Coz I Love You part 1

Coz I Love You part 1

Coz I Love You part 1

Author              : Karlina Cazza

Main Cast         : Kim Jong Woon, Kim Rayha (Moon Geun Young), Cho Kyuhyun, Jesicca (Lee Min Jung)

Support Cast   : Other members Super Junior

Genre                : gak jelas ni genre apa  ? >___

Disclaimer        :  Don’t copas and don’t bash it please ^_~

Annyeonghaseyo yeorobun *bungkuk badan* salam kenal nae KARLINA imnida. Ini karya pertamaku loh yang kupersembahkan untuk hyungku tercinta. Annyeong hyung *lambaikan tangan* hehehe (nglirik yesung). Maaf kalau ff ini jelek ato apa, maklumlah baru pertama buat, buatnya aja dadakan coz baru dapat inspirasi langsung dah ketik-ketik gak jelas.Pengennya sih buat ff dr dulu2 tapi gak sempet. :p Wkwkkwk (dasar aslinya males)

FF ini sebenarnya pngen q buat one shoot aja tapi berhubung kepanjangan jadi gak bs d publish semuanya.Mianhe kalo ntar pada ngga suka ceritanya yang geje. Jangan sebel ya bacanya. Just my imagine and this is not real. Nah daripada baca kata-kata ngga penting dariku ini mending langsung aja yah. Cekidot……………….

KBS Building at 19.00 KST

Author POV

“Ya! Sedang apa kau ?! ppaliwa syuting akan segera dimulai!”

“Ne hyung.” Lelaki itupun segera berjalan menuju tempat dimana dia akan memulai syuting film terbarunya itu.

“Ppali, kita sudah dikejar waktu. Bersiap-siaplah.”

“Ready hana, dul, set ACTION!!”

*****

Dorm SuJu lantai 12 at 7.00 KST

Yesung POV

“Hoahm… kenapa sepi sekali sih dorm ini? memangnya jam berapa sekarang?” Aku mengalihkan pandanganku pada jam dinding yang berada di ujung kamarku. Baru jam 7.30, kenapa sudah sepi? Dimana member lain? Pikirku. Di saat aku sedang asyik bergelut dengan pikiranku tiba-tiba pintu kamarku dibuka dengan kasar dan membuatku sedikit melonjak kaget.

Brraaakkk!!!

“Ya! hyung, mau tidur sampai kapan? Kau tidak lihat ini jam berapa?”

“Wae? Ini kan baru jam setengah 8. Kenapa kau sudah berisik seperti itu hah?! Bisakah kau mengetuk pintunya terlebih dahulu? Tidak sopan sekali kau ini!!” Hhhh… dia itu menyebalkan sekali sih, tidak bisakah dia lebih sopan sedikit pada hyungnya?

“Walaupun aku tidak sopan tapi kau tetap sayang pada ku kan hyung KEKEKEK~” kulihat dia mengerling nakal. Menyebalkan. Aku mendengus kesal.

“Ya! Kata siapa? Aish, kenapa sifat percaya dirimu itu bertambah parah seperti itu hah?!” Aku tidak habis pikir, apa sebenarnya sih yang ada dalam kepala bocah itu? Walau kadangkala perkataannya memang benar sih, dengan sifatnya yang seperti itu kami jadi semakin menyayanginya.

“Sudahlah hyung, kau sudah ditunggu oleh member lain untuk sarapan dibawah. Atau jangan-jangan, kau sudah lupa dengan acara liburan kita?”

“Aniyo, mana mungkin aku melupakannya. Ya sudah kau turunlah dulu, aku mau ganti baju.”

Dia mengangkat pundaknya.

“Ne hyung.”

Setelah Kyuhyun keluar dari kamarku aku pun segera berganti baju dan menyikat gigiku serta mencuci mukaku agar terlihat sedikit lebih segar. Setelah itu aku langsung turun untuk serapan bersama memberdeul yang lain.

