The One I Love part 2

The One I Love part 2

The One I Love part 2

Cast :

Park Hye Raa a.k.a Hye Raa
-Kim Jong Woon a.k.a Yesung
-Kim Jongjin a.k.a Jongjin
-Henry Lau a.k.a Mochi
-Other Cast
Genre : gak jelas #plak
Author : Icha Meirina
Fb : Icha Merina
Twitter : @chameirina
Disclaimer : this ff is mine and original my work, so don’t bash and copas it please ^^

warning! Sebelum baca, author ingatkan satu hal ya. don’t be silent readers, oke? Ya setidaknya kasih sedikit masukan atau semangat (?) lah sama author yang uda bikin ni ff😀 #plak

kamsahamnida ^^

CERITA SEBELUMNYA ___

“kau tidak tau?”Jongjin langsung menjitak kepala Mochi

“aku kan murid baru disini, mana mungkin aku tau! Lagipula kalau aku tau, aku tidak akan repot repot bertanya padamu!”bentak Jongjin, kini giliran Mochi yang terkekeh

“haha ne ne aku lupa”katanya sambil terkekeh

“sudah cepat jelaskan saja!”bentak Jongjin lagi

“sebenarnya…”

STORY BEGIN ___

“sebenarnya…”kata Mochi, Jongjin tampak serius mendengarkan

“sebenarnya apa?”

“Hye Raa itu kapten basket disekolah ini”sambung Mochi

“mwo? Jinjjayo? Tapikan dia yeoja, bagaimana bisa dia yang menjadi kapten basket sekolah ini?”Jongjin tampak terkejut dan mengernyitkan kening

“tapi permainan basketnya kan sangat baik, apa yang mustahil?”giliran Mochi yang bertanya

“iya sih, kuakui permainan basket nya itu memang sangat luar biasa. Tapi apa disekolah ini tidak ada stock namja lagi? Setidaknya kan dia bisa menjadi kapten basket untuk yeoja. Bukan seperti ini”

“disekolah ini, hanya Hye Raa lah yeoja yang berminat dengan basket. Dengar dengar dia meneruskan amanat dari oppa nya yang sudah meninggal itu untuk menjadi kapten basket sekolah ini, karena dulu Jung Soo hyung itu kapten basket sekolah ini, makanya Hye Raa disegani oleh tim basket sekolah. Ya mungkin karna itu dia yang awalnya sangat feminim berubah menjadi seperti namja, dan akhirnya dia yang menjadi kapten basket sekolah ini”Jongjin terdiam

“menurutku memang permainan basketnya sangat baik sih”

“maka dari itu dia terpilih sebagai kapten basket. Sejauh ini belum ada siswa yang permainan basketnya melebihi Hye Raa, mungkin juga kalau ada jabatan Hye Raa sebagai kapten akan digantikan. Dan sebenarnya memang harus namja yang menjadi kapten. Tapi menurutku itu mustahil mengingat tidak ada orang yang seperti itu”kata Mochi menutup pembicaraan sebelum akhirnya bel kembali berbunyi.

-Author PoV end-

 

#Jongjin PoV

Baru pertama kali masuk sekolah saja, aku sudah tau banyak tentang Hye Raa. Aku sangat penasaran dengan kisah hidupnya. Mendengar cerita Mochi tadi, sebenarnya aku merasa iba padanya.

Dan sepertinya benar kata Mochi, sebenarnya Hye Raa itu yeoja yang baik. Tak terasa hari pertamaku disekolah ini telah berakhir karna bel panjang telah berbunyi.

“kau mau pulang denganku?”tanya Mochi, aku menggeleng

“aniya Mochi-ya, aku pulang dengan hyungku. Dia juga bersekolah disini”

“jinjja? Kelas berapa?”

“12.A kalau tidak salah”

“oh disitu. Yasudah kalau begitu, aku pulang dulu ya. anyeong”aku mengangguk dan tersenyum

Kulihat Hye Raa masih duduk dikursinya dan bergegas untuk pulang juga. Segera saja aku menghampiri nya

“Hye Raa-ya, kau mau pulang?”tanyaku

“nde, tidak mungkin aku tidur disini”aku hanya tersenyum

“hahaha iya sih”aku mengacak rambunya, dia langsung membulatkan matanya padaku

“ya!”aku terkekeh

“mau pulang bersamaku tidak?”dia tersentak

“mwo? Aniya, aku dijemput”dia masih membereskan beberapa bukunya yang masih berada diatas meja

“yasudah, kalau begitu kita ke gerbang sekolah bersama ya”ujarku sambil mengeluarkan puppy eyes terbaikku (?), dia tampak berpikir sejenak

“ayolaaah, kita kan sekarang teman sekelas”aku menaik turunkan alisku, dia menghela nafas berat

“yasudah”dia langsung keluar dari kelas, aku tersenyum dan mengikutinya dari belakang.

