The One I Love part 3

The One I Love part 3

The One I Love part 3

Cast :
Park Hye Raa a.k.a Hye Raa
-Kim Jong Woon a.k.a Yesung
-Kim Jongjin a.k.a Jongjin
-Henry Lau a.k.a Mochi
-Other Cast
Genre : gak jelas #plak
Author : Icha Meirina
Fb : Icha Merina
Twitter : @chameirina

Disclaimer : this ff is mine and original my work, so don’t bash and copas it please ^^
 
warning! Sebelum baca, author ingatkan satu hal ya. don’t be silent readers, oke? Ya setidaknya kasih sedikit masukan atau semangat (?) lah sama author yang uda bikin ni ff😀 #plak
kamsahamnida ^^
 

CERITA SEBELUMNYA___

Tak lama masuk beberapa pemain basket dari tim lawan, dari Chungju High School. Postur tubuh mereka kuakui bagus bagus, sangat ideal untuk pemain basket.

Lalu masuklah tim basket sekolah kami, kulihat disana ada Siwon dan Donghae, mereka adalah teman sekelasku. Tidak hanya Siwon dan Donghae saja disana, tapi muncullah beberapa pemain juga. Tapi mataku terhenti pada sesosok yeoja disana, mataku terbelalak hebat saat aku melihat ada..

“dia”gumamku

STORY BEGIN___

“dia”gumamku

“k ke kenapa dia ada disitu?”Wookie melihatku dan bertanya

“waeyo, Yesungie?”aku mengernyitkan kening

“kenapa ada dia disitu? Diakan yeoja? Ini pertandingan basket antar namja atau yeoja sih?”tanyaku sambil menunjuk nunjuk yeoja itu.

Ya, itu adalah yeoja gila yang menabrakku kemarin, tapi kenapa dia ada disitu? Tadi kata yeoja yeoja itu yang ada kan Hye Raa, apa jangan jangan?

“ini pertandingan basket antar namja, hanya saja dia ikut bermain disini karna dia kapten basket sekolah ini. Memang sedikit aneh sih, tapi ya begitulah, kapten basket disini memang seorang yeoja”aku ternganga mendengar ucapannya

“namanya Hye Raa?”tanyaku, aku berharap Wookie akan menggeleng kan kepalanya, tapi ternyata aku salah besar. Wookie mengangguk dan tersenyum

“nde, namanya Hye Raa, Park Hye Raa. Dia sudah berulang kali membawa nama baik sekolah ini, hebat bukan?”aku masih diposisi yang sama, aku benar benar shock atas ucapan Wookie.

Pantas saja gayanya seperti preman, ternyata dia kapten basket disini. Aigo!

Pluit dari wasit pun berbunyi, semua mata tertuju pada lapangan basket. Tim basket sekolah kami berkesempatan untuk menggiring bola pertama, dengan sigap mereka berhasil memasukkannya ke ring lawan hanya dalam hitungan detik.

Semua orang diruangan ini bergemuruh senang karna Hye Raa berhasil memasukkan point 3 sekaligus dalam sekali tembakan. Kuakui permainan basketnya sangat memukau untuk standar seorang yeoja, tapi tidak untuk seorang kapten! Permainannya terlalu biasa menurutku!

Tak lama bola berpindah tangan ke tim lawan dan mereka ingin memasukkannya ke ring tim kami, tapi dengan cepat Siwon menahannya dan menggiringnya lagi kearah Donghae. Donghae yang posisinya tidak jauh dari Hye Raa pun segera mengoper bolanya ke Hye Raa dan benar saja hanya dalam kedipan mata, bola sudah berhasil dimasukkannya lagi dan kembali semaunya bergemuruh senang.

Bagus! Permainan yang bagus! Dia selalu dan bisa menempatkan posisi tembakan bola yang tepat sehingga bisa mencapai angka 3 sekali tembak. Dan kalau diperhatikan, kebanyakan point Hye Raa semua yang menciptakannya. Tapi, Chungju High School juga tidak kalah memukau nya hari ini, permainan mereka sangat hebat.