“O, hyung, kau sudah bangun? aku sudah menyiapkan makanan kesukaanmu, hyung.” Ryeowook menyambutku ramah. Dengan celemek ‘umma’-nya, aku semakin yakin dengan hasil masakannya yang menggugah selera.

“Oh ne, gomawo wookie~a kau baik sekali” senang sekali aku langsung disambut oleh dongsaeng kesayanganku begitu aku memasuki ruang makan. Aku mengambil tempat disebelah Eeteuk hyung yang memang satu-satunya kursi kosong diruangan ini.

“Hyung, berapa hari kita akan berlibur?”

“Hmm, sekitar 3 hari 2 malam, wae?”

“Ani, hanya penasaran saja.” Aku mengangguk mengerti mendengar jawaban Eeteuk hyung.

”Sudahlah hyung, nikmati saja waktu liburan ini. Kan jarang-jarang kita dapat berlibur ditengah jadwal kita yang padat ini.” Sambar Eunhyuk.

“Ne, kau benar.”

*****

Pukul 9.00 KST at Basement

“Apa semua sudah siap? Tidak ada yang tertinggalkan?” Tanya manager hyung.

“Ne hyung!!!”

“Kajja!!!” Kamipun melangkah masuk mobil dengan semangat.

*****

Jeju Island

Yesung POV

“Ah, akhirnya sampai juga, lelah sekali.” Ucapku sambil merentangkan ke-2 tanganku. Tiba-tiba ada yang menepuk punggungku.

“Yesung~a.” Akupun membalikkan badanku dengan segera, ternyata itu manager hyung.

“Wae hyung?” Tanyaku.

“Igo..” Ucapnya sambil mengangkat sebuah kotak kemudian menghela nafas.

“Sudah kubilangkan, tidak boleh ada penumpang gelap di perjalanan kita kali ini. Kenapa kau masih juga membawanya? Aigoo Yesung~a…”

“Eiyyaa, ketahuan ya, mianhe Hyung jeongmal mianhe, aku tidak bisa membiarkannya jauh dariku dalam waktu selama itu. Lagipula tidak mungkin kan kita mengirimnya pulang, jadi biarkan dia tinggal di sini… Jebal hyung, ya, ya?” Bujukku sambil memasang puppy eyesku.

“Ara.. ara.. Haah, kau itu memang tak terkalahkan.”

“Yeeeiyy!! Gomawo hyung, aku sayang kau! Kau memang manager terbaik yang pernah ada.” Ujarku sambil memeluknya dan berniat untuk menciumnya.

“Ya! Ya! Ya! Apa-apaan kau ini! Lepaskan aku!” Bentaknya sambil meronta-ronta berusaha lepas dari pelukanku.

“Hehehe, mianhe hyung, aku terlalu bahagia.”

“Haah, kau ini ada-ada saja, sudah ambil ini dan ayo cepat naik kita akan segera berangkat ke resort.”

“Arasseo, gomawo hyung.” Ujarku sambil tersenyum penuh kemenangan.

*****

Sesampainya di kamar resort yang sudah kami pesan sebelumnya aku langsung merebahkan tubuhku di atas kasur. Haah, aku lelah sekali, badanku rasanya remuk setelah ditimpa dengan jadwal kami yang memang akhir-akhir ini bertambah padat. Baru saja aku memejamkan mataku aku langsung teringat pada kura-kura kesayanganku itu. Aigoo, mereka pasti bosan terus-terusan berada didalam kandang. Aku langsung menyambar kandang hewan kesayanganku itu dan langsung saja melepaskan mereka di atas kasurku. Membiarkan mereka bermain dengan selimutku. Haah, melihat mereka seperti ini membuat kantukku hilang seketika. Menyenangkan sekali melihat mereka seperti itu. Lalu aku beranjak menuju jendela kamarku dan membukanya, membiarkan angin yang sejuk membelai rambutku dengan lembut. Dari kamarku ini aku bisa melihat-lihat pemandangan yang menghampar dengan indahnya.