Diperjalanan menuju gerbang, kami melewati beberapa siswa yang mayoritas namja di sekolah ini. Mereka langsung membungkuk ketika melihat Hye Raa. Untuk beberapa saat hanya ada keheningan disini.

“kau kapten basket sekolah ya?”aku memecahkan keheningan

“nde, wae?”

“ah anio, jadi itu sebabnya kau begitu disegani oleh namja namja disini?”dia hanya mengangguk

“begitulah kira kira”yeoja ini cuek sekali ya

“hebat juga ya kau, bisa menjadi kapten basket sekolah yang anggotanya namja semua. Bagaimana bisa kau melakukan itu? Bagaimana bisa permainan basketmu itu sangat baik?”dia menghentikan langkahnya

“oppa ku yang mengajarinya”jawabnya datar

“wah pasti oppa mu itu pemain basket yang sangat professional ya. dimana dia? Bisakah dia mengajariku bermain basket juga?”dia menunduk

“disurga”aku tersentak. Ah iya, kenapa aku lupa kalau oppa nya sudah meninggal? Sekarang aku membuatnya sedih kan? Aih Jongjin babo!

“mi mianhe Hye Raa-ya aku tidak bermaksud”

“gwaenchana, jja”lalu dia melanjutkan langkah nya lagi

“oh ya, hyungku juga jago bermain basket lho”

“kau punya hyung?”aku mengangguk

“nde, dia juga bersekolah disini”

“wah aku ingin tau seperti apa orangnya”katanya yang masih sangat datar

“orangnya tampan, tapi jelas masih lebih tampan aku darinya”dia terkejut dan menatapku

“memangnya kau tampan ya?”tanyanya dengan nada menggoda, sedangkan aku hanya terkekeh

“ya begitulah kira kira kata umma dan appa ku”dia hanya menggeleng gelengkan kepalanya.

Akhirnya kami sampai di gerbang sekolah

“aku duluan ya, sudah dijemput”katanya lalu langsung berlari menuju sebuah mobil mewah. Sepertinya benar yang dikatakan Mochi kalau Hye Raa itu orang kaya.

“ya! lama sekali!”aku menoleh kearah suara dan kulihat hyung ku sudah berdiri tepat dihadapanku sekarang

“hehe mianhe hyung”

“jja, kita ke tempat umma ya”aku dan hyung ku langsung menuju ‘Handel and Gratel’, restaurant keluarga kami.

***

“tadi kulihat kau berjalan dengan yeoja ya? siapa dia? Yeojachingumu? Hebat juga ya kau, baru masuk sehari sudah mendapat yeojachingu”goda Yesung hyung diperjalanan

“aniya hyung, dia bukan yeojachinguku. Dia hanya temanku”

“ah yang benar?”kini nadanya semakin menggoda saja

“ne hyung”

“lalu kenapa wajahmu memerah? Kau menyukainya ya?”aku langsung memegang pipi chubby ku

“jinjja? Merah?”dia tertawa

“ne, kau menyukainya ya?”

“ani hyung, hanya saja yeoja itu begitu misterius menurutku”kulihat Yesung hyung menghentikan langkahnya dan menatapku sambil tersenyum

“wae hyung?”

“gwaenchana”dia tetap tersenyum

***

Akhirnya kami sampai di restaurant keluargaku. Aku dan Yesung hyung langsung masuk kedalam dan terlihat umma sedang melayani pelanggan dengan bantuan beberapa pelayan lainnya. Restaurant kami memang sedang ramai hari ini.

“ummaaaaa”teriak Yesung hyung, aku langsung menjitak kepala besarnya itu

“hyung! Kau tidak lihat umma sedang repot?! Hari ini sedang banyak pelanggan!”Yesung hyung hanya cengar cengir tidak jelas sambil menggaruk kepalanya yang kuyakin sama sekali tidak gatal itu.

