[Oneshoot] Seonsaengnim, Don’t Leave Me!!

Tittle    : Seonsaengnim, Don’t Leave Me !!

Author : Chocoby (@Lytha Virnanda)

Cast :

  • Choi Hyewon
  • Park Leeteuk
  • Kim Yoora
  • Other Cast

Genre  : Romance(?), Friendship(?)

Length : Oneshoot

Ost       : Kim Ryeowook – Smile Again

WARNING !!

Bayangkan setiap kejadiannya smbil denger lagu OST. nya ya^^..

There are Typo, Gaje, and Don’t COPAS !!!

Happy Reading~

Seorang yeoja dengan seragam sekolah lengkap terlihat berjalan perlahan sambil membungkuk, lebih tepatnya mengendap-endap. Ia terus berjalan dengan hati-hati di koridor sekolah menuju tempat yang ditujunya. Matanya terus waspada melihat kesekeliling. Susananya memang sudah sepi. Tapi jantungnya benar-benar tak karuan, takut ada orang yang melihatnya.

“Ya! Kim Yoora!!” teriak sebuah suara dari arah belakang gadis yang bernama Yoora itu.

“Ohh~ shiittt!!!” dengusnya. Kemudian berbalik dan mencoba tersenyum ke arah dua orang yeoja didepannya.

“Sedang apa kau disini..?? Kami sudah mencarimu sejak tadi..” ucap salah satu yeoja.

“Hmm~ Hehe..” Yoora hanya cengengesan tak jelas membuat dua orang sahabatnya itu bergidik menatapnya aneh.

“Kajja.. kita harus segera pergi.. yang lain pasti sudah menunggu..” salah satu tangan sahabatnya itu menarik tangan Yoora. Tapi Yoora menahannya.

“Aaauuuu..!!” ringis Yoora menahan tangan sahabatnya yang menariknya. membuat kedua sahabatnya menghentikan aktivitasnya dan melihatnya heran.

“Kau kenapa..??”

“Hyewon-ah.. dari tadi perutku sakit sekali.. hari ini aku ingin berisirahat di rumah saja..” rengek Yoora.

“Ya! Kim Yoora!! kau bercanda?! Ini kan pesta kelulusan kita.. kau tidak bisa seperti itu..” protes salah satu sahabatnya.

“Eunmi.. perutku benar-benar sakit.. Aauugghhh..!!” Yoora memegang perutnya dan meringis, agar kedua sahabatnya itu mau percaya padanya.

“Hyewon~ perutku benar-benar sakit..” rengek Yoora pada Hyeowon. Mencoba mendapat pembelaan dari sahabatnya yang benama Hyewon.

Hyewon menghela nafasnya, “Lalu? kau mau pulang dengan siapa..??” tanya Hyewon.

“aku sudah menelfon supirku untuk menjemputku..” ucap Yoora.

“Ya! Kim Yoora!! kau benar-benar tidak akan menghadiri pesta kelulusan kita..??” Tanya Eunmi.

“Mianhaee.. aku benar-benar tidak bisa..”

“Aiissshh !!” dengus Eunmi.

“Sudahlah.. gwenchana.. kita sebaiknya segera pergi.. Acaranya pasti sudah dimulai..” ucap Hyewon menengahi.

“Supirmu benar-benar akan datang..??” tanya Hyewon.

“Ne, Hywon-ahh.. kalian tidak perlu mengkhawatirkanku.. sudah sana.. kalian bisa dimarahi songsaenimdeul..” Yoora mengibas-ngibaskan tangannya, menyuruh kedua sahabatnya itu segera pergi meninggalkannya.

“Kau akan menyesal karena tidak bisa melihat uri sonsaengnim yang tampan itu..” ancam Eunmi.

“Tidak.. tidak akan.. cepat sana pergi..”

***

Acara kelulusan murid Yumkwang High School di sebuah hotel ternama di kota Seoul. Choi Hyewon dan temannya Han Eunmi duduk dikursi paling depan. Harusnya mereka bertiga. Tapi sahabat mereka yang satunya-Kim Yoora- tidak bisa hadir dalam acara itu.

