Coz I Love You part 3

Coz I Love You part 3

Coz I Love You part 3

Author              : Karlina Cazza
Main Cast         : Kim Jong Woon, Kim Rayha (Moon Geun Young), Cho Kyuhyun, Jesicca (Lee Min Jung)
Support Cast   : Other members Super Junior
Length              : series
Genre                : gak jelas ni genre apa  ? >_
Disclaimer        :  Don’t copas and don’t bash it please ^_~

Previous Story

“Rayha~a.” ternyata itu adalah Donghae oppa.

“Ne oppa?”

“Hmm, gomawo karna kau sudah mau repot-repot membuatkan kami makan siang padahal kau juga sedang sibuk kuliah.”

“Gwenchana oppa, hitung-hitung ini sebagai balasan karna waktu itu kalian telah mengundang kami kedalam pesta kalian.”

“Begitu ya.. lalu setelah ini apa yang akan kalian lakukan? Kalian mau pulang atau menonton kami latihan dulu?”

“Sepertinya kami akan langsung pulang oppa karna minggu ini kami memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus kami kerjakan.”

“Baiklah kalau begitu. Kalian pulang naik apa?”

“kami bawa mobil oppa.”

“Ya sudah kalau begitu. Berhati-hatilah saat menyetir.”

“Arasseo, baiklah aku akan membereskan barang-barangku ini kemudian pulang.” (sambil memasukan kotak makan satu persatu kedalam tas).

Diperjalanan aku masih terbanyang-banyang wajah yesung oppa itu. Haaiish….

=============================================================

Story Begin

Chongsak No.59

Malam minggu At 17.00 KST

Kyuhyun POV

Ting Tong Ting Tong.. ! suara bel pintu ketika aku menekan tombol putih (?) disamping pintu itu.

“Ne, tunggu sebentar.” Ucap Rayha dan  bergegas membukakan pintu untuk sang tamu.

“Oppa, kalian sudah datang. Eoseo Oseyo.” Rayhapun dengan sopan mengantarkan kami berdua masuk.

“Ne, Sillyehamnida” sahut ku dan Yesung dengan sopan dan segera masuk kedalam rumah minimalis bergaya Paris itu.

“Nah oppa tunggulah sebentar. Sepertinya Jessica baru selesai mandi. Kalian mau minum apa?” tanya Rayha sembari tersenyum pada kami berdua.

“Pertanyaan  itu lebih cocok kau tujukan untuk hyungku yang satu ini Rayha~a. Dia sangat ingin dperhatikan olehmu. Dia bahkan sudah tidak sabar unt… aww!!” (Seketika Yesung menginjang kaki dongsaeng nakalnya itu).

“Yakk apa-apaan kau?! Appo hyung!” aku  meringis sambil mengelus kakiku yang terasa sakit akibat injakan Yesung tadi sedangkan Yesung hanya pura-pura tidak tahu dan mengalihkan pembicaraan.

“Kau tidak perlu repot-repot menyiapkan minum untuk kami Rayha~a.” Yesung menolak dengan lembut tawaran Rayha.

“Kau tidak boleh menolak tawaranku oppa. Kalau begitu aku akan membuatkanmu segelas orange juice saja.” Putus Rayha akhirnya.

“Baiklah kalau begitu aku ke dapur dulu oppa. Tunggulah sebentar.” Lalu Rayhapun melangkahkan kakinya ke dapur bergegas membuatkan minum.

Disaat Kim Rayha sedang berada di dapur untuk membuatkan minum  aku dan Yesung hyung memandangi sekeliling ruangan di rumah tempat kedua yeoja yang kami sayang itu tinggal. Tiba- tiba ada suara mengagetkan yang berasal tidak jauh dariku.

“ Kyu,!” panggil Yesung sambil memukul pundak ku.

“Ya! Wae hyung? Kau membuatku kaget saja.”

“Hehe mian, bolehkah ku bertanya padamu Kyu?.” Sontak Yesung mengecilkan volume suaranya.

“Ne, wae?” Aku sedikit khawatir dengan pertanyaannya itu. Semoga pertanyaannya itu masuk akal.

“Berapa kali kamu berkunjung ke tempat ini Kyu?.”

“ 2 kali dengan sekarang, wae hyung?.”

“Mwo?? Baru 2 kali??? Bukannya kamu sudah berpacaran dengan Jessica selama 3 bulan?.”

