Unfinished Love Part 2

Title : Unfinished Love 2
author: Karina Citra Ayu
PG : 15+
genre : Romance
Lenght: Chaptered, 2 of 3
Cast:Lee Kayin,Eunhyuk Super Junior,Yesung Super Junior. other super junior’s member
Park Hyunseo (new oc, anggap saja Nana After School dengan rambut pendek😛 ) other cast

Bikin FF ini sambil dengerin lagu suju yg what if, so i,  dead at heart, coagulation, in my dream, she’s gone dan way to break up-nya bang evil ganteng ^^

bisa dengerin juga lagunya choshinsei/choshinsung/supernova yg Last Kiss~

(lagunya di boronnggg smuaaa XD)

sekedar saran, kalau kalian bacanya sambil dengerin list lagu di atas mungkin bisa dapet feelnya🙂

typo bertebaraaann😛

happy reading~ ^^

======================

author’s pov

eunhyuk mengajak kayin berkeliling seoul dengan mobil AUDI A6nya karena yeoja itu hanya diam memandang ke arah jendela mobil di sampingnya dan memakai headphone yg tersambung dengan i-pod yg ditaruhnya di dalam saku cardigannya.

“hey, yin-ah.. katakan kau mau kemana.. kita sudah keliling seoul selama hampir 20 menit..”

eunhyuk menepuk bahu kayin dengan lembut. Namun yeoja itu tetap konsisten dengan diamnya

“yasudah, aku antar kau pulang ke apartemenmu saja ya..”

eunhyuk lalu memutar arah mobilnya menuju ke apartemen kayin. Sesampainya di parkiran apartemen, kayin tetap diam. Eunhyuk akhirnya membukakan pintu mobilnya dan menggandeng kayin dengan perlahan. Kayin masih murung dan jalannya tetap menunduk. Sesampainya di depan pintu apartemennya eunhyuk lalu melepaskan genggamannya dan memindahkan headphone yg semula melingkar di kepala kayin ke leher yeoja itu.

“berapa password apartemenmu?”

kayin lalu memencet serangkaian angka dan pintu pun terbuka.

“baiklah, aku pulang dulu ya? Eum..e.. Kalau kau butuh sesuatu, hubungi saja aku..”

eunhyuk lalu melambaikan tangannya, namun tiba2 kayin mengangkat wajahnya dan menggenggam lambaian tangan eunhyuk.

“tunggu dulu.. aku ingin bicara sebentar,oppa..”

“m-mwo?”

kayin langsung menarik tangan eunhyuk dan membawanya masuk ke dalam. kayin lalu menutup pintu. Eunhyuk yg kebingungan hanya bengong. Mereka kini berdiri di belakang pintu.

“hmm.. Kau mau bicara apa?”

tiba2 kayin jinjit dan menyentuh pipi eunhyuk dengan kedua tangannya. Menyentuhkan bibirnya dengan bibir hangat eunhyuk yg lembut. Eunhyuk yg kaget dengan reaksi spontan kayin akhirnya memeluk yeoja itu. Perasaan yg dulu pernah mereka rasakan sejenak menyatu kembali. Eunhyuk melihat kayin yg memejamkan matanya. Terlihat damai dan tenang. Berbanding terbalik dengannya yg padahal hanya memakai kaos singlet warna hitam tapi merasakan sangat kepanasan dan gelisah.

Namun beberapa detik kemudian kayin melepaskan sentuhan bibirnya dan menjauhkan wajahnya dari eunhyuk.

“gomawo, oppa..”

kayin lalu memeluk eunhyuk, membenamkan wajahnya ke dalam dada bidang eunhyuk. Terdengar jelas di telinga kayin kalau jantung eunhyuk berdetak sangat cepat. Kayin tersenyum. tak sampai 10 detik ia sudah melepaskan pelukannya.

“sudah ya. Kalau terlalu lama nanti jantungmu bisa2 keluar dari dadamu. kau sudah boleh pulang..”

kayin lalu membuka pintunya, mempersilahkan eunhyuk pergi.

“ya! Apa-apaan kau lee kayin! Hey, kau harus bertanggung jawab atas semua ini!”

kayin mendorong tubuh eunhyuk keluar dari apartemennya dengan sekuat tenaga lalu segera menutup pintunya, mengabaikan teriakan2 protes eunhyuk dan gedoran pintu dari luar.

