Please, Believe Me… part 3

Please, Believe Me… part 3

Please, Believe Me… part 3

perhatian… FF ini udah pernah d publish d fp fb, di wp pribadiku…dan berhubung kita lgi pnya blog baru… ff ni d jadikan tumbal..^^
jdi klo ada yg pernah ngeliat ff ini gentayangan d mana” maaf ya..^^

Cast: Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Hyuk Jae, Choi Siwon, Yuri (CO)

Genre: Friendship

Lenght: Short Story(?)

Author: aeund_lian

*maap…

comedy nya jadi ilang… jd jangan ngarepin ada yang bakalan bikin ketawa di part ini, author juga mikir musti di seselin di sebelah mana lok ada comedy nya… hahaha…

smoga saja gak terkesan kayak sinetron.. hahaha… soalnya belakangan ni cuma bisa mantengin tipi yang isinya sinetron mulu T_T..

happy reading… \(^_^)/

Kyuhyun POV

Aku menghampiri sonsaengnim, menjelaskan alasanku yang lain dengan versi yang lebih ekstrim agar beliau mau melepasku dengan tenang.

Dan…

Aku berhasil…

Kadang aku bangga dengan predikat setan ku..

Namun, lagi lagi deposit dosaku kian meninggi.

Aku akan dengan senang hati mentransfernya ke ikan buntal nan kembung itu.

Kini aku harus segera sampai ketempat yang disebutkan yeoja yang menelponku tadi.

Aku masih ingat saat yeoja itu berbicara…

Nada bicaranya panik.

Dia menemukan nomerku dipesan terakhir Yuri yang dikirimkan ke aku, mungkin dia tahu nama yuri dari tulisan di pesan itu juga.

Dia tidak tahu alamat Yuri, tidak ada dompet atau apapun yang menunjukkan identitasnya, dia hanya menemukan 1 nomor dan 1 send item di handphone yuri, dan itu adalah nomerku dan pesan untukku.

Yap…. Itu bukan hal yang bisa dibanggakan, bukan?!

Satuhal yang membuat aku cemas…

Yeoja itu bingung, dan dia menyebutkan padaku, “orang yang bernama yuri itu kejang-kejang di tokonya, mulutnya mengeluarkan busa…”

Ok… baiklah…

yeoja yang barnama yuri itu apa bosan hidup hingga ia memakan sabun. Namun aku rasa itu ide yang paling steril untuk bunuh diri. Dan akan lebih baik jika dia tidak mengabari aku kalau dia akan bunuh diri.  Setidaknya dia tidak akan terganggu dengan kedatanganku.

Tiba-tiba aku merinding…

apa dia ingin mati bersama ku??

Aisssh…

Aku mempercepat laju motorku, dan aku sudah tidak menghiraukan kepalaku yang masih berdenyut-denyut menyakitkan.

Entah lah…. wajah donghae hyung tiba-tiba memenuhi otakku.

***

Aku sampai di tempat yang yeoja itu sebutkan, tempat yang paling aku tidak sukai. Banyak mata melihat ke arahku, tak aku hiraukan, aku benci tempat ini.

Aku bertanya pada kepala pelayan yang berdiri di antara barisan botol-botol yang mengeluarkan aroma memuakkan.

Dia kaget ketika aku menyebutkan nama Yuri dan namaku, tapi kemudian dia menuruhku mengikutinya.

Aku menurut saja, aku ingin segera menemui Yuri dan membawanya pulang dari tempat ini. Tempat yang dipenuhi bau alkohol dan para pemabuk yang berteriak-teriak menggila.

Pelayan itu berhenti pada sebuah pintu berwarna coklat tua,

“Nona Yuri ada didalam..”

Aku mengangguk, dan segera membukanya…

***

Aku melihat tirai abu-abu tergerai 2 meter didepanku, menghalangi pandanganku untuk melihat apa yang ada dibaliknya.

Ramai,

Aku mendengar lebih dari satu jenis suara, lebih tepatnya lebih dari 2..

Aku berjalan mengitari tirai abu-abu itu.., dan akhirnya aku menemukannya,

Aku terdiam,.

Tas yang aku cengkram lepas dari peganganku.

Kepalaku panas, aku benar-benar marah. Aku menghampirinya dan menarik lengannya.

Yeoja yang bernama Yuri itu tengah mengacungkan botol birnya ke arahku, dia belum terlalu mabuk. Dia masih sadar.

“kyuhyun-ah~… kau datang… aku sudah menunggumu…” yeoja gila itu kini balas menarik tanganku. Menumpahkan sebagian isi botolnya ke kemejaku. Aku menghindar namun minuman kurang ajar itu terlanjur mengguyurku.