“Aww!!”

Tiba-tiba aku mendengar jeritan seorang yeoja. Aku langsung celingukkan berusaha mencari darimana arah suara itu berasal. Ternyata ada seorang gadis yang tengah terduduk di tepi pantai sambil memegangi kakinya, sepertinya kakinya terluka. Aku langsung bergegas turun untuk membantu gadis itu.

“Gwenchana Agassi? Kakimu terluka.”

Gadis itu langsung menoleh begitu mendengar suaraku. Sesaat aku terpana melihatnya, tatapannya begitu teduh dan lembut.

“Yeppeo.” Ucapku tanpa sadar.

“Ne?”

“Ah ani, gwenchana Agassi? Apa kau terluka?”

Aish, ada apa denganmu Yesung~a, kenapa kau bisa sampai berkata seperti itu! Babo~ya!! Makiku dalam hati

“Ah ye, gwenchana hanya sedikit terkilir saja.”

Gadis itu kini berusaha berdiri tapi tiba-tiba dia terjatuh. Dan reflek  tanganku sudah bergerak memegangi pinggangnya agar dia tidak terjatuh.

“Sepertinya lukamu itu cukup parah Agassi.” Aku lalu membalikkan tubuhku kepadanya dan membungkukkan tubuhku agar ia tidak kesulitan untuk menaikinya.

“Naiklah Agassi, aku akan mengantarmu pulang.”

“Tapi…”

“Naiklah, kau tidak akan bisa berjalan pulang dengan kaki seperti itu.”

“Tapi aku akan merepotkanmu.”

“Aniyo, gwenchana, aku tidak keberatan kok, sudah naik saja.” Ujarku sambil terkekeh geli melihat sikapnya itu.

“Ne, baiklah.”

Akhirnya diapun naik kepunggungku. Aku langsung merasa hangat saat tubuhnya menempel ditubuhku. Auranya terasa sangat menyenangkan. Aku merasa nyaman saat tubuhnya bersentuhan dengan tubuhku.

“Tuan, apa aku tidak berat. Sudahlah tuan turunkan saja aku. Aku tidak apa-apa kok.”

“Kau ini tidak apa-apa apanya, kau kan sedang terluka mana mungkin aku meninggalkanmu begitu saja. Lagipula kau sama sekali tidak berat kok. Dimana kau menginap? Sepertinya kau bukan orang sini ya?”

“Oh, aku menginap di sana tuan, di resort putih samping resort berwarna biru itu. Oh ya tuan, ngomong-ngomong kenapa kau bisa tahu bahwa aku bukan orang sini?”

“Hanya menebak saja. Oh ya, kebetulan sekali resort biru itu adalah tempatku menginap.”

“Nah, sudah sampai, apakah pintunya dikunci?”

“Eh? Oh, igo.”

Dia memberikan kunci resortnya padaku, akupun membuka pintu resortnya dan membawanya masuk lalu akupun mendudukkannya di sofa yang ada lalu pergi mencari kotak obat.

“Gwenchana tuan, kau bisa pergi sekarang. Aku bisa mengobati lukaku sendiri kau pulang saja tuan.”

“Aniyo, aku akan mengobati lukamu dulu baru pergi.”

Aku mulai memasangkan perban ke kaki gadis ini. Walaupun aku baru saja mengenalnya tapi entah kenapa aku merasanyaman saat bersentuhan dengannya dan rasanya aku tidak ingin berada jauh darinya.

*****

Kim Rayha POV

“Tampan..” Ucapku tanpa sadar saat dia pergi mengambil kotak obat untuk mengobati kakiku. “Aish! Rayha~a apa yang kau bicarakan? Kenapa aku jadi ngelantur seperti ini! Baboya!” Makiku pada diriku sendiri.