Dia lalu segera masuk dan duduk di sofa apartemennya. Ia tersenyum sambil menyentuh bibirnya dengan ujung jari-jari tangannya.

“bibirnya masih semanis strawberry..”

======================

sementara di tempat lain, Yesung nampak gusar karena tak bisa menelepon kayin. Sama dengan Eunhyuk, dia juga tak bisa di hubungi. 20 menit lalu dia baru saja ke apartemen kayin, tapi masih sepi.

“ya!kenapa panggilannya di alihkan semua sih! Mereka berdua itu..aiisssshhh! Aku harus mencari mereka kemana lagi!”

yesung memukul setir mobilnya dengan kesal. Tangan kanannya memegangi kepalanya yg sangat pening, siku tangan kanannya ia sandarkan pada kaca jendela. Yesung hanya menyetir dengan tangan kirinya. Ekspresinya tidak bisa dijelaskan lagi dengan kata2.

Ia nampak sudah lebih dari lelah. Tiba2 ponselnya berdering, ia langsung mengangkat teleponnya tanpa melihat siapa yg menelepon.

“yeoboseyo.. Kayin?”

“ini eomma, jong woon..”

“ada apa?”

“sebaiknya kau ke handel&gretel sekarang.. Ada yg ingin eomma bicarakan..”

“baiklah. Tunggu aku 10 menit lagi..”

klik

yesung menutup teleponnya.

“kenapa harus di saat seperti ini sih..”

yesung lalu memutar balik mobilnya ke arah cafenya itu. Sesampainya disana, meja2 cafenya sebagian besar sudah dirapikan, nampaknya sebentar lagi sudah jam tutup cafe karena sudah tidak ada lagi pengunjung di dalamnya. dia melihat eommanya yg duduk bersama seorang yeoja yg duduk membelakangi yesung.

“ahh.. Itu jong woon datang..”

eomma yesung tersenyum. Yesung lalu mendekati mejanya dan kaget melihat yeoja yg duduk bersama eommanya adalah hyunseo, yeoja gila yg mengobrak-abrik dorm tadi siang.

“ya! Kau yeoja gila! Sedang apa kau bersama eommaku!”

hyunseo hanya tersenyum manis dan sikapnya sangat kalem, namun bagi yesung perilakunya terlihat lebih menakutkan daripada waktu dia mengacau di dorm tadi sore. Yesung sedikit bergidik ngeri.

“jong woon-ah.. Jangan kasar begitu pada gadis manis ini..”

“eomma tak tahu apa yg dia lakukan di dorm tadi!”

“sudah.. sudah.. Duduk dulu.. Kau harus mendengarkan ceritanya..”

yesung yg dirangkul eommanya itu akhirnya duduk di samping hyunseo.

Yesung memalingkan wajahnya, sama sekali tak mau menatap ke arah hyunseo.

“hmm.. Oppa.. Ada yg ingin aku katakan..”

“aku tak ingin mendengarkan apapun darimu! Aku tak tertarik padamu!”

“jong woon, tolong dengarkan ia dulu..”

yesung pun akhirnya diam dan menuruti eommanya

“sebelumnya kau lihat ini dulu.. Lihatlah.. jebal, oppa..”

hyunseo lalu menyodorkan sebuah kertas pada yesung.

Dengan enggan yesung meraih kertas itu dan membacanya.

Perlahan ekspresi kesal yesung berubah menjadi ekspresi bingung. Disitu tertera bahwa Park Hyunseo tervonis penyakit kanker darah stadium akhir.

“apa ini..”

“kau bisa membacanya sendiri kan oppa?”

“lalu apa maksudmu memperlihatkanku ini, hah? kau pasti menginginkan sesuatu dariku! Aku tak bisa dan tak akan pernah sudi memberikannya!”

yesung melempar kertas itu begitu saja ke arah hyunseo. Dia lalu berdiri dari kursinya, hendak pergi dari mejanya.