Umma menghampiri kami

“wae?”tanya umma

“ahehehe anio umma, umma mau aku bantu?”tawar Yesung hyung

“tidak usah, kau kan baru pulang sekolah. Pasti lelah”

“anio umma, gwaenchana. Biasanya kan kami memang membantu umma, umma aku yang menjaga kasir ya”aku langsung berlari menuju meja kasir dan kutau Yesung hyung sedang mengejarku sekarang

“ya! aku yang biasa menjaga kasir Jongjinnie!!”umma hanya terkekeh melihat tingkah kami yang memang masih seperti anak anak itu.

-Jongjin PoV end-

 

#Yesung PoV

Setelah beberapa lama aku dan Jongjin membantu umma di restaurant kami hingga pelanggan yang datang sudah sedikit berkurang, aku dan Jongjin memutuskan untuk duduk disebuah meja restaurant sambil melepaskan lelah kami.

“huh, lelah ya hyung”keluh Jongjin

“hmm nde, kau bisa bayangkan kan betapa lelahnya menjadi umma?”Jongjin hanya mengangguk.

Tak lama kulihat umma datang dengan sebuah nampan ditangannya mengarah ke meja ku dan Jongjin berada, aku tak tau apa isi nampan itu. Umma tersenyum dan meletakkan nampan tadi diatas meja, barulah terlihat nampan itu berisi beberapa makanan khas restaurant ini.

“umma, aku tidak memasan apapun. Apa kau yang memesan Jongjin?”tanyaku pada Jongjin, dia hanya menggeleng

“ani hyung, dari tadikan aku bersamamu. Kapan aku memesannya?”balas Jongjin, aku mengernyit heran

“lalu siapa yang memesan?”Jongjin menaikkan bahunya tanda dia juga tidak tau, kulihat umma tersenyum pada kami

“Tidak ada yang memesan Yesungie, Jongjinnie”kata umma

“lalu? Kenapa umma berikan ini pada kami?”tanya Jongjin, umma langsung mendaratkan jitakan terjitunya dikepala Jongjin

“aaaaw, appo umma”ringis Jongjin sambil memegangi kepalanya, aku hanya tertawa melihatnya seperti itu

“apa salah jika umma berikan ini pada anak anak umma? Kalian lupa ya kalau kalian belum makan?”aku dan Jongjin menepuk jidat kami bersamaan

“bagaimana kau bisa melupakan itu Jongjin?”aku melirik Jongjin, dia terkejut dan membulatkan matanya padaku

“kau kan juga lupa hyung, kenapa selalu aku yang kau salahkan?”jawabnya tak mau kalah

“karna neo dongsaeng. Kalau kau yang menyalahkanku, kau bisa jadi dongsaeng durhaka”Jongjin menyipitkan matanya

“alasan saja!”

“sudah sudah! Bertengkar terus! Mau dimakan atau tidak? Kalau tidak, umma bawa ke belakang lagi nih”umma segera mengangkat nampan yang tadi berada diatas meja dan membalikkan tubuhnya

“ummaaaaaaa”teriakku dan Jongjin bersamaan, sedangkan umma kuyakin sedang tertawa karna terlihat bahu umma naik turun (?)

***

“bagaimana sekolah barumu Jongjin? Menyenangkan?”tanya umma ketika kami sedang makan bersama

“pasti umma. Bayangkan, baru sehari bersekolah saja dia sudah mendapatkan calon yeojachingu”ceplosku, kulihat Jongjin tengah memelototiku

“ya! hyung!”bentaknya

“jinjja? Wah, kau hebat sekali. Jadi kapan dia akan menjadi yeojachingumu? Bagaimana dia? Cantik tidak?”tanya umma pada Jongjin sambil tersenyum menggoda

“pasti cantik umma. Umma tau sendiri kan Jongjin ini sangat ahli dalam memilih yeojachingu”jawabku lagi, kali ini Jongjin tidak tinggal diam. Dia melayangkan sebuah sendok tepat ke kepalaku

“ya! appo!”