Mereka bertiga sudah bersahabat sejak mereka menjadi junior di sekolah itu. Hyewon adalah satu-satunya yeoja yang pendiam, tidak terlalu ribut seperti kedua temannya. Dia juga selalu menjadi penengah ketika kedua temannya bertengkar. Bersama menjalin persahabatan selama tiga tahun berturut-turut. Tak heran mereka juga salng menyayangi satu sama lain sepeti keluarga sendiri. Setiap ada masalah, pasti mereka akan berbagi. Tapi untuk yang satu ini, Hyewon tidak bisa melakukannya. Diantara mereka, Hyewon lah yang paling sering memendam masalahnya.

“Hyewon-ah.. kenapa dari tadi aku tidak melihat Leeteuk sonsaengnim..??” tanya Eunmi yang sedari tadi mengedarkan pandangannya mencari sosok sonsaengnim yang selama ini menjadi buah bibir semua murid yeoja di sekolah itu.

Hyewon ikut menyapu seluruh ruangan dengan pandangannya. Berharap omongan sahabatnya itu salah. Tapi nihil, dia juga tidak menemukan sosok namja tampan yang selama ini juga selalu hadir dalam mimpinya.

“Apa dia tidak menghadiri acara ini..??” tanya Eunmi lagi.

Hyewon menghentikan aktivitasnya dan mengangkat kedua bahunya tanda dia tidak tau.

“Aiissshhh!! Padahal aku sudah sangat berharap hari ini menjadi indah karena melihat sonsaengnim tampan itu..” Eunmi mendengus kesal.

Tiba-tiba seorang namja datang menghampiri mereka dan menepuk pundak Eunmi.

“Hey, chagi-ya..” sapa namja itu.

“Donghae oppa..” seru Eunmi agak terkejut mendapati namjachingunya datang disaat yang mungkin agak tidak tepat.

“Bolehkah aku bergabung dengan kalian..??” tanya Donghae.

“heu.. ne oppa.. hmm.. tentu saja..” kata Eunmi mencoba memberikan senyum tulus.

Hyewon hanya tersenyum, kemudian mengalihkan pandangannya, dan mulai sibuk dengan pikirannya.

Hari-hari yang sudah ia lewati bersama sonsaengnnim yang sudah sangat lama ia kagumi, bahkan sekarang dia mulai mencintai orang yang sudah mengajarinya selama sekolah disini.

Leeteuk, Park Leeteuk adalah guru matematika disekolah Hyewon dan teman-temannya. Umurnya masih sangat muda jika dibandingkan dengan semua guru lain. Sebenarnya dia juga seorang mahasiswa di Inha University. Selain tampan, dia juga sangat pintar.

Dari sekian banyak murid yeoja yang mengagumi sosok namja tampan ini, Hyewon lah yang paling dekat dengannya. Meskipun semua orang termasuk kedua sahabatnya tidak terlalu tau seberapa dekat hubungan mereka, tapi mereka sering sekali jalan bersama. Mereka bukan sedang berkencan, mereka hanya sebatas Guru dan Murid saja. Tapi siapa yang tau tentang isi hati seseorang? Hyewon menyukai gurunya sendiri. Tapi sepertinya Leeteuk tidak menyadarinya.

***

Hyewon duduk di kursi penumpang belakang Audi putihnya. Hari ini pikirannya hampa sekali. Dia tidak melihat sonsaengnim yang ia cintai.

Tangannya terulur mengambil ponsel yang ada di sampinganya, dan mulai mencari sebuah nomor ponsel di phonbook-nya. Jempolnya menenkan tombol berwarna hijau dan mulai menempelkan benda persegi panjang itu ke telinganya.

tuutt tutt tuutt

Tidak ada jawaban sama sekali. Dia menekan tombol merah, kemudian pandangannya beralih melihat jam yang ada di layar ponselnya ‘Pukul sembilan malam’ pikirnya.