“oppa, hidupku tinggal sebentar lagi.. Mungkin ini sudah takdir, aku bisa bertemu denganmu dengan cara yg sangat kebetulan. Aku hanya ingin minta tolong satu hal saja padamu!”

hyunseo berteriak di tempat duduknya.

yesung tetap saja bungkam dan dengan cuek melangkah keluar. Eommanya terus berteriak memanggilnya kembali. Akhirnya hyunseo mengejar yesung, ia berhasil menarik yesung dan membuat yesung berbalik menatapnya.

“oppa, aku hanya punya satu

permintaan.. Tolong bahagiakanlah ak..”

tiba2 ada darah menetes dari hidung hyunseo dan dia langsung jatuh pingsan.

Eomma yesung yg panik lalu menghampiri mereka.

“jong woon cepat kita bawa dia ke rumah sakit!”

yesung pun tak punya pilihan lain lagi. Ia sudah terjebak. Mau tak mau ia harus terseret alur ‘perangkap’ yg dibuat Hyunseo.

======================

Keesokan paginya, Kayin bangun dengan sebuah senyuman. Dia teringat kejadian kemarin saat mengerjai eunhyuk. Di raihnya ponsel yg ia taruh di meja sebelah tempat tidurnya, ternyata ada beberapa pesan dan missed called yg masuk.

10 Missed Called From Nae Yeobo

3 Message From Nae Yeobo

“ahh.. aku lupa mengganti nama kontak eunhyuk oppa.. Pabbo!memalukan.. Kalau dia tahu pasti dia akan geer setengah mati dan terus membullyku..”

kayin memukul-mukul kepalanya sendiri.

Dia lalu membaca satu per satu pesan yg masuk

From: Nae Yeobo

Hey, Lee Kayin! Kau harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu yg kemarin! Aku yakin pagi ini kau pasti terbangun dengan senyum puas gara2 kemarin berhasil mengerjaiku!

From: Nae Yeobo

Ya! Kenapa kau tak membalas pesanku! Ini sudah 1 jam sejak aku mengirimnya.. Pasti kau belum bangun ya! Dasar pemalas!

From : Nae Yeobo

Ya! Yeoja pabbo! Ini sudah jam 8 pagi dan kau masih belum bangun juga! Telepon aku saat kau bangun nanti!

Kayin tertawa kecil membaca pesan2 dari eunhyuk. Dia melirik ke jam yg ada di ponselnya ternyata sudah jam 9 pagi.

“ku telepon nanti sajalah..”

kayin lalu mengambil handuk dan mandi sambil terus bernyanyi.

Saigo no kissu wa~

ciuman terakhir 

 

totsuzen otozurete

tiba-tiba datang kembali

Ima mo mada wasurerarezu ni

sekarang pun belum bisa dilupakan

Mou ichido I want u back

sekali lagi, i want u back

just take me back kimi to ita hi made

just take me back, hingga hari itu bersamamu

somebody just take me back back back

Mata ano basho ni modotte (kiss kiss)

ingin kembali lagi  ke hari itu (kiss kiss)

once again aitai

once again ingin bertemu

Selesai mandi ia bergegas berganti pakaian dengan mini dress warna baby blue dan cardigan berenda warna putihnya yg manis. Kayin sangat suka dengan warna lembut dan pastel. Dia lalu memake-up wajahnya dengan make-up natural, hanya memakai eyeliner di atas kelopak matanya, melentikan bulu matanya dengan mascara, memakai bedak dan memberi rona pink di pipinya dengan blush on. Tak lupa ia memulas bibirnya dengan lipgloss warna baby pink.

Drrrtttt… Drrrttt…

Terdengar ponsel kayin bergetar, nampaknya ada panggilan masuk.

Kayin lalu mengambil ponselnya dan kaget begitu melihat caller id peneleponnya

“Yesung eomma? Apa ada yg tak beres?”

dengan ragu kayin mengangkat teleponnya

“yeoboseyo, ahjumma..”

“yeoboseyo.. Yin-ah.. Bisakah kita bertemu? Di rumah sakit st. angela..di kamar no 25..”

“r-rumah sakit? Y-yesung oppa kenapa? Dia baik2 saja kan, ahjumma?”

“jong woon, dia baik2 saja kayin. Sebaiknya kita bicara disini saja. Aku tunggu kau ya. Segeralah kemari..”