“bisa tidak kau diam hyung?! Umma kan bertanya padaku, bukan padamu!”kulihat dia memanyunkan bibirnya sedangkan umma hanya terkekeh melihat tingkah kami

“nde nde, jawablah”kataku sambil memegangi kepalaku

“ani umma, yang dikatakan si ‘Big Head’ ini tidak benar”ceplos Jongjin

“ya!”bentakku

“aku tidak memiliki calon yeojachingu, dia hanya teman sekelasku”sambung Jongjin

“ya sekarang memang masih menjadi teman, tapi aku yakin nanti akan menjadi kekasih”lagi lagi Jongjin memelototiku

“ya! hyung! Bukankah tadi kau sudah memberiku kesempatan untuk menjawabnya, hah?! Kenapa masih saja kau yang berbicara?!”bentaknya

“sudah sudah, Yesung kau ini bagaimana sih? Umma kan bertanya pada adikmu, nanti kau juga mendapat giliran”kata umma

“nde nde, aku makan saja”aku menyantap makananku

“jadi, otteokhae?”tanya umma sambil tersenyum

“seperti yang kukatakan tadi umma, dia hanya teman sekelasku, namanya Hye Raa. Hanya saja aku penasaran dengan kisah hidupnya dan merasa iba padanya. Bayangkan umma, dia itu hanya tinggal dengan pelayan pelayannya dirumahnya yang begitu mewah”umma tampak serius mendengarkan

“jinjja? Memangnya orang tua atau keluarganya yang lain kemana?”

“kata Mochi, orang tuanya itu memiliki bisnis diluar negeri dan oppa nya sudah meninggal. Jadi ya dia hanya sendiri di Korea ini sementara orang tuanya sibuk dengan kehidupan mereka berduai”kini aku juga serius mendengarkan

“mwo? Aigo, kasihan sekali dia. Lalu bagaimana dia?”tanya umma lagi

“ya begitulah umma, orangnya sangat cuek dan dingin. Sikapnya benar benar seperti namja, bahkan dia adalah kapten basket sekolah umma, seperti namja sekali kan?”umma membulatkan mata dan mengangguk

“kenapa dia bisa seperti itu?”tanya umma

“yang aku tau sih dia dulu juga tidak seperti itu umma. Dulu dia sama dengan yeoja yeoja lainnya, hanya saja ketika oppanya meninggal, oppa nya berpesan agar suatu saat nanti dia bersedia melanjutkan keinginan oppanya. Oppanya dulu kapten basket sekolah juga umma, dan semenjak meninggal Hye Raa lah yang menjadi gantinya”jelas Jongjin lagi, kasihan juga ya dia

“umma benar benar kasihan padanya, bersyukurlah kau Jongjin masih memiliki hyung seperti Yesung. Walaupun dia suka jahil padamu, tapi sebenarnya dia itu menyayangimu, benarkan Yesungie?”aku mengangguk

“nde, apalagi kau adikku satu satunya”aku mengacak rambut Jongjin

“nde nde, aku juga menyayangimu ‘Big Head’”tanganku yang masih berada dikepalanya pun langsung menjitak ujung kepalanya

“berhenti memanggilku ‘Big Head’!!”dia dan umma tertawa geli melihatku

“oh ya Jongjinnie kapan kapan ajak saja dia kesini”kata umma, kulihat Jongjin mengangguk

“pasti umma”Jongjin mengacungkan jempolnya pada umma sambil tersenyum dan membuat mata sipit nya itu semakin hilang (?) saja

“kalau kau Yesungie, bagaimana sekolah barumu?”

“awalnya sih baik baik saja umma sebelum aku bertemu yeoja itu”aku menggerutu kesal

“memangnya kenapa?”tanya umma dan Jongjin bersamaan

“ketika aku ingin berjalan jalan mengelilingi sekolah dan saat tiba diperempatan sekolah, ada seorang yeoja yang menabrakku hingga minuman yang kubawa tumpah ke bajuku. Yeoja itu mengaku bahwa bajunya juga kotor karna minumanku juga tumpah di bajunya dan dia langsung membentakku karna itu”kataku

“kalau dia yang menabrakmu seharusnya dia tidak usah marah marah begitu”komentar umma

“nde umma, aku juga berfikir begitu. Umma tau tidak dia kelas berapa? Ternyata dia masih kelas 2 umma, itu berarti aku senior nya kan? Kenapa dia tidak sopan begitu padaku? Yeoja gila! Perawakannya saja seperti namaja, sangat galak”

