau menyukainya ya?! dia hanya teman, ara?!

“hey!”tiba tiba saja kurasakan ada seseorang yang memukul pundakku, aku menoleh. Ya tidak lain dan tidak bukan dia adalah Yesung hyung.

“kau menyukainya ya?”aku mengernyit

“siapa?”

“ya yeoja gila itulah! Masa namja bermata sipit itu?”

“ah anio hyung, dia hanya sahabatku. Hyung, jebal jangan bicara yang aneh aneh didepannya, aku tidak ingin membuatnya merasa tidak nyaman menjadi temanku dan datang kesini hyung”pintaku

“hahaha aku tau kau menyukainya, sampai sampai kau rela berbohong demi bisa mengajaknya kesini kan? Aku tau dia yeoja yang cuek dan susah untuk didekati, makanya kau berbohong dengan mengatakan kalau kau berulang tahun agar dia mau ikut kan? Hahaha mengaku kau Kim Jongjin!”aku menunduk gugup

“molla hyung, bahkan aku sendiri tidak tau apa yang kurasakan. Aku merasa nyaman saja dekat dengannya walaupun dia cuek, dan aku juga merasa ada benda lunak yang aneh didalam dadaku saat melihatnya, dan yang lebih anehnya lagi wajahku ini cepat sekali memerah saat dekat dengannya padahal cuaca sedang tidak panas. Aneh bukan?”dia langsung menjitak kepalaku sambil tertawa

“itu bukan aneh, babo! Kau seperti tidak pernah jatuh cinta saja?! Sok polos”cibirnya

“ya! hyung! Aku memang sudah pernah jatuh cinta, tapi aku masih ragu atas perasaan ini. Kami kan baru berteman dua hari yang lalu. Mana mungkin secepat itu aku menyukainya”jawabku sambil memegangi kepalaku

“itu namanya ‘Love At The First Sight’”

“apa itu?”

“aish! Katanya sudah sering jatuh cinta, tapi dengan istilah seperti itu saja tidak mengerti? Love At The First Sight itu adalah cinta pada pandangan pertama. ya Tuhan! Nilai bahasa inggrismu disekolah berapa sih?”aku terkekeh

“hehe ya maklum lah hyung, aku kan cinta Korea”

“cinta Korea atau malas mempelajari bahasa asing, hah?! Aish! Alasan! Sudahlah, sekarang lebih baik kau pahami sendiri apa isi hatimu itu. Aku tau kau menyukainya, tapi hati hati ya. dia itu yeoja galak loh, bisa bisa kau ditelan hidup hidup olehnya, oke? Daa”dia langsung berjalan memasuki restaurant meninggalkanku.

-Jongjin PoV end-

 

KEESOKAN HARINYA

 

#Hye Raa PoV

“Hye Raa-ya, nanti kita berkumpul diruangan basket ya. pelatih kita datang dan dia ingin bertemu dengan kita semua lengkap”ujar Siwon opp sebelum aku memasuki kelasku

“nde oppa, jam berapa?”

“pulang sekolah, jangan sampai terlambat ya. tadi pelatih kita berpesan seperti itu”aku mengangguk “yasudah, kalau begitu aku kembali ke kelas ya. anyeong”dia sedikit membungkukkan badannya dan tersenyum lalu berjalan menuju tangga menuju kelasnya.

“eng anyeong Hye Raa”sapa seseorang dari belakangku, aku membalikkan tubuhku dan terlihat Jongjin dibelakangku, aku hanya mengangguk dan mengeluarkan sedikit senyumku

“kau mau masuk?”tanyanya, aku mengangguk cepat “a aku juga, kita masuk bersama ya”katanya yang terlihat sangat gugup, aku mengangguk heran melihat sikapnya itu. Kenapa dia? Dari kemarin sikapnya aneh begini? Apa dia salah minum obat ya? entahlah~

***

“Hye Raa, kau mau ke kantin tidak?”ajak Jongjin saat bel istirahat sudah bordering (?), aku menggeleng

“ani”ternyata tidak hanya ada Jongjin, tapi juga ada Mochi. Tapi ada satu hal yang mengganjal pada pandanganku, kenapa wajah Jongjin? Merah? Aku khawatir dengannya, apa dia sakit ya?

“kalau begitu, aku ke kantin sendiri ya. aku sudah lapar, daaa”Mochi langsung meninggalkan kami

“kau tidak ikut dia?”tanyaku

“ani, aku mau disini saja”jawabnya sambil duduk dibangku tepat didepan mejaku, dan baru kusadari kalau kelas ini kosong. Ya, hanya ada aku dan Jongjin disini. Tunggu! Wajah Jongjin kenapa begini ya? semakin merah merona, tidak seperti biasanya

“Jongjinnie, kau baik baik saja? Apa kau demam?”aku meletakkan punggung tanganku di dahinya

“tidak panas kok”komentarku, Jongjin memegang tangaku yang masih berada di dahinya. Aigo, kenapa wajahnya semakin merah begini? Kenapa sih dia?