*Hyewon POV*

Apa Leeteuk oppa sudah tidur? Aiissshh.. sedang apa dia sekarang? kenapa susah sekali dihubungi.

Aku menggigit ibu jariku, pandanganku terus melihat kearah jalanan yang gelap dan sepi. Kenapa hatiku benar-benar merasa tidak enak?

“Nona, kita sudah sampai..” ucap Lee ahjussi, supir pribadiku.

“Ah, ne.. gomawo ahjussi..” sahutku lalu keluar dari dalam mobil.

***

Aku duduk di bangku taman sekolahku. Hari ini aku menyelesaikan berkas-berkas kelulusanku untuk melanjutkan pendidikanku di Inha University. Aku memilih universitas itu, karena aku ingin dekat lagi dengan Leeteuk oppa.

Aku sudah biasa memanggilnya oppa. Tapi itu berlaku di luar lingkungan sekolah. Agar tidak ada yang menganggap kami yang tidak-tidak.

Aku jadi ingat waktu aku dan Leeteuk oppa pergi ke taman hiburan hanya berdua. Disana kami sangat senang sekali.

*Flash back

“Ya!! Oppa!!” Pekik Hyewon saat Leeteuk berhasil melukis hidungnya yang mancung itu dengan es krim vanilanya.

“Hahaha..” Leeteuk hanya tertawa puas melihat ‘muridnya’ marah.

“Oppa.. Neo !!” Hyewon mencoba menangkap Leeteuk.

Leeteuk yang tersadar, langsung berlari meninggalkan Hyewon.

“Berhenti disitu oppa !!”

*Flash back end

Aku tersenyum mengingat kejadian itu. Aku bisa bersikap manja dan menyebalkan jika sudah berada didekatnya. Tapi dimana dia sekarang? kenapa aku tidak melihatnya di kantor tadi?

Hmmm~

“Choi Hyewon !!” tiba-tiba ada yang memanggilku kencang. Aku tau pemilik suara cempreng ini, Han Eunmi.

“Ada masalah besar!! Hoss.. hoss..” ucapnya tersengal-sengal karena habis berlari.

“Mwoya..?” aku menaikkan sebelah alisku ke atas.

“Ikut aku..” Eunmi menarik tanganku keras menuju koridor sekolah.

Disana banyak murid-murid lain yang sedang mengerumuni Mading sekolah kami. Aku tak mengerti. Ada apa?

“Permisi, permisi..” ucap Eunmi mencoba mencari celah untuk masuk. Tangan kananku terus di tariknya hingga kami sampai didepan Mading yang besar itu.

Mataku membulat dengan sempurna saat melihat sebuah foto yang sangat membuatku terkejut sekaligus sakit. Judul beritanya saja sudah sangat membuatku sesak. Apalagi foto-foto itu.

SEORANG SONSAENGNIM BERCIUMAN DENGAN MURIDNYA SENDIRI !!!

Seketika tubuhku menjadi tegang. Foto namja yang sangat aku kenal, tengah melakukan hal yang sangat fatal, menurutku. Dan yang membuat hatiku seakan ditancap beribu pedang adalah yeoja yang ada di foto itu… Kim Yoora??!!!

***

Aku duduk di atas atap rumahku. Tempat yang paling aku sukai untuk menyendiri dan melihat bintang-bintang yang indah. Tapi malam ini tidak ada satu pun bintang yang menampakkan dirinya. malam ini langitnya mendung. Seolah menggambarkan hatiku yang sangat kacau dan gelap. Mereka mengerti keadaanku.

Cairan bening itu keluar melewati pipiku.

Bagaimana bisa?? Kenapa semuanya terjadi begitu cepat?

Terlintas bayangan namja itu yang sedang tersenyum padaku, mengusap puncak kepalaku lembut, memarahiku karena nilai matematiku jelek, menjahiliku, mentertawakanku, semuanya berputar sangat cepat seperti sebuah film yang di putar di depan mataku. Kenapa semuanya terjadi padaku?