“Ada apa? Apa kakimu sudah lebih baikkan?” Tiba-tiba saja dia sudah berada tepat didepanku sambil membawa kotak obat.

“Eh, ne kakiku sudah lebih baik. Kamsahamnida karna kau sudah bersedia mengantarku sampai sini dan mau mengobati kakiku.”

“Aniyo, itu sudah kewajibanku untuk menolong orang yang sedang kesusahan.” Jawabnya sambil memasangkan perban kekakiku.

Omo! Sekarang jaraknya denganku dekat sekali! Aku bahkan bisa mencium wangi parfumnya dari jarak sedekat ini. Tapi sepertinya aku pernah melihat orang ini tapi dimana ya? Apa aku salah lihat? Lebih baik aku tanyakan saja.

“Ngomong-ngomong tuan, kita belum berkenalan. Kim Rayha imnida. Bangapseumnida.”

Ujarku sambil membungkukkan badanku dengan sopan setelah dia selesai membalut kakiku. Dia memandangku sejenak kemudian tersenyum.

“Kim JongWoon imnida tapi kau boleh memanggilku Yesung.” Dia balas membungkuk dengan sopan.

Tunggu dulu, sepertinnya aku kenal nama itu. Tapi siapa ya? Yesung.. Yesung.. bachta! Dia kan salah satu personil dari boyband terkenal itu. kenapa aku bisa sampai tidak mengenalinya. Baboya!

“Kau member Super Junior kan? Boyband terkenal itu?” tanyaku. Dia hanya mengangguk sambil tersenyum manis. Aigoo eottokhae…!? jika fansnya melihatnya menggendongku tadi, aku bisa mati dibasmi oleh fansnya. Seketika itu juga wajahku langsung berubah menjadi pucat pasi.

“Kau tidak apa-apa Rayha-ssi? Wajahmu pucat.” Tanyanya sambil menyentuh dahiku dengan tangannya.

“A..ani aku baik-baik saja.” Kenapa aku jadi gagap begini?

“Oh ya Rayha-ssi kau tinggal bersama siapa disini?” Tanyanya tiba-tiba.

“Aku tinggal bersama sahabatku disini. Kebetulan aku dan sahabatku sedang ada urusan disini.”

“Kalian hanya berdua?”

“Ne.”

“Bukankah kalian berdua adalah seorang yeoja? Apa kalian tidak takut jika terjadi apa-apa?” Tanyanya lagi.

“Aniya, kami sudah biasa bepergian berdua seperti ini. Orangtuaku kami, mereka sangat sibuk. Aku dan dia bertemu saat kami SMP dan kami memutuskan untuk kuliah ditempat yang sama dan tinggal berdua di Korea lalu menyewa sebuah apartemen.”

“Memangnya dimana orangtua kalian?”

“Orangtuaku berada di Jepang sedangkan orangtuanya berada di Amerika. Sebenarnya orangtuaku sudah memintaku untuk tinggal bersama mereka di Jepang, tapi aku menolaknya dan memutuskan untuk tinggal bersamanya di Korea.” Aku menceritakan sedikit tentang kehidupanku dan Jessica kepadanya.

*****

Yesung POV

“Ah sudah jam segini, lebih baik aku kembali sekarang. Kau tidak apa-apakan kalau kutinggal sendiri?”

“Ne, kamsahamnida sudah menolongku mengobati kakiku Yesung-ssi.” Senyum manis dari wajahnya ditambah lesung pipitnya yang indah melihatnya muka Yesung langsung memera.

“A..a. Ne cheonmaneyo, kalau begitu aku pulang dulu. Annyeong haseyo.”

“Ne, Mianhe, aku tidak bisa mengantarmu Yesung-ssi. Annyeonghi ghaseyo.”  Rayha melambaikan tangannya.