“a aku memang tidak sakit Hye Raa”jawabnya, tapi tangannya masih saja memegang tangaku. Aku refleks menepis tangannya yang memegang tangaku

“kau kenapa sih? Aneh sekali sejak kemarin? Salah minum obat ya?”dia menggeleng, tapi wajahnya tetap merah

“eng H Hye Raa, apa aku boleh minta satu hal?”tanyanya, aku mengernyit

“memangnya kau mau minta apa?”

“a aku hanya ingin”

“apa?”

“ehm H Hye Raa, boleh tidak aku menjadi sahabatmu?”mwo? jadi ini yang mau dikatakannya? Kenapa sampai segugup itu?

“ya bolehlah”jawabku santai sambil mengeluarkan ponselku dari sakuku

“j jinjja?”aku mengangguk cepat

“ah kamsahamnida Hye Raa-ya, berarti sekarang kita bersahabat kan?”dia mengangkat jari kelingkingnya “benar kan kita bersahabat?”aku mengangguk, tapi jari kelingking Jongjin masih saja diletakkannya keatas. Seperti menagih kelingkingku untuk ditautkannya ke kelingkingnya.

“apa?”tanyaku

“katanya kita bersahabat, tapi kenapa jarimu tidak kau tautkan ke jariku?”aigo aneh sekali Jongjin

“harus?”dia mengagguk dan tersenyum. Aku mengangkat kelingkingku dan menautkannya ke kelingkingku yang sejak tadi mungkin menunggu kelingkingku.

“nah sekarang, ayo berjanji”

“janji?”

“ayo berjanji agar kita saling bersahabat, dan akan menghadapi susah senang bersama, ara?”tanyanya yang semakin mempererat tautan kelingking kami

“n nde”

“oh iya hampir saja lupa, ayo berjanji agar kita saling menceritakan semua keluh kesah (?) kita dan tidak ada rahasia apapun  antara kita, ne?”aku ternganga

“nde. Aigo, sepanjang inikah ritual untuk menjadi sahabatmu?”dia tampak terkekeh dan melepaskan tautan jari kami

***

Bel panjang tanda pulang telah berbunyi, aku langsung bergegas merapikan buku bukuku yang masih berada diatas meja. Dan dengan secepat kilat (?) songsaenim dan teman teman yang lainnya sudah keluar dari kelas.

Kulihat Jongjin dan Mochi menghampiriku

“benar kalian sudah bersahabat?”tanya Mochi, Jongjin mengangguk cepat

“kau menceritakan padanya?”aku mengernyit

“nde, hehe”jawab Jongjin sambil terkekeh

“kenapa aku tidak diajak bersahabat juga?”Mochi memanunkan bibirnya dan menggembungkan pipi chubby nya itu

“jadi, maumu apa?”

“aku mau ikut bersahabat juga”aigo, bukannya dia sudah kelas 2 SMA? Kenapa sikapnya masih seperti anak anak begini ya?

“yasudah, kau juga. Sudah ya, aku buru buru”aku segera berlari menuju pintu tapi dengan cepat Mochi menarik tangaku

“apa lagi?”

“kita belum bertautan jari seperti yang dikatakan Jongjin padaku tadi. Katanya tadi kalian saling bertautan jadi”ujarnya sambil mengeluarkan aegyo nya, omona!

“harus?”dia mengangguk cepat “yasudah, mana kelingkingmu?”tanyaku, dia langsung menyodorkan (?) kelingkingnya dan segera ku tautkan dengan kelingkingku. Lalu aku melepaskannya

“sudah kan? Aku buru buru nih”dia mengangguk

“hati hati ya sahabat”katanya, aku hanya menggeleng gelengkan kepalalu dan segera berlari menuju pintu.

Kulihat didepan pintu, Siwon oppa tengah berdiri disana, dia segera membungkuk begitu melihatku

“Hye Raa, pelatih sudah menunggu dari tadi”aku mengangguk

“mianhe oppa aku terlambat”dia tersenyum

“gwaenchana, sebaiknya kita keruang basket sekarang ya”aku mengangguk dan kami segera berlari menuju ruang basket yang ada disebelah kelasku.

Sesampainya diruang basket, aku dan Siwon oppa langsung masuk dan terlihat semua teman teman tim basketku serta ada pelatih kami disana.

“Hye Raa”sapanya, aku membungkukkan badan

“kau sudah lama berada di Korea songsaenim?”pelatih kami ini adalah salah satu guru basket disekolahku dan karena bakatnya yang luar biasa, jadi dia dikirim ke Jepang untuk mengajar club basket terkenal disana selama dua bulan.