Ingatanku beralih pada foto tadi. Mereka.. Berciuman…

“Hyewon-ah.. Dari tadi perutku sakit sekali.. Hari ini aku ingin beristirahat saja di rumah..”

Ternyata dia berbohong…

“Nomor yang anda tuju sedang sibuk.. cobalah beberapa saat lagi..”

“Pukul sembilan malam….”

Ternyata malam itu….

Aku tersenyum getir.

***

*Leeteuk POV*

 “DAMN !!”

Aku memukul meja makanku.

Kenapa semuanya jadi seperti ini?? Kenapa foto-foto itu bisa ada?? siapa pelakunya?!! Aku bersumpah! Jika aku tau orangnya, aku akan menghabisinya!!

“Oppaa..” sebuah tangan melingkar di leherku, Yoora mengalungkan tangannya dileherku.

Aku masih tak bergeming. Nafasku masih memburu menahan kesal.

“Jangan terlalu di pikirkan.. Jika oppa dikeluarkan, kita masih bisa hidup bersama.. Aku kan sudah lulus..” ucap Yoora di telingaku.

Entah kenapa aku tidak menyukai perkataan itu meluncur dari mulutnya. Bukan! Bukan itu yang aku khwatirkan. Aku mengkhawtirkan seseorang. Kenapa aku sangat merasa bersalah?

Ya Tuhan.. dia pasti membenciku…

“Kita bisa menikah setelah ini.. lalu tinggal di apartemenmu.. dan hidup bahagia.. ya ‘kan oppa..??” ucap Yoora lagi.

Aku mengibaskan tangannya yang mengalung dileherku, dan beranjak dari dudukku.

“sebaiknya kau pulang.. Orang tuamu pasti sudah mengkhawatirkanmu..” ucapku dingin dan berlalu meninggalkannya, tak kupedulikan tatapannya yang melihatku bingung.

***

Aku duduk di atas sofa yang menghubungkan pandanganku ke arah jendela apartemenku. Aku menatap langit yang gelap. Tidak ada satupun bintang yang bersinar malam ini.

Pikiranku teralihkan pada sosok yeoja yang selalu membuat hari-hariku ceria. Hyewon.. Choi Hyewon. muridku yang satu itu memang sangat berbeda dengan murid lainnya. Apa dia sudah mengetahui tentang berita itu? Dia pasti sangat membenciku.

Ini memang salahku. Jika dulu aku tidak mengatakan hal itu pada Yoora, semua ini pasti tidak akan terjadi.

Waktu itu tepatnya satu tahun yang lalu. Aku menjadi guru privat Yoora -sebelum aku dekat dengan Hyewon- selama tiga bulan. Bulan kedua, Yoora menyatakan perasaanya padaku. Aku yang tak tau harus menjawab apa hanya bisa diam. Hingga akhirnya terlintas jawaban yang sangat konyol.

“Jika kau lulus Ujian Sekolah nanti, aku akan menerimamu menjadi yeojachinguku..”

Sebelumnya aku kurang yakin dengan ucapanku. Tapi mengingat dia sangat susah menyerap pelajaran dengan baik, jadi aku hanya bisa menganggapnya lelucon. Toh seiring berjalannya waktu, mungkin dia akan melupakan hal itu.

Tapi dugaanku salah. Dia lulus dan mengingat ucapanku. Hingga malam itu terjadi begitu saja.

Tapi siapa yang memotretku dengannya?

Geu saram !! Siapa senarnya dia?!!

***

*Hyewon POV*

Sinar matahari pagi menusuk mataku yang masih tertutup sehingga memaksaku untuk membuka mata. Tapi aktivitas membuka mataku ini sangat berat karena mataku bengkak akibat menangis sepanjang malam.