“Ne, terus kenapa hyung?? Apa hubungannya?aku juga tidak enak kesini terlalu sering mereka kan tidak tinggal bersama orang tuanya. Aku juga sadar diri hyung.”

Yesungpun mengangguk dan tersenyum padaku.

“Walaupun kamu kelihatan dari luarnya nakal tapi kamu bisa di andalkan juga Kyu.”

Setelah itu Jessica turun kebawah dengan dress putih selututnya lalu ia segera berlari ke dapur dan mencium kedua pipi eonni kesayangannya itu lalu berpamitan untuk pergi.

“Eonni aku berangkat dulu ya. Hati-hati dirumah aku izin pulang terlambat. Nanti jika kau sudah mengantuk dan aku belum pulang tidurlah dulu.”

Setelah berpesan pada eonninya diapun langsung melesat menuju pintu sambil mengenakan flat shoesnya berwarna sama dengan dressnya. Setelah selesai mengenakan flat shoesnya iapun langsung membalikkan badannya kearah Yesung lalu berpesan.

“Oppa, tolong jaga eonniku baik-baik ya, jangan sampai dia terluka dia itu orangnya sangat rapuh tolong jangan buat dia terlalu capek. Nanti kalau ada apa-apa segera hubungi aku. Jangan lupa oppa. Gomawo oppa aku pergi dulu annyeong haseyo.” Jessica pun membungkuk.

“Hyung, aku pergi dulu. Rayha~a aku pamit ya.” Sapaku sambil dengan perlahan meninggalkan ruang tamu itu.

“Tunggu sebentar Kyu,” Rayhapun langsung bergegas berlari keluar.

“Ayo Kyu cepat ! ku ingin segera meninggalkan meraka berdua sendiri. Dengan sigap Jessica segera menarik tanganku  dan mengajakku berlari menuju mobil.

“Gadis ini benar-benar “evil” sama sepertiku.” Batinku sambil melihat Jessica dan terkekeh melepaskan smirk evilku.

*****

Yesung POV

“Sudahlah Rayha~a..” kataku menenangkan Rayha sambil memegang pundaknya.

“Tapi Kyuhyun belum meminum jusnya oppa.” Kilah Rayha sambil memasang wajah polosnya sedangkan aku hanya menahan tawa. Rayha yang melihatku bertingkah seperti itu hanya bisa melongo kebingungan.

“Waeyo? Apa ada yang lucu oppa?” tanyanya polos

“Jadi kau mengejarnya hanya untuk menyuruhnya minum dulu?”

“Habis mau bagaimana lagi Kyuhyun pasti hauskan setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh.”

Mendengar kata-kata itu akupun semakin sayang dan kagum pada Rayha. “Kamu benar-benar baik hati Rayha.” Batinku.

“Kalau begitu kita minum saja berdua. Kajja aku akan membantumu membawa minumnya.”

“Gomawo oppa.”

Langsung saja aku  membantu Rayha membawakan minum dan sedikit camilan. Kemudian kami berjalan menuju halaman belakang.

“Yeppeoda… aku tidak menyangka kalau ternyata pemandangan dari halaman belakang rumah kalian sangat indah. Kita bahkan bisa melihat matahari terbenam dari arah sini.”ujarku sambil membentangkan kedua tanganku keatas.

“Kau benar oppa. Aku dan Jessica sering kesini untuk melihat matahari terbenam karna dari sini matahari terbenam bisa terlihat dengan jelas.” Jelas Rayha dengan bangga.

Kami menghabiskan sore itu dengan mengobrol segala hal yang diselingi dengan canda tawa.

“Lihat oppa, mataharinya sudah mulai tenggelam.” Ujar Rayha sambil menunjukkan bulatan besar berwarna merah jingga itu padaku.

“Ne, kau benar Rayha~a indah sekali. Dari sini benar-benar bisa terlihat dengan jelas. Neomu yeppeo.”

Mereka terus melihat matahari terbenam sampai benar-benar sudah tidak terlihat lagi.

“Rayha~a, apa kau lapar?” tanyaku sambil memegang perutku yang sudah mulai berbunyi. (yealaah Yessung ni emang gak bisa nahan laper dikit y :D)

“Sedikit, apa kau juga lapar oppa?”

“Ne, bagaimana kalau kita makan malam diluar? Kudengar didekat sini sedang ada festival makanankan? Bagaimana kalau kita pergi kesana?”