“ah anio, baru kemarin aku sampai”jawabnya sambil tersenyum, aku hanya mengangguk “oh ya bagaimana perkembangan tim basket disini? Sudah lama aku tidak mendengar kabar dari kalian semenjak aku pergi ke Jepang”sambungnya

“selama 2 bulan belakangan ini kami mengikuti pertandingan basket antar sekolah sebanyak 9 kali dan kami bisa memenangkan semuanya”semenjak dia ke Jepang memang seluruh tanggung jawab atas tim basket ini diserahkan sepenuhnya padaku

“jinjja? Wah chukkaehamnida, kalian hebat. Aku bangga pada kalian semua”kata pelatih sambil bertepuk tangan dan tertawa “aku memang tidak salah memberikanmu tanggung jawab penuh atas tim basket disini”aku hanya tersenyum

“hebat, tapi aku jauh lebih hebat darinya”terdengar suara seorang namja dari arah pintu, aku dan yang lainnya sontak menoleh kearah pintu dan lagi lagi aku melihat

“kau!”ya tuhan! Bisa tidak sehari saja namja gila ini tidak usah muncul dikehidupanku? Dia berjalan mendekat kearahku dan beberapa temanku serta pelatihku

“apa maksud ucapanmu?”tanya pelatih padanya, dia tersenyum sinis

“maksudku, aku jauh lebih hebat darinya dan aku ingin aku menggantikan posisinya”aku menyipitkan mata

“namja gila!”

“apa?”tanya pelatih itu lagi

“nde songsaenim, permainan basketku juga tak kalau memukaunya daripada seorang yeoja”katanya sambil melirikku

Pelatih pun menatapku dan namja gila ini secara bergantian dan mengernyit

“tapi Hye Raa yang terbaik. Apa kau murid baru?”dia mengangguk cepat

“nde, aku memang murid baru disini dan aku yakin kemampuan ku jauh lebih baik darinya. Dan aku ingin menggantikan posisinya”jawabnya, hah. Jangan harap!

“tidak akan pernah! Kan sudah kukatakan itu hanya aka nada dalam mimpimu saja!”bentakku

“bagaimana kalau menjadi nyata?”aku tersentak “bukankah katanya namja mana pun yang bisa mengalahkan Hye Raa akan langsung menjadi kapten? Bagaimana kalau aku bisa? Apa jabatan itu sudah pasti kudapatkan?”sambungnya

“ya!”

“apa buktinya kalau kau bisa mengalahkan Hye Raa?”tanya pelatih, dia kembali tersenyum licik

“bagaimana kalau bertanding basket dengannya? Satu lawan satu, yang menang akan menjadi kapten. Jurinya adalah kalian semua dan songsaenim yang terhormat. Kalian harus menilai dengan seadil adilnya dan jangan pernah tutupi kenyataan kalau akhirnya kapten disini harus digantikan! Otteokhae?”aih! namja ini! Benar benar!

Semua tetap diam, bahkan pelatih tampak sedang berpikir

“aku terima tantanganmu! Baiklah, duel satu lawan satu, siapa takut?! Kau maunya kapan, hah?!”jawabku dan lagi lagi dia tersenyum licik

“besok! Otteokhae? Kalian semua setuju kan?”

“setuju! besok! Kalian semua datang lagi kesini besok tepatnya saat pulang sekolah,ne? kita lihat siapa yang akan malu!”aku langsung berjalan menuju pintu dan keluar dari ruangan ini

“ya! yeoja gila!”teriaknya, sepertinya dia mengejarku.

-Hye Raa PoV end-

 

#Yesung PoV

“apa sih?!”aku mencengkram tangannya, kami berada diluar sekolah tepatnya dipinggir jalan sekarang

“kau! Sombong sekali kau?! Kau pikir kau bisa menang, hah?!!”bentakku

“tidak perlu berpikir karena kenyataannya memang akulah yang akan menang!”aku masih saja mencengkram tangannya bahkan lebih erat

“jangan merasa paling menang dulu kau nona Park! Kita lihat saja nanti siapa yang akan kalah!”

“pasti kau!”teriaknya, aku melepaskan cengkraman tangannya dan menatapnya tajam

“kau! Percaya diri sekali kau, hah?! Kau pasti akan kalah telak dengaku! Jangan terlalu sok menjadi seorang yeoja!!”

“aish!! Kalau saja membunuh itu tidak dilarang, pasti sudah kubunuh kau sejak pertama kita bertemu!”

“yeoja gila!”aku mendorongnya kuat sehingga ia terjatuh dan terduduk di tengah jalan

“hahahaha! Hal seperti itu yang pantas didapatkan untuk yeoja sok hebat sepertimu itu!”dia masih saja terduduk dijalan sambil memegangi lututnya, aku menoleh ke samping dan terlihat sebuah mobil berkecepatan tinggi melaju kearah Hye Raa.

Hye Raa tidak melihat mobil itu dan masih sibuk memegangi lututnya yang kurasa sakit itu, mobil itu semakin mendekat dan tak lama terdengar decitan keras antara ban dan aspal, lalu

BRUUUUKK

“Hye Raaa!!!”

To Be Continue__

Apakah yang terjadi pada Hye Raa?

Akankah posisi Hye Raa sebagai kapten tergantikan?

Bagaimana kelanjutannya?

Bagi yang penasaran, tunggu cerita selanjutnya ya😀

kalo ga penasaran, ya gapapa😀 #plak

yang kena tag atau yang uda baca, please CL #2ne1 kali thor?

maksud author Coment + Like ^^

ingat, jangan jadi silent readers, oke?

kamsahamnida ^^

published by aeund

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s