“ne.. Ahjumma…”

kayin menutup teleponnya, mengambil tasnya lalu pergi ke parkiran apartemen dan mengendarai mobilnya menuju rumah sakit. Di tengah perjalanan ponselnya bergetar lagi. Kayin mengaduk2 isi tasnya sambil tetap menyetir. Setelah menemukan ponselnya, ia mengangkat teleponnya tanpa melihat siapa yg meneleponnya karena pandangannya ia fokuskan untuk melihat ke arah depan.

Author’s pov ends

======================

Lee Kayin’s pov

drrrt…drrrttt…

ahhhh siapa sih ini yg meneleponku!

“yeoboseyo..”

“ya! Kayin kenapa kau tak meneleponku!”

“e-eunhyuk oppa? Jeongmal mianhae.. Aku sedang terburu-buru.. Aku dalam perjalanan ke rumah sakit..”

“siapa yg sakit?”

“aku tak tahu, tadi eomma yesung oppa meneleponku.. Dia menyuruhku datang ke rumah sakit st.angela..”

“hmm..aku menyusulmu kesana ya?”

“tapi aku kan sudah bawa mobil sendiri oppa..tak perlu kau jemput atau kau susul!untuk apa kau kesini?”

“ya! Diam dan menurut sajalah! Aku khawatir padamu, yeoja pabbo! Apa aku harus mengatakan itu dengan jelas?! Puas kau!”

“ah..n-ne.. Jangan galak2 padaku oppa..”

“tut..tut…”

aku melempar ponselku ke jok sebelah dengan kesal.

lee hyukjae itu sifat pemaksa dan keras kepalanya dari dulu tak pernah berubah. Semuanya dilakukan selalu atas dasar keputusan sepihak darinya. Percuma saja kan kalau awalnya dia sudah repot2 bertanya tentang bagaimana pendapatku, tapi tetap pada akhirnya aku yg harus selalu mengalah dan menuruti semua keputusannya dan kemauanya yg tak pernah bisa diganggu gugat.

Sesampainya di rumah sakit st.angela, aku segera menuju ke kamar no 25, sesuai pesan yesung eomma. Aku melihat eommanya yesung oppa sedang duduk di kursi luar kamar no 25.

“annyeonghaseyo, ahjumma..”

kubungkukkan badanku seraya memberi salam. Wajah eomma yesung oppa nampak lelah dan kurang istirahat. namun beliau tetap memaksakan diri untuk tersenyum kepadaku.

“annyeong.. Duduklah.. Akan ku beritahu beberapa hal..”

“hmm.. Baiklah..”

aku pun duduk disebelah eomma yesung oppa.

“kau kenal park hyunseo?”

“hyunseo? Park hyunseo? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu.. Tapi dimana ya..”

aku mengernyitkan alisku, mencoba berpikir

“kalau gadis yg menemukan dan mengembalikan ponsel lee sungmin kemarin, apa kau masih ingat? Namanya Park Hyunseo, Yin-ah..”

“ah..eumm..n-ne.. Aku tak mungkin bisa melupakan wajahnya, ahjumma..”

aku hanya tersenyum kecut mengingat wajah dan tingkah liarnya kemarin.

“dia sakit parah…”

“maksud ahjumma?”

“dia mengidap kanker darah stadium akhir. Dia yg dirawat disini. Dia punya satu permintaan, ku harap kau juga mau mengerti..”

“aku semakin tak mengerti arah pembicaraan ini, ahjumma. Apa kaitan permintaannya denganku?”

“dia menginginkan jongwoon untuk menikahinya, setidaknya selama sisa hidupnya.. Aku mohon kau bisa mengerti dan melepaskan jongwoonku, lee kayin..”

DEG. seketika aku kaget,hatiku mencelos. entah kenapa tiba2 aku jadi terdiam.

“mianhae, lee kayin.. sebaiknya kau lihat dulu saja keadaannya di dalam.. Jongwoon juga ada disana..”

akhirnya aku pun meraih tangan eomma yesung oppa yg terulur ke arahku untuk menuntunku masuk ke dalam kamar.

Beliau membuka pintu kamar no 25 yg seketika memperlihat pemandangan yg ada di dalam kamar.

Jantungku langsung berdetak cepat saat ku lihat yesung oppa sedang mencium bibir park hyunseo yg sedang berbaring di ranjangnya. Aku pun melepaskan genggaman tangan eomma yesung oppa

“Lee kayin kembali!