“Jinjja? Aigoo, gomawo oppa, sudah lama sekali aku tidak pergi ke festival makanan. Kalau begitu aku akan membereskan ini dan berganti baju.”

Akupun ikut membantu Rayha untuk membereskan bekas minum kami lalu setelah itu aku kembali duduk di sofa sementara Rayha berganti baju. Setelah beberapa saat akhirnya Rayha turun dari kamarnya.

“Mianhe oppa, aku terlalu lama ya?” ujar Rayha merasa tidak enak kepadaku.

“Ani, santai saja Rayha~a.Kalau begitu kajja!” kamipun berjalan  keluar dari rumah menuju mobil sport elegan putih milikku.

“Kalian membawa dua mobil?” Tanya Rayha.

“Ne.”

Selama perjalanan mereka berdua hanya diam saja. Jalanan malam  hari, hari ini cukup ramai. Banyak kendaraan yang berlalu lalang karna memang ini adalah malam minggu.

“Ja! Kita sudah sampai. Tunggu sebentar Rayha~a.”

Akupun segera keluar dari mobil setelah memarkirkannya ditempat parkir dan berlari kesamping lalu membukakan pintu untuk Rayha.

“Gomawo oppa, kau tidak perlu repot-repot sampai membukakanku pintu seperti ini segala.”

“Gwenchana. kajja!”

Akupun menarik tangan Rayha keluar dari mobil dan menutup pintu mobil dengan sebelah tangannya lalu kami berjalan menuju sebuah kedai untuk makan malam. Kami terus berjalan sambil berpegangan tangan takut jika akan terpisah satu sama lain.

“Oppa, apa tidak apa-apa kita berjalan-jalan seperti ini? Jika ada fans yang melihat bagaimana?”

“Gwenchana, mereka tidak akan mengenaliku akukan sudah memakai topi dan kacamata hitam ini. Lagipula tidak mungkin mereka akan memperhatikanku ditengah ribuan orang seperti ini.”

“Tapi biarpun kau sudah memakai topi dan kacamata tetap saja itu terlihat seperti kau. Aku jadi khawatir oppa. Bagaimana jika ketahuan?”

“Kau tenang saja. Kalaupun ketahuan aku pasti akan selalu melindungimu..” ujarku  berusaha menenangkan Rayha sambil tersenyum lembut.

“Kau mau makan apa?”tanyaku.

“Samgyupsal saja oppa.”

“Baiklah.”

Setelah itu kami berhenti di kedai samgyupsal dan memesan dua porsi samgyupsal. Sambil menunggu pesanan kami mengobrol tentang kesibukan super junior yang akhir-akhir ini semakin membludak.

*****

Kim Rayha POV

“Silahkan tuan, nona ini pesanan kalian.” Disaat kami sedang asik mengobrol seorang ahjumma datang dan membawakan pesanan kami berdua.

“Oh ne, kamsahamnida ahjumma.” Aku berterima kasih sambil sedikit membungkukkan badanku.

“Kalian berdua benar-benar pasangan yang sangat serasi sekali.” Ujar ahjumma itu lagi sedangkan kami saling bertukar pandang.

Pasangan? Kami bahkan belum jadian. Batinku.

“Jinjja ahjumma? Apa kami betul-betul serasi?” tiba-tiba Yesung oppa bertanya pada si ahjumma.

“Ne, kalian sangat serasi.”

“Wah, kalau begitu kamsahamnida ahjumma.”

“Ne silahkan dinikmati makanannya.” Ujar ahjumma itu sambil melemparkan senyum hangatnya kepada kami lalu menghilang dibalik tembok.

“Nah, ayo kita panggang dulu dagingnya. Aigoo~ aku sudah tidak sabar aku benar-benar lapar.” Yesung oppa langsung memanggang dagingnya tanpa melihat kearahku yang tanpa sadar wajahku sudah berubah menjadi pucat(?)

“Rayha~a, kau tidak apa-apa? Ini dagingnya sudah matang ayo kita makan.” Dia meletakkan sepotong daging di mangkuk nasiku dan mangkuknya lalu dia meniup dagingnya dan langsung melahapnya.

“Hmmm, mashita.” Ujarnya.

Nyutt! Disaat aku mau menyuapkan sepotong daging kemulutku tiba-tiba kepalaku berdenyut hebat, pusing sekali rasanya. Reflek aku langsung memegangi kepalaku. Oh Tuhan ada apa ini jangan sampai penyakitku kambuh disini. Aku tidak mau dia melihatku dalam keadaan begini.

