The One I Love part 1

The One I Love part 1

The One I Love part 1

Cast :

Park Hye Raa a.k.a Hye Raa <icha meirina=””></icha>

-Kim Jong Woon a.k.a Yesung

-Kim Jongjin a.k.a Jongjin

-Henry Lau a.k.a Mochi

Genre : gak jelas #plak

Author : Icha Meirina

Fb : Icha Merina

Twitter : @chameirina

Disclaimer : this ff is mine and original my work, so don’t bash and copas it please ^^

Anyeong haseyo readers #bow bareng kkoming

Author balik nih dengan ff baru author😀

Eh ada Jongjin nya ya di sini? Hehe maklum, ff ini terinspirasi setelah dengar Jongjin nyanyiin lagu The One I Love dan langsung kesemsem (?) sama tu bocah #dijewer ddangkko

Langsung aja deh ya ke cerita ^^

**

#Author PoV

Hari ini adalah hari pertama Jongjin memasuki sekolah barunya, Neul Paran High School itulah nama sekolah barunya. Jongjin dan keluarganya baru pindah ke Seoul dan hari ini dia dan hyungnya yang bernama Kim Jong Woon atau yang lebih akrab dipanggil Yesung mulai masuk sekolah.

“Jongjin, sudah siap?”tanya Yesung

“sudah hyung”jawab Jongjin

Lalu mereka berpamitan kepada kedua orang tua mereka dan berangkat kesekolah. Jongjin dan Yesung merupakan kakak adik, mereka anak dari keluarga Kim. Keluarga Kim merupakan pemilik restaurant ternama di Seoul, dan keluarga Kim hanya memiliki dua orang putra yaitu Yesung dan Jongjin.

Yesung dan Jongjin hanya berbeda satu tahun, makanya selain seperti kakak adik mereka juga seperti sahabat. Kalau sekarang Yesung duduk dikelas 3 SMA, sementara Jongjin satu tingkat dibawahnya yaitu kelas 2 SMA.

Akhirnya mereka sampai disekolah dan mereka segera ke kantor kepala sekolah mereka untuk menanyakan dimana kelas baru mereka.

“anyeong haseyo, Kim Jong Woon imnida. Dan ini nae dongsaeng, Kim Jongjin imnida”kata Yesung memperkenalkan diri sambil membungkuk bersamaan dengan Jongjin.

“oh ne, anyeong. Jong Woon dan Jongjin ya, kalian siswa baru kelas 2 dan 3 kan?”tanya kepala sekolah itu, mereka hanya mengangguk

“untuk Jong Woon kau akan masuk ke kelas 12.A, ruangannnya cukup jauh dari sini. Ada di lantai 3 ruangan paling ujung, mungkin kau sedikit bingung. Kalau kau mau, kau bisa kuantar. Sementara Jongjin, kau akan masuk kelas 11.B. kelasmu tidak terlalu jauh dari sini, kelas 11.B ada disebelah ruang basket, kau bisa kesana sendiri kan?”Jongjin hanya mengangguk

“kalau begitu sebaiknya kalian ke kelas sekarang, sebentar lagi kelas akan dimulai”lalu mereka bergegas keluar dari ruangan kepala sekolah.

“ya! kau jangan sampai tersesat ya”kata Yesung mengingatkan adiknya

“ne hyung, aih aku kan sudah dewasa”jawab Jongjin sambil memanyunkan bibirnya, membuat Yesung tertawa dan mengacak rambut dongsaeng semata wayangnya itu

“jja Jong Woon”kata kepala sekolah mereka

“oh ne”ujar Yesung “nanti kita pulang bersama, ne?”sambungnya lagi pada Jongjin

“ne hyung”

Lalu Yesung dan kepala sekolah nya meninggalkan Jongjin sendirian. Sementara Jongjin mulai berjalan mencari kelasnya. Kata kepala sekolahnya kelas 11.B ada disebelah ruangan basket. Jadi dia hanya perlu mencari dimana ruang basket itu.

Ketika dia melewati sebuah ruangan yang cukup besar, dia mendengar suara decitan antara sepatu dan lantai serta ada suara pantulan bola dari ruangan tersebut. Jongjin yang penasaran pun mengintip kedalam ruangan tersebut.

-author PoV end-

 

#Jongjin PoV

Aku mendengar suara decitan sepatu dan lantai serta ada suara pantulan bola juga dari dalam ruangan itu, sepertinya itu ruangan basket. Tapi, bukannya kata kepala sekolah tadi kelas sudah hampir dimulai ya? kenapa masih ada yang bermain basket?