Tak ku gubris panggilan eomma yesung oppa karena yg kuingin sekarang hanya terus berlari keluar dari rumah sakit ini dan cepat sampai menuju mobilku.

“hahh.. Kenapa hatiku harus merasakan sakit ini juga! Kenapa kau egois sekali!”

airmataku mulai turun. Aku lalu menstarter mobilku dan melarikannya jauh2 dari rumah sakit ini.

Lee kayin’s pov ends

======================

yesung’s pov

akhirnya yeoja itu bangun juga. Kalau dia tidak sakit parah mungkin sudah kutendang dia. Sebenarnya ia cukup cantik, hidungnya mancung dan kulit wajahnya mulus tanpa cacat tapi sangat disayangkan karena kecantikan fisiknya itu kontras dengan kejiwaannya yg buruk. Semalam aku mendengar dari dokter bahwa ia hanya bisa hidup kurang lebih 2 bulan lagi karena penyakit kanker darahnya sudah terlampau parah. Padahal awalnya dia bisa diperkirakan masih bisa bertahan 6 bulan lagi. Akan semakin berkurang lagi waktu dimana ia bisa bertahan hidup jika dia terkena stress karena akan memperburuk daya tahan tubuhnya.

“ah.. Kau sudah bangun..”

“ne. Oppa.. Masih pagi ya?”

“harusnya kau bilang sudah pagi. Bukan masih pagi.. Dasar yeoja gila! Ini juga sudah jam 10!”

“ahh itu tak penting.. Jam 10 juga masih terhitung waktu pagi kan? yg penting itu sekarang masih pagi dan mana morning kiss buatku?”

kulihat hyunseo memonyong-monyongkan bibirnya yg mungil, menggelikan!

“ige mwoya? M-morning kiss?! Cih.. Jangan harap!”

“jadi kau dan personil suju lainnya tukang bohong ya? Kalian bilang akan membahagiakan dan menjaga ELFs selamanya tapi memberikanku morning kiss saja tak bisa. Tapi kau dan teman2mu itu malah tak malu dikatai homo oleh para antis karena melakukan fan service peluk cium seperti itu. Anggap saja kau sedang melakukan fan service denganku..ne?ne?”

“shireo!”

cih, ada yg tak beres dengan otaknya.

aku pun memutuskan pergi keluar namun ia malah menarik tanganku hingga aku hampir terjatuh mengenai badannya yg terbaring di tempat tidur rumah sakit. Sialnya tangannya yg tadinya menarikku langsung beralih menarik wajahku. Akhirnya aku berciuman juga dengannya. Sial! Dia bilang dia sakit tapi masih punya kekuatan melakukan semua ini.

Kudengar suara pintu yg terbuka dan teriakan eommaku

“lee kayin kembali!”

mwo?yin-ah disini?

Jangan2 dia melihatku dan.. Aissshhh!

Aku langsung mencubit telapak tangan hyunseo yg sedang menyentuh wajahku. mau tak mau cubitanku itu membuatnya melepaskan cengkramannya.

“ya! Oppa kembali!”

dia berteriak-teriak keras seperti kemarin. Berarti dia sudah baikan kan?

Aku pun tak menggubrisnya dan berlari ke arah eommaku

“eomma.. mana kayin?”

“dia berlari keluar.. ahh, kau ini.. Eomma kan baru akan memberinya pengertian tentang hubunganmu dan hyunseo secara pelan-pelan tapi kau ini malah mengacaukannya!kau ini dasar anak muda..”

aku mengabaikan ceramah eommaku karena kalau kudengarkan waktu 2 jam saja sepertinya belum masuk ke inti pembicaraannya. Aku lalu berlari mengejarnya keluar. namun sepertinya tak terkejar lagi. Ku lihat kini mobilnya mulai melenggang ke arah jalan raya. Di belakangnya ku lihat ada eunhyuk yg berlari ke tepi jalan dan sibuk menelepon, lalu mencegat dan masuk ke taxi. Nampaknya ia akan mengejar kayin.

Menelepon kayin pun akan percuma, karena ia pasti masih mengalihkan semua panggilanku.