Akupun keluar dari resort itu. Aku memandang sejenak resort itu. bangunan itu tidak sebesar resort milikku tapi terlihat nyaman untuk ditempati. Setelah puas memandangi resort berwarna putih tulang itu akupun melangkah pergi menuju resort tempatku dan member lain menginap setelah itu aku langsung masuk kekamarku dan mengambil kura-kura kesayanganku.

“Ddangkoma!!! Hari ini aku senang sekali! Aku bertemu dengan seorang yeoja yang sangat cantik. Aku bahkan merasa nyaman saat berada didekatnya dan tidak rasanya aku tidak ingin berpisah dengannya. Aigoo ada apa denganku? Apa aku sudah gila?”

“Itu artinya kau sedang jatuh cinta hyung.”

Akupun langsung membalikkan badanku saat mendengar suara yang paling tidak ingin aku dengar sekarang ini.

“Yakk! Neo! Tidak bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu? Sopanlah sedikit. Aku ini hyungmu!”

“Ara, ara.”

Diapun langsung merebahkan dirinya begitu saja disampingku.

“Mau apa kau kemari.”

“Hanya sedang bosan saja. Sepertinya kau habis melakukan sesuatu yang menarik. Kau tidak mau menceritakannya pada dongsaeng kesayanganmu hah?”

“Dongsaeng kesayangan? Yang benar saja? Kau ini ada-ada saja.”

“Ayolah hyung, aku tau jauh didalam lubuk hatimu kau menyimpan rasa sayang yang besar kepadaku kan?” Ujarnya sambil menaikkan sebelah alisnya.

“Cih, percaya diri sekali kau ini. Arasseo, aku akan menceritakan semuanya padamu.”

“Apa kau tahu resort disebelah?”

“Ne aku tahu, memangnya kenapa?”

“Tadi aku tidak sengaja bertemu dengan yeoja yang tinggal disana. Kakinya sedang terluka jadi aku menggendongnya pulang.”

“Lalu? Jangan bilang kau Jatuh cinta padanya pada pandangan pertama. Itu menjijikkan hyung. hahahaha”  tawanya geli

“Tapi sayangnya apa yang kau katakan itu benar kyuhyun~a. dia itu cantik sekali, suaranya merdu, kulitnya bagai sutra dan saat bersentuhan dengannya rasanya aku tidak ingin berpisah dengannya. Rasanya aku ingin terus berada disampingnya, menjaganya, menjadi temannya untuk bercerita, menjadi seseorang yang dapat menghiburnya disaat dia sedih, mengajaknya bermain saat dia bosan, dan bisa menjadi sandaran saat dia lelah. Rasanya seolah ada sesuatu yang bergejolak didalam hatiku untuk terus melihatnya (yaelaah thor lebay banget sih kata2nya ^^)”.

“Haah, kau benar-benar sudah jatuh cinta pada pandangan pertama hyung. Tapi tunggu dulu, tadi kau bilang resort disebelah? Resort yang berwarna putih ada liris hitam itu?” (zebra kali thor….)

“Wae? Memangnya kenapa kalau itu resort yang kumaksud?”

“Hyung, itukan resort dimana yeojachinguku menginap.”

“MWO?! Kau sudah punya yeojachingu?!” Kyuhyun tidak menjawab pertanyaanku. Dia langsung menutup mulutnya dengan tangannya dan bangun dari posisinya semula berniat untuk kabur tapi aku berhasil menahannya untuk tetap duduk disampingku. Dia terlihat gugup mukanya langsung berubah pucat. Sepertinya dia baru saja membuka rahasia terbesarnya. Eiyya Kyuhyun yang selama ini dikenal tidak dekat dengan yeoja manapun kecuali Victoria ternyata sudah punya yeojachingu dan astaga apa kau bisa membayangkan bagaimana wajahnya sekarang? Benar-benar tidak terbayangkan! (emang gak bs dibayangkan wkwkwkwk)

“Kyuhyun~a, jelaskan semuanya padaku sekarang!!”