Sekarang skor nya hanya berbeda tipis dan waktu juga hanya tinggal sedikit, 23-21 itulah skor hari ini dan yang unggul untuk sementara adalah sekolah kami. Menurutku, itu bukan skor yang memuaskan! Skornya terlalu biasa!

Pluit panjang pun ditiupkan kembali menandakan pertandingan hari ini telah selesai. Dan skor akhir yang diperoleh adalah 27-24, walaupun sekolah kami menang, entah kenapa aku merasa tidak suka dengan pertandingan ini! Sangat!

Kulihat, semua pemain basket tadi berkumpul dipinggir lapangan

“Hye Raa hebat sekali kan? Dia bisa tetap menjaga nama baik Neul Paran High School”kata Wookie dengan mata yang terus menatap lekat kelapangan padahal dilapangan hanya ada beberapa petugas pembersih saja, aku hanya menyipitkan mataku

“bagus, tapi tekniknya terlalu biasa”Wookie membulatkan matanya dan langsung menatapku heran

“biasa?”aku mengangguk “ya! hanya Hye Raa lah yang memiliki permainan basket sebagus itu!”sambungnya

“hanya dia? Jadi yang lainnya itu apa? Pecundang? Sampai sampai dengan yeoja saja kalah?”dia terdiam “asal kau tahu ya, permainan basketku itu jauh lebih baik darinya!”

“kau serius?”tanyanya, aku mengangguk mantap

“nde, dulu aku kapten basket disekolahku yang lama dan aku juga tidak kalah seringnya membawa nama baik sekolah karna permainan basketku, bahkan seluruh Busan tau sekolah ku karna kami terlalu sering memenangkan pertandingan basket. Kalau hanya teknik seperti dia tadi, semura orang disekolah lamaku juga bisa melakukannya, harusnya sekolah ini mendapatkan kapten yang lebih baik darinya. Lagipula perbedaan point antara tim sekolah kita dan Chungju hanya tipis, jadi mereka tidak benar benar kalah”kataku mantap

Tak lama, semua pemain basket yang bertanding tadi kembali ke lapangan untuk saling berjabat tangan sebelum akhirnya para pemain dari Chungju High School meninggalkan ruangan ini. Ruangan ini juga sudah tidak seramai tadi karna pertandingan sudah selesai.

“kalau kau benar benar mampu, kau bisa saja menggantikan posisi Hye Raa”aku menoleh

“jinjja?”dia mengangguk

“kalau tidak salah, namja manapun yang bisa mengalahkan Hye Raa akan langsung menjabat sebagai kapten basket nantinya”

“aku pasti bisa mengalahkannya, sekarang ikut aku untuk menemui mereka”aku dan Wookie berjalan menuju kearah Hye Raa dan beberapa temannya yang tadi bermain basket bersamanya.

Yesung PoV end-

 

#Author PoV

Hye Raa dan teman temannya sedang berkumpul diruangan basket sambil bersorak gembira atas keberhasilan yang mereka raih hari ini.

“Hye Raa-ya, kamsahamnida”ujar Siwon

“cheonma oppa, ini juga berkat kalian”balasnya sambil tersenyum

“kita hebat sekali hari ini, daebak”sambung Donghae

“nde”Hye Raa mengangguk

“nde, kita sudah memberikan hasil yang terbaik hari ini”kata Siwon lagi

“hebat? Hanya mendapatkan point segitu dibilang hebat?”terdengar suara dari arah pintu, Hye Raa, Siwon dan yang lainnya menoleh keasal suara itu dan terlihat didepan pintu ruangan dua orang namja, tapi salah satu diantaranya adalah

“kau”gumam Hye Raa, Yesung dan Ryeowook berjalan kearah Hye Raa dan teman temannya

“ya, ini aku yeoja gila!”kata Yesung dengan senyuman evilnya #emang Yesung bisa nge-evil? *plak*#

“untuk apa kau kesini? mau cari ribut lagi, hah?!”bentak Hye Raa

“cari ribut?! Bukankah yang kukatakan tadi benar?!”Yesung berjalan kearah Siwon dan Donghae “kalian hanya memperoleh point segitu, tidak jauh berbeda dari Chungju! Kenapa kalian terlalu membanggakannya?! Lagipula, tidak semua point dia yang menciptakannya kan?! Kalian bodoh! Mau saja dibodoh bodohi oleh yeoja gila ini!”sambung Yesung lagi sambil terus menatap Hye Raa sinis.