Naega jiwojulge

Heuteojin neoui nunmuli

Geuchiji aneun bicheoreom

Seumyeo deuleowa

nae gaseumeul ddeo jjilreo

Suara Ryeowook, penyanyi solo itu mengalun di ponselku. Tanganku meraih benda persegi panjang berwarna biru itu dan mulai melihat layarnya. ‘Eunmi calling’

ternyata dia. Aku segera memencet tombol berwarna hijau dan menempelkannya di telingaku.

“Yeoboseyo..” Aku menggusap mataku yang bengkak.

“Yeoboseyo, Hyewon-ah..”

“Nde.. ada apa..??” Aku duduk di atas kasurku.

“Apa kau sudah mengambil Izajah..??” tanyanya.

“Belum..” jawabku malas

“Ah~ kalau begitu, ayo kita sama-sama mengambilnya hari ini..” Ucapnya antusias.

Aku harus jawab apa? Bagaimana jika aku bertemu dengan Leeteuk oppa?

“Choi Hyewon!” seru Eunmi.

“Ah~ ne.. aku..”

“Aku tunggu kau disekolah..” ucapnya lalu memutuskan sambungan telfonnya.

“Aiishhhh!! Aku belum selesai bicara Han Eunmi!!”

***

Aku berjalan malas di koridor sekolah. Ternyata Ijazahnya belum di tandantangani Kepala Sekolah, jadi harus menunggu dua hari lagi. Hari ini aku pulang sendiri, sedangkan Eunmi pergi bersama namjachingunya.

Sejak berita itu muncl, aku tidak bertemu lagi dengan Yoora. Kemana dia sebenarnya? Kenapa aku tidak pernah melihatnya.

Berita itu sudah menyebar diseluruh sudut sekolah. Dan aku mendengar dari salah satu murid, kabarnya Leetuk oppa akan di keluarkan dari sekolah ini. Aku tidak tau harus bagaimana. Aku menundukan kepalaku, menatap lantai koridor, aku merasa kecewa, tapi aku juga merasa ingin sekali berada di dekatnya dan mencoba menguatkannya menghadapi masalah ini. Aku juga sangat merindukannya. Apa mereka sedang bersama saat ini?

‘Hmm~’

Aku menghela nafas berat dan kembali menegakkan kepalaku melihat kedepan. Dan mataku langsung bertemu sosok namja yang selama ini membuat hatiku kacau. Aku berhenti tepat saat berhadapan dengannya. Aku menatap matanya yang juga menatapku, dia tersenyum padaku hingga terlihat lesung piptnya yang sangat aku sukai. Tapi dengan cepat aku membuang wajahku untuk tidak melihat senyumnya.

“Lama tidak bertemu..” sapanya. Aku masih tak bergeming, menatap lantai koridor sekolah.

“Choi Hyewon.. Apa nilaimu bagus..??” dia mulai bertanya padaku. Kenapa dadaku semakin terasa sesak?

Dia sedikit menundukan kepalanya dan mengangkat daguku. Kini mata kami bertemu. Dia menatapku hangat, teduh, ada rasa penyesalan disana. Mata dan hidungku panas sekali. kurasa mereka sudah merah menahan tangis. Tapi aku berusaha agar tangisku tidak keluar.

Pandanganku mulai buram. Aku tau ini saatnya air mataku keluar. Dengan cepat aku mengibaskan tangannya dan berlalri meninggalkannya.

Jebol sudah pertahananku. Cairan bening itu mudah sekali keluar dari tempatnya. Aku terus belari, hingga aku sampai di belakang gedung sekolah. Aku terisak. Aku menangis sekeras mungkin. Ini benar-benar tidak adil bagiku.

Kapan??!! Kapan mereka akrab dan menjalin hubungan??!! kenapa aku tidak mengetahuinya?!!!

***

Aku berjalan menyusuri jalanan yang sepi. Angin malam menusuk semua tulang dan sendiku. Suara panggilan dari ponselku tak aku hiraukan. Pandanganku kosong. Aku baru saja merasakan sakit seperti ini. Suara tawa kami bertiga dulu yang begitu renyah terngiang dikepalaku. Aku bahkan sangat mengenal suara tawa Yoora. Hingga senyuman Leeteuk oppa kembali memenuhi pikiranku. Dan bayanganku teralihkan pada foto itu.