“sebaiknya aku menenangkan diriku dulu. baru aku berpikir bagaimana baiknya dan apa yg harus kulakukan nanti..”

yesung’s pov ends

======================

eunhyuk’s pov

akhirnya aku sampai juga di rumah sakit. Kubayar taxiku dan keluar. Namun baru sampai pelataran parkiran rumah sakit, ku lihat mobil kayin yg sepertinya terlihat buru-buru keluar.

“ya! Kenapa dia tak menungguku sih!”

aku berusaha mengejarnya dan memanggil-manggil namanya, namun ia tak bisa kukejar.

Ku telepon dia tapi dia tak mengangkatnya.

“harusnya tadi kubawa mobilku saja! Huhhh.. Apa aku ke apartemennya saja ya?baiklah..”

aku segera berlari ke tepi jalan untuk menstop taxi dan segera masuk ke dalamnya.

“ke apartemen city park ya ahjussi..”

eunhyuk’s pov ends

=====================

author’s pov

jam menunjukkan jam 9 malam. Siang tadi eunhyuk menunggu di apartemen kayin selama hampir 1 jam, namun yeoja itu tidak pulang juga. Berpuluh-puluh pesan ia kirimkan dan berpuluh-puluh kali juga ia menelepon kayin tapi tak ada balasan. Eunhyuk akhirnya kembali ke dorm untuk mengembalikan moodnya. Ia menunggu kabar dari Kayin, sampai ketiduran karena lelah menunggu dari siang hingga malam.

nega ttotdahamyon da wechyo oppa, oppa

Tokyo, London, New York, Paris, oppa, oppa

Tepat jam 9.15 malam tiba2 ponsel eunhyuk berdering tapi eunhyuk sudah ketiduran di sofa ruang tengah.

“ya! Monyet.. Irreona, ada telepon! Suaranya menganggu konsentrasiku bermain game. Tidurlah di kamarmu!”

I’m so cool, I’m so cool, Party like a superstar,

ippeunideul da moyora ttotda oppa, oppa

 

 

kyuhyun yg sedang duduk main PSP di sebelah eunhyuk mengguncang-guncangkan tubuh eunhyuk.

nega ttotdahamyon da wechyo oppa, oppa

Tokyo, London, New York, Paris, oppa, oppa

“ahh berisik sekali,, yeoboseyo.. ”

“k-kyu oppa? M-mana e-eunhyuk o-oppa..”

“ya! Yin-ah! Gwaenchana yo??”

eunhyuk yg kaget mendengar kyuhyun memanggil nama kayin langsung bangun dan merebut ponselnya dari kyuhyun dan menjitaknya.

“ahh appo yo!”

“hei kau sopanlah anak setan! Sembarangan mengangkat telepon orang! yin–yin-ah. Neo gwaenchana?”

kyuhyun mengusap-usap kepalanya sejenak, lalu melanjutkan lagi bermain pspnya.

“m-molla.. s-sepertinya aku h-hipothermi.. D-dingin seka-li..”

“kau dimana?! Biar aku menjemputmu!”

“a-aku di sungai h-han..”

“mwo?! Kau di sungai han malam2 begini?! ne. Aku kesana.. Tunggu aku sebentar ya!”

eunhyuk lalu membawa dua buah jaket tebalnya dan pergi keluar dorm.

Di depan pintu ia berpapasan dengan yesung yg mau masuk ke dorm. Eunhyuk langsung berlari dan menghilang dalam lift.

Yesung pun lalu masuk dan duduk di samping kyuhyun.

“hei, bocah.. kenapa Eunhyuk terburu-buru seperti itu sambil membawa-bawa banyak jaket?”

“ohh.. Tadi kayin meneleponnya.. ” jawab kyu datar sambil pandangannya fokus ke arah PSPnya

“kau tahu dia kemana?”

“sepertinya ke.. Ke sungai Han deh..”

yesung lalu berdiri dan berlari keluar. Ia menutup pintu dengan kasar.

“ya! Kalah kan! Kenapa malam ini eunhyuk dan yesung itu berisik sekali sih…

Hey..apa kataku tadi?jadi tadi yesung ya yg bertanya.. Gawat akan ada perang dunia ketiga!”

kyuhyun lalu menggaruk-garuk kepalanya yg tak gatal dan mematikan PSPnya. Ia langkahkan kakinya menuju kamar Sungmin. Ia lalu mengetuk-ngetuk kamar sungmin.