“ya! kau! Jaga ucapanmu!!”bentak Hye Raa lagi

“Siwon, Donghae dan kalian semua! Kalian ini bodoh! Sangat bodoh! Kalian mau patuh pada junior kalian?! Apalagi dia seorang yeoja?! Seharusnya kapten basket disini itu seorang namja! Bukan  kau!!”bentak Yesung tepat didepan wajah Hye Raa

“apa urusannya denganmu?! Selama ini aku yang menjabat sebagai kapten, kenapa sekarang kau tiba tiba datang dan mengacaukan semuanya, hah?!”teriak Hye Raa

“itu semua karna mereka belum sadar siapa kau! Teknik permainanmu itu terlalu biasa, tidak sepantasnya seorang kapten menggunakan teknik seperti itu! Harusnya kau bisa menggunakan teknik yang lebih baik dari itu!”

“apa yang kau tahu tentang teknikku, hah?!”

“teknik biasa seperti itu, semua orang pun bisa! Lihat ini!!”

Yesung mengambil bola basket yang sejak tadi berada dilantai dan memantulkannya secara berulang, kemudian langung menembakkannya ke ring dengan jarak yang terbilang cukup, bahkan sangat jauh. Dan yang pasti bola yang dia pegang tadi masuk tepat ke ring nya yang membuat Hye Raa dan yang lainnya membelalakkan mata mereka.

“wow”gumam Siwon, Yesung membalikkan badannya dan menghadap kearah Hye Raa yang masih tercengang (?)

“seperti itu yang ‘BISA’ dikatakan sebagai kapten, bukannya seperti kau ini! Melakukan shoot tepat didepan ring lawan saja dibilang hebat? Hah”Yesung menggeleng geleng kan kepala besar (?) nya itu sambil tetap menatap Hye Raa sinis, sedangkan Hye Raa langsung memalingkan wajahnya ke samping.

“kau hebat sekali Yesungie”ujar seorang teman dari timnya, Yesung langsung menghadap kearahnya

“memang yang sEperti itulah yang pantas dikatakan sebagai kapten! Dan kapten kalian ini harus diganti! Apa apaan kapten basket seorang yeoja?!”Yesung tersenyum sinis

“kau usil sekali sih denganku?! Sekarang maumu apa agar kau bisa cepat pergi dari kehidupanku, hah?!!!”bentak Hye Raa kembali

“aku mau aku menggantikan posisimu sebagai kapten disini”semuanya terkejut, termasuk Hye Raa

“mwo?! Berani sekali kau berkata seperti itu!! Tidak! Tidak akan pernah! Itu hanya akan ada dalam mimpimu saja! Ani! Bahkan didalam mimpi pun aku tidak akan pernah membiarkanmu menggantikan jabatanku!”suasana memanas sekarang

“lihat! Kapten kalian ini, egois sekali bukan?! Jelas jelas ada yang lebih baik darinya, seorang namja lagi! Dia tetap tidak mau melepaskan posisinya itu?! Hahaha, kau takut tidak ada yang menghargaimu lagi disekolah ini, hah?! Kau takut kalau semuanya terungkap bahwa kau hanyalah seorang pecundang yang sedang beruntung, iyakan?!”kata Yesung sambil menunjuk Hye Raa

“kau! Cukup!! Hentikan semua omongan gilamu itu!!! Kau pikir karna kau seorang namja maka aku takut padamu, hah?!”kini Siwon dan Donghae mendekat kearah Hye Raa