*Flash Back

Hyewon manangis di belakang gedungs sekolah. Tiba-tiba ada dua orang namja yang tak sengaja lewat. Hyewon yang menyadari itu, langsung diam agar suara tangisnya tidak terdengar.

“Haha.. kau tau?Yoora sampai menghubungiku untuk mengajarinya cara berciuman yang baik..” Ucap salah satu namja pada temannya.

“Huh?? jinjja..??” tanya namja yang satunya lagi.

“Ne.. dia melakukan itu untuk Leeteuk sonsaengnim..”

Hyewon terkejut, dan menutup mulutnya agar suara tangisnya tidak terdengar begitu keras.

*Flash Back end

Aku benar-benar sakit. Sakit sekali. Bagaimana bisa Yoora melakukan itu? ya Tuhan… Aku tersenyum getir. ini benar-benar membuatku kecewa. Bodohnya aku sudah mempunyai perasaan pada seorang guru.

Aku masih berjalan dengan langkah gontai. Kakiku melangkah ke jalan raya yang sepi.

Tepat di tengah jalan,  aku melihat cahaya yang sangat terang dari sampingku. Aku terdiam, langkahku terhenti.

TIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNNNNNNN !!!

Suara klakson mobil itu sangat memekakan telinga. Tapi aku tak bergeming dari tempatku. Hingga sesuatu menyentuh kakiku dan badanku serasa terlempar. Aku tersungkur dan terjatuh ke aspal. Aku masih bisa melihat cahaya lampu mobil itu.

Suara tawa Leeteuk oppa yang begitu khas sangat terdengar jelas di telingaku. Aku melihat senyumannya, lesung piptnya membuatnya terlihat sangat manis. Setetes cairan hangat mengalir dari pelupuk mataku.

“Agashi !”

***

*Leeteuk POV*

“Oppa..” Yoora merangkul tanganku dari samping. Sejak tadi sore dia masih berada di apartemenku. Orang tuanya memang belum mengetahui tentang hal ini, karena mereka sedang berada di luar negeri.

Sedangkan aku? Aku sudah resmi di keluarkan dari sekolah. Tapi aku tidak terlalu mempermasalahkan itu. Aku menatap langit malam yang dari kemarin belum menampakkan keindahannya. Tidak ada bintang yang bersinar disana. Pikiranku melayang mengingat yeoja itu. Sejak kejadian tadi siang, aku semakin yakin bahwa dia sangat membenciku.

Yoora belum mengetahui kalau aku juga dekat dengan sahabatnya yang satu itu. Tapi meskipun dia tau, itu tidak akan berpengaruh untuknya. Kecuali jika dia mengetahui kalau aku….. mencintainya.

“Oppa.. satu minggu yang akan datang, orang tuaku akan pulang..” Yoora menyenderkan kepalanya di lenganku.

“Apa oppa sudah mempersiapkan diri untuk melamarku..??” ucapnya lagi membuatku sedikit tersentak.

Dari awal bertemu dengannya, aku tak pernah sedikitpun mempunyai perasaan padanya. kenapa dia tak pernah menyadari itu semua? Dia selalu datang ke apartemenku setiap pagi. Dia bahkan tak memperdulikan pendidikannya lagi juga berita-berita yang sudah beredar di sekolah. Aku sudah melarangnya untuk tidak menemuiku di apartemenku lagi. Tapi dia tetap datang. Dia benar-benar yeoja yang keras kepala.

“Tidak akan ada acara lamaran..” sahutku dingin. Dia terdiam sesaat. kemudian melepas rangkulannya dan menatapku.

“Mwo..?! kau bercanda oppa..?? Hahaha..” dia tertawa begitu keras. Aku masih menatap lurus kedepan.

“Jangan bercanda..” Yoora memukul lenganku.

“Tidak..” Aku menggelengkan kepalaku. Dia menghentikan kekehannya. Aku berbalik, menatapnya dan memegang kedua pundaknya.