“Hyung, aku mau curhat.. Nampaknya akan ada episode kedua perang lanjutan yg kemarin2 antara si monyet dan si kepala besar itu…”

author’s pov ends

======================

eunhyuk’s pov

akhirnya ia meneleponku juga. Tapi dari suaranya dia terdengar sedang tidak dalam keadaan baik. Aku turun dari taxiku dan berlari mencari-carinya di tepi sungai Han. Aku melihat mobilnya di kejauhan, kulihat dia sedang duduk meringkuk memeluk kakinya, tak jauh dari mobilnya.

Aku segera berlari menghampirinya.

“ya! Kau yeoja pabbo! Kenapa kau tak pulang saja sih! Kenapa kau tak menerima teleponku hah?”

“o-oppa.. D-dingin.. J-jaketnya..”

baiklah. Aku mengalah kali ini

aku memakaikan 2 jaket sekaligus ke tubuh kayin yg sangat menggigil.

“kau ini, sudah tahu ini musim dingin! Malah memakai mini dress dan cardigan tipis seperti itu! Angin malam di sungai Han kan sangat dingin!”

kulihat dengan tangan gemetar kayin mengambil headphonenya dan memencet tombol play di i-podnya, menaikkan volume suaranya sampai full. Dia kembali meringkuk kedinginan.

“berisik kau namja pabbo! Setidaknya buat dirimu berguna, peluk aku kek.. Aku masih kedinginan, dasar bodoh!”

aku kaget mendengar kata2nya tapi aku langsung tersenyum dan membawanya ke pelukanku.

“bilang dong kalau mau di peluk, apa repotnya sih..kekeke”

“hah? hah? kau bicara apa??? aku tak bisa mendengarnya?! aku juga tak peduli kau mau bicara apa..”

kulihat walaupun badannya masih gemetaran tapi sempat2nya saja ia menjulurkan lidahnya

“ya! Makanya buka headphonemu.. Kau selalu saja lari dari semuanya dan memilih menghindar..”

ku lepaskan pelukanku, lalu melihat ke arah wajahnya sambil membuka headphonenya

Cup

aku menciumnya perlahan sambil memeluknya. Tapi semakin lama aku jadi semakin kecanduan dan tak ingin melepasnya. Perlahan tubuhnya yg menggigil sudah kembali normal. Aku pun merasa semakin lama semakin gerah. Udara di sekitar kami jadi memanas, kontras dengan angin sungai han yg terus berhembus dingin memainkan rambutku. Tapi aku senang kayin hanya diam saja menerima ciumanku. 5 menit kemudian kulepaskan kuncian bibirku itu. Kulihat dia masih memejamkan matanya.

“hahaha.. Kau berharap menerimanya lebih lama ya? 1-1.. Ini balasan yg kemarin..”

kulihat mukanya yg tadinya pucat kini merona merah.. ia lalu membuka matanya

“ya!kau! Dasar monyet yadong!”

kutarik tangannya yg hendak memukulku, hasilnya dia jatuh di pelukanku. Ku kunci erat-erat tubuhnya dengan tanganku.

“diamlah saja seperti ini..”

“…………….”

” baiklah karena moodku sedang bagus, aku jadi ingin bernyanyi sekalian aku ingin pamer kemampuan vokalku yg semakin bagus! akan kunyanyikan lagu favoritmu.. Aku susah payah melatih vokalku untuk lagu she’s gone favoritmu ini.. Siap yaaa..”

“oppa tapi suaramu itu kan jel..”

“MI~AN~HAE.. MY LOVE!”

“oppa!geumanhae.. Suaramu mengerikan!”

eunhyuk’s pov end

=====================

yesung’s pov

aku mengejar eunhyuk sampai ke sungai Han karena ingin memastikan juga apa kayin benar ada disana atau tidak. Aku melihat ada mobil kayin, lalu aku melongok ke dalam mobilnya melalui kaca jendela mobilnya yg gelap. Mereka tak ada di dalam. Namun saat ku palingkan pandanganku tak jauh dari mobilnya kulihat eunhyuk dan kayin yg sedang berpelukan.