Aku ingin melihat siapa yang bermain basket itu. Kulihat pintu ruangan ini sedikit terbuka, jadi aku bisa melihat keadaan didalam. Kulihat ada seorang yeoja yang sedang bermain basket, dia memakai seragam yang sama sepertiku, pasti dia juga salah satu siswa disini.

Kulihat permainan basketnya sangat baik, jarang sekali aku melihat yeoja bermain basket sebaik ini. Tak lama kulihat bola basket yang terpantul mengarah ke pintu. Aku spontan membuka pintu yang sedikit terbuka itu dan menangkap bola basketnya.

Untuk beberapa saat hanya ada keheningan di ruangan ini, kulihat yeoja terheran heran melihatku. Kami sama sama terdiam, dia terus menatapku tajam yang sedari tadi memegangi bola basket yang tadi dia mainkan.

Kalau kuperhatikan dari gayanya, sepertinya yeoja ini bukan yeoja normal. Ehm, maskudku sepertinya yeoja ini tomboy. Aku memantulkan bola basket yang kupegang kelantai, mendribble berulang ulang sambil berlari menuju ring.

Sepertinya yeoja itu sedang memperhatikan gerak gerikku, aku terus menggiring bolanya hingga sampai di ring dan aku berhasil memasukkannya ke ring. Lalu aku menghadap kearah yeoja yang terdiam sambil menatapku tajam itu, dan aku tersenyum.

“permainan basketmu bagus ya”pujiku, dia menatapku sinis

“pasti”jawabnya singkat “kau bisa bermain basket juga?”sambungnya

“ya begitulah kira kira, kau juga kan?”dia mengangguk, lalu aku mendekat kearahnya

“wah kalau begitu kita memiliki kesamaan, sama sama suka bermain basket”

“kau anak baru ya? aku tidak pernah melihatmu disini”aku mengangguk dan tersenyum

“ne, aku baru disini”

“pindahan dari mana?”

“dari Busan”dia hanya mengangguk “oh ya Kim Jongjin imnida”ujarku tersenyum sambil mengulurkan tanganku padanya, tapi dia sama sekali tak berniat sedikitpun untuk membalas uluran tanganku.

Dia justru berjalan mengambil tas nya dan keluar dari ruangan basket ini, aku mengikutinya dari belakang. Kulihat dia memasuki kelas disebelah ruang basket tadi, tertulis jelas didepan kelas angka ’11.B’. sebelum masuk ke kelas itu, dia berhenti dan menatapku sinis

“kenapa kau masih mengikutiku?!”tanyanya

“mengikuti? Aku ingin masuk ke kelasku”dia nampak terkejut

“11.B? itu kelasmu?”tanyanya lagi

“ne, kata kepala sekola tadi kelasku di 11.B, kau sendiri kenapa masuk kesini?”

“ini ya kelasku”ujarnya cuek lalu langsung masuk kedalam kelas itu

Didalam kelas sudah terdapat seorang songsaenim dan beberapa murid yang memperhatikan kedatanganku dan yeoja yang tak kuketahui siapa namanya ini. Tampak wajah kesal dari songsaenim itu, pasti karna kami terlambat.

“nona Park Hye Raa, kenapa kau terlambat?! Kau tau kau sudah terlambat berapa lama?!”oh jadi namanya Park Hye Raa, aku hanya mengangguk. Kulihat, Hye Raa melirik jam tangan yang ia kenakan dan kembali menatap songsaenim itu

“15 menit”jawabnya santai

“bukankah itu waktu yang sangat lama?! Darimana saja kau?!”bentak songsaenim itu lagi, namun kulihat dari wajah Hye Raa dia tetap nampak santai.

“latihan basket, wae? Masih mau marah?”tanya Hye Raa, songsaenim itu pun terdiam

“yasudah kalau begitu, cepat duduk”loh, kenapa songsaenim itu diam ketika Hye Raa bilang latihan basket?