“Umm, jelaskan tentang apa hyung? Aku tidak mengerti maksudmu?”

“Jelaskan apa maksudmu saat kau bilang kau sudah punya yeojachingu!”

“ MWO? Memang tadi aku bilang kaalau aku punya yeojachingu ya? Mianhe hyung, sepertinya kau salah dengar.”

“Kau mau berkata yang sebenarnya atau mau aku cium hah?!” Ujarku akhirnya. Ah! Dia benar-benar bisa membuatku kesal! Dasar menyebalkan! Akupun mulai memonyongkan bibirku berniat untuk menciumnya.

“Ya hyung! Kau bercanda hah! Ara, ara akan kuceritakan padamu tapi jauhkan bibirmu dariku sekarang juga!

“Hahaha, begitu dong! Akhirnya aku bisa juga mengerjaimu.” Akupun tertawa puas melihat wajah pucatnya itu. aku puas sekali bisa mengerjainya seperti itu.

“Aish dasar kau hyung! Q hampir muntah kalo bibir kita benar2 jadi bersentuhan” sambil mengusap usap bibirnya

“Ya mau apa kau jangan lari cepat ceritakan padaku sekarang juga!”

“Tapi kau janji tidak akan menceritakan ini pada yang member lain. Biarkan aku sendiri yang menceritakan ini pada yang lain jika waktunya sudah tepat. Yaksokhae?”

“Ne, yaksok.”

“Baiklah, sebenarnya aku sudah jadian dengannya 2 bulan yang lalu.”

“MWO? 3 BULAN DAN BELUM ADA YANG TAHU?!  Kau benar-benar pintar kyu meny…mhhmhh”

“Kalau kau tidak bisa diam aku tidak akan mencerikannya padamu.”

Sial! Berani-beraninya dia menyumpalku dengan kaus kaki. Seandainya aku sedang tidak ingin mendengar ceritanya pasti sudah kubalas dia saat ini!

“Ne, mianhe Kyuhyun~a, silahkan lanjutkan ceritanya.”

“Aku tidak sengaja bertemu dengannya di super market sekitar 6 bulan yang lalu saat kami tidak sengaja saling bertabrakan dan aku menjatuhkan semua belanjaannya. Waktu itu aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas karna kami sama-sama sedang dalam posisi menunduk jadi aku hanya bisa mendengar suaramya yang bisa dibilang yah~ sedikit serak tapi juga indah waktu itu ia menggunakan hoodie berwarna putih dan mengikat rambutnya menjadi ekor kuda. Tapi saat kami berdua bangkit aku bisa melihat wajahnya yang manis itu. Seminggu kemudian aku bertemu dengannya lagi di kedai jajangmyun, dan sepertinya dia masih ingat bahwa akulah yang menabraknya saat dia berbelanja di super market lalu kami mengobrol bersama dan kami langsung akrab. Dia sangat ramah dan juga menyenangkan untuk menjadi teman mengobrol. Lalu kami makan siang bersama dan setelah itu dia pulang, aku hendak menawarkan tumpangan untuknya tapi dia menolak dengan alasan tidak ingin merepotkanku. Dan sejak saat itu kami jadi sering bertemu tanpa disengaja dan 2 bulan lalu aku memintanya menjadi pacarku dan dia menerimaku. Dan yeoja bernama Kim Rayha itu adalah sahabat baiknya sekaligus kakak baginya, mereka sudah lama berteman dan hidup bersama karena orangtua mereka yang sama-sama sibuk.” Kyuhyunpun mengakhiri ceritanya. (readers jangan tidur donk kyu bukan nge dongeng hehehehe)

“Ngomong-ngomong siapa nama yeojachingumu itu Kyu?”

“Namanya Jessica.”

“Mmmm, Kyu maukah kau mengenalkanku pada sahabat yeojamu itu?”

