Please, Believe Me… part 2

Please, Believe Me... part 2

Please, Believe Me... part 2

perhatian… FF ini udah pernah d publish d fp fb, di wp pribadiku…dan berhubung kita lgi pnya blog baru… ff ni d jadikan tumbal..^^
jdi klo ada yg pernah ngeliat ff ini gentayangan d mana” maaf ya..^^

Cast: Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Hyuk Jae, Choi Siwon, Yuri (OC)

Genre: Friendship, Comedy (?)

Lenght: Series

Author: aeund_lian

*mianhae… gambar siwon oppa jd aneh… tapi itu keren loh… jd imut… >_

maap kalo ada yang kurang berkenan… ff sya memang aneh n lebay gak jelas…

yup… happy reading…

Please, Believe Me… Part 1

Aku meminumnya, selang beberapa menit, obat itu bereaksi. Walau tak sepenuhnya rasa sakit itu hilang, tapi setidaknya aku bisa mengeluarkan suaraku.

Aku berjalan seperti orang mabuk ke pintu kamar. Noona belum tidur, masih terlihat bayangannya dibawah pintu. Noona mundar-mandir. Aku bersandar di samping pintunya, sakit itu tak sepenuhnya hilang, kepalaku masih berdenyut-denyut.

Tapi ini harus segera di selesaikan. Atau sesuatu yang menyebalkan akan terjadi. Noona memang tidak terlalu banyak bicara, tapi dia tipe orang yang tak pernah bermain-main dengan kata-katanya. Aku tidak ingin dia ke paris. Aku tidah suka sendirian di sini. Sudah cukup ke dua orang tuaku yang jauh, aku tak ingin noona menjauh juga.

Aku akan benar-benar mati jika sendiri.

 

Please, Believe Me… Part 2

 

Ahra’s POV

Apa yang sebenarnya terjadi?

Aku seperti orang dungu..

Dongsaeng kesayanganku membuatku sakit hati. Sudah cukup permasalahan di kantor yang membuatku lelah, kini ditambah lagi dengan kyuhyun. Apakah dia tidak sadar?!, aku sudah cukup lelah seharian.

“Noona…” kyuhyun sepertinya berdiri didepan pintu kamarku. Amarahku meluap mendengar suaranya, aku tak akan membuka pintunya dan mengeluarkan suara sedikitpun. Dia harus merenungi kesalahannya.

“Noona… aku tau kau belum tidur..” suaranya menggema di kamarku” akan kujelaskan semuanya…”

Amarahku masih memuncak, apa lagi yang akan dia jelaskan. Aku berhenti berjalan mundar mandir dikamar, alih alih merebahkan tubuhku ke kasur.

“iya apa yang noona katakana benar,” dadaku sakit, dia mengakuinya, dan itu semakin membuatku muak. Aku masih terdiam.

“iya.. aku bolos kuliah, aku pergi ke tempat karaoke, dan dengan seorang yeoja…” aku mendekap mulutku, air mataku jatuh lagi. Dia benar-benar keterlaluan.

“tapi aku bisa jelaskan se-“

“CUKUP..!!” aku menghentikan suaranya,  tapi kemudian dia menyahut lagi,

“tapi noon-“

“CUKUP…!!apapun akan kukatakan asal dia berhenti berbicara dan pergi dari pintu kamarku, “AKU TIDAK SUKA BERBICARA DENGAN PEMABUK…!”aku tidak bisa mengontrol kata-kataku, “AKU MUAK…AKU MUAK DENGAN MU CHO KYUHYUN..!!”

Aku menutup mulutku, kata-kata itu keluar begitu saja. Air mataku mengalir begitu deras. Kyuhyun tidak menyahut lagi, sepertinya aku sudah berhasil mengusirnya. Tapi entah kenapa, kini dadaku sesak, sepertinya aku terlalu kasar.

Aku akan memberikan apa yang dia inginkan, aku akan pergi ke paris.

Kyuhyun’s POV

Aku membuka mata. Aku baru sadar kalau semalam tidur di lantai kamarku. Yang aku ingat, noona berteriak-teriak, dan dua kata yang sudah berhasil membuat sesak didadaku itu datang lagi.

Yaitu‘ MUAK dan PEMABUK’.

Benar-benar sakit.

Aku berjalan sempoyongan ke kamarku, membuka pintu, dan berjalan 2 langkah dari pintu, kemudian aku lupa apa yang terjadi. Yang pasti sakit itu seperti mau membunuhku, dan aku ambruk.

Aku beranjak dari lantai, kepalaku masih sakit, aku sudah tahu, tidur di lantai semalaman tak akan membuatnya semakin membaik. Aku bersiap-siap untuk mandi dan berangkat kuliah. Aku terlampau bodoh jika harus bolos lagi, noona akan menangis, dia akan semakin muak padaku, dan aku tak ingin ada satu predikat muncul lagi, yaitu ‘PEMALAS’.