Aku mencari tas ku, sepertinya mereka mempermainkan aku. Dan lebih parah lagi mereka mengunci pintunya.

“jangan main main dengan ku Yuri…” aku mencengkram lengannya. Dia tertawa, seperti kesetanan.

Yuri POV

“duduklah dulu, kyuhyun-ah… sebentar saja, dan aku akan mengembalikan tasmu. Aku butuh bantuanmu lagi kali ini.” Aku begitu senang melihatnya ada disini. Sekarang tinggal menunggu mereka datang.

”mereka harus tau kalau aku bisa mendapatkan namja impian mereka… dan mereka akan menangis.”

Kyuhyun berhenti menarik tanganku, dia tidak menatapku lagi, kini menunduk, kemudian bersandar ke dinding dibelakangnya dan merosot duduk. Aku sedikit curiga dia akan melakukan hal-hal aneh, tapi selang beberapa saat aku segera menepis prasangka ku. Namja tampan itu kini duduk diam, kepalanya tertunduk. Sepertinya dia akan menolongku lagi kali ini.

Kyuhyun POV

Aku merasakan tubuhku serasa terbakar, aku tidak bisa menahan emosiku, dan itu membuat penyakit ini kambuh.

Padahal sudah hampir satu tahun lebih aku tidak merasakannya, obat pun aku tak pernah beli, syukurlah kemarin masih ada sisa, walaupun tidak lengkap. Mungkin cuaca mendekati musim dingin ini yang membuatnya kambuh.,

Tapi kenapa harus saat ini..

Kenapa harus ditempat ini dan dengan para yeoja ini..

Aku tak pernah merasakan sesakit ini..

Kepalaku berat, berdenyut-denyut, dan membuat kesadaranku menurun..

Seperti ada tangan tak terlihat yang mencengkram leherku, membuatku sulit bernafas. dan puluhan jarum yang menusuk rongga dadaku, setiap aku menghelanya.

Yang harus aku lakukan saat ini adalah berusaha agar orang orang di sekitarku ini tidak mengetahuinya.

Mereka tidak boleh tahu..,

Atau aku bisa benar-benar dalam masalah besar..,

Donghae POV

Kenapa Raja setan ini menelponku.?

11 panggilan tak terjawab. Apa yang terjadi? Kemarin Noona nya  menelponku, dia mencari kyuhyun. Aku hanya bisa menjawab kalau aku sedang ada di Osaka.

Awas saja jika dia macam macam dengan Yuri. Aku berani menjamin,PSP nya tidak akan selamat…! Aku akan mengukus PSP itu…

***

Aku sudah berada di mobil menuju apartementku, masih sekitar 30 menitan lagi aku sampai. Aku mengirimkan pesan ke nomornya, memberi tahu aku sudah ada di korea. Tapi dia belum membalasnya.

Perasaan ku benar-benar tidak enak. Aku harus menelpon  setan itu…

Telpon pertama… tidak ada jawaban…

Ke-2… masih belum ada jawaban, apa dia tidur? Bukankan ada kuliah hari ini..

Ke-3… masih belum di angkat, apa dia lupa membawa handpone nya. Ah … tidak mungkin, handpone adalah salah satu dari ke tujuh nyawa evil nya, setelah PSP.

Ke-4… OK..!! belum ada.. telingaku frustasi sekarang.

Ke-5… bunyi tut.. tut.. berhenti, aku ingin menjerit namun suaraku tercekat. Bukan suara kyuhyun, suara seorang yeoja. Aku melihat ulang nomor di handpone. Aku tidak salah, ini milik kyuhyun.

“……..”

“dimana kyuhyun?”

“……..”

“iya… cho kyuh-…”

Sial…!!

Dia mematikan telponnya. Siapa yeoja itu? Bukan suara Yuri atau Ahra noona. Haizz.. apa yang dia lakukan?!

Aku mentelponya lagi…

Suara tut.. tut.. itu memekakkan telingaku, kemudian suara itu hilang…

Tidak ada jawaban, hanya suara gaduh yang sayup-sayup…

yeoboseyo…” aku sekarang terlihat tolol.tidak ada jawaban.

yeoboseyo..!!” aku mulai emosi. Dimana bocah setan itu..!!

“OK..!! SIAPA PUN YANG MEMEGANG HANDPHONE INI..!!DIMANA CHO KYUHYUN.!”

Emosiku meledak. Hyukjae hyung melihatku dari kaca sepion tengah mobilnya. Sepertinya dia takut, aku menggila.