“ehm dan kau, nuguya?”tanya songsaenim itu padaku yang tadi termenung. Aku melihat Hye Raa sudah duduk di tempatnya dan melihatku, begitu juga seisi kelas ini

“e e a aku murid baru”jawabku gugup

“oh jadi kau orangnya, ayo perkenalkan dirimu pada teman teman barumu”kata songsaenim lagi

“ah ne, anyeong haseyo Kim Jongjin imnida, bangapseumnida”ujarku sambil membungkukkan badan dan tersenyum

“anyeong Jongjin”jawab mereka semua serempak kecuali yeoja itu

“Jongjin, kau duduk di kursi yang  masih kosong ya”kata songsaenim itu dan tampak matanya diedarkan keseluruh ruangan kelas ini, lalu “ah itu, disenelah Henry. Kau duduk disana ya”sambungnya lagi, aku hanya mengangguk sambil tersenyum.

Lalu aku berjalan menuju sebuah kursi kosong disebelah seorang namja berpipi chubby dan bermata kecil ini, kalau dilihat lihat sepertinya dia keturunan China.

Aku duduk dikursi itu, kemudian namja itu menyapaku

“anyeong haseyo, choneun Henry imnida. Tapi kau memanggilku Mochi saja ya”ujarnya sambil tersenyum membuat mata kecilnya itu semakin tak terlihat saja

“anyeong, Jongjin imnida. Bangapseumnida”aku balas tersenyum

“kau pindahan darimana?”

“dari Busan, semoga kita bisa berteman dengan baik ya”dia mengangguk sambil tersenyum

“pasti”jawabnya.

Songsaenim memulai pelajaran hari ini. Semua mata tertuju pada songsaenim yang sedang serius menjelaskan, ya semuanya kecuali yeoja itu. Siapa tadi namanya? Hye, Hye Raa ya? dia memangdang jauh keluar jendela yang ada disebelahnya.

Apa yang sedang difikirkannya? Kenapa menurutku yeoja ini begitu misterius ya?

“ya! kau melamun Jongjin?”ujar Mochi menyadarkanku dari lamunanku

“a anio”

“hayoo kau sedang memikirkan apa?”aku hanya menggeleng, Mochi yang penasaran pun melihat kearah yang tadi kulihat lalu dia tersenyum menggoda

“kau melihat Hye Raa ya? hayoo mengaku”ujarnya dengan nada yang masih menggoda

“a a anio, aku tidak melihatnya”aigo, kenapa aku jadi gugup begini?

“haha sudahlah mengaku saja kau Kim Jongjin”

“ne ne aku mengaku. Menurutku dia yeoja yang sangat misterius”

‘”haha akhirnya kau mengaku juga. Ne, dia memang seperti itu. Sikapnya dingin dan seperti namja”aku mengangguk

“ne, kalau menurutku sikapnya itu memang sangat dingin. Oh ya, kenapa dia seperti itu?”tanyaku penasaran. Mochi tampak menghembuskan nafas berat

“dulu Hye Raa tidak seperti ini Jinnie, dia dulu sama dengan yeoja yeoja lainnya. Hanya saja semuanya berubah semenjak oppa nya yang bernama Park Jung Soo meninggal, dan orang tuanya terlalu sibuk dengan bisnis mereka dan hanya meninggalkannya di Korea bersama pelayannya itu. Semenjak oppanya meninggal, dia berubah 180 derajat dari sikap aslinya. Dingin, pendiam, cuek itulah sikap Hye Raa sekarang. Padahal keluarganya itu sangat kaya, rumahnya saja begitu mewah. Tapi ya itu, dirumahnya yang sebesar istana itu hanya ada dia dan semua pelayannya, bisa dibilang dia kurang kasih sayang”jelas Mochi panjang lebar

Aku tertegun mendengar ucapan Mochi, jadi Hye Raa itu anak broken home? Pantas saja dia seperti itu.

“tapi kau tidak usah takut untuk mendekatinya, Hye Raa itu sebenarnya sangat baik dan peduli. Hanya saja dia tidak ingin terlalu menonjolkan sifat baiknya itu dan malah menunjukkan sikap cueknya”kata Mochi lagi sambil memegang pundakku dan tersenyum.

**

Setelah bel istirahat berbunyi, semua murid dikelas ini langsung keluar dari kelas.

“kau mau ikut aku ke kantin?”tanya Mochi, aku menggeleng sambil tersenyum

“aniya Mochi-ya, aku disini saja”

“oh yasudah kalau begitu, aku keluar dulu ya”ujar Mochi lalu meninggalkanku.

Sebenarnya aku sangat penasaran dengan Hye Raa, ketika semuanya sudah keluar dari kelas, aku mencoba menghampirinya.