“memangnya siapa sih dia hyung? Aku penasaran”tanya Jongjin

“sebenarnya aku tidak ingin lagi bertemu dengannya, tapi kalau kau benar benar penasaran akan kutunjukkan besok”dia hanya mengangguk

“Yesungie, bagaimana pun juga dia itu yeoja. Jangan terlalu kasar ya pada yeoja walaupun kau membencinya, ara?”kata umma

“keunddae umma”

“umma tau kau orangnya sangat ingin melindungi wanita kan? “potong umma, aku hanya mengangguk berat

***

Aku dan Jongjin pulang lebih awal dari restaurant umma karna umma memang tidak pernah ingin jika kami disana seharian. Dia menyuruh kami pulang agar bisa belajar dirumah.

“hyung, besok tunjukkan padaku ya yeoja itu”ujar Jongjin memecahkan keheningan

“wae? Kau penasaran? Bisa bisa kau sial saat bertemu dengannya, sama sepertiku”

“ah itukan hanya perasaanmu saja hyung. Siapa tau yeoja itu baik, iyakan?”aku tersentak dan langsung menoleh kearah Jongjin sambil mengernyit

“mana mungkin yeoja gila sepertinya itu baik. Ya! Jongjinnie walaupun aku tidak mengenalnya tapi aku yakin dia itu yeoja yang galak. Buktinya saja saat dia berjalan, seluruh sekolah seakan terhipnotis padanya dan langsung bersikap seolah olah dia itu ‘Penguasa Sekolah’”kini giliran Jongjin yang mengernyit

“penguasa sekolah? Wah hebat juga ya yeoja itu. Aku jadi semakin penasran, ah ayo hyung cepat kita pulang”dia langsung menarik tanganku sambil berlari

“ya! waeyo? Apa hubungannya kita pulang dengan besok?”

“semakin cepat kita pulang maka semakin cepat pula besok, benar kan?”dia tetap menarik tanganku sambil mengedipkan sebelah matanya padaku. Dasar Jongjin!

-Yesung PoV

 

#Hye Raa PoV

Tok tok tok

Ada yang mengetuk pintu kamarku, ya pasti itu pelayan pelayan ku.  Aku sama sekali tak berniat untuk membukakan pintunya, justru aku semakin memperbesar volume yang dikeluarkan dari headshet kesayanganku.

“nona, ada telfon dari Tuan dan Nyonya”tak lama dia masuk tanpa kuberi aba aba dan langsung menghampiriku yang sedang berbaring ditempat tidurku sambil menyumpel telingaku dengan headshet, dia memberiku sebuah telfon.

“apa?”tanyaku datar

“ada telfon nona”jawabnya

“dari siapa?”

“Tuan dan Nyonya”

“siapa mereka?”pelayan itu terkekeh

“ya orang tua nona, jadi siapa lagi?”aku mengambil telfon yang ia berikan dan meletakkan ditelingaku

“yeobseyo chagi-ah, otteokhae jinaseo? Jeongmal bogoshippoyo”kata seorang yeoja dari telfon ini

“nugu?”tanyaku cuek

“nae umma, chagi-ah”

“wae?”

“otteokhae jinaseo?”

“apa itu penting bagi umma?”

“chagi, mianhe karna kami terlalu sibuk dengan urusan kami. Tapi kami melakukan ini untukmu, untuk kebahagianmu juga”kini terdengar suara namja yang kuyakin adalah suara appa

“untukku?! Kebahagiaanku?! Apa menurut umma dan appa meninggalkanku dengan mereka semua disini sendirian bisa membuatku bahagia?! Apa menurut kalian dengan harta yang berlimpah itu aku bisa bahagia, hah?! Satu satunya yang bisa membuatku bahagia adalah kebersamaan, bersama kalian! Bersama Jung Soo oppa!”bentakku dengan tangis yang hampir pecah, aku tau tidak sepantas nya aku membentak mereka, tapi aku benar benar tidak tahan lagi

“chagi, mianhe kami sedang sibuk sekarang. Jaga kesehatanmu ya, saranghae”telfonnya langsung terputus.

Aku membanting telfon itu ketempat tidurku kesal, selalu seperti itu! Saat aku ingin mengutarakan perasaanku, mereka selalu menghindar!