“YAK…!! KENAPA DIAM..!! JAW-“ kata-kataku tersedat. Tiba-tiba aura dingin menjalari tubuhku. Akhirnya di sebrang sana menjawabku.

Suara namja,

Hyung..??

Dia memanggilku hyung..,

Suaranya pelan, namun aku yakin itu milik siapa,

“kyu..!! apa yang terjadi..?!”

Aku panik, dia tidak menjawab, aku mendengar tarikan nafas yang berat. Tertelan oleh kebisingan disekitarnya.

“kau dimana kyu…?!”

Aku mulai panik, dan tidak lama setelah itu, terdengar suara sesuatu yang jatuh,dan kemudian telpon terputus.

Aku mencoba menghubungi lagi, namun gagal. Namun aku mengingat satu hal, sebelum suara benturan itu, aku mendengar kyu berkata lirih..

Dia menyebut nama seseorang…,

Yuri…

Hyukjae hyung menepikan mobilnya, dia tahu aku akan semakin bingung jika mobil ini terus berjalan.

Yuri tidak mengangkat telponku.

Ini yang ke-3 kalinya, tapi masih tidak ada jawaban. Aku gusar, aku mencoba menghubunginya lagi. Hyukjae hyung mengelus pundakku. Dia berusaha menenangkan amarahku, tapi itu malah membuatku menangis. Dan kemudian..

“……” suara Yuri muncul, dengan suara gaduh yang sama saat aku menelpon kyu.

“DIMANA KAU SEKARANG..!!”

tidak terasa aku menjerit.

“……”

Yuri menyebutkan alamatnya, suaranya bingung. Namun aku tak perduli, pikiranku penuh dengan kyuhyun. Aku menyebutkan alamatnya ke hyukjae hyung. Ekspresinya kaget…

Aku tahu kenapa…

Karena itu adalah alamat sebuah club…

Club yang dipenuhi para pemabuk..

Kyuhyun POV

Tadi salah satu yeoja teman Yuri menghampiriku, menyodorkan hanphone milikku yang tadi ada di dalam tas yang mereka sembunyikan…

Donghae hyung menelponku..

Baru kali ini aku merasakan bahagia saat aku mendengar suara ikan kembung itu.

Namun belum sempat aku bicara, kepalaku berdenyut, dan aku menjatuhkan handphonku…

Rasa panas yang menjalari tubuhku, berubah menjadi dingin. Aku menggigil.

Sesak,

Nafasku benar-benar sesak.

Tiba-tiba aku mengingat segalanya, seperti sekelebat sekelebat cahaya, ingatanku akan masa lalu, kemudian aku berfikir…

beginikah rasanya orang yang akan mati…

Kemudian muncul bayangan seseorang yang sudah aku buat menangis kemarin malam, wajahnya sangat nyata,

Noona ku…

Nonna … maafkan aku…

Maafkan aku…

Noona,

sakit..

ini sangat sakit..

benar-benar sakit..,

apa setelah ini aku bisa bertemu denganmu lagi…

***

Author’s POV 

Apa kau sudah yakin untuk pergi ke paris?” Aira sedikit ragu,”sebaiknya kau pikirkan lagi, Ahra…”

Ahra menghela napas pelan sambil duduk di kursi kerja warna biru dan menyandarkan tubuh munyilnya.

“entahlah, tapi aku sudah jenuh eonnie…”

Aira menatap wanita di depannya dengan sendu, “aku tak berhak melarangmu Ahra ssi… namun bagaimana dengan dongsaeng mu?”

“tidak usah pikirkan dia”sahut Ahra datar.

“maksudmu?”

“dia sudah dewasa, eonnie…”

“jadi?”

“dia bisa hidup tanpa aku”

“tapi Ahra ssi…”

“sudahlah eonnie, jalan pikirannya sudah berbeda denganku”

Aira menggeleng-gelengkan kepalanya, dia tahu sedang terjadi sesuatu antara dua bersaudara ini. Dia tidak ingin mencampuri urusan keluarga orang lain. Aira berdiri dari tempat duduknya, berniat ingin pergi dari ruangan Ahra.

“baiklah kalau memang itu pilihan terbaikmu,” Aira berjalan, namun langkahnya berhenti ketika tangannya telah meraih gagang pintu, dan melanjutkan kata-katanya,

“satu hal yang perlu kau tahu…”Aira berusaha memelankan suaranya,”Kyuhyun memang sudah dewasa, tapi bukan berarti dia tidak membutuhkanmu, Ahra ssi..”

***

 TBC

______________________________________________________________________________

NO BLASH, NO COPPAS..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s