“Hye Raa-ya, tenang. Jangan terbawa emosi”Donghae menenangkan

“tenang kau bilang?! Apa aku masih bisa tenang setelah dia dengan jelasnya menginjak injak harga diriku seperti itu, hah?!”Siwon menarik tangan Hye Raa yang sejak tadi menunjuk wajah Yesung

“Wookie ajak Yesung keluar”Wookie hanya mengangguk

“Yesung, ayo kita keluar”ajak Wookie

“ani! Aku belum selesai bicara dengan yeoja sok hebat ini!”

“Yesung! Dia itu yeoja! Ayo keluar!”Wookie segera menarik tangan Yesung paksa untuk keluar dari ruangan ini.

“Hye Raa, calm down”

“siapa sih dia?! Berani sekali dia bicara seperti itu?!”

“dia anak baru dikelas kami”jawab Donghae

“anak baru?! Kenapa sikapnya berani seperti itu padaku?! Harusnya kalian memberitahukannya harus bersikap bagaimana denganku, oppa! apa kalian sengaja membiarkannya seperti ini karena kalian juga menginginkan posisiku digantikan ya?!”Donghae dan Siwon serta teman teman yang lainnya dengan cepat menggeleng

“aniya Hye Raa, kami tak pernah sedikit pun berpikiran untuk menggantikan posisimu. Kami merasa memang kaulah yang pantas dengan posisi ini selain Jung Soo”ujar Siwon

“tapi kenapa dia begitu?”sekarang Hye Raa sudah sedikit lebih tenang

“sudah lah Hye Raa, tidak usah dipikirkan ucapannya tadi, besok akan kami beritahu padanya, ya? tenanglah”sambung Siwon lagi, Hye Raa tampak memanyunkan bibirnya

“sudah sudah, sebagai permintaan maaf kami dan untuk merayakan keberhasilan kita hari ini, bagaimana kalau kita makan makan saja? Aku yang akan traktir, setuju?”tawar Donghae

Hye Raa tampak masih memanyunkan bibirnya dan menjawab ajakan Donghae “kalian saja ya, aku sedang bad mood”jawabnya sambil mengeluarkan wajah lesunya.

Segera saja Siwon menarik tangannya “ayolah saeng, ini sebagai permintaan maaf kami karna telah membiarkan Yesung bersikap seperti itu padamu dan juga sebagai perayaan atas keberhasilan kita hari ini. Kau mau ya, jebaal”tampak semua teman temannya yang lain juga membujuk Hye Raa agar mau ikut. Akhirnya Hye Raa mengangguk sambil menghembuskan nafas berat.

-author PoV end-

 

#Yesung PoV

“ya! apa apaan sih kau ini, hah?!”berontakku saat Wookie menarikku keluar dari ruangan basket

“Yesung! Dia itu yeoja! Harusnya kau sedikit lembut padanya”

“lembut? Yeoja keras kepala dan sok hebat sepertinya itu tidak sepantas nya diberikan sikap seperti itu!”

“nde, tapi dia itu yeoja, kau harus ingat!”

“yeoja? Hah, aku bahkan hampir melupakan hal itu karna sikapnya!”Wookie hanya menggeleng geleng kan kepalanya

“sudahlah, Hye Raa memang seperti itu”

“nah ini dia kebodohan kalian! Tidak kau, tidak Siwon, tidak Donghae, kenapa sih kalian justru memikirkan perasaan yeoja gila itu? Memangnya dia siapa? Dia junior kalian loh”Wookie tertegun

“nde, dia memang junior kami. Tapi”

Eojjeol soga eobseoyo amugeotdo mothago 

I deodin shiganeul jikyeobwahtjyo  

 

Terdengar deringan lagu ‘The One I Love’ dari ponselku yang menandakan ada panggilan masuk

“sebentar ya”aku menjawab panggilan telfon itu saat melihat nama Jongjin tertera disana.

“yeobseyo?”