Jujur, aku masih tidak terima noona menyebutku pemabuk. Aku tak pernah sedikitpun mencicipinya.

Oke.. aku pernah mencobanya dulu dengan si ikan kembung,

itu tindakan yang paling bodoh yang kami lakukan. Donghae langsung teler hanya dengan sekali teguk.

Dia benar-benar payah.

Aku hanya minum 2 teguk, dan aku tidak mersakan apa-apa, tapi setelah aku mengantarkan donghae ke apartement nya, aku merasakan efeknya.

Penyakitku kambuh, aku tidak bisa bernafas, ikan buntal itu bingung dan menangis.

Jujur saat itu aku ingin tetawa melihat ekspresinya. Tapi aku tidak punya tenaga lebih untuk itu.

Hahaha…

dia terlampau polos –abaikan kata terakhir-.

Dan akhirnya dia melarangku pulang. Dan itu ide bagus. Setidaknya noona ku tidak tahu apa yang sebenarnya kami lakukan. Aku berani bertaruh,dia akan menguliti kami hidup-hidup.

Kini kubiarkan air membasahi tubuhku lebih lama. Setidaknya untuk mengurangi rasa panas tubuhku saat ini.

***

Baiklah aku lapar, aku baru ingat terakhir aku memasukkan makanan ke mulutku itu kemarin pagi. Itupun hanya 2 potong roti dan setengah gelas susu. Aku benar-benar lupa dengan urusan perut, gara-gara kemarin malam.

Aku berjalan ke meja makan, ada noona di sana, duduk dan piringnya belum di isi apa apa. Dia menyadari kedatangnku, dia segera berdiri dan pergi meninggalkan meja makannya. Aku tahu dia belum sarapan.

Dia masih marah.

***

Aku sudah duduk diruang kuliah. Dengan perut yang meraung-raung.

Akhirnya aku memutuskan untuk tidak sarapan, aku tidak ingin melihat noona ku, tidak makan dan sakit. Sudah cukup aku membuatnya menangis semalam. Aku dongsaeng yang sangat bodoh.

Sangat-sangat bodoh.

Dan baru kali ini aku mengakui, kalau donghae  itu jauh lebih pintar dari aku, dia jauh lebih baik dalam memperlakukan wanita.

Kadang ilmu yang kau pelajari di sekolah tidak sepenuhnya bisa mengajarimu ilmu hidup. Dan otak pintar tidak menjamin dapat membuatmu selalu lebih baik dari mereka yang tidak tahu apa-apa.

Sepertinya ada yang salah dengan otak ku, aku tak pernah memuji ikan kembung itu dengan cuma-cuma. Sepertinya ikan buntal nan kembung itu harus menggati predikat EVIL ku. Aku layak menjadi ANGEL sekarang.

Tapi bukan berarti aku memaafkannya karena telah mengumpankan ku ke pacarnya yang gila itu. Aku akan tetap membuat perhitungan jika dia pulang nanti. Tidak selamanya Angel itu putih… kadang mereka bosan dan berubah menjadi evil . hahahaha..jujur, aku merindukannya.. – jangan hiraukan kata kata terakhir-

Sebenarnya donghae itu lebih tua satu tahun dariku. Seharusnya aku memangilnya hyung, dia sering memohon agar aku memanggilnya seperti itu.

Tapi aku tidak bisa bersikap manusiawi di depannya, aku lebih menikmati memanggilnya ikan buntal kembung.

Mianhae… tidak selamanya kewajaran itu menyenangkan, bukan..?!

Beberapa kali aku mencoba menelphone nya pagi ini, dia tidak mengangkatnya, sepertinya dia benar-benar sibuk dengan pertandingan basketnya di Osaka.

Sebenarnya kemarin dia mengajakku ikut ke Osaka bersamanya, dia cukup pintar mengajak aku ikut basket, karena semua tahu, aku dan donghae akan menggila jika duet bermain basket, bukannya kami pamer, tapi predikat itu selalu ada, yaitu kami ‘pasangan evil .

Walau aku lebih suka bermain PSP dari pada harus berlari-lari ria seperti itu.

Akhirnya sonsaengnim itu membuka kacamata nya, Aku melahap sepotong roti diam diam, aku paham betul, sonsaengnim itu tidak akan tahu apa yang ada didepannya jika ia melepas kacamatanya. Itu benda keramat. Aku sudah memastikannya dengan donghae awal semester kemarin.

Perutku masih meraung-raung, tapi setidaknya 2 dari 10 monster yang menghuninya sudah dapat disumpal agar berhenti meraung.

