Please Believe Me… part 1

Please Believe Me... part 1

Please Believe Me... part 1

perhatian… FF ini udah pernah d publish d fp fb, di wp pribadiku… dan berhubung kita lgi pnya blog baru… ff ni d jadikan tumbal..^^
jdi klo ada yg pernah ngeliat ff ini gentayangan d mana” maaf ya..^^

Cast: Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Hyuk Jae, Yuri (CO)

Genre: Friendship, Comedy (?)

Lenght: series

Author: aeund_lian

*maap, baru kali ini aku coba buat Fanfiction (ff) … kalo da yang aneh, lebay,geje, dll yang kurang berkenan mohon maap ya…

happy reading.. ^_^



Kyuhyun’s POV

Dasar ikan kembung!

Bisakah dia barang sehari saja tidak merecokiku dengan urusan yeoja yeoja nya yang menggunung..?! pagi ini dia sudah sukses membuat mood ku jelek dengan permintaannya yang sungguh merepotkan.

“ayo lah kyuhyun~ah….”rengeknya yang membuatku mual, “kau kan sahab –“

“yah… yah… aku sudah tahu kelanjutannya” sahutku sekenanya, sebelum ikan kembung itu melanjutkan kata-katanya yang selalu membuatku mual.  Tanganku sedang sibuk berkutat dengan PSP.

Kadang aku heran, kenapa yeoja banyak yang menggila saat ikan kembung, -ups maaf…- maksudku donghae menyebar bualannya. Aku sedikit curiga, mungkin mereka membawa satu pack obat anti mual di tas mereka. Kadang yeoja itu memang sukar di mengerti dan sudah kuyakini kalo mereka itu makhluk terbuas di bumi.

“hwaaa… kau membuatku terharu kyu… ak-“

“cukup”potongku cepat. Aku akan benar-benar akan muntah sekarang.

Donghae tertawa, dan aku tetap berkutat dengan PSP ku.

“OK lah.. setidaknya aku bisa ke Osaka dengan tenang…” donghae menghela napas, sepertinya dia bahagia, dan aku mual.

Ok aku akui kadang aku lebih suka melihatnya tersiksa dengan pacar-pacarnya itu. Tapi entahlah, aku juga bingung kenapa hari ini aku berubah jadi Angel. Hahahaha…

“ya…” aku menyahut, “pergilah dengan tenang…”

Donghae terdiam. Aku kadang heran, dia selalu lama merespon sesuatu..

“YAAK… CHO KYUHYUN…!!”donghae menjerit sepertinya dia baru paham ,” kau kira aku akan mati…!!”

Aku tersenyum, dan segera mematikan Handphone, aku sudah hafal, dia pasti akan berteriak-teriak di telingaku, dan itu benar-benar merusak gendang telinga.

Selang beberapa detik Handphone ku berbunyi, aku berani taruhan 5 mangkok mie ramen jika itu bukan dari si ikan kembung.

Dia selalu heboh sendiri.

Aku mem-pause Game ku ogah ogahan, dan membuka sms, dia akan sangat menyebalkan kalau aku tidak membalasnya, donghae akan dengan senang hati menelponi ku lagi sampai aku membalas sms nya. Benar-benar menggangu saja ikan kembung itu.

From: ikan balon

‘Ingat cho kyuhyun…jaga dia baik-baik,dan ingat, nanti siang kau berikan titipanku..’

Dan aku hanya membalasnya dengan huruf  ‘Y’  itu saja sudah membuatnya senang mungkin.

Dia juga berhak menerima kebahagiaan… hahahaha…

***

Huft…

hari apa sekarang… kenapa semakin banyak orang aneh disini. Sudah 7 orang yeoja yang mundar-mandir di pintu kelas dan melambai lambaikan tangannya. Entahlah ke siapa, tapi itu benar-benar mengganguku.

Andai saja tidak ada sonsaengnim di depan sana, mungkin aku akan dengan senang hati melempar kamus mandarin 2000 halaman ini ke mereka. Aku tak akan pernah duduk dekat pintu lagi.

Haizz.. aku bisa gila.

Ok !! 1 jam lagi penderitaanku akan berakhir.

***

Haizz… apa benar sekarang hari perayaan  yeoja-yeoja aneh. Belum cukup aku di recoki di kampus, dan sekarang pacar ikan kembung itu ber ulah juga.

Yah seperti yang di ucapkan donghae, aku harus menemuinya dikampusnya yang lumayan jauh dari kampusku.

Tapi masalahnya bukan soal jarak, tapi Yeoja itu menangis didepanku, dan merengek, “kyuhyun’ah… temani aku minum..”