“hyung, neo eodiya?”tanyanya cepat

“masih disekolah, wae?”

“kenapa belum pulang?! Bukannya kau tidak ke restaurant hari ini karena ingin menjaga rumah, hah?!”bentaknya yang membuatku harus menjauhkan telingaku dari ponselku.

Hari ini aku dan Jongjin saling sepakat untuk membagi tugas untuk membantu umma di restaurant karena hari ini aku tidak bisa ke restaurant, aku harus dirumah mengerjakan tugas sekolah. Umma juga membatasi waktu ku berada di restaurant. Karena aku sudah kelas 3 dan akan segera menghadapi ujian.

“hyung?! Malah diam”aku tersadar dari lamunanku

“ah nde, yasudah aku pulang sekarang. Dasae bawel!”lalu aku memutuskan sambungan telfonnya.

“Wookie-ah, sepertinya aku harus pulang sekarang. Rumahku kosong, aku duluan ya. anyeong”Wookie mengangguk dan tersenyum

-Yesung PoV end-

 

#Jongjin PoV

“otteokhae?”tanyaku pada Mochi yang sedang mencicipi masakan yang kubuat. Ya, Mochi kuajak ke restaurant keluargaku hari ini. Sebenarnya bukan aku sih yang mengajaknya, tapi dia yang memaksa ingin datang kesini setelah kuceritakan kalau orang tuaku memiliki restaurant. Hmm ya mungkin dia mau nebeng (?) makan.

“hmmm enak sekali”jawabnya sambil menyodorkan kedua jempolnya dan tersenyum sehingga membuat matanya semakin kecil seperti lidi #jiah, padahal si Jongjin juga sipit -___-#

“oh ya, mana hyung mu? Aku belum pernah bertemu dengannya walaupun kita satu sekolah dengannya”tanyanya

“hyung ku dirumah, katanya dia mau mengerjakan tugas sekolahnya hari ini. Makanya dia tidak ikut kesini”jelasku

“oh nde”dia mengangguk, lalu “omona!”dia menepuk jidatnya

“w wae?”tanyaku heran

“aku lupa”

“lupa apa?”

“hari inikan ada pertandingan basket antara sekolah kita dan Chungju. Aih!! Bagaimana aku bisa melupakan pertandingan itu? Pasti sekarang pertandingannya sudah selesai, aaaaah”terdengar nada kecewa darinya, segitu ingin kah dia melihat pertandingan itu?

“kenapa kau sekecewa itu?”

“aku ingin melihat teknik yang dipakai Hye Raa”jawabnya masih dengan raut wajah sedih

“Hye Raa? Apa hubungannya dengan Hye Raa?”tanyaku polos

“aish!! Kau tidak lupa kan kalau dia itu kapten basketnya?”aku tersentak

“mwo? Aku lupa. Yah, jadi pertandingannya sudah selesai?”dia mengangguk, padahal aku sangat ingin melihat Hye Raa bertanding.

“kau sih mengajakku kesini”tuduhnya

“mwo? Aku? Kau yang mendesakku untuk membawamu kesini kan?! Aish!”

“hehe iya sih”dia menggaruk tengkuknya yang kuyakin tidak gatal itu

“eh kira kira mereka menang tidak ya?”tanyaku

“pasti menang. Tidak mungkin mereka kalah”ujar Mochi

“kenapa kau seyakin itu kalau mereka akan menang?”dia berhenti menyuapkan makanannya

“yang kutahu selama tim basket diketuai oleh Jung Soo hyung dan Hye Raa, tidak pernah dan tidak mungkin kalah. Mereka tim yang kuat”aku hanya mengangguk anggukkan kepalaku.