“Mwoya?!”

“Ya Kyu, jebal.” Mohonku sambil menunjukkan puppy eyesku kepadanya.

“Ne, arasseo aku akan mengenalkannya padamu nanti asal kau berjanji tidak akan memberitahu apapun pada member lain!”

“Memang kenapa? Bukankah mereka juga banyak yang punya yeojachingu sepertimu?”

“Aku hanya tidak mau jadi bahan ejekan mereka.”

“Phajo! Ini akan menjadi rahasia kita berdua.”

******

Kim Rayha POV

Eottokhae? Jika Jessica melihat keadaanku sekarang ini dia pasti tidak akan berhenti mengomel untuk menyuruhku lebih hati-hati. Kreekk, tiba-tiba aku mendengar suara pintu resortku yang terbuka dan….

“Kyaaaa!!! Eonni~ya! Ada apa dengan kakimu? Apa kau baik-baik saja? Kenapa bisa terluka seperti ini?” Benarkan dugaanku -___-

“Aniya, gwenchana  hanya luka kecil kok.” Jelasku supaya dia tidak terlalu khawatir dengan keadaanku sekarang ini.

“Jinjja? Lalu siapa yang memerban kakimu eonni? Apa kau pergi ke dokter? Tapi apa kau bisa berjalan sekarang ini? Haahh ini pasti gara-gara kau kabur saat terapi tadi siang.”

“Gwenchana Jessi~chan aku baik-baik saja jangan terlalu khawatir dengan keadaanku. Ngomong-ngomong kau baru membeli makanankan? Ayo makan aku lapar sekali.” Kilahku mencoba mengalihkan pembicaraan dan sepertinya berhasil karna sekarang dia mulai menyiapkan makan siang kami atau mungkin bisa kusebut sebagai makan sore kami. Karna sekarang jam sudah menunjukkan pukul 3 sore.

Kami makan dalam diam dan aku benci sekali dengan suansana seperti ini, jadi sepertinya aku yang harus memulai pembicaraan.

“Jessi~a, apa kau sudah bertemu Kyuhyun tadi?”

“Aniya, lagipula untuk apa aku menemuinya sekarang jika nanti malam saja aku akan bersenang-senang dengannya.”

“Mwo?!! Bersenang-senang dengannya? Apa maksudmu Jessi~a?!”

“Eonni, pikiranmu itu kotor sekali. Maksudku kami akan jalan-jalan bersama.”

“Ooo, jadi itu maksudmu.” (aish yeoja yang satu nih agak yadong ya pikirannya hehehe)

“Memangnya kenapa kau tiba-tiba bertanya tentangnya?”

“Tadi aku bertemu dengan salah satu member super junior dan dengan bodohnya aku tidak menyadarinya sama sekali padahal dia tidak memakai penyamaran apapun selain topi pantainya itu.”

“Memangnya eonni bertemu dengan siapa?”

“Dengan Yesung oppa.”

“Oh, Yesung oppa.”

Kamipun langsung bergegas menyelesaikan makan sore kami lalu setelah itu dia langsung membereskan meja bekas makan kami dan mencuci piringnya. Sebenarnya aku sedikit salut dengan sahabatku ini. Dia itu anak orang kaya tapi dia bisa mengerjakan seluruh pekerjaan rumah dan sangat mandiri. Dia memanggilku eonni karna memang umur kami yang terpaut 2 tahun. Saat ini umurku sudah 23 tahun sedangkan dia baru berumur 21 tahun. Setelah dia selesai dengan pekerjaannya dia langsung menghampiriku dan ikut duduk di sofa bersamaku sambil mengambil beberapa buah komik kesayangannya dan membacanya dengan serius sedangkan aku hanya sibuk mengganti-ganti chanel televisi berharap ada sesuatu yang menarik untuk dilihat. Sebenarnya resort yang kami tempati ini pun adalah resort milik orangtuanya yang memang sengaja dibuat untuknya jika ia ingin berlibur atau sedang bosan dengan pekerjaan kampusnya. Saat aku sedang sibuk mencari sesuatu yang menarik untuk memanjakan mataku tiba-tiba mengalun lagu Super Junior “Shake It Up” yang ternyata berasal dari telepon genggam miliknya.

drrrt….drrrt….drrt….