Nyutt.. Nyutt..  (aneh banget sih thor  bunyinya..^^)

Kenapa tidak mau berhenti? Sakit sekali rasanya seperti ada sesuatu yang menusuk kepalaku sekarang ini. Tiba-tiba saja pandanganku menjadi buram. Andwee!! Aku mohon jangan kambuh sekarang…

Dan tanpa sadar badanku sudah limbung kebelakang tapi kurasakan ada sebuah tangan yang menyanggaku.

“Gwenchana? Kau terlihat pucat. Apa kau sakit?” tanyanya. Guratan  rasa khawatir tergambar jelas diwajahnya yang tampan itu.

“Aniya, gwenchana oppa.. aku pergi kekamar mandi dulu ya.. oppa makan duluan saja..”

“Kau yakin mau pergi sendiri?” tanyanya masih dengan raut wajah khawatir diwajahnya.

“Ne, Aku baik-baik saja oppa. Kau tenang saja.” Ujarku sambil memaksakan seulas senyum diwajahku lalu aku bergegas pergi sebelum kesadaranku benar-benar hilang.

Setelah sesampainya di kamar mandi akupun langsung mengobrak-abrik tasku mencari obat penghilang rasa sakit. Setelah mendapatkannya aku langsung menenggaknya, berharap agar sakitku sedikit berkurang. Setelah itu aku langsung bergegas kembali kedalam, takut jika Yesung oppa mencariku.

“Oppa.” panggilku ketika ku melihat punggungnya.

“Kau sudah kembali, kau baik-baik sajakan? Ayo duduk kita makan lagi.”

“Ne oppa, aku sudah lebih baikan sekarang.” Aku langsung mengambil tempat duduk disebelahnya dan mulai melahap makananku.

Syukurlah sudah lebih mending dari yang tadi, meski masih terasa sedikit sakit. Batinku.

Ditengah –tengah menyantap makanannya sekilas Yesung memandangi wajah Rayha yang kelihatan tidak begitu sehat.

“Rayha~a,” panggil Yesung sontak membuat Rayha terkejut

“Ne oppa?”

“Bagaimana jika setelah ini kita pulang saja. Aku rasa kau butuh istirahat.”

“Baiklah, terserah oppa saja.” Sahutku dengan tersenyum kecil .

Selesai makan malam dia langsung membayar tagihannya sambil berterima kasih kepada ahjumma tadi. Kami berduapun berjalan berdampingan kemobil dan tanpa kusadari ternyata dia sedang menggenggam tanganku sejak tadi.

Tiba-tiba aku  merasakan kepalaku kembali berdenyut dengan hebat rasanya seperti mau pecah. Bahkan badanku sempat limbung saking pusingnya tapi untunglah aku bisa menahannya. Aku kembali meremas rambutku dengan keras berharap itu bisa mengurangi rasa sakitnya.

“Apa kepalamu terasa sakit?” tiba-tiba Yesung oppa sudah berada didepanku dan bertanya kepadaku. Aku kaget sekali dengan kehadirannya yang tiba-tiba itu.

“A.. ne gwenchana oppa.” Dia memandang kedalam bola mataku berusaha mencari kejujuran disana.

“Baiklah.. ayo kita segera pulang.” Katanya akhirnya dan kembali menggandeng tanganku.

*****

Yesung POV

Aku melihatnya kembali memegang kepalanya badannyapun kembali limbung tapi dia berusaha menahannya. Sepertinya ia berusaha menahan sakitnya. Wajahnya terlihat sangat pucat dan tangannya terasa dingin. Akupun mulai khawatir dengan keadaannya. Dan aku memutuskan bertanya kepadanya tentang keadaannya.

“Apa kepalamu sakit lagi?” tanyaku khawatir. Sepertinya dia kaget dengan keberadaanku yang tiba-tiba sudah berada didepannya itu.

“A.. aku baik-baik saja oppaaku memandang kedalam bola matanya berusaha mencari kejujuran atas jawabannya.

“Baiklah.. ayo kita segera pulang.” Kataku akhirnya pasrah. Sepertinya akan lebih baik jika dia bisa segera sampai dirumah dan beristirahat.