“ya! Apa-apaan hyukjae itu!”

kulihat mereka berdua berbicara, tapi suaranya tak terjangkau telingaku karena jarak tempatku berdiri agak jauh dari mereka berdua.

kurasakan udara dingin di sungai Han ini sangat kontras dengan keadaan dalam pikiran, hati dan tubuhku yg mulai memanas.

kulangkahkan kakiku menuju ke arah mereka duduk dan berpelukan namun sedetik kemudian aku tertahan. Eunhyuk menciumnya dan kulihat kayin tak protes sama sekali.

Sejenak aku menyadari kalau akulah namja terbodoh di dunia ini. Sekeras apapun usahaku untuk masuk di antara celah hubungan mereka, tampaknya sampai kapanpun aku tak bisa memisahkan mereka berdua. Kulihat mereka berciuman cukup lama

akhirnya kuputuskan untuk pergi dari situ.

Aku pun segera masuk ke mobilku dan ku pacu dengan kecepatan tinggi.

“hubungan kita berakhir..baiklah sudah berakhir.. Kau puas Kim Jongwoon! Rasanya sangat menyakitkan bukan! Nikmatilah rasa sakitmu, Kim Jong Woon”

yesung’s pov end

===============

author’s pov

yesung mengendarai mobil Renault SM 5 – nya dengan kecepatan 150km/jam, dengan suasana hati yg kacau dia masuk ke jalan tol dan terus memacu kecepatan mobilnya sampai batas maksimal. Di tengah jalan, ia tak melihat jelas ada sebuah papan renovasi jalan dan menabraknya, padahal ada sebuah lubang bekas galian di sisi jalan yg kini ia ambil. Mobilnya akhirnya terjungkal dan berguling di jalan beberapa kali. Mobilnya hancur.

‘untungnya’ yesung kecelakaan di dekat pos loket tol, sehingga dia bisa cepat di tolong dan di bawa ke rumah sakit st angela, rumah sakit terdekat dari tempat kejadian.

Sesampainya di rumah sakit, pihak rumah sakit menelepon keluarga dan leeteuk.

Leeteuk pun memberitahu semua dongsaengnya untuk datang, termasuk menghubungi siwon,heechul,kibum, kangin,eunhyuk dan kayin.

Sesampainya mereka semua di rumah sakit, mereka menunggu di depan ruang ICU.

Dokter pun keluar 30 menit kemudian,

“dokter, bagaimana keadaannya?saya ibunya..”

eomma yesung yg sedari tadi menangis, di rangkul oleh kayin yg terlihat sedang menahan tangisnya

“jantungnya melemah, ada kebocoran di salah satu pembuluh darah utamanya. Dengan alat bantu dari kami, ia mungkin hanya mampu bertahan sampai lusa. Itu pun jika dia memang ada kemauan untuk bangkit.. Dalam 2 hari ini, anak anda harus mendapatkan donor jantung yg tepat, ia harus segera dioperasi.. Sayangnya stok jantung di rumah sakit kami sedang kosong.. Tapi kami akan segera mengusahakan untuk mencarinya, nyonya..”

kayin menangis memeluk eomma yesung yg akhirnya pingsan

leeteuk dan shindong mengangkat eomma yesung, membaringkannya ke kursi panjang yg ada di depan ruang ICU

appa yesung dan jong jin berusaha membangunkan eomma yesung

eunhyuk lalu mendekat dan memeluk kayin yg ia biarkan menangis di dadanya

kangin menepuk-nepuk pipi dan mengguncang-guncangkan ryeowook yg pingsan agar cepat tersadar

siwon dan sungmin nampak berdoa, begitu juga kyuhyun dan donghae

kibum hanya terdiam tampak depresi, air matanya menggenang di pelupuk matanya

heechul bangkit dari kursinya. Dengan langkah gontai, ia memilih pergi dari tempat itu sambil menangis dalam diam

keadaan di ruang tunggu ICU itu sudah sangat absurd.

=====================

Lanjut ke part 3 gak nihhh~

aku capek ngetiknyaaa, jadi udahan dulu deh😛

kalo gak ada yg komen gak di lanjutin ke part 3 nih

bang eunhyuk cakep sm kaka ecung gantengnya saya umpetin lagi yaaa.. XP

published by aeund 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s