“anyeong, Hye Raa-ya”dia melirikku sebentar lalu beranjak dari duduknya

“kau mau kemana?”aku mengikutinya yang berjalan keluar kelas

“ruang basket”ketusnya

“aku ikut ya ya ya, jebaaaal”entah kenapa aku ingin sekali mengikuti yeoja ini. Dia hanya diam sambil terus berjalan.

sesampainya diruangan basket, Hye Raa langsung memasuki ruangan itu. Kulihat didalam ruang basket ini ramai oleh namja namja mulai dari kelas 1, 2 sampai 3. Ketika kami memasuki ruang tersebut, tampak semuanya membungkuk pada Hye Raa. Sebenarnya ada apa ini? Kenapa mereka begitu hormat pada Hye Raa?

“anyeong Hye Raa-ya. ada sekolah yang menantang tim basket kita”ujar seorang namja yang kulihat di bet namanya bernama Siwon.

“sekolah mana?”tanya Hye Raa

“Chungju High School kalau tidak salah”sahut namja lainnya, Hye Raa hanya mengangguk

“terima saja tantangannya”kata Hye Raa lagi.

Tampak mereka semua langsung diam dan hanya mengangguk, kenapa ini? Semuanya patuh pada Hye Raa? Padahal ada dari mereka yang kelas 3?

“Hye Raa, kenapa mereka semua patuh padamu?”tanyaku dengan volume suara yang cukup besar sehingga membuat semua mata tertuju padaku termasuk Hye Raa. Hye Raa menatapku sinis, kudengar juga suara bisikan beberapa orang

“kenapa dia bertanya seperti itu?”

“molla, kurasa dia anak baru”seperti itulah suara bisikan yang kudengan dari beberapa namja disini. Aku yang keheranan pun bicara kembali

“wae? Apa salahku? Aku kan hanya ingin tau, aku siswa baru disini”ujarku lagi. Hye Raa tampak berjalan kearah pintu dan keluar dari ruangan ini, tapi semua mata disini masih memandangku heran hingga akhirnya namja yang tadi bernama Siwon itu menghampiriku

“kau tidak tau kenapa dia diperlakukan seperti itu?”tanyanya, aku menggeleng

“apa salah jika kami patuh pada ketua kami?”sambung namja yang lainnya

“ketua?”tanyaku heran, mereka hanya mengangguk

“ketua apa maksudmu?”bukannya menjawab pertanyaanku, mereka semua justru keluar dari ruang basket ini meninggalkanku sendiri.

“ketua apa sih? Kenapa aneh begini ya?”aku berpikir beberapa lama

“aaaah iya, Mochi kan siswa lama disini. Pasti dia tau apa maksud namja tadi”

Aku segera berlari menuju kantin untuk mencari Mochi.

-Jongjin PoV end-

 

#Yesung PoV

Ternyata nyaman juga disekolah ini, bahkan jauh lebih nyaman daripada sekolah lamaku dulu. Aku berjalan keluar kelas dengan sekaleng minuman yang kubeli di kantin tadi, aku ingin menyusuri isi sekolah ini yang ku yakin sangat bagus.

Ketika aku melewati perempatan sekolah, tiba tiba saja ada seseorang yang berjalan berlawanan denganku dan kami saling bertabrakan dan kurasakan seragamku basah karna tabrakan ini.

Kami sama sama terjatuh, tapi keadaanku cukup parah sekarang. Bajuku basah dan kotor karna minuman yang kubawa ini tumpah begitu saja ke seragamku.

“kau punya mata tidak, hah?!!”bentak seseorang padaku, aku mendongakkan kepalaku dan terlihat seorang yeoja terduduk didepanku

“mwo?! Aku?! Kau yang tidak punya mata! Kau lihat seragamku basah begini, hah?!”teriakku tak mau kalah

“ya! seragamku juga kotor karna minuman sialanmu itu!”aku menyipitkan mataku geram melihatnya

“itu sih salahmu! Makanya kalau jalan itu pakai mata!”posisi kami masih sama sama terduduk dan berhadapan seperti tadi

“kau gila?! Dimana mana jalan itu pakai kaki! Bagaimana bisa orang berjalan pakai mata?! Babo!”

“ya! kau! Berani sekali kau berkata seperti itu!”aku melirik simbol diseragamnya dan jelas terlihat dia masih kelas 2. Berarti aku seniornya kan? Kenapa dia tidak sopan begini?!