Aku menarik tanganku, dia benar benar menyebalkan, seenaknya saja merangkul-rangkul tanganku.

“maaf yuri.. aku ada kuliah setengah jam lagi.” Baiklah maafkan aku, aku berbohong demi keselamatanku. Kuliahku satu jam lagi.

“ayolah kyuhyun’ah… dua puluh meeeniiiit saja.”

Aku menggelengkan kepala.

Dan yeoja itu semakin mengeraskan tangisannya hingga orang di sekitar melirik kami berdua.

“a-a-a ku a-a-ak an per-rgi sen-sen-diri…” yuri seguk an dan berjalan menjauhiku.

Apa kata orang disekitarku yang melihat adegan drama ini.

Aaagh.. aku akan gila..!!

Dan aku putuskan untuk mengejarnya. Sepertinya ini pilihan bodoh. Aku akan membuat perhitungan denganmu donghae. Kau harus rela membelikan aku 5 mangkok mie ramen. Atau aku akan membakar apartementmu.

 

Yuri’s POV

Binggo…

dia masuk ke perangkapku… donghae oppa memberikan pengganti yang pas untukku. Setidaknya para yeoja tolol itu akan melongo melihat dengan siapa aku datang. Seorang Cho Kyuhyun,

pangeran yang mereka impikan, sekarang ada padaku.

Maafkan aku Kyuhyun’ah… aku sebal melihat mereka bermesraan dengan pacarnya.

“mau kemana kyuhyun’ah…?” tanyaku ketika sampai diparkiran, namja itu tidak masuk ke mobilku.

“ambil motor..”jawabnya singkat.

Oke dia benar-benar dingin, dan aku suka. “naiklah ke mobil, biarkan motormu di sini, aku akan mengantarkanmu lagi nanti…”

Dia terdiam sejenak, kemudian masuk ke mobil tanpa berkata apa apa.

Kyuhyun’s POV

Aku berjanji akan membunuhmu jika kau pulang dari Osaka, ikan Kembung…!!

Pacarnya kali ini membuat aku gila..! dia membawaku ke tempat karaoke dan mengajakku minum alcohol. Dan aku menolaknya, meminumnya sama saja bunuh diri.

Dan yang menjengkelkan ini bukan 20 menit, tapi 2 jam…! aku benar-benar tidak ikut kuliah. Dan aku sangat tolol meninggalkan tasku yang lengkap dengan dompet dan segala macamnya di mobilnya, aku hanya membawa Handphone, dan itupun tak bisa digunakan, batrainya habis. Fiuh…

pabo… !

Apakah akal sehatku ikut donghae ke Osaka…!!

“YAK..! ayo kita pulang!”akhirnya seorang namja menarik pacarnya yang dari tadi berada disampingku, dan benar-benar membuatku risih

“tunggulah sebentar…” sahut yeoja itu masih sibuk menatap wajahku dengan 2 yeoja lainnya, apakah ada yang aneh dengan wajahku? Dan yuri sudah kebanyakan minum, dan aku yakin dia tak dapat membedakan antara angka 1 dan 9. Aku heran, kenapa donghae bisa tergila-gila dengan yeoja seperti ini? Ikan kembung itu paling anti dengan alcohol.

Dan itu salah satu yang membuatku nyaman berteman dengannya.

Para namja pacar teman yuri sudah memanas, dan aku suka itu.

Kenapa?

Yup… setidaknya mereka akan marah dan menarik pasanganya itu menjauh dariku.

Cepat bawa para ulat bulu itu pulang.

Dan tidak ada lagi yang melarangku membawa yeoja pemabuk ini untuk pulang juga.

Suasana di sini membuat nafasku sesak.

Ahra’s POV

Kemana anak itu, ini sudah jam 7 malam. Aku tidak bisa menelphonnya. Apakah sesuatu terjadi padanya? Oh.. tidak, aku harus berhenti berfikiran yang tidak-tidak, dia sudah bukan anak kecil lagi sekarang, aku tidak bisa mengekangnya seperti anak kecil. Tapi kadang aku rindu dengan Cho Kyuhyun yang penurut dan polos seperti yang dulu.

Hanphone ku berbunyi. Dari Jave teman sekelas kyuhyun, yang tadi sempat ku kirimi pesan,

“yeoboseyo …”

“………”

“apa!! Dia tidak kuliah!!

“………”

“apa kamu tidak tahu kemana ia pergi?”

“………”

“benarkah?!”

“……..”

“baiklah… gumawo.. sudah merepotkanmu..”