“oh ya, besok aku ingin mengajak Hye Raa kesini. kira kira dia mau tidak ya?”aku menopang dagu

“hmm aku juga tidak tahu sih, tapi sepertinya dia mau. Selama kau punya alasan yang wajar untuk mengajaknya kesini”jawabnya

“baiklah, besok bantu aku mengajaknya kesini ya”ujarku sambil menaik turunkan alisku

“untuk apa aku membantumu? Kan kau tidak mengajakku. Kalau kau mengajakku dan menjamin makan gratis disini untukku, baru aku mau membantumu”ujarnya sambil cengar cengir tidak jelas

“huh, bilang saja kalau kau mau makan gratis lagi, iyakan? Yasudahlah besok kau ikut juga dan boleh makan sepuasnya disini asal Hye Raa juga ikut. Kalau dia tidak ikut, semuanya batal”ancamku

“oke, aku setuju”lalu dia melanjutkan makannya lagi

KEESOKAN HARINYA

 

@Sekolah

“Hye Raa”teriakku dan Mochi bersamaan memanggil nama Hye Raa yang ingin memasuki kelas

“nde?”dia menoleh, aku dan Mochi segera menghampirinya yang berdiri didepan pintu kelas. Aku ingin mengajaknya ke restaurant keluargaku, kan umma menyuruhku untuk membawanya kesana. Ya sekalian aku ingi mengenalkannya pada Yesung hyung, mereka kan belum saling mengenal, serta ya aku ingin lebih dekat saja dengannya.

“kau mau ikut kami tidak? Mau ya”tanya Mochi to the point

“ottiya?”dia mengernyit, wajar saja dia keheranan

“ke restaurant ku”jawabku

“kau punya restaurant?”aku mengangguk “memangnya ada acara apa?”aku dan Mochi saling terdiam

“hmm itu Jongjin, Jongjin hari ini ulang tahun”ceplos Mochi tapi tetap masuk akal

“jinjja?”Mochi mendelik (?) kearahku

“n nde, hari ini aku berulang tahun”jawabku gugup

“wah saengil chukkahamnida”dia tersenyum. Senyumnya, manis juga ya? manis sekali malah, kan dia lebih bagus begini daripada menunjukkan wajah sangarnya itu. Eh? Apa yang kupikirkan?

“Jadi kau mau kan ke restaurant Jongjin? Kita adakan pesta kecil kecilan disana, mau ya?”dia tampak berpikir

“ayolah Hye Raa, masa kau tidak mau sih merayakan ulang tahunku?”sambungku

“kenapa harus aku? Bukannya kita baru kenal 2 hari yang lalu? Lagipula aku juga tidak bawa kado dan nanti aku dijemput. Mianhe, mungkin lain kali”dia hendak masuk kedalam kelas, tapi aku memegang tangannya cepat

“tidak usah pakai kado, kau datang saja sudah menjadi kado special untukku. Dan nanti kami yang akan mengantarkanmu pulang, atau kau suruh saja supirmu ke restaurant ku. Ya? jebal”pintaku, dia tampak berpikir

“hmm yasudah kalau begitu, aku mau”jawabnya yang membuatku dan Jongjin berlonjak senang

***

“ini restaurant mu? Handel and Gratel? Nama yang bagus”puji Hye Raa saat kami tiba didepan restaurant ku

“hehe gomawo”ujarku sambil tersenyum, dia mengangguk dan tersenyum juga. Aku melihat Hye Raa, kalau diperhatikan sebenarnya Hye Raa ini yeoja yang sangat manis. Tapi sikapnya saja yang terlalu cuek, tapi bukannya wajar dia bersikap seperti itu?

Bukankah rata rata anak kurang perhatian memang sikapnya begitu? Saat aku sedang memandanginya, tiba tiba saja Hye Raa menoleh kearahku, dan disitulah manik mata kami saling bertemu.

Matanya, indah sekali. Dia terus memandangku yang masih menatapnya dalam, seperti tidak ada yang mau mengalah. Aku tidak tau sudah berapa lama aku menatapnya seperti ini.

“ya! Jongjin! Hye Raa! Kenapa malah pada tatap tatapan begitu? Ayo masuk, aku sudah lapar”teriak Mochi yang membuyarkan lamunanku dan mengembalikanku kealam sadar (?)