Aku menyalakan mesin mobilku dan mulai menjalankan mesin mobilku dengan kecepatan sedang. Bisa kulihat dia mulai terlelap disamping kursi kemudiku. Sepertinya dia terlalu lelah aku hanya bisa tersenyum melihatnya.

Akhirnya mobilku sampai didepan rumahnya aku memandangnya sejenak. Aku tidak tega untuk membangunkannya tapi tidak mungkin kan aku menggendongnya kedalam lagipula aku juga tidak membawa kunci rumahnya. Aku menarik nafas dalam sebelum kemudian mengguncang tubuhnya pelan.

“Rayha~a, ireona kita sudah sampai.” Hening, dia tidak juga bangun dari tidurnya akupun mencoba membangunkannya sekali lagi.

“Rayha~a, ireona, Rayha~a.” aku kembali mengguncang tubuhnya sedikit lebih keras. Masih tetap tidak ada jawaban darinya akupun mulai khawatir dan mencoba membangunkannya kembali.

“Rayha~a, ireona! Jangan bercanda Rayha~a ireona!” aku sedikit berteriak membangunkannya tanpa sengaja tanganku menyentuh tangannya.

“Omo! Panas sekali.. jangan-jangan dia…” Tanpa pikir panjang aku langsung melajukan mobilku menuju rumah sakit terdekat. Aku takut terjadi sesuatu dengannya.

Setelah sampai dirumah sakit aku segera memanggil suster dan dia dibawa menuju ruangan UGD. Aku menunggu diluar ruangan dengan perasaan campur aduk. Aku langsung menelepon Jessica dan aku bisa mendengar dia yang menangis histeris mendengar keadaan eonninya itu dan bisa kudengar juga suara Kyuhyun yang sedang berusaha menenangkan Jessica. Setelah mengabari mereka berdua aku hanya bisa duduk sambil menundukkan kepalaku berdoa supaya sesuatu yang buruk tidak menimpanya.

20 menit kemudian….

Drap.. Drap.. Drap

Aku mendengar suara langkah yang semakin lama semakin terdengar jelas ditelingaku lalu aku mendongak untuk melihat siapa yang datang dan ternyata itu adalah Jessica yang sudah berdiri dihadapanku.

“Bagaimana keadaannya oppa? Apa dia baik-baik saja?” tanyanya suaranya terdengar parau dan terlihat air mata yang terus mengalir membuat sungai kecil dipipinya yang chubby itu.

Aku hanya bisa menggeleng dan kembali menundukkan kepalaku. Bisa kudengar dia mulai menangis terisak-isak dan menjerit histeris.

“Ini tidak mungkin terjadi.. penyakit eonni sudah lama tidak kambuh! Dia tidak boleh meninggalkanku sendiri disini.” Kyuhyun memeluk kekasihnya itu, berharap bisa mengurangi rasa sakit yang menimpa kekasihnya itu. dan tanpa aku sadari mataku mulai buram dan air mata mulai mengalir kepipiku. Aku hanya bisa memejamkan mataku berharap bahwa semua ini hanya mimpi buruk dan aku akan segera bangun dari mimpi buruk ini.

Cklek..

Pintu tempat Rayha berada saat ini terbuka dan muncullah seorang dokter paruh baya dengan kacamata tebalnya.

“Apa kalian keluarga dari Rayha-ssi.” Tanya dokter itu dan Jessicapun maju kedepan

“Ne dok.” jawab Jessica.

“Baiklah kalau begitu langsung saja Kanker Otak yang diderita  nonna Rayha-ssi sudah semakin parah. Dan sepertinya terapi yang sedang dijalankannya sudah tidak bisa lagi membantunya.”

“Wae??? Kanker otak….” teriakku terkejut.

Lalu aku berjalan cepat menuju tepat didepan dokter itu berdiri dan memegang kedua pundaknya.

“Kau pasti hanya bercandakan dok?! Lalu bagaimana sekarang? Dia masih bisa bertahankan dok?!”.

_TBC_

Loh loh Kanker Otak..???? gimana ni…Rayha sakit kanker otak?

Apa dia masi bisa bertahan???

Terus gimana nasib Yesung setelah mengetahui fakta ini??

Sabar readers ..semua akan terungkap di part berikutnya. J

Tolong jangan jadi silent readers y…klo bisa Like+ Comment ^^

Inget ! ni ff pertamaq looh

Comment sangat diperlukan untuk menyemangati author  .^^

Kamsahamnida 

 

published by aeund

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s