“masih kelas 2 saja sudah tidak sopan begitu! Bagaimana kelas 3 nya?!”dia mengernyit

“kau tidak usah sok karna kau kelas 3 ya! lagipula kau anak barukan?! Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya!”lalu kami sama sama berfiri masih saling menatap tajam. Dan disekitar kami sudah penuh oleh siswa siswa lain yang sedang melihat pertengkaran tidak pentingku dengan yeoja ini

“ne aku memang siswa baru! Tapi aku seniormu kan?! Harusnya kau bersikap sopan pada seniormu!”bentakku

“tidak peduli siapapun kau! Kalau kau saja tidak sopan padaku, maka aku juga akan lebih tidak sopan padamu! Ara?!”dia berlalu kearah yang berlawanan denganku dan menyenggol pundakku keras, membuatku meringis

“aaaw, kuat sekali bahunya. Apa tubuh yeoja itu isinya besi semua ya? dasar yeoja gila!”dengusku sambil memegangi pundakku yang kesakitan.

Yeoja sialan! Kenapa bisa dia bersekolah disini? Semoga itu pertemuanku yang pertama dan terakhir kalinya dengan yeoja gila itu! Merusak hari pertamaku bersekolah saja!

-Yesung PoV end-

 

#Hye Raa PoV

Sialan! Siapa sih dia?! Berani sekali dia seperti itu padaku?! Dia fikir aku taku karna dia senior ku? Hah, mimpi!

Aku membersihkan seragamku yang sudah sangat kotor ini, dan orang orang disekelilingku menatapku aneh sambil berbisik.

“apa yang kalian lihat, hah?!”bentakku, mereka semua langsung berlalu tanpa berani menatapku lagi.

Baru kali ini aku diperlakukan seperti ini, oleh namja lagi! Namja mana sih yang berani denganku disekolah ini?! Lihat saja kau namja babo! Kubalas kau nanti!!

-Hye Raa PoV end-

#Author PoV

Mochi yang sedang duduk dikursi kantin sekolah sambil memakan cemilannya pun tersedak saat tiba tiba saja Jongjin memukul pundaknya

“uhuk?! Uhuk!! Uhuk??”Jongjin hanya tertawa melihat sahabat barunya itu

“aish!! Kau ini! Bisa tidak jangan memukulku seperti itu, hah?! Aku sedang makan!!”dengus Mochi

“hahahaha kau tersedak? Haha mianhe Mochi-ya”ujar Jongjin sambil terkekeh

“aish kau! Huh!”Mochi langsung memalingkan wajahnya kearah berlawanan

“Mochi-ya, kau sudah lama kan sekolah disini?”tanya Jongjin, Mochi hanya mengangguk tanpa memandang Jongjin sedikitpun

“ya! kau marah? Mianhe, aku benar benar minta maaf”Mochi tak bergeming

“nanti aku traktir deh yang kau makan ini, yayaya. Ada yang ingin kutanyakan padamu”kata Jongjin lagi, dia tampak menghadapkan wajahnya kearah Jongjin

“benar kan ditraktir?”Jongjin mengangguk “apa yang ingin kau tanyakan?”sambung Mochi lagi

“ehm kau tau tidak kenapa Hye Raa begitu disegani oleh semua namja disekolah ini? Ani, lebih tepatnya oleh semua namja diruangan basket. Wae? Tadi kata salah seorang dari mereka, Hye Raa itu ketua mereka. Maksudnya apa ya?”tanya Jongjin panjang lebar

“ne memang benar Hye Raa itu ketua mereka”

“ketua apa?”

“kau tidak tau?”Jongjin langsung menjitak kepala Mochi

“aku kan murid baru disini, mana mungkin aku tau! Lagipula kalau aku tau, aku tidak akan repot repot bertanya padamu!”bentak Jongjin, kini giliran Mochi yang terkekeh

“haha ne ne aku lupa”katanya sambil terkekeh

“sudah cepat jelaskan saja!”bentak Jongjin lagi

“sebenarnya…”

To Be Continue___

Sebenarnya apa ya?

Kenapa Hye Raa disegani oleh semua namja diruangan basket?

Gimana dengan Hye Raa dan Yesung yang saling membenci padahal mereka baru pertama kali bertemu?

Hahahaha #ketawa ala bonamana

Gaje ya readers? (iya banget)

Ya begitulah part 1 nya ^^ bagi yang penasaran sama cerita antara mereka, saksikan (?) kelanjutannya ya..

Yang udah baca, kalo mau coment + like ya gapapa #plak

Kamsahamnida ^^
published by aeund

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s