Ja iruhna (Ja iruhna) Da iriwa (Da iriwa)

Mak heundeuruh (Ni saenggak modu) Just shake it up (Shake it up)

Ja iruhna (Ja iruhna) Da iriwa (Da iriwa)

Mak heundeuruh (Ni saenggak modu) Just shake it up

Shake it up~ Shake it up~ Shake it up!

……………………………….

“Yeoboseyo” Kudengar dia menjawab telepon yang kuyakini adalah telepon dari kekasihnya itu yang ternyata benar dugaanku.

“Eonni, Kyuhyun oppa ingin berbicara denganmu”

“Denganku?”

“Ne, katanya ada sesuatu yang penting.” Aku masih bingung dengan ucapannya tapi dia hanya mengangkat bahunya dan memberikan telepon genggamnya padaku lalu pergi ke kamar mandi. Entahlah, mungkin dia mau memberi privasi padaku. Akupun langsung menjawab telepon dari Kyuhyun.

“Ne Kyu, waeyo?”

“Rayha~a, sepertinya hyungku ada yang sedang bermasalah denganmu.”

“Ne?” tanyaku tidak mengerti dengan maksud perkataannya itu sedangkan ia hanya berdecak sebal dengan suaranya yang terdengar gusar.

“Apa tadi kau bertemu dengan Yesung hyung di pantai?”

“Ne, memang kenapa?”

“Lalu apa yang telah kau lakukan padanya?”

“Aku tidak melakukan apapun padanya. wae?” tanyaku bingung.

“Aniya tidak ada apa-apa. Kalau begitu bisakah kau datang nanti jam 7 malam ke resort kami? Hyungdeul mengundangmu dan Jessica untuk makan malam bersama kami.”

“Mwo? Makan malam bersama kalian?”

“Ne, kau tidak keberatankan? Oh ya suruhlah adikmu itu memakai rok jangan biarkan dia memakai celana jinsnya itu. dan tolong jangan beritahu jika ini adalah perintahku. Araji?”

“Ne.”

“Kalau begitu gomawo, aku tutup teleponnya. Annyeong.”

Piip, terdengar suara sambungan telepon yang terputus.

“Dia bilang apa eonni?”

“Dia mengajak kita untuk makan malam di resort sebelah.”

“Mwo nan micheosoyo?! Apa yang mau dia lakukan?”

“Sudahlah Jessi~chan jangan panik seperti itu.”

“Tapi  eonni,”

“Ya sudah ayo kita bersiap-siap sekarang..” aku memotong perkataannya agar dia tidak membantahku lagi.

***

TBC

_____________________________________________________________

Gimana-gimana? Dapet ngga feelnya???ato malah geje ato gak nyambung??😀

Gimana ya kelanjutannya apa Kim Rayha akan benar-benar menyukai Yesung dan meraka bisa bersama??kemudian gimana juga nasib dua sejoli antara Cho Kyuhyun dengan Jessica apakah mereka akan terus lanjut dengan hubungan mereka atau….. hehehe

Jeongmal mianhe, ini cerita pasti aneh bin ajaib banget ya. ^^ kalau ada salah bahasa atau kata tolong maafin y….jebal

Nah apakah readers puas bacanya wkwkwkwk~ mudah2an y….

Tolong jangan jadi silent readers y…klo bisa Like+ Comment ^^

Inget ! ni ff pertamaq looh

Comment sangat diperlukan untuk menyemangati author  .^^

Kamsahamnida..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s