“oh nde”jawabku gugup

“Jongjinne, kenapa wajahmu memerah?”tanya Hye Raa, aku sontak langsung memegang pipiku

“jinjja? Emm ini pasti karena terlalu panas”aku mengipas ngipas wajahku. Aigo, kenapa aku jadi seperti ini? “ah sudahlah, ayo kita masuk. Kau sudah lapar kan Mochi?”Mochi mengangguk cepat

“jja”Mochi langsung memasuki restaurantku, sementara Hye Raa belum juga masuk. Dia menghadap kearahku

“kau kenapa? Kau baik baik saja?”tanyanya yang lagi lagi membuatku sangat gugup

“n nde, nae gwaenchana Hye Raa-ya. memangnya aku terlihat sakit?”tanyaku sewajar mungkin

“anio, hanya saja kau aneh”lalu dia berjalan memasuki restaurantku, mungkin menyusul Mochi.

Jongjin! Kau kenapa? Kenapa kau jadi gugup begini dihadapan Hye Raa? Apa jangan jangan kau? Ah! Andwae! Kau pasti hanya ingin menjadi temannya kan? Nde, Jongjin! Hanya teman!

“ya! kau! Kenapa masih disini?!”Mochi menepuk pundakku yang sedari tadi hanya melamun

“eh? Anio, jja”aku menarik lengannya memasuki restaurant.

***

Didalam, kulihat Hye Raa sudah duduk disebuah meja, segera aku dan Mochi menghampirinya

“jadi, kalian mau pesan apa?”tanyaku pada Hye Raa dan Jongjin

“aku kimchi, bibimbap, bulgogi, ddukbokkie daaaan”

“kau pesan semuanya?”potong Hye Raa sambil membelalakkan mata, sedangkan Mochi hanya mengangguk sambil nyengir kuda #ditabok Strings

“aigo”komentar Hye Raa lagi sambil menggeleng gelengkan kepalanya

“yasudah, kalian pesan dulu ya. aku mau ke belakang sebentar memanggil umma”Hye Raa dan Mochi mengangguk.

-Jongjin PoV end-

 

#Hye Raa PoV

“Mochi-ya, aku ke toilet dulu ya”ujarku ketika Jongjin meninggalkan kami, Mochi mengangguk cepat

“cepat ya”kini giliranku yang mengangguk

-Hye Raa PoV end-

 

#Yesung PoV

Hari ini aku tidak ada tugas apapun dari sekolah, jadi aku bebas hari ini dan aku memutuskan untuk ke restaurant umma saja. Umma tidak tahu kalau aku mau ke restaurant, ya sekalian ingin memberikan kejutan untuk umma.

Saat memasuki restaurant, aku melihat restaurant yang sudah penuh oleh semua pelanggan. Tapi mataku terhenti saat melihat disudut restaurant tengah duduk seorang namja berwajah oriental dan berseragam sama sepertiku. Tapi kalau dilihat lihat dari simbolnya, dia masih kelas 2. Pasti teman Jongjin.

Aku berjalan menuju toilet untuk mencuci tangan, saat didepan toilet, tiba tiba saja ada seorang yeoja menabrakku dan membuatku terjatuh dan terduduk.

Aku mendongakkan kepalaku untuk melihat siapa yang menabrakku, dan mataku terbelalak besar saat aku melihat

“kau”teriak kami bersamaan

To Be Continue__

Bagaiamana reaksi Hye Raa saat mengetahui kalau Yesung dan Jongjin adalah kakak adik?

Apa yang akan dilakukan Hye Raa saat tau kalau dia datang ke restaurant milik Yesung?

Apa yang sebenarnya dirasakan oleh Jongjin pada Hye Raa?

Bagi yang penasaran, tunggu cerita selanjutnya ya😀

kalo ga penasaran, ya gapapa😀 #plak

yang kena tag atau yang uda baca, please CL #2ne1 kali thor?

maksud author Coment + Like ^^

kamsahamnida ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s