Pelayan itu mengambil telfonnya dan langsung keluar dari kamarku.  Aku melirik sebuah bingkai foto yang terletak manis diatas meja disamping tempat tidurku, aku mengambilnya dan menatap wajah dalam foto itu sambil berusaha agar tidak menangis. Aku mengelus wajah seorang namja tampan difoto itu.

“oppa, bogoshippoyo”aku memandang fotoku dan Jung Soo oppa sewaktu kami sedang berlibur bersama ke Jeju.

Aku sangat merindukan oppa kesayanganku itu, ingin sekali aku memeluknya jika mungkin. Lalu aku mengingat kata kata yang diucapkan Jung Soo oppa saat kami berlibur waktu itu.

-flash back-

Aku dan oppaku, Jung Soo oppa sampai dipulau Jeju untuk menikmati liburan musim panas bersama. Aku menyeret koperku menuju hotel dengan mulut manyun

“kenapa adik oppa yang cantik ini cemberut?”goda Jung Soo oppa, aku hanya meliriknya sekilas sambil terus berjalan

“Park Hye Raa, waeyo?”tanyanya lagi sambil menarik tangaku yang membuat langkahku terhenti

“kau tidak suka ya berlibur disini? Kau mau kemana?”aku menggeleng pelan

“aniya oppa, aku suka berlibur disini. Hanya saja”aku menunduk

“wae?”

“kenapa kita hanya berlibur berdua? Appa dan umma, ottiya?”kini giliran Jung Soo oppa yang menunduk

“wae oppa?”dia mengangkat wajahnya dan memegang pundakku sambil tersenyum

“appa dan umma itu sedang mencari uang untuk kita, untuk kebahagiaan kita, untuk masa depan kita. Jadi appa dan umma menitipkanmu untuk berlibur berdua dengan oppa dan memaklumi keadaan mereka, arachi?”aku menghela nafas berat

“selalu begitu”kembali aku memanyunkan  (?) bibirku

“hey, jangan seperti itu. Bukankah memang benar keadaannya? Apa mereka bekerja hanya untuk mereka berdua? Tidak kan?”aku menggeleng tegas

“nah kalau begitu kau mengerti kan apa maksud oppa dan paham akan keadaan mereka kan?”oppa kembali tersenyum sedangkan aku kembali menghela nafas berat

“hmmm nde oppa”

“kalau begitu, ayo senyum. Oppa akan memotret wajah dongsaeng oppa yang paling jelek ini”katanya sambil mencubit pipi chubby ku

“aaaaw, appo oppa!”ringisku sambil memegangi pipi

“hahaha ayo senyum, cheese”

“chakkaman oppa!”

“wae?”

“aku tidak mau berfoto sendirian, aku mau berfoto bersamamu. Jja”aku menarik tangannya dan mengambil ponsel yang ia pegang “nah sekarang katakana cheese”

-flash back end-

 

Aku menghapus air mataku yang kurasa mulai tumpah dipipiku.

“oppa sedang apa sekarang? Sudah makan belum?”aku kembali mengusap wajah Jung Soo oppa difoto itu lalu meletakkannya kembali dimeja.

-Hye Raa PoV end-

 

KEESOKAN HARINYA

 

#Author PoV

Yesung, Jongjin dan ummanya sedang sarapan bersama diruang makan.

“umma, appa mana?”tanya Jongjin

“appa sedang mengambil mobil dibengkel, sebentar lagi mungkin sampai”jawab umma

“yeeeee jadi mulai hari ini kita tidak perlu naik bus lagi kesekolah Jongjinnie”teriak Yesung, umma nya hanya tersenyum

“waaah benar hyung. Jadi ongkos yang biasa untuk naik bus bisa kita jadikan uang jajan tambahan”ujar Jongjin lalu mereka berlonjak dan tertawa bersama

“aissssh, kalian! Ongkos kalian umma sita karna masa berlakunya sudah habis (?)”dengus umma

“ya, ummaaaaaa”ujar Jongjin dan Yesung dengan nada kecewa

TIN TIN (?)

 

“suara apa itu?”tanya Yesung

“suara klakson lah hyung, masa suara kucing”

“aku juga tau itu suara klakson, aish!!!”ingin sekali rasanya Yesung menjitak kepala Jongjin

“sudah sudah! Bertengkar terus! Appa sudah datang, cepat berangkat”kata umma

“kami pergi dulu ya umma, daaaa”mereka berpamitan pada umma dan langsung berangkat menuju sekolah.