Aku bingung, antara percaya dan tidak, dia bilang kyuhyun tidak kuliah dan pergi ke tempat karaoke. Dan dengan seorang wanita. Apa dongsaeng ku benar-benar berubah nakal..? apa yang harus aku ucapkan pada omma dan appa.

Kyuhyun’s POV

Sial..!!

Aku kemalaman pulang, ini gara-gara lama menunggu bis , dan harus berjalan cukup jauh untuk mengambil motorku dikampus Yuri.

Aku sekarang berada di depan pintu rumah, bingung mau masuk apa tidak. Ini sudah jam 10 malam, semoga noona sudah tidur. Kalau tidak aku akan di makan hidup-hidup.

Aku tak bisa berlama-lama disini, badanku sudah dingin, terlalu lama menunggu bis dan naik motor membuatku menggigil.

Lampu sudah dimatikan, sepertinya noona sudah tidur, aku berjalan pelan agar tak ada yang tahu aku datang. Namun baru saja kaki ku menaiki tangga ke-7, lampu menyala. Tepat 5 meter dari tempatku berdiri, noona menatapku tanpa ekspresi, aku benar-benar takut menatap wajahnya.

Dia marah.

***

“kemana saja kau.. bolos kuliah, pulang malam…” noona mulai menanyaiku. apa yang harus aku lakukan? ini di luar rencana.

“ke apartement donghae hyung…” aiss…. bodoh!! Kenapa jawaban itu yang muncul, noona tidak akan percaya, lagipula apa saja yang aku lakukan di sana sampai selarut ini.

Aiss.. aku bodoh…!

Apa yang harus aku jawab kalau noona tanya lagi?? Tapi aku tak mungkin berkata jujur, baru datang dari tempat karaoke. Noona akan murka.

“benarkah..?”noona bertanya lagi dan aku masih tak berani menatapnya.

“Ne..” jawabku singkat.

“tempat karaoke!!” noona berteriak, jantungku serasa berdegup 2kali lebih cepat, dimana noona bisa tahu, aku tak bisa menjawab.

“kau berbohong…!” noona menaikan suaranya, sepertinya dia akan menangis.”bermain main di tempat karaoke, apa itu kau sebut apartemen donghae!!”

Kali ini aku bingung harus bagaimana, aku tak bisa menghampirinya, noona akan mencium bau alcohol di bajuku. Dia akan berfikir lain dan dia kan semakin menangis, aku tidak tega. Aku mencoba melirik noona, syukurlah dia lupa mengenakan kacamatanya. Setidaknya dia tidak akan tahu kalau aku mulai menggigil.

“apa kau sudah bosan tinggal dengan aku, kyu…”

“tidak noona” hanya itu yang bisa keluar dari mulutku, tenagaku sudah habis untuk menjelaskan kebenarannya, kepalaku pusing.

“kalau kau memang bosan-“ noona menghentikan ucapanya, aku hanya diam. merasakan badanku mulai panas, dan ini bukan pertanda baik.

Dia menghela nafas berat dan melanjutkan “aku akan kembali ke paris..” suara noona mulai parau, dia menangis.

Aku ingin menjawabnya, namun suaraku tercekat di tenggorokan, kepalaku berdenyut-denyut, membuat pandanganku mulai kabur, nafasku sesak, aku hanya bisa mencengkram pegangan tangga. Benar-benar sakit.

“DUUAGH…!!”

noona membanting pintu kamarnya, dia meninggalkanku sendiri.

Aku merosot dan duduk di anak tangga, berusaha mengatur nafasku yang sesaknya mulai menjadi jadi. Seperti ada ribuan jarum yang menusuk dada ku setiap aku mencoba menghela nafas. Syukurlah, obatku masih ada ditas.

Aku meminumnya, selang beberapa menit, obat itu bereaksi. Walau tak sepenuhnya rasa sakit itu hilang, tapi setidaknya aku bisa mengeluarkan suaraku.

Aku berjalan seperti orang mabuk ke pintu kamar. Noona belum tidur, masih terlihat bayangannya dibawah pintu. Noona mundar-mandir. Aku bersandar di samping pintunya, sakit itu tak sepenuhnya hilang, kepalaku masih berdenyut-denyut.

Tapi ini harus segera di selesaikan. Atau sesuatu yang menyebalkan akan terjadi. Noona memang tidak terlalu banyak bicara, tapi dia tipe orang yang tak pernah bermain-main dengan kata-katanya. Aku tidak ingin dia ke paris. Aku tidah suka sendirian di sini. Sudah cukup ke dua orang tuaku yang jauh, aku tak ingin noona menjauh juga.

Aku akan benar-benar mati jika sendiri.

*

TBC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s