“Mianhae.. dari awal.. aku memang tidak bisa bersamamu..” aku mencoba melembutkan kata-kataku, agar Yoora tidak terlalu merasa sakit hati. Dia menatapku serius, tapi,

“Hahahaha..” Yoora tertawa lagi didepanku.

“Itu sangat lucu oppa.. aktingmu benar-benar bagus sekali..” Dia mengusap ujung matanya yang keluar cairan bening. Aku tau dia menangis.

“Aku mohon.. mengertilah..” ucapku masih menatapnya lurus. Kulihat dia menghentikan tawanya dan menatap mataku. Sekarang ada kerlingan dimatanya.

“Mianhae… aku benar-benar minta maaf.. aku.. aku mencintai yeoja lain..” kataku. Ada perasaan lega saat berhasil mengatakan itu.

“Benarkah..?” Tanyanya mwncoba tersenyum. Aku mengangguk. Tak lama aku menariknya kedalam dekapanku

Tubuhnya bergetar dalam pelukanku. Dia menangis begitu keras. Tangannya mulai memukul-mukul dadaku.

“Mianhae…”

***

Aku berdiri didepan gerbang sekolah. Menunggu yeoja yang sangat aku rindukan. Kudengar hari ini adalah pembagian Ijazah. Pasti Hyewon datang. Aku tidak mungkin menunggunya di dalam. Aku sudah bukan bagian dari sekolah ini lagi. Beruntung. Aku tidak di keluarkan dari kampus. Karena berita ini belum menyebar ke daerah kampusku. Masa bodo. Siapa yang akan memperdulikannya.

Jam pulang sekolah telah berbunyi. Semua murid kelas satu dan dua berhamburan keluar. Tak banyak dari mereka yang masih menghormatiku. Tapi sebagian besar mereka memandangku sinis dan penuh kebencian. Aku bisa memaklumi itu.

Sudah satu jam setelah jam pulang sekolah berbunyi. Tapi aku tak kuncung menemukan sosok yeoja itu. Apa dia sudah mengambil Ijazahnya? Itu berarti aku terlambat.

Tiba-tiba aku melihat Eunmi, sahabat Hyewon dan Yoora berjalan kearahku, tepatnya akan keluar dari lingkungan sekolah. Aku tersenyum menyambutnya. Tapi dia sama sekali tidak mengindahakan senyumanku. Dia melewatiku. Tapi sebelum dia melangkah lebih jauh, aku menarik tangannya.

“Han Eunmi..”

“Ya! Lepaskan!!” dia berontak. Tapi aku terus menahan tangannya.

“Aku hanya ingin bertanya..” Aku melepaskan peganganku. Dia sedikit risih dan merapikan pakaiannya.

“Apa..?” tanyanya dingin.

“Kau tau dimana Hyewon..?”

“Untuk apa kau menanyakannya..?” sahutnya ketus.

“Aku ingin bertemu dengannya..” jawabku.

“Ada urusan apa..?! Kau belum puas menyakiti hatinya..?!!” katanya sedikit menaikkan nada bicaranya. Aku menautkan alisku tak mengerti.

“Hyewon sudah menceritakannya padaku..” ucapnya lagi membuatku semakin tidak mengerti.

“Dia menceritakan apa..??”

“hah!! ternyata benar.. kau memang tak pernah mengerti perasaannya..”

“Apa yang tidak aku ketahui darinya..?? huh?!! tolong jangan membuatku bingung..!!” aku sedikit menaikkan nada bicaraku.

“Kau tau…?? Apa kau tau Tuan Park yang terhormat..??!!” ucapnya dengan penuh penekanan disetiap kata. Aku masih menatapnya, menunggu kata-kata selanjutnya.

“Hyewon, Choi Hyewon…. dia mencintaimu..” Tubuhku terasa sangat tegang. Apa yang baru saja dia katakan??

***

Aku berlari di lorong rumah sakit.