 

@SEKOLAH

 

“hyung, mana yeoja itu?”tanya Jongjin

“molla, kenapa kau bertanya padaku? Kau pikir aku ibunya?”Jongjin mengernyit

“kasihan juga ya kalau dia sampai memiliki ibu sepertimu”Yesung membulatkan matanya

“apa kau bilang?!”sedangkan Jongjin hanya terkekeh melihat hyungnya itu

“oh ya hyung, nanti aku kenalkan ya dengan yeoja yang kemarin kuceritakan”

“yeoja? Yeoja yang calon yeojachingumu?”

“aisshh!! Bukaaan! Hanya temanku! Nanti kukenalkan padanya ya, dia penasaran dengan ‘Big Head’ mu itu, daaa”Jongjin langsung berlari menuju kelasnya

“ya! neo!! Dasar dongsaeng durhaka!!”keluh Yesung

-author PoV end-

 

SAAT PULANG SEKOLAH

 

#Yesung PoV

Untungnya hari ini aku tidak bertemu dengan yeoja gila itu, biarlah Jongjin merasa penasaran dengannya.

“ya! kau mau ikut kami ke ruang basket? Ada pertandingan antar sekolah hari ini”ajak seorang temanku yang bernama Ryeowook

“memangnya ada pertandingan apa?”tanyaku polos

“pertandingan renang”jawab Wookie dengan wajah datar

“mwo? Renang? Hebat juga ya sekolah ini, bahkan diruang basket pun ada kolam renangnya? Wah”aku berdecak kagum sedangkan Wookie melayangkan jitakan terampuhnya dikepalaku

“babo! Kalau diruang basket ya pasti bertanding basket lah! Omona!!”dia menggeleng geleng kan kepalanya, aku terkekeh

“hehe mian, memangnya hari ini ada pertandingan basket? Wah ayo kesana, aku sangat suka bermain dan menonton pertandingan basket”aku segera menarik tangannya menuju ruangan basket.

***

Sesampainya diruangan basket, kulihat tempat ini sudah penuh oleh semua siswa yang ingin menonton. Benar benar penuh, sampai sampai sulit mencari tempat duduk yang kosong. Ketika aku dan Wookie melewati beberapa orang yeoja yang sedang menunggu pertandingan dimulai, aku mendengar beberapa bisikan (?) dari mereka

“kira kira siapa ya yang akan menang?”tanya seorang yeoja

“pasti tim sekolah kita, kau lupa kapten tim sekolah kita siapa?”jawab yang satunya

“oh iyaya, pasti Hye Raa bisa membawa nama baik sekolah ini, seperti biasa”

Apa? Hye Raa? Bukannya itu nama yeoja? Kenapa yeoja disebut sebut disini? Dasar aneh!

“nah itu ada yang kosong, kita disitu ya”ajak Wookie, aku hanya mengangguk.

Aku duduk dikursi itu sambil terkekeh mengingat ucapan yeoja tadi, Hye Raa? Hahaha lucu sekali, masa iya ada yeoja? Atau ada namja yang namanya Hye Raa? Hahaha, lalu aku tersentak!

Tunggu! Hye Raa? Bukannya itu nama yeoja yang disebutkan Jongjin kemarin? Berarti dia memang benar yeoja?

Tak lama masuk beberapa pemain basket dari tim lawan, dari Chungju High School. Postur tubuh mereka kuakui bagus bagus, sangat ideal untuk pemain basket.

Lalu masuklah tim basket sekolah kami, kulihat disana ada Siwon dan Donghae, mereka adalah teman sekelasku. Tidak hanya Siwon dan Donghae saja disana, tapi muncullah beberapa pemain juga. Tapi mataku terhenti pada sesosok yeoja disana, mataku terbelalak hebat saat aku melihat ada..

“dia”gumamku

To Be Continue___

Siapakah yang dimaksud Yesung?

Akankah tim basket Neul Paran High School berhasil menang dari tim basket Chungju High School?

Bagaimana dengan kisah Yesung – Hye Raa – Jongjin?

Gimana readers? Seru ga?😀

Haha kalo yang uda tau jangan ditebak dulu dong :p  #plak

Bagi yang penasaran, tunggu kelanjutannya ya ^^

Makin banyak coment + like, makin cepat pula part 3 nya😀

Kamsahamnida ^^

publish by aeund

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s