Handphone ku bergetar, hanya ada nomor tak dikenal yang mengirimi aku pesan, aku tersenyum, aku berharap mungkin saja noona atau ikan kembung itu, tapi senyumku langsung hilang…

From: 0###

Ini Yuri…

Kyuhyun’ah… ikut aku sebentar, aku butuh bantuanmu… aku serasa ingin mati…

Mwo?!

Mau apa lagi jeoja gila itu.

Mati??! Aku yakin dia benar-benar gila..!

Setidaknya aku masih cukup waras untuk tidak ikut dia mati…

Donghae harus tahu sendiri kelakuan pacarnya itu, aku tak bisa ikut campur dalam urusannya, aku tak mungkin membicarakan kejelekan pacarnya didepannya. Aku hanya dapat berdoa semoga donghae cepat tahu sendiri, dia harus berhenti bersifat bodoh terlalu lama dengan yeoja satu ini. Atau dia akan di ajak mati bersama… hahaha…

aku tidak bisa menahan tawaku. Namun kepalaku masih sakit, dan akan semakin sakit jika aku masih tertawa.

Aku tidak ingin membuat siwon hyung yang duduk di sampingku, mulai melontarkan pertanyaan yang sama untuk ke 4 kalinya dalam 2 jam terakhir ini.

Flashback..

Aku duduk disamping siwon hyung, tidak ada tempat yang aman selain disana. Aku menghela nafas berat, kepalaku sakit, sepertinya demamku kian menjadi.

“kau sakit kyuhyun~ssi?” siwon melihat wajahku dengan mata bulatnya.

Aku menggelengkan kepalaku, sepertinya dia belum percaya, dan menempelkan tanganya di dahiku.

Dia menjingkat kaget. Aku ingin tertawa melihat ekspresinya, dia memang namja yang penuh ekspresi lucu. Aku harus akui kenapa banyak yeoja yang kejang-kejang melihatnya.

“kau demam kyuhyun ssi..” dia melihatkucemas. “kau tak seharusnya berada di sini, akan ku antarkan kau pulang.”

Padahal aku tidak apa apa, benar-benar tidak apa apa. Aku sudah biasa seperti ini. Tapi mungkin siwon hyung tidak biasa dengan hal seperti ini.

Aku menggelengkan kepalaku lagi,”tidak hyung, aku Cuma lapar saja..” maafkan aku… aku berbohong lagi, ini terlalu pagi untuk berbuat dosa. Namun tak ada pilihan lain yang lebih baik dari ini.

Namja itu masih melihat ke arahku, kemudian menghela nafas, membuka tasnya dan menyodorkan sebuah roti ke arahku, “makan ini, atau aku akan menyeretmu pulang..”

Aku meliriknya, kadang di balik wajah tampannya itu muncul aura evil.

Aku mengambilnya, ”gumawo” dan segera memasukkannya ke tas, sonsaengnim sudah masuk.

Aku tidak mungkin memakannya sekarang, dan syukurlah siwon hyung tahu itu.

Namun dia tidak berhenti menanyaiku, “apa kau yakin baik-baik saja?”setiap 30 menit. Dan itu menggangguku.

End Flashback…

2 jam kemudian

Handphone ku tak berbunyi lagi, aku sudah memparkannya kedalam tasku. Dan aku sangat menyesal siwon hyung masih terus menanyaiku. Hanya saja dia memutar dan mengganti kata-katanya. Namun intinya sama, ‘apa aku baik-baik saja’.

Apakah wajahku benar benar menyedihkan hingga dia mengira aku akan ambruk tiba-tiba..?

Belum sempat aku menjawab pertanyaannya yang terbaru, tapi handphone ku bergetar lama.

Ada yang menelphon ku. Dan lagi-lagi nomor yang tidak dikenal., aku ingin melemparnya lagi ke dalam tas, namun aku ingat donghae belum membalas pesan dan telpon ku dari tadi pagi, aku kawatir itu dia. (ingat cerita awal kalau donghae hyung akan menggila jika tidak segera di angkat telpon darinya)

“yeoboseyo …”

“………”

“iya ini aku..”

“………”

“apa!!”

“………”

“dimana??”

“……….”

“baiklah, aku segera kesana…”

Baiklah ini sudah sangat gila..! aku harus segera menyusulnya. Donghae akan marah padaku kalau sesuatu terjadi padanya. Aku tidak ingin donghae membenciku seperti noona ku semalam. Aku belum siap di jauhi 2 orang terdekatku dalam waktu secepat ini.

Aku memasukkan hanphone ku ke tas se enaknya. Aku meyakinkan siwon hyung kalau aku baik-baik saja, dan harus pulang karena noonaku kehilangn kunci apartement, jadi aku harus pulang agar dia bisa masuk. Siwon hyung terlihat khawatir, tapi dia mengangguk paham.

Haizz.. aku berbuat dosa lagi kali ini..

*

TBC
________________________________________________________________

NO BLASH, NO COPPAS..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s