“Dua hari yang lalu, Hyewon mengalami kecelakaan… Tulang kakinya patah..” —Eunmi) 

Aku membuka pintu kamar Hyewon di rawat. Tapi disana tidak ada siapa-siapa. Aku berbalik dan berlari mencari sosok yeoja itu. Malaikat kecilku, Kau dimana?

Langkahku terhenti saat melihat sosok yang aku rindukan tengah duduk di kursi roda. Buku berukuran tebal berada di pangkuannya.Ujung bibirku tertarik membuat senyuman. Aku segera berjalan menghampirinya.

“Annyeong nona Choi..” sapaku. Dia menghentikan aktivitasnya dan menoleh kearahku. Aku tersenyum melihatnya.

Dia menatapku sejenak, kemudian menarik kursi rodanya hendak pergi meninggalkanku. Segera kutahan kursi roda itu.

“Ya!! Lepaskan!” protesnya.

“Tidak.. sebelum kau mendengarkan penjelasanku…” kataku sedikit memaksa.

Dia mulai mengalah dan melipat tangannya di depan dadanya.

“Apa..? Aku rasa kita tidak mempunyai masalah..” sahutnya ketus. Aku berjalan kehadapannya, lalu berlutut, mensejajarkan pandangan kami. Dia membuang wajahnya.

“Berita itu tidak seperti yang kau pikirkan…” jelasku.

“Siapa yang peduli…” sahutnya masih ketus.

“kenapa kau jadi pemarah seperti ini..??” ucapku. Dia diam tak menjawabnya. Aku menggenggam tanganya. Tapi tak lama dia melepasnya.

“Hyewon-ah.. bolehkah aku jujur padamu..?” kataku. dia masih tak bergeming.

“Kami tidak mempunyai hubungan apa-apa.. berita yang beredar di sekolah sama sekali tidak benar..” lanjutku.

“Lalu..?” tanyanya masih ketus.

“Percayalah padaku…”

“heuh~ sudahlah.. sebaiknya sonsaengnim pulang.. aku mau istirahat..” katanya, kemudian menarik kursi rodanya, meninggalkanku. Aku berdiri menatap kepergiannya.

“Saranghaeyo~ !!” teriakku. Dia menghentikan dorongan kursi rodanya. Aku menghampirinya dan memeluknya dari belakang.

“Aku mohon percaya padaku.. aku benar-benar tidak mencintainya..” kataku lagi. Dia menangis dan tetap diam.

Aku melepas pelukanku. dan berjalan ke depannya lagi, kali ini aku hanya membungkuk di depannya. Dia menatapku dengan matanya yang basah. Kuhapus air matanya dengan ibu jariku.

“Saranghaeyo… Aku mencintaimu, Hyewon-ah…” tembakku. Dia kembali menangis.

“Jeongmal..??” tanyanya dalam dalam tangisan.

“Aku bersungguh-sungguh… Aku mohon.. percayalah..” yakinku. Hyewon menarik tanganku dan memelukku.

“Nado..” jawabnya sambil terisak.

“Aku mohon.. jangan tinggalkan aku lagi, seonsaengnim..” katanya lagi masih menangis. Aku melepas pelukannya dan menatap mata sendunya.

“Yaksok!! tapi jangan panggil aku seonsaengnim.. aku bukan guru mu lagi..” kataku sedikit bercanda, membuatnya tertawa kecil.

“Mulai saat ini, kau bisa memanggilku oppa dengan leluasa..” kataku lagi.

“Ne oppa..” sahutnya seraya memberikan senyuman yang aku rindukan.

“Dan mulai detik ini sampai selama-lamanya, aku akan terus berada disampingmu..” kataku, lalu menariknya lagi kedalam pelukan. Tanganku mengusap rambutnya lembut. Kukecup pncak kepalanya.

I love you my little angel….

The End…

RCL yang lengkap ya.. My tumb always for you.. Kamsahamnida~ ^^

One thought on “[Oneshoot] Seonsaengnim, Don’t Leave Me!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s